IMPLEMENTASI TREN MEDIA SOSIAL ‘MUSEUM DATE’ DALAM TATA PAMER DAN PENGEMBANGAN PROGRAM MUSEUM PRASEJARAH SEBAGAI STRATEGI MENINGKATKAN KUNJUNGAN GEN-Z

Authors

  • Laras Setyaningsih Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55981/konpi.2024.144

Keywords:

media sosial, museum, museum date, pemasaran digital, tren

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi pengembangan museum dengan koleksi prasejarah melalui penerapan strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Masalah utama yang dihadapi adalah rendahnya minat masyarakat terhadap museum prasejarah. Hal tersebut dapat dilihat dalam data Sragen dalam Angka 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sragen yang menunjukkan sepanjang tahun 2023 hanya ada satu objek wisata yang mengalami kenaikan yakni Kolam Renang Kartika yang dikunjungi oleh 50.629 orang. Sementara itu, jumlah wisatawan yang datang ke Museum Sangiran, Museum Bukuran, Museum Ngebung, dan Museum Mayareja hanya 91.236 kunjungan. Jika dirata-ratakan setiap museum hanya mendapatkan 22.809 kunjungan, atau kurang dari setengah kunjungan Kolam Renang Kartika. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan peningkatan strategi edukasi museum dengan memanfaatkan tren media sosial. Salah satu tren yang diusulkan adalah "museum date," yang bertujuan untuk menjadikan museum sebagai destinasi menarik bagi anak muda, khususnya Generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode studi media dan kajian budaya untuk mengidentifikasi strategi pemasaran digital yang tepat untuk mengubah persepsi publik dan meningkatkan keterlibatan dengan museum prasejarah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan pengembangan strategi pemasaran digital yang efektif untuk museum dengan koleksi prasejarah, serta meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan edukasi yang diselenggarakan oleh museum.

Downloads

Published

31-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Panel 3: Museum untuk edukasi publik