Penerbit BRIN https://penerbit.brin.go.id/press <p><span style="font-weight: 400;"><strong>BRIN Publishing</strong> is a scientific publishing. </span><span style="font-weight: 400;">Our main work revolves around planning, acquiring, designing, and distributing scientific knowledge to the public.</span></p> en-US penerbit@brin.go.id (Dhevi E.I.R. Mahelingga) andr022@brin.go.id (Andri Rahman) OMP 3.3.0.14 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 INOVASI DAN HILIRISASI TEKNOLOGI OBSERVASI ATMOSFER UNTUK MEMBANGUN KEMANDIRIAN NASIONAL https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/923 <p>Selama ini teknologi observasi atmosfer yang dioperasionalkan di Indonesia adalah produk impor. Pemerintah mendorong pengembangan produk teknologi dalam negeri untuk mengurangi kebutuhan produk impor yang besar yang disertai biaya perawatan yang besar pula. Untuk mendukung kemandirian teknologi nasional, telah dikembangkan beberapa produk teknologi observasi atmosfer antara lain radar hujan, radiosonde, muatan atmosfer roket sonda, sistem perekam data kualitas udara dan gas rumah kaca, AWS, dan sistem penerima GNSS untuk satelit GNSS RO.&nbsp;Salah satu produk tersebut, yaitu produk radar hujan telah melalui proses hilirisasi ke industri dengan dibuatnya perjanjian lisensi. Selain itu juga telah dibuat SNI dan skema penilaian kesesuaian terhadap SNI&nbsp; untuk produk radar hujan. Saat ini sedang diajukan pembentukan lembaga sertifikasi produk untuk radar hujan sehingga proses pengajuan ke ekatalog LKPP dapat dilakukan. Produk ini telah diuji coba operasional di beberapa kota dan hasil penelitian menunjukkan masyarakat menerima dengan baik produk radar hujan. Produk teknologi atmosfer lain yang telah dikembangkan akan terus ditingkatkan kualitas sehingga dapat dilakukan hilirisasi ke industri. Produk-produk teknologi tersebut sangat dibutuhkan untuk pengamatan atmosfer, khususnya saat kampanye observasi atmosfer yang membutuhkan berbagai jenis alat ukur untuk mendapatkan berbagai jenis dan karakteristik data. Data yang dihasilkan sangat dibutuhkan untuk penelitian maupun untuk masukan model prediksi atmosfer.</p> Asif Awaludin Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/923 Wed, 06 Dec 2023 00:00:00 +0700 Ngomong Santun ala Wong Pandhalungan Jember https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/625 <p>Banyak orang berpendapat kesantunan adalah urgensi abad ini. Sebelum kita membahasnya mari kita runtut terlebih dahulu. Berbicara tentang kesantunan, adab, hingga budi pekerti ini identik dengan individu (personal). Individu biasanya adalah bagian dari kelompok kecil dalam kehidupan masyarakat. Kelompok kecil ini yang nantinya akan menjadi bagian dari suatu kelompok dalam skala yang lebih besar atau biasa kita sebut suatu bangsa. Bangsa Indonesia pada jaman kolonial hingga pradigital dikenal sebagai bangsa dengan kesantunan, adab, hingga budi pekertinya yang luhur. Indentitas itu yang akan selalu tergambar jelas dalam hati dan pikiran warga negara Indonesia, hal itu juga yang membuat bangsa Indonesia seakan-akan mempunyai rambu-rambu khusus yang ada dalam diri untuk mengontrol prilaku dalam kehidupan sehari-hari. Namun, identitas itu kini kembali dipertanyakan eksistensinya, bahkan ada sebuah penelitian yang menggambarkan masyarakat indonesia adalah masyarakat yang paling tidak santun se-Asia Tenggara. Tentu hal itu bagai banjir di musim kemarau, cukup mengejutkan. Memang penelitian tersebut hanya bersumber dari pengamatan terhadap masyarakat pengguna media sosial di Indosensia atau lebih dikenal dengan sebutan netizen +62. Bagi saya yang seorang pemikir tentu tidak akan begitu saja percaya terhadap klaim tersebut, harus ada kajian dan telaah lanjutan untuk kita dapat mengetahui realitasnya. Namun, bagi masyarakat awam tentu ini ibarat “di pukul dari arah belakang”, ia bisa tidak tahu siapa pemukulnya atau bahkan sebab kenapa ia di pukul.</p> <p>Nah, kira-kira gambaran awal ini yang akan penulis bawakan sebagai pemantik semangat untuk melakukan telaah lebih lanjut. Ada beberapa masalah menarik yang akan penulis angkat yang tentu juga hal ini dapat mewakili kegelisahan kita bersama, diantaranya: 1) Apakah benar adab dan kesantunan masyarakat indonesia sudah benar- benar luntur? 2) Apakah kesantunan masyarakat Indonesia sudah terwakili oleh netizen indonesia? 3) Apakah karakter masyakat indonesia masih terjaga dan lestari hingga saat ini dan pengguna media sosial Indonesia tidak bisa begitu saja menjadi representasi masyarakat indonesia dalam dunia nyata, Atau 4) Jangan-jangan adab, kesantunan, hingga budi pekerti indonesia sedang menjadi objek propaganda bangsa asing untuk menghilangkan identitas positif masyarakat Indonesia melalui isu-isu provokatif. Nah jawaban lengkap, lugas, dan tuntas akan penulis sajikan berdasarkan pengamatan, telaah, dan wawancara mendalam yang&nbsp; nantinya akan disajikan secara menarik, rapi, dan cantik dalam buku ini. Selamat membaca!</p> Ahmad Rifa'i, Agus Santoso Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/625 Tue, 05 Dec 2023 00:00:00 +0700 Indonesia's Energy Transition Preparedness Framework Towards 2045 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/892 <p>This book chapter provides an opportunity for you to contribute to writing about the dynamics of Indonesia's ongoing energy transition, including the latest developments, trends and practices. This includes current data updates, case studies, comparative analyzes relevant to the energy transition from technical, economic and environmental points of view.</p> Agus Kiswantoro, Riostantieka Mayandari Shoedarto; Af’ida Khofsoh, Ariyana Dwiputra Nugraha, Benita Dian Purnamasari, Beny Harjadi, Erwandi, Hanan Nugroho, Hasti Afianti, Indri Hapsari, Inggit Kresna Maharsih, Kirstie Imelda Majesty, Muhammad Hamzah Solim, Navik Puryantini, Rasgianti, Ristiyanto Adiputra, Takeshi Yasunaga Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/892 Tue, 05 Dec 2023 00:00:00 +0700 Pakkandean To Kibattang: Menu Gizi Seimbang Ibu Hamil Etnis Pattae https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/615 <p>Pemenuhan gizi seimbang masih menjadi momok yang membuat para ibu khawatir. Sebagian ibu beranggapan bahwa isi menu gizi seimbang itu harus diperoleh dengan harga mahal dan harus dibeli di supermarket atau pasar modern. Padahal, seharusnya bukan dilihat dari mana asal bahan makanan itu dibeli, melainkan secara kesehatan lebih dilihat pada aspek kandungan gizi bahan makanan tersebut.</p> <p>Buku ini hadir dengan maksud untuk membantu keluarga dalam menyusun menu seimbang berbasis pangan lokal di etnis <em>Pattae</em>. Istilah <em>pakkandean to kibattang</em> dapat diartikan sebagai makanan untuk orang/ibu hamil, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan gizi masyarakat melalui perbaikan pola konsumsi makan yang sesuai gizi seimbang.</p> <p>Keunggulan buku ini selain dapat digunakan sebagai dasar acuan dalam pengembangan dan penyusunan menu gizi seimbang untuk ibu hamil berbasis pangan lokal, juga dilengkapi tabel komposisi pangan lokal (TKPL) di Kabupaten Polewali Mandar untuk mengetahui nilai gizi dari setiap makanan.</p> <p>Untuk itu, terbitnya buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pengambil kebijakan di daerah, kader posyandu, kader pembangunan manusia, petugas gizi puskesmas, ibu hamil, dan masyarakat luas.</p> <p>Selamat membaca!</p> Samarang Pawakkangi, Made Agus Nurjana, Nurjaya Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/615 Mon, 04 Dec 2023 00:00:00 +0700 Keanekaragaman Senyawa Bahan Alam dari Invertebrata Laut Indonesia dan Potensinya sebagai Bahan Baku Obat https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/924 <p>Eksplorasi invertebrata laut sebagai sumber senyawa aktif baru meningkat pesat dalam 50 tahun terakhir, di mana spons yang paling banyak dieksplorasi. Spons laut yang berasal dari Indonesa berada dalam peringkat kedua setelah Jepang dalam hal penghasil senyawa baru yang menghasilkan aktivitas farmakologi, seperti antikanker, antimikroba, antiviral, antiinflamasi, dan antiparasit. Dari hasil riset mengenai spons, telah didapatkan beberapa molekul aktif yang di masa yang akan datang, bisa di jadikan untuk bahan baku obat. Salah satunya adalah leucettamol A (<strong>25</strong>) dan leucettamol B (<strong>26</strong>) yang mempunyai potensi sebagai analgesik dan antiinflamasi.</p> <p>Selain spons, karang lunak, dan tunikata merupakan dua kelompok invertebrata yang sangat menarik untuk diteliti dalam menghasilkan senyawa-senyawa aktif. Dari hasil riset karang lunak didapatkan dua potensi senyawa yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat, yaitu senyawa gorgosterol (<strong>17</strong>) dan sarcophytoxide (<strong>19</strong>). Senyawa gorgosterol (<strong>17</strong>), mempunyai potensi untuk pengobatan kolestasis atau batu empedu, yang menunjukkan aktivitas yang konsisten sebagai antagonis FXR. Senyawa sarcophytoxide (<strong>19</strong>), menunjukkan aktivitas sebagai antibakteri dan neuroproteksi.</p> <p>Teripang merupakan biota laut yang banyak dikembangkan sebagai nutraseutikal atau suplemen makanan. Beberapa ekstrak dan senyawa aktif dari teripang Indonesia menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, dan siotoksik. Senyawa-senyawa aktif yang didapatkan dari spons dan karang lunak, seperti gorgosterol (<strong>17</strong>), sarcophytoxide (<strong>19</strong>), leucettamol A (<strong>25</strong>), dan leucettamol B (<strong>26</strong>) menunjukkan aktivitas farmakologis bisa dikembangkan menjadi obat. Untuk memperkuat justifikasi saintifikasi pengembangannya, keempat senyawa aktif yang telah diisolasi dari spons dan karang lunak, tahapan selanjutnya adalah perlunya memahami <em>Mechanisms of Actions</em> (MOA) dan <em>Structure Activity Relationship</em> (SAR) dari kedua senyawa tersebut sehingga nantinya bisa dilanjutkan ke dalam tahap <em>Investigational New Drugs</em> (IND) dengan uji praklinis dan klinis.</p> Masteria Yunovilsa Putra Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/924 Mon, 04 Dec 2023 00:00:00 +0700 FORMULASI SISTEM LOGISTIK DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/929 <p>Ketidakstabilan pasokan, stok dan harga pangan pokok antar waktu antar wilayah mununjukan perlunya segera dilakukan formulasi sistem logistik pangan nasional. Orasi ini memaparkan hasil kajian dan gagasan reformasi sistem logistik pangan nasional yang efektif, efisien, resilien dan berkelanjutan. Konsep formulasi ini fokus pada pengembangan integrasi subsistem distribusi, kelembagaan, infrastruktur dan harmonisasi regulasi dalam sistem logistik pangan.</p> <p>Subsistem distribusi menekankan pada efisiensi tata kelola rantai pasok pangan, subsistem kelembagaan menekankan pada inisiasi pembentukan kelembagaaan logistik pusat dan daerah, subsistem infrastruktur menekankan pada aspek kelengkapan infrastruktur yang harus tersedia pada masing-masing <em>food hub</em>, sedangkan subsistem hormonisasi menekankan pada inisiasi dan sinkronisasi regulasi yang diperlukan. Hasil kajian dan gagasan dalam formulasi sistem logistik pangan ini diharapkan dapat menjadi pembuka jalan untuk perbaikan sistem pangan dan ketahanan pangan di Indonesia.</p> Agung Hendriadi Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/929 Fri, 01 Dec 2023 00:00:00 +0700 Teknologi dan Kearifan Lokal untuk Adaptasi Perubahan Iklim https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/901 <p>Secara alamiah, perubahan iklim telah terjadi di lapisan biosfer sepanjang waktu dengan laju&nbsp; perubahan terjadi pada kurun waktu yang panjang sehingga semua makhluk hidup dapat menyesuaikan diri melalui aklimatisasi dan adaptasi alamiah. Namun, perubahan iklim yang terjadi saat ini disebabkan oleh aktivitas manusia melalui emisi antropogenik gas rumah kaca (GRK) dengan intensitas dan laju yang terus meningkat. Pemanasan global yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi (GRK) dan meningkatnya suhu permukaan bumi telah menyebabkan perubahan iklim yang memberikan dampak yang komplek pada semua sektor kehidupan manusia.&nbsp;</p> <p>Penggunaan bahan bakar fosil, pembukaan hutan, dan pengelolaan lahan adalah sumber emisi antropogenik utama yang meningkatkan konsentrasi GRK. Setiap tahunnya, 30 miliar ton CO<sub>2</sub> dilepaskan ke atmosfer dan panas/bahan yang dikembalikan ke permukaan bumi semakin besar. Bukti dan data ilmiah menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi GRK telah menyebabkan pemanasan sistem bumi-atmosfer dan berdampak pada perubahan sistem iklim di berbagai wilayah di dunia. Perubahan iklim tersebut menyebabkan&nbsp; fenomena cuaca dan iklim ekstrem akan berubah, baik dari segi frekuensi maupun intensitasnya. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak buruk yang signifikan pada sektor prioritas yaitu sektor pertanian, air, kesehatan, kelautan dan&nbsp; pesisir.</p> <p>Dampak negatif yang dimaksud telah mendisrupsi sektor-sektor tersebut adalah naiknya suhu rataan bumi-atmosfer,&nbsp; perubahan pola dan distribusi curah hujan, kenaikan muka laut, dan peningkatan frekuensi serta intensitas bencana hidrometeorologis.</p> Elza Surmaini, Lilik Slamet, Yeli Sarvina; Rangga Kala Mahaswa, Jagat Patria, Anicetus Wihardjaka, Elisabeth Srihayu Harsanti, Yayan Apriyana, Woro Estiningtyas, Ai Dariah, Elsa Rakhmi Dewi, Al Mukhollis Siagian, Nani Heryani, Popi Rejekiningrum, Budi Kartiwa, Hendri Sosiawan, Tri Astuti Sugiyatmi, Yeni Widiawati, Mohammad Ikhsan Shiddieqy, Eni Siti Rohaeni, Yenny Nur Anggraeny, Firsoni, Wahidin Teguh Sasongko, Setiasih, Antonius, Maureen Chrisye Hadiatry, Wardi, Agustin Herliatika, Slamet Widodo, Sharly Asmairicen, Hadriana Bansi, Sigit Puspito, Susi Riyanti, Else Mei Wike Andreas, Winwin Widaringsih, Nila Miraya, Darlina Kartika Rini, Dede Lilis Chaerowati, Idi Subandy Ibrahim, Lilik Slamet Supriatin, Elza Surmaini, Yeli Sarvina Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/901 Fri, 01 Dec 2023 00:00:00 +0700 Mengenal Anemia: Patofisiologi, Klasifikasi, dan Diagnosis https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/906 <p>Anemia merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin dari batas normal. Penderita anemia ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, atau jumlah sel darah merah. Dampak penurunan tersebut mengakibatkan suplai oksigen dalam tubuh berkurang yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan pada anak, kognitif yang tidak berkembang pada anak sekolah, kebutuhan nutrisi janin yang tidak memadai pada ibu hamil, dan munculnya masalah kesehatan lain pada lansia.</p> <p>Buku bunga rampai <em>Mengenal Anemia: Patofisiologi, Klasifikasi, dan Diagnosis</em> ini hadir untuk membuka wawasan masyarakat tentang anemia, memahami mekanisme anemia yang terjadi pada berbagai jenis kondisi, mengetahui berbagai pelayanan pemeriksaan anemia, serta upaya pencegahan agar terhindar dari anemia. Selain itu, buku ini juga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat umum dan menjadi sumber rujukan bagi akademisi untuk menjadi referensi dalam pembelajaran.</p> Diani Mentari, Gilang Nugraha; Ayunina Rizky Ferdina, Eka Deviany Widyawaty, Indana Tri Rahmawati, Lucia Sincu Gunawan, Martina Kurnia Rohmah, M. Ardi Afriansyah, Yunita Dyah Kusumaningrum, Nurnaningsih Herya Ulfah, Paramytha Magdalena Sukarno Putri, Titik Kuntari, Sri Supadmi, Sidiq Purwoko Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/906 Thu, 30 Nov 2023 00:00:00 +0700 Pembelajaran Musik Secara Daring https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/595 <p>Pandemi Covid-19 mendorong kesadaran masyarakat untuk menyesuaikan segala aktivitas dilakukan secara daring, termasuk aktivitas belajar. Proses belajar dan bekerja dari rumah menjadi solusi karena ruang gerak secara fisik sangat terbatas. Hal ini kemudian memunculkan berbagai ide-ide kreatif untuk memulai pembelajaran jarak jauh.</p> <p>Buku ini ditulis karena masih banyak tenaga pendidik musik yang belum mengetahui proses penyesuaian pembelajaran secara daring. Buku ini dapat dinikmati oleh semua pihak yang membutuhkan pengetahuan terbaru tentang pembelajaran musik secara daring.</p> <p>Buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara lengkap tentang pembelajaran dan pengajaran musik secara daring. Informasi yang terdapat dalam buku ini berupa penyajian secara deskripsi, visual, dan diharapkan dapat diterima bagi seluruh pembaca dan pemelajar. </p> Riyan Hidayatullah Copyright (c) 2023 Riyan Hidayatullah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/595 Thu, 30 Nov 2023 00:00:00 +0700 PENGEMBANGAN DIAGNOSTIK LABORATORIUM UNTUK MENINGKATKAN PENATALAKSANAAN DAN PENGENDALIAN DIFTERI https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/922 <p>Difteri harus tetap diwaspadai karena merupakan penyakit <em>re-emerging</em>&nbsp;yang sewaktu-waktu bisa meningkat secara cepat dan berpotensi menyebabkan wabah. Dalam hal ini, laboratorium memiliki peran penting&nbsp;dalam penatalaksanaan dan pengendalian difteri.</p> <p>Pengembangan diagnostik laboratorium dengan metode konvensional sebagai <em>gold standard </em>pemeriksaan difteri dapat&nbsp;meningkatkan sensitifitas dan kecepatan hasil pemeriksaan. Pengembangan metode PCR dapat&nbsp;membantu dan melengkapi keterbatasan dari metode konvensional sehingga dapat digunakan sebagai pemeriksaan pendamping.</p> <p>Penerapan hasil pengembangan diagnostik laboratorium dan penggabungan metode konvensional dengan PCR akan meningkatkan kecepatan, sensitifitas, dan visibilitas pemeriksaan laboratorium difteri. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan penatalaksanaan kasus dan pengendalian difteri, terutama dalam merespon secara cepat terjadinya wabah atau kejadian luar biasa (KLB) difteri di lapangan.</p> <p>Keberhasilan pengembangan diagnostik laboratorium difteri&nbsp;harus ditunjang&nbsp;dengan&nbsp;peran aktif semua pihak terkait, meliputi klinisi dan tenaga kesehatan lain, surveilans, laboratorium, dan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Begitu juga dengan masyarakat umum, perlu&nbsp;menjalankan perilaku hidup sehat dan mengikuti program pemerintah, khususnya program imunisasi.</p> Sunarno Sunarno Copyright (c) 2023 National Research and Innovation Agency https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://penerbit.brin.go.id/press/catalog/book/922 Thu, 30 Nov 2023 00:00:00 +0700