Penerbit BRIN
https://penerbit.brin.go.id/press
<p><span style="font-weight: 400;"><strong>BRIN Publishing</strong> is a scientific publishing. </span><span style="font-weight: 400;">Our main work revolves around planning, acquiring, designing, and distributing scientific knowledge to the public.</span></p>en-USPenerbit BRINKomodifikasi Tradisi dan Seni dalam Konteks Kekinian
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/993
<p>Buku ini merekam ragam tradisi sebagai upaya preservasi dan melestarikan jejak tradisi – tradisi di Indonesia. Pada sisi lain, rekaman yang ada disertai upaya mengangkat tradisi unggul sebagai bagian dari komodifikasi yang berikutnya dapat membuka falsafah hidup yang bangkit kembali sesuai dengan konteks jaman modern saat ini. Bagaimana masyarakat merespons kapitalisme misalnya, pada sisi tertentu dianggap buruk, menimbulkan kesenjangan misalnya. Namun tentu dalam konteks ekonomi global, tantangan dalam kapitalisme sudah seharusnya disambut dengan daya saing yang sebaik mungkin dipersiapkan. Buku ini diharapkan mampu menjadi penggugah, pendobrak yang mencoba mengingatkan pembaca, bahwa ada banyak tradisi dan budaya kita yang belum tergali maksimal, belum terdokumentasi dengan baik, di samping butuh pengawalan dan komodifikasi dari berbagai pihak, agar resistan dan peka jaman, sehingga dapat lestari hingga menjadi warisan bagi generasi berikutnya.</p>M. Alie HumaediGustaf WijayaLinda Sari WulandariGenardi AtmadiredjaDian Karinawati ImronRibeth Nurvijayanto
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-222026-10-22Perempuan dan Tabu dalam Perspektif Gizi dan Kesehatan
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1180
<p style="font-weight: 400;">Masalah gizi dapat muncul pada setiap orang pada sepanjang siklus kehidupan. Namun perempuan lebih berisiko mengalami masalah gizi dibanding laki-laki bahkan semakin tahun, masalah gizi pada perempuan semakin meningkat. Perempuan menghadapi tiga beban masalah gizi (<em>triple burden of malnutrition</em>) dalam siklus kehidupannya yaitu 1) masalah kekurangan gizi, 2) defisiensi atau kekurangan zat gizi mikro seperti anemia, dan 3) meningkatnya prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan. Berbagai faktor, termasuk tingkat pendidikan yang lebih rendah, perubahan fisiologis selama kehamilan dan menyusui, sifat keluarga, pola makan, status sosial ekonomi, dan praktik tabu merupakan beberapa yang dapat menyebabkan masalah gizi dan kesehatan semakin meningkat pada perempuan.</p> <p style="font-weight: 400;">Perempuan dan tabu adalah dua hal yang sering kali tidak terpisahkan dalam pandangan dan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Sejak zaman dahulu, perempuan sering kali dibatasi oleh berbagai tabu yang mengikatnya dalam kungkungan norma-norma sosial yang kadang kala membatasi potensi dan kebebasannya. Tabu melekat pada setiap periode dalam siklus kehidupan perempuan. Tabu tersebut paling banyak ditemukan pada masa hamil, nifas dan menyusui.</p> <p style="font-weight: 400;">Buku Perempuan dan Tabu dalam Perspektif Gizi dan Kesehatan menggali lebih dalam tentang kompleksitas hubungan antara perempuan dan tabu. Melalui analisis mendalam, buku ini bertujuan untuk memperluas pemahaman kita tentang bagaimana tabu memengaruhi kehidupan dan kesehatan perempuan, serta bagaimana lingkungan termasuk keluarga dan suami menguatkan tabu pada perempuan. Semoga buku ini dapat menjadi suara bagi perempuan, serta memicu diskusi yang lebih luas tentang pentingnya membebaskan perempuan dari belenggu tabu yang mengikatnya serta berpartisipasi aktif dalam mendukung perempuan yang lebih sehat.</p> <p><span style="font-weight: 400;">Buku ini merupakan hasil penelitian penulis tentang kesehatan ibu dan anak pada masyarakat adat dan kajian pustaka yang fokus membahas berbagai bentuk tabu yang dilekatkan pada perempuan di berbagai daerah baik pada masyarakat adat maupun pada berbagai suku di Indonesia. Terima kasih kepada Neys-van Hoogstraten Foundation dan USAID-Prestasi yang telah mendukung dan mendanai penelitian ini. Semoga buku ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko kesehatan yang dialami oleh perempuan atas praktik tabu yang masih banyak diyakini dan dipraktikkan di masyarakat.</span></p>Nurbaya
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-192026-10-19 Galuh dalam Lintasan Waktu
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/2265
<p>Buku berisi hasil transliterasi (alih aksara) dan terjemahan dari Naskah babad Galuh Imbanagara yang disertai dengan pedoman penerjemahannya. Babad Galuh Imbanagara selesai ditulis tahun 1931 oleh Wiraadikusuma di Kabupaten Ciamis dengan aksara latin berbahasa Sunda. Media tulisnya berupa kertas pabrik berwarna kekuningan. Naskah menceritakan sejarah di wilayah Tatar Galuh mulai dari “Negara Purwacarita” (Onom) yang dipimpin oleh Dewi Artatit. Kemudian cerita berlanjut ke kisah Raja Adimulya Permanadikusumah (Kerajaan Galuh di Karangkamulyaan) yang menjadi pertapa lalu dijebak oleh orang kepercayaannya sendiri yaitu Raja Bondan selaku pengganti dirinya. Permanadikusumah dibunuh setelah difitnah oleh sang raja pengganti. Cerita berlanjut ke bagian genealogi Prabu Ciungwanara-Lutung Kasarung-Prabu Mundingkawati-Prabu Siliwangi-Prabu Pucuk Umun hingga Prabu Haur Kuning. Setelah Galuh dikuasai Kesultanan Mataram statusnya berubah menjadi kabupaten. Naskah BGI lalu menguraikan susunan para bupati Galuh mulai dari tahun 1614 hingga tahun 1931. Setiap masa juga diceritakan mengenai kisah-kisah uniknya yang menggambarkan latar belakang sosial dan budaya saat itu. Bagian akhir teks menjelaskan tentang silsilah keturunan R.A.A. Kusumasubrata, kondisi sosial budaya masyarakat Galuh pada masa kolonial, permainan, turnamen hingga upacara adat kebupatian saat itu. Cerita ditutup dengan titi mangsa meninggalnya R.A.A. Kusumasubrata pada tanggal 24 Maret 1931 dalam usia 71 tahun.</p>Ahmad Rizky Fauzi
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-122026-10-12Capung Hutan dan Lahan Reklamasi Bekas Tambang Timah Pulau Bangka
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1343
<p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Capung sebagai penerbang ulung merupakan serangga terbang pertama di dunia yang muncul ratusan juta tahun lalu dan bertahan hingga saat ini. Capung, yang mudah ditemukan di sekitar kita, dikenal sebagai serangga dengan warna tubuh yang cerah dan berwarna-warni. Kemampuan terbangnya yang luar biasa menginspirasi pembuatan helikopter.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Buku panduan lapang ini dilengkapi dengan foto untuk memudahkan mengenali anggota dari dua subordo yaitu Anisoptera (capung) dan Zygoptera (capung jarum), yang kedua kelompok tersebut dibedakan dari karakteristik bentuk tubuh, mata, sayap, dan perilaku terbang.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Buku ini menyajikan foto, morfologi dan habitat jenis-jenis capung dan capung jarum yang banyak ditemukan di hutan dataran rendah Jelutung, dan di lahan reklamasi timah di Bangka.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Panduan lapang bergambar ini menampilkan 40 spesies (26 spesies capung dan 14 spesies capung jarum). Tiga spesies di antaranya, yakni </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Pornothemis starrei</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Mortonagrion arthuri</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> , dan </span></span><em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Teinobasis </span></span></em> <em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">ruficollis</span></span></em><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> termasuk spesies capung yang terancam hampir terancam (Near Threatened). Keberadaannya harus dilestarikan.</span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Capung adalah teman kita!</span></span></p>AlitaEddy NurtjahyaAgmal QodriHari Sutrisno
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-122026-10-12Pemanfaatan Susu untuk Pencegahan Stunting
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1200
<p>-</p>Revi Gama Hatta Novika NovikaDr. Agr. Ir. Sigit Prastowo S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng.Dr. Ir. Lanjar Sumarno, M.Si.Siti Nurhidayati, S.ST., M.Keb.Atriany Nilam Sari, SST., M.Keb.Luluk Fajria Maulida, SST, M.Keb.Nurul Jannatul Wahidah, SST. M.Kes.Rufidah Maulina, SST., M.Sc.
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-122026-10-12Pemulihan Ekosistem Hutan Konservasi Terdegradasi Antropogenik: Belajar dari Gunung Ciremai
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1144
<p>Taman nasional di Indonesia pada umumnya mengalami ancaman degradasi ekosistem akibat kegiatan manusia (antropogenik), seperti perambahan, perladangan, penebangan liar, perburuan liar, kebakaran hutan, dan invasive species. Salah satunya yang terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Degradasi ekosistem berakibat pada terganggunya fungsi-fungsi yang melekat pada fungsi ekosistem dan fungsi taman nasional. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan restorasi atau pemulihan ekosistem, yakni proses membantu pemulihan ekosistem yang telah terdegradasi, rusak, atau hancur. Tujuannya adalah untuk memulihkan fungsi-fungsi ekosistem yang terdegra- dasi melalui pendekatan terpadu yang mencakup pendekatan ekologi dan silvikultur, serta pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya.<br />Buku Pemulihan Ekosistem Hutan Konservasi Terdegradasi Antropogenik: Belajar dari Gunung Ciremai hadir untuk membuka, menginformasikan, dan memberikan wawasan masyarakat mengenai degradasi ekosistem hutan kawasan konservasi, rona ekosistem terdegradasi di Gunung Ciremai, zona pemulihan ekosistem, hingga upaya implementasi pemulihan ekosistem taman nasional yang terdegradasi oleh penyebab antropogenik. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi, khususnya bagi para pengelola taman nasional dalam mengimplementasikan program pemulihan ekosistem terde- gradasi, dari aspek perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi.</p>Hendra GunawanSugiartiMarfuah WardaniTien LastiniToto Supartono
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-082026-10-08Teknologi Produksi Daging Kultur Jaringan (Cultured Meat)
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1283
<p>Daging kultur jaringan (cultured meat) merupakan daging yang dihasilkan melalui proses kultur sel induk (stem cell) yang diperoleh dari biopsi sapi atau hewan ternak lainnya. Sel induk dikembangkan dalam bioreactor menggunakan media kultur tertentu hingga membentuk jaringan daging yang menyerupai daging pada umumnya. Teknologi daging kultur jaringan hadir sebagai inovasi pangan masa depan yang tidak membutuhkan adanya peternakan sapi. Hal ini tentu akan mengurangi dampak pemanasan global, penggunaan air dan lahan yang tinggi, serta penanganan hewan yang tidak beretika. Namun, inovasi produksi daging kultur jaringan ini tidak terlepas dari polemik yang berhubungan dengan hukum Islam. Proses produksi daging kultur jaringan yang bagaimana agar dapat diterima oleh hukum Islam?</p> <p>Buku Teknologi Produksi Daging Kultur Jaringan ini hadir untuk menginformasikan dan memberikan wawasan kepada masyarakat tentang perkembangan daging kultur jaringan, mulai dari sejarah dan perkembangan produksi, keuntungan, konsekuensi, hingga potensi daging sintetis yang diproduksi tanpa penyembelihan hewan. Buku ini juga membahas tentang kekurangan, proses produksi, tantangan serta peluang masa depan, dan kajian kehalalan terutama bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi otoritas, industri, masyarakat, dan negara-negara Islam yang mempunyai nilai yang sama.</p>Eko Saputro
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-072026-10-07Pengamatan Penelitian Agronomi dengan Peralatan Terbatas
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/968
<p>Kualitas hasil penelitian dalam bidang agronomi sangat bervariasi. Hal ini dipengaruhi salah satunya oleh ketersediaan sarana dan prasarana penelitian. Sayangnya, peningkatan kualitas hasil penelitian seringkali dihadapi oleh kendala keterbatasan dana, sarana, dan prasarana penelitian. Namun demikian, pengamatan yang lebih rinci<br />dapat dilakukan dalam bentuk modifikasi pengamatan dengan menggunakan peralatan sederhana yang biasa ditemukan di pasaran dan peralatan buatan sendiri. Penggunaan telepon pintar juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengamatan di lapangan.<br />Buku Pengamatan Penelitian Agronomi dengan Peralatan Terbatas hadir untuk mendukung penggalian informasi penelitian agronomi dengan pengamatan yang lebih luas dan mendalam dalam kondisi dana, sarana, dan prasarana penelitian yang terbatas. Selain itu, dalam buku ini dijelaskan teknik-tenik pengukuran variabel secara lebih bervariasi untuk penelitian dengan menggunakan peralatan terbatas. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi para peneliti agronomi, baik mahasiswa, dosen, maupun peneliti di lembaga penelitian dan universitas yang dukungan peralatannya terbatas untuk dapat melakukan penelitian agronomi secara mendalam menggunakan variabel yang lebih<br />bervariatif.</p>Didik Indradewa
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-10-062026-10-06Pedagogi Musik Tradisional Lampung: Teori dan Praktis Pembelajaran Informal
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1367
<p>Pedagogi musik tradisional adalah pendekatan pengajaran dan pembelajaran musik yang diwariskan secara turun-temurun melalui praktik budaya, bukan sekadar transfer keterampilan teknis. Di Lampung, praktik ini berlangsung secara informal di komunitas, sanggar, dan lingkungan sosial—jauh dari ruang kelas formal—melalui proses<br />mendengar, meniru, demonstrasi, dan pertunjukan. Sayangnya, kekayaan pedagogis ini hampir luput dari perhatian dunia pendidikan formal yang masih mendominasi dengan perspektif teori musik Barat, sehingga potensi besar musik tradisional Lampung sebagai sumber pengetahuan pedagogis belum sepenuhnya diakui dan dikembangkan.</p> <p>Pedagogi Musik Tradisional Lampung: Teori dan Praktis Pembelajaran Informal hadir untuk menjawab kesenjangan tersebut. Buku ini menyajikan studi mendalam berbasis etnografi hibrid selama lima tahun tentang praktik pembelajaran empat jenis musik tradisional Lampung—Gamolan Pekhing, Gitar Tunggal, Talo Balak, dan Butabuh—sekaligus mengajukan kerangka pedagogi kritis yang mendorong guru dan siswa merefleksikan pembelajaran musik dalam konteks sosial dan budaya lokal. Buku ini ditujukan bagi pengajar musik, praktisi seni, peneliti etnomusikologi, mahasiswa pendidikan musik, serta siapa pun yang ingin mengembangkan pedagogi musik berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.</p>Riyan Hidayatullah
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-09-302026-09-30Metodologi Penelitian Musik
https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/1751
<p>Metodologi penelitian merupakan fondasi utama dalam setiap kerja ilmiah, termasuk dalam bidang musik. Sayangnya, literatur metodologi penelitian yang secara khusus membahas musik masih sangat terbatas di Indonesia—terutama yang ditulis dalam bahasa Indonesia dengan pendekatan yang kontekstual dan praktis. Sebagian besar sumber yang tersedia ditulis dalam bahasa asing dengan kerangka pikir yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan peneliti lokal, sehingga menciptakan kesenjangan literasi metodologis yang cukup signifikan di kalangan mahasiswa maupun peneliti pemula.</p> <p>Metodologi Penelitian Musik: Menggunakan Pendekatan Kualitatif hadir untuk mengisi kekosongan tersebut. Buku ini membahas secara sistematis dan komprehensif berbagai aspek esensial dalam penelitian musik, mulai dari landasan teoretis, perumusan masalah, tahapan penelitian, teknik pengumpulan data, analisis dan interpretasi data, pengabsahan data, hingga ragam desain penelitian seperti etnografi, fenomenologi, grounded theory, etnomusikologi, dan analisis konten. Buku ini juga mengulas cara menyusun laporan penelitian dan mempublikasikan hasilnya di jurnal ilmiah, prosiding, maupun book chapter. Dilengkapi dengan contoh-contoh penerapan yang berpijak pada konteks musik lokal Indonesia, buku ini dapat digunakan sebagai panduan praktis sekaligus referensi akademis bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang musik.</p>Riyan Hidayatullah
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-09-292026-09-29