https://penerbit.brin.go.id/press/issue/feedPenerbit BRIN2026-05-18T16:27:32+07:00Editorbuku@rmpi.brin.go.idOpen Monograph Press<p><span style="font-weight: 400;"><strong>BRIN Publishing</strong> is a scientific publishing. </span><span style="font-weight: 400;">Our main work revolves around planning, acquiring, designing, and distributing scientific knowledge to the public.</span></p>https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1097Dinamika Meteorologi Tropis2024-03-25T12:52:29+07:00albertus sulaimanManabu D Yamanaka<p><em>Ilmu fisika sangat kental dengan segala aspek kehidupan kita, disadari ataupun tidak. Termasuk salah satunya fenomena alam yang selalu menyertai kita yaitu iklim serta interaksinya, dan dinamika atmosfer dan laut di sekeliling kita. Buku ini membahas dengan sangat baik seluruh aspek ini dengan fokus ke dinamika di daerah tropis yang sangat relevan dengan tanah air kita. Buku pertama dalam bahasa Indonesia dan oleh penulis Indonesia dan peneliti Jepang yang melakukan penelitian di Indonesia selama 40 tahun lebih, di topik seperti ini akan sangat membantu generasi muda di bidang ini, termasuk mahasiswa yang berminat untuk melakukan kajian ilmiah terkait. </em></p> <p><strong>Laksana T Handoko</strong></p> <p><strong>(Kepala BRIN)</strong></p>2026-07-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2075 Indonesia dalam Kancah Geopolitik di Indo-Pasifik 2025-08-01T13:23:19+07:00Ella Syafputri PrihatiniRR Emilia YustiningrumMaulana IbrahimPoppy WulandariBaiq WardhaniSarah AnabarjaRenatha Ayu RossdianaWabilia HusnahPaulus Rudolf YuniartoAli Abdullah WibisonoArrizal Anugerah JaknanihanAlfin Febrian BasundoroGanjar WidhiyogaHasna WijayatiMegah Rahmat Ramadhan<p><span style="font-weight: 400;">Buku ini membahas tentang konseptualisasi Indonesia dalam memaknai rivalitas Amerika Serikat (AS) melawan Tiongkok dalam geopolitik di Indo-Pasifik. Hal ini diawali dengan pemahaman tentang rivalitas kedua negara besar dalam enam aspek utama, yaitu ekonomi dan persaingan dagang, militer, kemajuan teknologi dan inovasi, politik dan ideologi, diplomasi dan aliansi, serta konflik kawasan. Buku ini menggunakan kerangka pemikiran mengenai keterkaitan antara geopolitik dan geoekonomi dalam rivalitas negara besar di kawasan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pembahasan mengenai dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik selalu melibatkan berbagai negara sebagai pelaku utamanya. AS pada awalnya mengembangkan </span><em><span style="font-weight: 400;">pivot to Asia</span></em><span style="font-weight: 400;">, disambut dengan Jepang yang membangun </span><em><span style="font-weight: 400;">Free and Open Indo-Pacific (FOIP),</span></em><span style="font-weight: 400;"> Australia menggunakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Australia’s Asian Century</span></em><span style="font-weight: 400;"> untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia, India yang merespons dengan </span><em><span style="font-weight: 400;">Security and Growth for All in the Region </span></em><span style="font-weight: 400;">(SAGAR) khususnya di kawasan Samudera Hindia, dan Tiongkok yang membangun koridor dunia melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Belt and Road Initiative</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BRI). Sepuluh negara anggota ASEAN merespons dinamika geopolitik di kawasan Indo-Pasifik dengan pemahaman dan kebijakan yang berbeda satu sama lain. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Peningkatan aktivitas dan kekuatan ekonomi Tiongkok di kawasan Asia Pasifik membuat berbagai negara termasuk Indonesia merespons dengan berbagai cara. Salah satunya melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">de-risking</span></em><span style="font-weight: 400;"> atau pengurangan risiko sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan ekonomi pada negara-negara yang dianggap berbahaya secara geopolitik, baik terhadap AS maupun Tiongkok. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Persaingan strategis AS melawan Tiongkok juga muncul dalam industri nikel di Indonesia. Nikel yang merupakan komponen utama baterai </span><em><span style="font-weight: 400;">lithium-ion</span></em><span style="font-weight: 400;"> menjadi bahan utama kendaraan listrik dan produk teknologi semikonduktor lainnya. Pemerintah Indonesia mengundang AS dan Tiongkok dalam pengembangan industri nikel domestik walaupun keduanya menggunakan pendekatan yang berbeda di mana AS menerapkan prinsip pasar bebas dan Tiongkok melancarkan pendekatan nasionalisme sumber daya. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Irisan antara </span><em><span style="font-weight: 400;">Belt and Road Initiative</span></em><span style="font-weight: 400;"> (BRI) dan Poros Maritim Dunia (PMD) membuat pemerintah Indonesia mengundang investasi Tiongkok mengenai konektivitas maritim dan pembangunan ekonomi, khususnya energi hijau di Kalimantan Utara melalui </span><em><span style="font-weight: 400;">Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI)</span></em><span style="font-weight: 400;">. KIPI menjadi salah satu perpanjangan investasi Tiongkok di Indonesia mengenai energi bersih dan terbarukan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Rivalitas AS-Tiongkok di ruang siber juga memengaruhi keamanan siber di Asia Tenggara. Hal ini terjadi karena persaingan kedua negara besar tersebut menjadi struktur yang membatasi upaya diplomasi siber negara-negara Asia Tenggara dan menghambat terbentuknya arsitektur norma keamanan siber yang solid di kawasan. </span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Kerja sama Selatan-Selatan Triangular (KSST) melalui kebijakan </span><em><span style="font-weight: 400;">Look East</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan strategi Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik Selatan yang mencakup bantuan pembangunan, kerja sama sektoral, dan bantuan teknis. Dalam hal ini, diplomasi biru menjadi instrumen penting dalam memanfaatkan dan melestarikan sumber daya kelautan dan mendukung berbagai inisiatif ekonomi berbasis laut.</span></p>2026-07-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/3129Archaeological Heritage Management in Indonesia: Prospects and Challenges2026-05-18T16:27:32+07:00Peter LapeMarlon Ririmasse<p>This book examines the practice of archaeology and cultural heritage management in Indonesia through a series of current case studies. While many groundbreaking archaeological discoveries have been made in this region in recent years, this book provides insights into how those discoveries, sites and artefacts are valued and managed by local communities, government officials and other stakeholders. Authors are both leading Indonesian archaeologists and non-Indonesian foreign researchers. The varied case studies provide insight into heritage practice, never published in English, and reveal the complexity of heritage and its relationship to research, community and national politics, indigeneity and colonialism. Suited for those interested in heritage management, community-based research and the practice of archaeology, from both academic and policy viewpoints, its focus on community engagement and tangible/intangible heritage integration offers innovative insights that will resonate with academics and practitioners alike. It is a benchmark reference for Southeast Asian archaeology and heritage studies.</p>2026-05-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2988Islam, Conflict, and Political Transformation in Southeast Asia2026-04-14T09:52:16+07:00Ahmad SuaedyJames B. HoestereyAmin MudzakkirAhmad Nuril Huda<p>This books explores several dimensions of conflict and transformation in Southeast Asian Islam, with a particular focus on the largest Islamic country in the region, Indonesia, based on a diverse range of in-depth case studies that engage local, national, regional, global and digital perspectives. These dimensions include but are not limited to forms and patterns of conflicts between Islam and local culture; conflicts between Islam and other groups of believers; conflicts between Islam and the state; and how these conflicts have changed over time. It also includes discussions relating to how Muslim figures, organizations, and groups in Southeast Asia have responded to conflicts, and the extent to which the conflicts have led to the consolidation of democratic society and civic governance. Moreover, with the rise and proliferation of digital media practices among various communities of believers in Southeast Asia, a special space is given to discuss how media and mediation practices could change the dynamics and complexity of a religious conflict, and form new strategies for practicing religion in conflict situations. It is intended for academics researching prevailing current issues connected to religion, politics and conflict transformation in Southeast Asia, and beyond.</p>2026-04-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1782Sumber Daya Ikan Terbang (Exocoetidae) di Kepulauan Maluku: Eksplorasi, Pemanfaatan, dan Arah Pengelolaannya2025-01-31T13:40:20+07:00Friesland TuapetelKhairul Amri<p>Buku Pemanfaatan Berkelanjutan Sumber Daya Ikan Terbang Kepulauan Maluku membahas pentingnya pemanfaatan sumber daya perikanan laut untuk kesejahteraan generasi saat ini dan masa depan. Buku ini menekankan bahwa populasi ikan terbang di laut Maluku harus dilindungi dari penurunan populasi akibat praktik penangkapan yang tidak bertanggung jawab. Potensi perikanan perairan Maluku sangat besar dan dapat menjadi sumber utama pangan nasional, pendapatan devisa dari ekspor, penyedia lapangan kerja, serta sumber pendapatan domestik yang signifikan. Dengan pengelolaan yang optimal, perikanan ikan terbang dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional. Buku ini juga menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan, menjadikannya referensi yang layak dibaca. Dengan bahasa yang mudah dipahami, buku ini cocok untuk berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, pegiat lingkungan dan pengambil kebijakan. </p>2026-02-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2533Global Cities in Indonesia: Advancing Inclusive Social Development Towards Societal Progress2026-02-26T08:12:21+07:00Henny WarsilahPaulus Wirutomo<p>This book examines the development of global cities in Indonesia and proposes a new paradigm for urban development, grounded in inclusive social development. Inclusive development is defined as a new approach to development by developing an increasingly open environment, inviting and inclusive of everyone with different backgrounds, characteristics, abilities, status, conditions, ethnicities, and cultures. Urban development in Southeast Asia, particularly Indonesia, requires a more specific approach, particularly related to the inclusive social development paradigm, which emphasizes human interaction and participation. The inclusive social development paradigm highlights important structural, social, and cultural aspects. This book demonstrates that these three aspects of development do not stand alone but are interconnected and mutually supportive, which in turn reveals how they operate. Relevant for urbanologists, city policy makers, environmental social scientists, development studies academics, and sociologists, this book is a timely contribution to discussions about Indonesian cities, their present, and their future.</p>2026-02-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 The Editor(s) (if applicable) and The Author(s)https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2524Migrant Lives in Crisis in Indonesia: COVID-19, Governance, and Social Resilience2026-02-19T11:37:17+07:00Vanda NingrumSandy Nur Ikfal RaharjoSyarifah Aini DalimuntheNor Suzylah Sohaimi<p>This comprehensive volume offers a critical, socio-demographic examination of the COVID-19 crisis and human mobility in Indonesia. Drawing on data from across the archipelago, it covers the demographic, economic, psychosocial, and socio-political contexts of the pandemic, rigorously analyzing emergency management and its severe, specific impacts on migrants (domestic and international workers, students) and Internally Displaced Persons (IDPs). The book meticulously analyzes the consequences of enforced restrictions and border closures, detailing the disruption of livelihoods and the adaptive strategies employed by these vulnerable populations. As the first book to frame the pandemic through this lens in Indonesia, it provides a crucial platform for rethinking crisis response commitment and underscores the importance of domestic implementation of international laws for protecting migrant rights. Beyond informing post-pandemic policy and research on migration in Indonesia, this work provides enduring, actionable lessons relevant to public health crises and state-of-emergency management throughout the Global South.</p>2026-02-09T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2452Joko Widodo's Foreign Policy and Diplomatic Legacy2026-01-08T11:50:19+07:00Indriana KartiniKhanisa<p><span data-olk-copy-source="MessageBody">This book addresses the various challenges that arose during the two periods of Indonesian President Jokowi's administration. These included the global economic crisis, increasingly complex geopolitical dynamics, such as competition between major powers, the Covid-19 pandemic and its ramifications for Indonesia, as well as issues of border disputes, human trafficking, and the situation in Palestine. Addressing these challenges necessitates a forward-thinking Indonesian foreign policy strategy. As the 2024 General Election has taken place and President Jokowi's term came to an end, this book presents a timely and comprehensive discussion on Indonesian foreign policy and diplomacy and its associated challenges—those of the past, and those now facing the current administration. Relevant to Indonesian and international political scientists and social scientists, this interdisciplinary book—which includes perspectives from both scholars and practitioners—confronts Jokowi's policies relating to the economy, territorial, migration, religion, and all aspects of Indonesian society, in the context of the former government.</span></p>2026-01-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/934 Catatan Emik Sensus Pertanian Jilid 1: Sumatra2023-11-30T11:50:17+07:00Reza Amarta PrayogaBadrun SusantyoRatna Rizki Amalia Eki Karsani ApriliyadiHerlina TariganAbdul MutholibKhairiahSiti FatimahTedi GunawanYanter HutapeaIwan Setiajie Tri Bastuti PurwantiniHusmiati<p>Mencari Suara Petani hingga Pelosok Nusantara: Catatan Emik dari Sumatra Jilid 1 merupakan karya intelektual yang meneropong sisi berbeda dari sensus pertanian 2023. Narasi pendataan pertanian yang dikupas dari pembacaan survei sensus pertanian bukanlah perkara yang mudah. Pendata harus berjuang mengumpulkan rangkaian pendataan hingga pelosok pedalaman demi mencatat pertanian Indonesia. Rangkaian pendataan ini meliputi mengumpulkan data dari tiap lembaran kuesioner, berkomunikasi dengan responden petani dengan mentransmisikannya ke bahasa yang sederhana, mencatat angka setiap detail pertanian, mencentang, dan memeriksa kembali lembaran jawaban dari responden. Perjumpaan dengan responden bagi pendata adalah ihwal dari kejuangan dalam mendata sensus pertanian. Akurasi kebijakan dan program pertanian memerlukan sumber pendataan akurat, sahih, dan berbasis empiris. Sensus Pertanian (ST) tahun 2023 menjadi momentum pendataan dari BPS (Badan Pusat Statistik) secara serentak dalam mencatat pertanian Indonesia untuk kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan nasional. Kebijakan pengembangan dan inovasi pertanian tentu memerlukan data empiris mikro yang akurat. Maka, setiap sepuluh tahun sekali BPS sebagai instansi yang memiliki rekam jejak dan kompetensi pendataan statistik menjadi “ujung tombak” penyelenggaraan Sensus Pertanian (ST).</p>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1161Malay Music Culture of Urang Pulo: Identity and Dilemma2024-05-30T14:19:08+07:00Ari PalawiMargaret Kartomi<p>This book investigates the music-cultural identity and conservational dilemma of the hitherto un-researched music-culture of the Islanders (Urang Pulo) of the Banyak Archipelago in Aceh-Singkil Regency off the west coast of Aceh, Indonesia. The Islanders’ dominant concept of identity is coloured by their dominant <em>sikambang </em>music, dance and legend, history of cultural contact with west-coastal Sumatran Malay and offshore island area, Niasan and Simeulue immigration to the Islands, the cultural memory of their former court centre at Haloban, the Islanders’ peripheral contact with the Dutch colonial power, and their typically Malay <em>kacokan </em>tendency to combine selective elements of cultures with which they have been in sustained contact. The people’s traditional customs (<em>adat istiadat</em>) and Animist-Muslim worldview shine through their vocal and instrumental music, dances, and bardic story-telling genres at weddings, circumcisions and in daily routine.</p>2025-12-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Ari Palawi & Margaret Kartomi