MENGHIDUPKAN MASA LALU: NARASI ALTERNATIF UNTUK KOLEKSI PRASEJARAH DI MUSEUM

Authors

  • Irsyad Leihitu Program Studi Arkeologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.55981/konpi.2024.147

Keywords:

museum, koleksi, prasejarah, narasi, alur cerita

Abstract

Abstrak. Indonesia memiliki khazanah warisan budaya masa prasejarah yang sangat kaya, khususnya tentang asal-mula peradaban umat manusia beserta lingkungannya. Namun secara segmentasi, isu tersebut bukanlah sebuah “wacana” yang dibicarakan oleh masyarakat umum saat ini. Apalagi narasi yang sering ditemui di museum lebih bersifat ilmiah, dengan bahasa yang tinggi khas para peneliti, dan ilustasi yang kaku. Padahal seharusnya museum saat ini tidak lagi hanya bersifat pasif dengan menampilkan narasi tentang apa yang terjadi di masa lalu, namun juga berperan aktif dan beradaptasi dengan tren masa kini, mulai dari memperbarui gaya berkomunikasi, memberikan pengaruh dalam perubahan sikap individu dan kelompok, hingga menjadi solusi dalam permasalahan yang timbul di masyarakat. Oleh karena itu, sudah saatnya museum memproduksi narasi baru agar tetap dapat relevan dengan gagasan yang berkembang sekarang. Melalui pendekatan studi kebudayaan dan new museology, tulisan ini akan mencoba memaparkan tentang beberapa metode seperti pemanfaatan plot freytag’s pyramid dalam alur cerita untuk menghadirkan plot dan pengalaman emosional. Selain itu, mengoptimalkan pendekatan content writing dan copywriting juga dapat menjadi solusi dalam rangka penciptaan narasi alternatif untuk koleksi prasejarah di museum. Misalnya soal keberagaman dan toleransi lintas spesies di kala plestosen, cara hidup subsistensi pemburu-peramu sebagai solusi gaya hidup hemat, pola diet sehat masyarakat prasejarah, hingga serpih dan bilah prasejarah vs pisau swiss army modern, dan lain sebagainya.

Kata Kunci: Museum, Koleksi, Prasejarah, Narasi, Alur Cerita

 

Abstract. Indonesia possesses a rich cultural heritage from prehistoric times, especially regarding the origins of human civilization and its environment. However, in terms of segmentation, this issue is not a "discourse" commonly discussed by the general public today. Moreover, the narratives often found in museums are typically scientific, with sophisticated language characteristic of researchers, and rigid illustrations. In fact, museums should no longer be passive, merely displaying narratives about what happened in the past. They should also play an active role and adapt to current trends, including updating communication styles, influencing changes in individual and group attitudes, and even becoming solutions to societal issues. Therefore, it is time for museums to produce new narratives to remain relevant to the ideas developing today. Through cultural studies and new museology approaches, this article will try to explain several methods such as the use of Freytag's pyramid in the storyline exhibition to present plots and emotional experiences. In addition, optimizing the content writing and copywriting approach can also be a solution in creating alternative narratives for prehistoric collections in museums. For example, about diversity and tolerance across species in the Pleistocene, the hunter-gatherer subsistence lifestyle as a solution to a frugal lifestyle, the healthy diet of prehistoric people, to prehistoric flakes and blades vs modern Swiss army knives, and so on.

Keywords: Museum, Collection, Prehistory, Narration, Storyline

Downloads

Published

31-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Panel 3: Museum untuk edukasi publik