Penerbit BRIN https://penerbit.brin.go.id/press <p><span style="font-weight: 400;"><strong>BRIN Publishing</strong> is a scientific publishing. </span><span style="font-weight: 400;">Our main work revolves around planning, acquiring, designing, and distributing scientific knowledge to the public.</span></p> en-US Penerbit BRIN Indonesia Post-Pandemic Outlook: Environment and Technology Role for Indonesia Development https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/538 <p>COVID-19 has disrupted all aspects of human life. To mitigate the impact of the pandemic, several efforts have been taken, including by Indonesian scholars abroad. This book entitled Indonesia Post-Pandemic Outlook: Environment and Technology Role for Indonesia Development explores environment and technology issues and topics related to the COVID-19 pandemic and discusses post-pandemic recovery efforts in Indonesia. Comprising of 19 chapters, this book is divided into four sections. The first section, disaster and greening management development, discusses insights for a better solution in disaster prevention and development of greening management. Second, waste and pollution management development, explores options in development of waste and pollution management such as potentials uses of membrane technology, remediation of textile dyes, biochar industry, and also discussion on persistent organic pollution and microplastics. Third, food defense and security development, explores the potentials of food security and management in utilizing the potential of coastal sand marginal land resources, IoT and smart packaging, and smart food supply chain. The last part, human resource and public service development, discuses developments on management of education system, public transportation, e-government, and health information system. We hope that this book can be a valuable reference for stakeholders, policymakers, as well as society to recover from the pandemic crisis and find better solutions to benefit future generations.</p> Rahmat Trialih Fefi Eka Wardiani Rendy Anggriawan Cendra Devayana Putra Ahmad Said Fitria Wulandari Ramlan Fachri Rizky Sitompul Ahmad Fajar Nanda Aulia Putri Ulin Nuha Ade Brian Mustafa Zahraturrahmi Aulia Nur Mustaqiman Asep Muhammad Hidayatulloh Radityo Pangestu Nabilla Dewi Septiani Bhaskara Anggarda Gathot Subrata Anugrah Abdillah Junaid Hilmy Prilliadi Fahrudin Sidik Fahir Hassan Jihan Nabillah Hanun Latonia Nur Adyanis Surya Bagus Mahardika Rendy Pratama Agusta Dyah Wahyu Untari Copyright (c) 2022 Overseas Indonesian Students' Association Alliance (OISAA) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-28 2022-11-28 Naskah Kebijakan Peningkatan Perlindungan Sosial yang Inklusif: Rekomendasi Kebijakan Komite Nasional MOST-UNESCO Indonesia https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/672 <p>Ratifikasi Indonesia atas Komitmen Global, salah satunya adalah rencana aksi global atau <em>Sustainable Development Goals </em>(SDGs). SDGs memiliki bertujuan untuk menihilkan angka kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan juga perlindungan atas lingkungan. Prinsip “<em>No-one Left Behind</em>” dalam SDGs telah diturunkan dalam peraturan dan kebijakan untuk kemajuan hak asasi manusia, termasuk upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas, sebagaimana tertuang dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Prinsip “tidak akan ada seorang pun yang terlewatkan” juga berlaku dalam upaya perlindungan sosial, khususnya bagi penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas memiliki resiko hambatan sosial yang lebih tinggi di dalam masyarakat; seperti akses pendidikan yang rendah, kesehatan yang rentan, potensi pencapaian penghasilan di bawah rata rata, serta peluang pekerjaan yang lebih rendah. Seluruh permasalahan sosial ini penting untuk diatasi agar para penyandang disabilitas mampu hidup dengan layak dan setara dengan masyarakat lainnya. Oleh karena itu, skema perlindungan sosial yang kini sudah ada dan telah diupayakan oleh pemerintah melalui berbagai peraturan seperti tertulis dalam Undang Undang No 8 Tahun 2016 perlu dijaga dan ditingkatkan.</p> Tri Nuke Pudjiastuti Badrun Susantyo Ratih Probosiwi Indah Okitasari Ro’fah Yenti Nurhidayat Copyright (c) 2022 Badan Riset dan Inovasi Nasional https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-28 2022-11-28 Indonesia Post-Pandemic Outlook: Strategy towards Net-Zero Emissions by 2060 from the Renewables and Carbon-Neutral Energy Perspectives https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/562 <p>COVID-19 has disrupted all aspects of human life. To mitigate the impact of the pandemic, several efforts have been taken, including by Indonesian scholars abroad. This book entitled Indonesia Post-Pandemic Recovery Outlook: Strategy towards Net-Zero Emissions by 2060 from the Renewables and Carbon-Neutral Energy Perspectives explores energy sustainability and climate change issues and how it can progress further. There are also discussion on the delays caused by the COVID-19 pandemic to a few major renewable energy projects that should have been done in 2020-2021. Comprising of 14 chapters, this book is divided into three sections. The first part, Indonesia's Current Position and Strategy for Renewable Energy, explores Indonesia's current position and strategy on New and Renewable Energy. This chapter also explores Indonesia's commitment towards Net-Zero Carbon Emission 2060. Second, Carbon-Free and Renewable Energy in Indonesia, discusses the status of renewable energy use in the world, elaborate on the carbon impact of energy shift from fossil to renewable sources, and introduce a new criterion in renewable energy: carbon-neutral energy. The last part, Indonesia's New Strategy to Achieve Net-Zero Emission in 2060, explores the macroeconomic benefits of renewable and carbon-neutral energy deployment which are increasing energy security, fueling GDP development, creating job opportunities, enhancing human welfare, and achieving gender equality. We hope that this book can be a valuable reference for stakeholders, policymakers, as well as society to recover from the pandemic crisis and find better solutions to benefit future generations.</p> Harun Ardiansyah Putty Ekadewi David Firnando Silalahi Denny Gunawan Elisa Wahyuni Ghibran Fahreza Dipayana Matthew Hardhi Nevi Cahya Winofa Rahmat Agung Ramadhan Taufal Hidayat Copyright (c) 2022 Overseas Indonesian Students' Association Alliance (OISAA) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-25 2022-11-25 Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/716 <p>Indonesia merupakan negara dengan kekayaan herbal yang sangat melimpah, memiliki potensi kekayaan herbal terbesar di dunia setelah Brasil Akan tetapi pemanfaatannya masih terbatas.&nbsp; Pemanfaatan sumber daya herbal Indonesia menjadi potensi yang sangat penting dalam pembuatan kosmetik yang memberikan keamanan dan kenyamanan yang tinggi untuk konsumen. Dalam pengembangan kosmetik membutuhkan sistem penghantaran kosmetik yang baik, salah satunya adalah nanoemulsi. Nanoemulsi merupakan sistem yang sangat menjanjikan dalam peningkatan mutu kosmetik, dimana nanoemulsi dapat meningkatkan penyerapan melalui kulit sehingga memberikan hasil yang efektif karena memiliki sifat sensoris yang baik dengan penetrasi yang cepat dan memiliki tetesan (<em>droplet)</em> yang kecil serta memiliki kemampuan dalam mengurangi kehilangan air dari kulit. Hasil temuan penulis tentang berbagai aplikasi nanoemulsi untuk kosmetik seperti untuk firming agent, anti-aging, solid perfume, dan lainnya sangat berpeluang untuk diproduksi dalam skala industri dengan menggandeng perusahaan start-up di bidang kosmetik yang mengedepankan teknologi nanoteknologi sebagai visinya. Hal ini didukung dengan meningkatnya kebutuhan akan kosmetik dan tren yang mulai bergeser ke arah nanoteknologi. Pengembangan teknologi nanoemulsi khususnya bahan herbal asli Indonesia memerlukan kerjasama semua pihak, khususnya kerjasama antar peneliti dan akademisi yang melibatkan mahasiswa serta dunia industri.</p> <p>Kecenderungan pemakaian kosmetik secara rutin terutama oleh kaum wanita memberikan peluang yang signifikan terhadap perkembangan produk kosmetik nanoemulsi ini untuk melengkapi produk-produk di pasaran yang telah lebih dulu ada atau mungkin lebih dari itu dapat mempercepat pergeseran tren kosmetik ke arah teknologi nano. Aplikasi teknologi nanoemulsi ini dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang tinggi, serta memiliki sifat-sifat yaitu kestabilan yang baik, pelepasan bahan aktif yang terkontrol dan juga tertarget. Penulis menjadikan capaian temuan teknologi nanoemulsi untuk aplikasi kosmetik ini sebagai temuan yang signifikan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Pemanfaaan berbagai bahan herbal Indonesia yang dibalut dengan teknologi nanoemulsi dapat menambah nilai ekonomi, dan penemuan aplikasi teknologi nanoemulsi ini dapat menjadi pionir di kosmetik yang dapat menambah daya saing produk lokal.</p> <p>Kegiatan eksplorasi penelitian dan pengembangan terhadap sumber daya herbal asli Indonesia dilakukan secara berkesinambungan, terintegrasi serta menjamin pengelolaan potensi kekayaan herbal asli Indonesia dengan lintas sector, sinergi kebijakan nasional dan regulasi sehingga hasil eksplorasi penelitian dapat dihilirisasi atau dikomersialisasikan agar menjadi produk yang lebih berkualitas, bermutu dan memiliki efikasi yang lebih baik, memiliki nilai jual tinggi serta mempunyai daya saing sebagai sumber ekonomi masyarakat yang mendatangkan devisa negara serta mengantarkan Indonesia untuk menuju kemandirian dalam segala bidang.</p> <p>Saran untuk penelitian lanjutan adalah studi komprehensif terkait perbandingan efikasi antara produk nano dan produk tidak nano untuk memperjelas perbedaan khasiat dan menonjolkan produk kosmetik berbasis nanoemulsi serta arah kebijakan untuk izin edar ditelaah lebih lanjut menyesuaikan karakter khususnya ukuran nanoemulsi kosmetik yang berada pada rentang 100-500 nm. Hal ini menjadi penting untuk dapat meloloskan klaim nano untuk produk kosmetik ke depannya.</p> Yenny Meliana Copyright (c) 2022 Badan Riset dan Inovasi Nasional https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-24 2022-11-24 Biotransformasi Senyawa Nitril dan Potensi Pemanfaatannya dalam Industri Kimia, Farmasetika, dan Lingkungan https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/712 <p>Selama kurang lebih 30 tahun dalam karir peneliti, penulis telah melakukan kegiatan bioprospeksi, yaitu penggalian dan pengkajian potensi sumber daya mikroba Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan kemampuan sumber daya tersebut dalam mendegradasi senyawa nitril/sianida, serta menjajaki kemungkinan aplikasi sumber daya tersebut sebagai biokatalis untuk pemecahan masalah lingkungan, industri kimia, dan farmasetika. Hasil penelitian tersebut, selain untuk pengayaan khazanah ilmu pengetahuan, diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk pengembangan proses bersih di Indonesia. Tidak hanya untuk industri yang terkait dengan nitril/sianida saja, hasil yang diperoleh diharapkan juga dapat digunakan sebagai model penelitian, pengembangan dan pemanfaatan mikroba Indonesia sebagai biokatalis untuk berbagai proses industri penting lainnya. Dalam naskah orasi ini, dipaparkan state of the art, penelitian, pengembangan dan pemanfaatan mikroba/enzim pendegradasi nitril saat ini, termasuk dari sumber daya mikroba Indonesia, serta perspektif tentang riset dan potensi penerapannya dalam industri kimia, farmasetika dan lingkungan di masa depan.</p> Bambang Sunarko Copyright (c) 2022 Badan Riset dan Inovasi Nasional https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-24 2022-11-24 Manfaat Riset Iktioplankton dalam Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Ikan di Indonesia https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/715 <p style="font-weight: 400;">Indonesia memiliki potensi perikanan sebesar 12,54 juta ton/tahun, dan tercatat ada lebih dari 3.650 spesies ikan yang hidup di perairan Indonesia. Agar sumber daya ikan (SDI) dapat dimanfaatkan secara optimal, dan diversitasnya tetap lestari, maka pengelolaan SDI mutlak diperlukan. Kelestarian SDI selalu menghadapi masalah serius, karena proses rekrutmen atau masuknya individu baru kedalam populasi SDI yang akan sangat berpengaruh terhadap stok ikan. Proses rekrutmen merupakan periode kritis saat kehidupan awal (<em>early life history</em>) yakni pada fase telur dan larva ikan, disebabkan tingkat mortalitasnya dapat mencapai 99%. Artinya tingkat sintasan ikan dari fase telur sampai menjadi ikan dewasa (<em>survival rate</em>) hanya 1%, atau bahkan barangkali kurang dari 1%. Dengan demikian pengetahuan tentang kehidupan awal ikan yang diperoleh lewat riset iktioplankton menjadi penting. Namun, riset ini masih jarang dilakukan di Indonesia, dan juga jumlah periset yang menekuni bidang ini juga sangat terbatas. </p> <p style="font-weight: 400;">Riset iktioplankton di Indonesia sudah dimulai sejak awal abad ke-20, yakni sekitar tahun 1920-an. Sejak saat itu hingga tahun 1999, aspek risetnya masih terbatas pada kajian diversitas, distribusi dan kelimpahan telur dan larva ikan. Berdasarkan perkembangan riset iktioplankton di Indonesia, maka penulis mengelompokkan perkembangan risetnya dalam dua periode besar, yaitu pertama pada tahun 1921-1999 sebagai Periode Riset Eksplorasi Iktioplankton, dan kedua pada tahun 2000-sampai saat ini sebagai Periode Pengembangan Riset Iktioplankton. </p> <p style="font-weight: 400;">Dari sejumlah riset iktioplankton ada beberapa hasil capaian signifikan. Dari 6 kali pelayaran survei, tercatat 6 spesies larva ikan sidat tropis yang teridentifikasi dan terkonfirmasi melalui analisis genetika (DNA). Ini merupakan jumlah species yang tertinggi dibandingkan dengan perairan lain di dunia. Disamping itu, juga terindikasi kemungkinan lokasi pemijahan tuna di sekitar Kepulauan Lease dan Kepulauan Banda. </p> <p style="font-weight: 400;">Hal menarik lain yang dipahami, yaitu diversitas dan komposisi jumlah taksa dari telur dan larva ikan sangat berkorelasi dengan tingkat kesuburan perairan pada lokasi survei. Kondisi perairan dimana ikan memijah menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan rekrutmen SDI. Jadi, larva ikan yang hidup di perairan dengan tingkat kesuburan yang tinggi, dan makanan alamiah yang melimpah cenderung memiliki pertumbuhan dan tingkat kondisi kesehatan yang jauh lebih baik, sehingga tingkat mortalitas alamiah larva ikan akan menurun. Dengan demikian, kesuburan perairan akan turut menentukan keberhasilan rekrutmen SDI.Pemanasan global akan memicu terjadinya perubahan iklim yang berdampak terhadap kehidupan telur dan larva ikan, yang merupakan fase awal kehidupan ikan. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan struktur komunitas, mereduksi kelimpahan, menghambat pertumbuhan, dan mengancam kehidupan larva belut laut, ikan karang, dan biota laut lainnya yang hidup pada ekosistim terumbu karang.</p> <p style="font-weight: 400;">Satu abad riwayat riset iktioplankton di Indonesia berlalu, namun hasil riset masih sangat terbatas, sehingga data dan informasi yang diperoleh juga masih sangat kurang dan belum dapat memperkuat sistim pengelolaan SDI secara optimal. Selanjutnya, agar riset iktioplankton dapat terus berkembang di Indonesia, maka perlu dibangun sistim basis data telur dan larva ikan yang lebih baik, dan didukung oleh fasilitas penyimpanan koleksi iktioplankton yang memadai, sehingga dapat dijadikan sumber rujukkan iktioplankton nasional. Disamping itu, agar dapat menjangkau wilayah laut Indonesia yang luas, riset iktioplankton harus didukung oleh fasilitas kapal riset dan peralatan laboratorium terkini untuk identifikasi telur dan larva ikan secara baik dan benar. Semua ini tentu perlu didukung oleh kolaborasi riset yang kuat antar para periset iktioplankton di tanah air baik yang berada di lembaga dan organisasi riset maupun di perguruan tinggi.</p> Augy Syahailatua Copyright (c) 2022 Badan Riset dan Inovasi Nasional https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-24 2022-11-24 Teknologi Konversi Biomassa Untuk Pengembangan Bioproduk Berbasis Selulosa dan Lignin Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Material Berkelanjutan https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/709 <p>Indonesia memiliki potensi biomassa lignoselulosa yang tinggi namun belum optimal pemanfaatannya. Teknologi konversi biomassa telah menunjukkan peranan penting dalam pemanfaatan biomassa menjadi energi terbarukan dan material berkelanjutan berbasis selulosa dan lignin melalui riset yang telah dilakukan di laboratorium. Untuk mendukung hal tersebut telah dikembangkan teknologi ekstraksi selulosa dan lignin dari biomassa untuk menghasilkan berbagai bioproduk yang diharapkan dapat menjadi substitusi produk berbasis fosil yang bersifat tidak terbarukan. Upaya ini dapat menjadi penguatan pemanfaatan hasil samping limbah industri dan meningkatkan nilai ekonomi limbah biomassa. Bioproduk berbasis lignin dan selulosa hasil konversi biomassa berpeluang sebagai substitusi produk berbasis fosil yang tidak ramah lingkungan dan semakin menipis ketersediaanya. Akan tetapi, untuk sampai dimanfaatkan oleh industri masih diperlukan tahapan perbesaran skala dan adaptasi kondisi lingkungan sebenarnya. Invensi yang sudah diperoleh pada skala laboratorium merupakan modal awal bagi langkah-langkah selanjutnya untuk komersialisasi produk hasil riset.</p> <p> </p> <p>Dalam dua dekade terakhir, penelitian teknologi kilang hayati yang efektif terus tumbuh yang bertujuan untuk meningkatkan rendemen, penciptaan teknologi lebih ramah lingkungan dan penurunan aspek biaya. Tahapan penting dalam proses konversi biomassa menjadi bioproduk berbasis selulosa dan lignin adalah fraksionasi/praperlakuan, hidrolisis, fermentasi dan peningkatan mutu. Konsep kilang hayati dalam produksi bioetanol dan bioproduk seperti pulp dan kertas, papan serat berkerapatan sedang, pulp biomedis, gula dan bioetanol dari selulosa serta biosurfaktan, nano lignin dan lignosulfonat berbasis lignin sebaiknya diterapkan sebagai upaya peningkatan efisiensi biaya produksi. Teknologi praperlakuan secara biologis yang ramah lingkungan perlu dikombinasikan dengan praperlakuan kimia dan fisik seperti iradiasi gelombang mikro agar proses dapat berlangsung lebih cepat dan rendemen selulosa meningkat. Hidrolisis asam dengan kombinasi iradiasi gelombang mikro dengan karbon aktif dan hidrolisis enzimatis berbasis biosurfaktan berperan memperbaiki produksi gula. Teknologi ekstraksi lignin dengan asam kuat berkonsentrasi rendah, enzimatis, dan dioksan berperan penting menyediakan lignin untuk sintesis biosurfaktan anionik dan bioproduk lainnya dengan proses yang lebih sederhana. Lignosulfonat dibuat untuk aplikasi mortar dan aditif tahan api dengan modifikasi proses sintesis. Teknologi nano lignin memperluas target aplikasi dengan perbaikan karakteristik produknya. Teknologi yang dikembangkan berkontribusi dalam penerapan konsep kilang hayati dalam penyediaan energi terbarukan dan biomaterial berkelanjutan secara ekonomis.</p> <p>Konsep rumah program dalam kegiatan riset dapat dimanfaatkan untuk menjalin sinergi antar lembaga riset yang berkelanjutan bagi penciptaan produk inovasi nasional berbasis biomassa. Pengembangan bioproduk berbasis selulosa dan lignin telah sesuai dengan arah pengembangan industri nasional khususnya industri hulu agro yang tertuang dalam RIPIN 2015-2035. Meskipun demikian, diperlukan kehadiran kebijakan pemerintah yang ramah riset dan inovasi untuk mendukung penciptaan bioproduk nasional berbasis biomassa. Integrasi riset teknologi konversi biomassa dapat dilakukan dari hulu sampai hilir dengan melibatkan berbagai pihak terkait termasuk industri. Indonesia sebagai negara dengan tingkat keragaman hayati sangat tinggi tentu memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi konversi biomassa yang ramah lingkungan, ekonomis dan kompetitif.</p> Widya Fatriasari Copyright (c) 2022 Badan Riset dan Inovasi Nasional https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-24 2022-11-24 Rantai Pasok Pangan Berkelanjutan dengan Penerapan Teknologi Industri 4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/470 <p>Tersedianya beraneka ragam pangan yang aman, terjangkau, dan bergizi merupakan ciri masyarakat yang sejahtera. Namun, populasi yang terus bertambah membuat tekanan pada pasokan pangan sehingga diperlukan teknologi digital dalam sistem rantai pasok pangan agar menjadi lebih terintegrasi secara global. Selain itu, karena terintegrasi secara global, penting untuk memastikan bahwa pasokan pangan dapat tahan terhadap guncangan ekonomi, politik, dan alam, seperti pandemi Covid-19.</p> <p>Buku ini selain berusaha mengeksplorasi manfaat teknologi Industri 4.0 dalam membangun masa depan rantai pasok pangan yang berkelanjutan, juga membahas teknologi-teknologi disrupsi dan berbagai potensi solusi yang mampu diberikan oleh Internet of Things (IoT), blockchain, big data, kecerdasan buatan, sistem pengemasan pintar, teknologi anti-pemalsuan, drone, robotika, dan printer pangan 3D dalam sistem rantai pasok, termasuk pengiriman dan produksi pangan.</p> <p>Buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para akademisi, termasuk pelajar, pengusaha, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan terkait sektor pertanian agar tercipta rantai pasok pangan yang berkelanjutan.</p> Hilmy Prilliadi Copyright (c) 2022 Hilmy Prilliadi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-24 2022-11-24 Bisnis Hewan Kurban Domba & Kambing untuk Pemula Panduan Step by Step untuk Memulai Usaha Skala 1–100 ekor https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/496 <p>Buku ini membahas detail terkait keilmuan domba dan kambing, serta saran- Bsaran teknis yang ilmiah berdasarkan hasil penelitian yang selama ini dihasilkan penulis. Buku ini juga mengulas pengalaman usaha Domba Sakti Farm dalam menjalankan bisnis domba dan kambing kurban. Dalam buku ini dijelaskan langkah-langkah menjalankan usaha kurban dalam skala kecil, rahasia, dan juga analisis usahanya. Semoga melalui buku ini peningkatan peluang usaha oleh masyarakat di bidang peternakan dapat ditingkatkan dan memberi warna baru dalam bisnis ternak kurban di Indonesia, melalui pengalaman dan keilmuan para periset dan peternak (Domba Sakti Farm) di lapangan.</p> Awistaros Angger Sakti Ayu Septi Anggraeni Ahmad Sofyan Hendra Herdian Copyright (c) 2022 Badan Riset dan Inovasi Nasional https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-21 2022-11-21 Tumbuhan Pengusir Bau: Dongeng Tumbuhan Super https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/660 <p>Pada buku ini diperkenalkan tumbuhan yang bisa menjadi bahan minyak wangi. Dimulai dari tumbuhan yang dekat dan dikenal oleh anak-anak yakni bunga melati dan jeruk. Lalu diperkenalkan tumbuhan langka yakni cendana.</p> <p>Selain diperkenalkan tentang tumbuhan tersebut, anak-anak juga diajak praktek cara mengolahnya. Semoga buku ini selain menjadi pengetahuan anak-anak, juga menjadi bekal life skill mereka.</p> Tethy Ezokanzo Agus Willy Copyright (c) 2022 Tethy Ezokanzo & Agus Willy https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-11-17 2022-11-17