MENILIK PADA HAL KECIL: STUDI MIKROVERTEBRATA DAN KONTRIBUSINYA DALAM ILMU ARKEOLOGI

Authors

  • Dama Qoriy Arjanto Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
  • M. Abizar Algifary Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.55981/konpi.2024.235

Keywords:

vertebrata mikro, lingkungan purba, arkeologi Indonesia, prasejarah, zooarkeologi

Abstract

Abstrak. Wilayah kepulauan Asia Tenggara sejak lama menjadi daya tarik dalam penelitian arkeologi. Dimulai dengan eksplorasi oleh bangsa Eropa pada abad ke-19 hingga era penelitian interdisipliner saat ini. Berbagai wilayah di daerah ini telah banyak diteliti dengan menggunakan berbagai pendekatan. Namun demikian, belum semua permasalahan dapat terjawab. Salah satu yang menarik untuk didiskusikan adalah bagaimana sisa fauna vertebrata mikro berguna dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian arkeologi. Fauna vertebrata mikro merupakan jenis-jenis fauna yang banyak hidup di sekitar kita, sehingga sering memiliki keterkaitan dengan keberadaan manusia, memiliki habitat yang unik, serta sensitif terhadap perubahan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, jenis hewan ini dapat menjadi indikator yang baik dalam melihat dinamika lingkungan serta kaitannya dengan manusia. Tulisan ini melihat seberapa jauh fauna vertebrata mikro menjadi perhatian dalam penelitian arkeologi di kepulauan Asia Tenggara. Metode tinjauan pustaka (literature review) digunakan dalam kajian ini, dengan melihat naskah-naskah publikasi yang mengulas sisa fauna vertebrata mikro dari konteks arkeologi. Hasilnya, diketahui bahwa tidak banyak penelitian yang telah membahas sisa fauna mikro dari situs-situs arkeologi di kepulauan Asia Tenggara. Hal ini salah satunya terkait dengan metode ekskavasi yang belum melihat sisa vertebrata mikro. Sehingga, banyak temuan berukuran kecil tersebut tidak terepresentasikan dalam hasil penelitian arkeologi.

Katakunci: vertebrata mikro, lingkungan purba, arkeologi Indonesia, prasejarah, zooarkeologi

 

Abstract. The Southeast Asian archipelago has long been an area of interest in archaeological research. Starting with explorations by European nations in the 19th century to the era of current interdisciplinary research. Various regions in this area have been studied using a range of approaches. However, not all questions have been answered. One interesting issue to discuss is how the remains of micro vertebrate fauna can help address archaeological research questions. Micro vertebrate fauna refers to species of animals that often live around us, and therefore are frequently associated with human presence, have unique habitats, and are sensitive to changes in environmental conditions. Because of this, these animals can serve as good indicators for understanding environmental dynamics and their relationships with humans. This paper explores the extent to which micro vertebrate fauna has been studied in archaeological research within the Southeast Asian archipelago. A literature review method is used in this study, examining publications that discuss micro vertebrate fauna remains from archaeological contexts. The results show that not many studies have addressed micro fauna remains from archaeological sites in the Southeast Asian archipelago. One reason for this is the excavation methods, which have not specifically focused on micro vertebrate remains. As a result, many small findings have not been represented in archaeological research outcomes.

Keywords: microvertebrates, palaeoenvironment, Indonesian archaeology, prehistory, zooarchaeology

Downloads

Published

31-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Panel 2: Studi koleksi dan informasi prasejarah Indonesia