https://penerbit.brin.go.id/press/issue/feedPenerbit BRIN2025-10-23T16:06:23+07:00Editorbuku@rmpi.brin.go.idOpen Monograph Press<p><span style="font-weight: 400;"><strong>BRIN Publishing</strong> is a scientific publishing. </span><span style="font-weight: 400;">Our main work revolves around planning, acquiring, designing, and distributing scientific knowledge to the public.</span></p>https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1180Perempuan dan Tabu dalam Perspektif Gizi dan Kesehatan2024-06-14T12:46:26+07:00Nurbaya<p style="font-weight: 400;">Masalah gizi dapat muncul pada setiap orang pada sepanjang siklus kehidupan. Namun perempuan lebih berisiko mengalami masalah gizi dibanding laki-laki bahkan semakin tahun, masalah gizi pada perempuan semakin meningkat. Perempuan menghadapi tiga beban masalah gizi (<em>triple burden of malnutrition</em>) dalam siklus kehidupannya yaitu 1) masalah kekurangan gizi, 2) defisiensi atau kekurangan zat gizi mikro seperti anemia, dan 3) meningkatnya prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan. Berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan yang lebih rendah, perubahan fisiologis selama kehamilan dan menyusui, sifat keluarga, pola makan, status sosial ekonomi, dan praktik tabu merupakan beberapa yang dapat menyebabkan masalah gizi dan kesehatan semakin meningkat pada perempuan.</p> <p style="font-weight: 400;">Perempuan dan tabu adalah dua hal yang sering kali tidak terpisahkan dalam pandangan dan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Sejak zaman dahulu, perempuan sering kali dibatasi oleh berbagai tabu yang mengikatnya dalam kungkungan norma-norma sosial yang kadang kala membatasi potensi dan kebebasannya. Tabu melekat pada setiap periode dalam siklus kehidupan perempuan. Tabu tersebut paling banyak ditemukan pada masa hamil, nifas dan menyusui.</p> <p style="font-weight: 400;">Buku Perempuan dan Tabu dalam Perspektif Gizi dan Kesehatan menggali lebih dalam tentang kompleksitas hubungan antara perempuan dan tabu. Melalui analisis mendalam, buku ini bertujuan untuk memperluas pemahaman kita tentang bagaimana tabu memengaruhi kehidupan dan kesehatan perempuan, serta bagaimana lingkungan termasuk keluarga dan suami menguatkan tabu pada perempuan. Semoga buku ini dapat menjadi suara bagi perempuan, serta memicu diskusi yang lebih luas tentang pentingnya membebaskan perempuan dari belenggu tabu yang mengikatnya serta berpartisipasi aktif dalam mendukung perempuan yang lebih sehat.</p> <p><span style="font-weight: 400;">Buku ini merupakan hasil penelitian penulis tentang kesehatan ibu dan anak pada masyarakat adat dan kajian pustaka yang fokus membahas berbagai bentuk tabu yang dilekatkan pada perempuan di berbagai daerah baik pada masyarakat adat maupun pada berbagai suku di Indonesia. Terima kasih kepada Neys-van Hoogstraten Foundation dan USAID-Prestasi yang telah mendukung dan mendanai penelitian ini. Semoga buku ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan yang dialami oleh perempuan atas praktik tabu yang masih banyak diyakini dan dipraktikkan di masyarakat.</span></p>2026-10-19T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2265 Galuh dalam Lintasan Waktu2025-10-23T16:06:23+07:00Ahmad Rizky Fauzi<p>Buku berisi hasil transliterasi (alih aksara) dan terjemahan dari Naskah babad Galuh Imbanagara yang disertai dengan pedoman penerjemahannya. Babad Galuh Imbanagara selesai ditulis tahun 1931 oleh Wiraadikusuma di Kabupaten Ciamis dengan aksara latin berbahasa Sunda. Media tulisnya berupa kertas pabrik berwarna kekuningan. Naskah menceritakan sejarah di wilayah Tatar Galuh mulai dari “Negara Purwacarita” (Onom) yang dipimpin oleh Dewi Artatit. Kemudian cerita berlanjut ke kisah Raja Adimulya Permanadikusumah (Kerajaan Galuh di Karangkamulyaan) yang menjadi pertapa lalu dijebak oleh orang kepercayaannya sendiri yaitu Raja Bondan selaku pengganti dirinya. Permanadikusumah dibunuh setelah difitnah oleh sang raja pengganti. Cerita berlanjut ke bagian genealogi Prabu Ciungwanara-Lutung Kasarung-Prabu Mundingkawati-Prabu Siliwangi-Prabu Pucuk Umun hingga Prabu Haur Kuning. Setelah Galuh dikuasai Kesultanan Mataram statusnya berubah menjadi kabupaten. Naskah BGI lalu menguraikan susunan para bupati Galuh mulai dari tahun 1614 hingga tahun 1931. Setiap masa juga diceritakan mengenai kisah-kisah uniknya yang menggambarkan latar belakang sosial dan budaya saat itu. Bagian akhir teks menjelaskan tentang silsilah keturunan R.A.A. Kusumasubrata, kondisi sosial budaya masyarakat Galuh pada masa kolonial, permainan, turnamen hingga upacara adat kebupatian saat itu. Cerita ditutup dengan titi mangsa meninggalnya R.A.A. Kusumasubrata pada tanggal 24 Maret 1931 dalam usia 71 tahun.</p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1343Capung Hutan dan Lahan Reklamasi Bekas Tambang Timah Pulau Bangka2024-08-13T09:01:55+07:00AlitaEddy NurtjahyaAgmal QodriHari Sutrisno<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Capung sebagai penerbang ulung merupakan serangga terbang pertama di dunia yang muncul ratusan juta tahun lalu dan bertahan hingga saat ini. Capung, yang mudah ditemukan di sekitar kita, dikenal sebagai serangga dengan warna tubuh yang cerah dan berwarna-warni. Kemampuan terbangnya yang luar biasa menginspirasi pembuatan helikopter.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Buku panduan lapang ini dilengkapi dengan foto untuk memudahkan mengenali anggota dari dua subordo yaitu Anisoptera (capung) dan Zygoptera (capung jarum), yang kedua kelompok tersebut dibedakan dari karakteristik bentuk tubuh, mata, sayap, dan perilaku terbang.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Buku ini menyajikan foto, morfologi dan habitat jenis-jenis capung dan capung jarum yang banyak ditemukan di hutan dataran rendah Jelutung, dan di lahan reklamasi timah di Bangka.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Panduan lapang bergambar ini menampilkan 40 spesies (26 spesies capung dan 14 spesies capung jarum). Tiga spesies di antaranya, yakni </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Pornothemis starrei</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Mortonagrion arthuri</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , dan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Teinobasis </span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">ruficollis</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> termasuk spesies capung yang terancam hampir terancam (Near Threatened). Keberadaannya harus dilestarikan.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Capung adalah teman kita!</span></span></p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1200Pemanfaatan Susu untuk Pencegahan Stunting2024-06-27T12:10:29+07:00Revi Gama Hatta Novika NovikaDr. Agr. Ir. Sigit Prastowo S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng.Dr. Ir. Lanjar Sumarno, M.Si.Siti Nurhidayati, S.ST., M.Keb.Atriany Nilam Sari, SST., M.Keb.Luluk Fajria Maulida, SST, M.Keb.Nurul Jannatul Wahidah, SST. M.Kes.Rufidah Maulina, SST., M.Sc.<p>-</p>2026-10-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1144Pemulihan Ekosistem Hutan Konservasi Terdegradasi Antropogenik: Belajar dari Gunung Ciremai2024-05-14T04:45:01+07:00Hendra GunawanSugiartiMarfuah WardaniTien LastiniToto Supartono<p>Taman nasional di Indonesia pada umumnya mengalami ancaman degradasi ekosistem akibat kegiatan manusia (antropogenik), seperti perambahan, perladangan, penebangan liar, perburuan liar, kebakaran hutan, dan invasive species. Salah satunya yang terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Degradasi ekosistem berakibat pada terganggunya fungsi-fungsi yang melekat pada fungsi ekosistem dan fungsi taman nasional. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan restorasi atau pemulihan ekosistem, yakni proses membantu pemulihan ekosistem yang telah terdegradasi, rusak, atau hancur. Tujuannya adalah untuk memulihkan fungsi-fungsi ekosistem yang terdegra- dasi melalui pendekatan terpadu yang mencakup pendekatan ekologi dan silvikultur, serta pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya.<br />Buku Pemulihan Ekosistem Hutan Konservasi Terdegradasi Antropogenik: Belajar dari Gunung Ciremai hadir untuk membuka, menginformasikan, dan memberikan wawasan masyarakat mengenai degradasi ekosistem hutan kawasan konservasi, rona ekosistem terdegradasi di Gunung Ciremai, zona pemulihan ekosistem, hingga upaya implementasi pemulihan ekosistem taman nasional yang terdegradasi oleh penyebab antropogenik. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi, khususnya bagi para pengelola taman nasional dalam mengimplementasikan program pemulihan ekosistem terde- gradasi, dari aspek perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi.</p>2026-10-08T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1283Teknologi Produksi Daging Kultur Jaringan (Cultured Meat)2024-07-24T10:54:17+07:00Eko Saputro<p>Daging kultur jaringan (cultured meat) merupakan daging yang dihasilkan melalui proses kultur sel induk (stem cell) yang diperoleh dari biopsi sapi atau hewan ternak lainnya. Sel induk dikembangkan dalam bioreactor menggunakan media kultur tertentu hingga membentuk jaringan daging yang menyerupai daging pada umumnya. Teknologi daging kultur jaringan hadir sebagai inovasi pangan masa depan yang tidak membutuhkan adanya peternakan sapi. Hal ini tentu akan mengurangi dampak pemanasan global, penggunaan air dan lahan yang tinggi, serta penanganan hewan yang tidak beretika. Namun, inovasi produksi daging kultur jaringan ini tidak terlepas dari polemik yang berhubungan dengan hukum Islam. Proses produksi daging kultur jaringan yang bagaimana agar dapat diterima oleh hukum Islam?</p> <p>Buku Teknologi Produksi Daging Kultur Jaringan ini hadir untuk menginformasikan dan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang perkembangan daging kultur jaringan, mulai dari sejarah dan perkembangan produksi, keuntungan, konsekuensi, hingga potensi daging sintetis yang diproduksi tanpa penyembelihan hewan. Buku ini juga membahas tentang kekurangan, proses produksi, tantangan serta peluang masa depan, dan kajian kehalalan terutama bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi otoritas, industri, masyarakat, dan negara-negara Islam yang mempunyai nilai yang sama.</p>2026-10-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/968Pengamatan Penelitian Agronomi dengan Peralatan Terbatas 2024-01-12T09:28:44+07:00Didik Indradewa<p>Kualitas hasil penelitian dalam bidang agronomi sangat bervariasi. Hal ini dipengaruhi salah satunya oleh ketersediaan sarana dan prasarana penelitian. Sayangnya, peningkatan kualitas hasil penelitian seringkali dihadapi oleh kendala keterbatasan dana, sarana, dan prasarana penelitian. Namun demikian, pengamatan yang lebih rinci<br />dapat dilakukan dalam bentuk modifikasi pengamatan dengan menggunakan peralatan sederhana yang biasa ditemukan di pasaran dan peralatan buatan sendiri. Penggunaan telepon pintar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengamatan di lapangan.<br />Buku Pengamatan Penelitian Agronomi dengan Peralatan Terbatas hadir untuk mendukung penggalian informasi penelitian agronomi dengan pengamatan yang lebih luas dan mendalam dalam kondisi dana, sarana, dan prasarana penelitian yang terbatas. Selain itu, dalam buku ini dijelaskan teknik-tenik pengukuran variabel secara lebih bervariasi untuk penelitian dengan menggunakan peralatan terbatas. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi para peneliti agronomi, baik mahasiswa, dosen, maupun peneliti di lembaga penelitian dan universitas yang dukungan peralatannya terbatas untuk dapat melakukan penelitian agronomi secara mendalam menggunakan variabel yang lebih<br />bervariatif.</p>2026-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1367Pedagogi Musik Tradisional Lampung: Teori dan Praktis Pembelajaran Informal2024-08-25T13:42:03+07:00Riyan Hidayatullah<p>Pedagogi musik tradisional adalah pendekatan pengajaran dan pembelajaran musik yang diwariskan secara turun-temurun melalui praktik budaya, bukan sekadar transfer keterampilan teknis. Di Lampung, praktik ini berlangsung secara informal di komunitas, sanggar, dan lingkungan sosial—jauh dari ruang kelas formal—melalui proses<br />mendengar, meniru, demonstrasi, dan pertunjukan. Sayangnya, kekayaan pedagogis ini hampir luput dari perhatian dunia pendidikan formal yang masih mendominasi dengan perspektif teori musik Barat, sehingga potensi besar musik tradisional Lampung sebagai sumber pengetahuan pedagogis belum sepenuhnya diakui dan dikembangkan.</p> <p>Pedagogi Musik Tradisional Lampung: Teori dan Praktis Pembelajaran Informal hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut. Buku ini menyajikan studi mendalam berbasis etnografi hibrid selama lima tahun tentang praktik pembelajaran empat jenis musik tradisional Lampung—Gamolan Pekhing, Gitar Tunggal, Talo Balak, dan Butabuh—sekaligus mengajukan kerangka pedagogi kritis yang mendorong guru dan siswa merefleksikan pembelajaran musik dalam konteks sosial dan budaya lokal. Buku ini ditujukan bagi pengajar musik, praktisi seni, peneliti etnomusikologi, mahasiswa pendidikan musik, serta siapa pun yang ingin mengembangkan pedagogi musik berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.</p>2026-09-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1751Metodologi Penelitian Musik2025-01-13T07:53:09+07:00Riyan Hidayatullah<p>Metodologi penelitian merupakan fondasi utama dalam setiap kerja ilmiah, termasuk dalam bidang musik. Sayangnya, literatur metodologi penelitian yang secara khusus membahas musik masih sangat terbatas di Indonesia—terutama yang ditulis dalam bahasa Indonesia dengan pendekatan yang kontekstual dan praktis. Sebagian besar sumber yang tersedia ditulis dalam bahasa asing dengan kerangka pikir yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan peneliti lokal, sehingga menciptakan kesenjangan literasi metodologis yang cukup signifikan di kalangan mahasiswa maupun peneliti pemula.</p> <p>Metodologi Penelitian Musik: Menggunakan Pendekatan Kualitatif hadir untuk mengisi kekosongan tersebut. Buku ini membahas secara sistematis dan komprehensif berbagai aspek esensial dalam penelitian musik, mulai dari landasan teoretis, perumusan masalah, tahapan penelitian, teknik pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, pengabsahan data, hingga ragam desain penelitian seperti etnografi, fenomenologi, grounded theory, etnomusikologi, dan analisis konten. Buku ini juga mengulas cara menyusun laporan penelitian dan mempublikasikan hasilnya di jurnal ilmiah, prosiding, maupun book chapter. Dilengkapi dengan contoh-contoh penerapan yang berpijak pada konteks musik lokal Indonesia, buku ini dapat digunakan sebagai panduan praktis sekaligus referensi akademis bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang musik.</p>2026-09-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agencyhttps://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1277Implementasi Ekonomi Sirkular dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan2024-07-21T09:54:43+07:00Rita ParmawatiSupriyanto<p>Sistem pertanian berkelanjutan adalah proses pendekatan dalam budidaya tanaman dan peternakan yang bertujuan untuk mencapai produksi pangan yang berkelanjutan dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Sistem ini dapat <br />dikembangkan dengan sistem pertanian terpadu tanpa limbah. Prinsip utama dari sistem pertanian terpadu tanpa limbah meliputi keragaman dan polikultur (diversity and polyculture), rotasi tanaman (crop rotation), integrasi ternak (livestock integration), pengomposan (composting), agroforesti (agroforestry), akuakultur (aquaculture), pengolahan<br />air (water management), daur ulang biomassa (biomass recycling), pengolahan hama secara alami (natural pest management), dan integrasi energi terbarukan (renewable energy<br />integration).<br />Buku Implementasi Ekonomi Sirkular dalam Sistem Pertanian Berkelanjutan hadir untuk membuka, menginformasikan, dan memberikan wawasan masyarakat mengenai sistem pertanian berkelanjutan, dari latar belakang munculya konsep pertanian terpadu tanpa limbah, tujuan dan pengembangannya, prinsip yang membangun, implementasi pertanian<br />terpadu tanpa limbah dan manfaatnya, hingga strategi mewujudkan pertanian sirkular yang berkelanjutan. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi peneliti atau akademisi, praktisi bisnis pertanian, petani, penyuluh atau pemberdaya masyarakat, serta pelaku kebijakan pada berbagai level di tingkat pemerintahan dan profesional pengembangan sistem pertanian berkelanjutan.</p>2026-09-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency