REVITALISASI EDUKASI KOLEKSI MUSEUM DI INDONESIA MELALUI INOVASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE “SAPIENS” (STASIUN PINTAR KENALI SEJARAH)

Authors

  • Jonathan Surya Putra SMA Negeri 3 Surakarta
  • James Sudianto Rachmaputra SMA Negeri 3 Surakarta
  • Kaisar Aswangga Faza SMA Negeri 3 Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.55981/konpi.2024.241

Keywords:

Edukasi Dua Arah, Teknologi Artificial Intelligence, Pertanyaan dan Jawaban

Abstract

Abstrak Proses edukasi dua arah di museum-museum Indonesia belum maksimal. Kondisi tersebut menyebabkan pengunjung museum tidak dapat sepenuhnya menjawab kuriositas mereka ketika berkunjung ke museum. Kehadiran pramuwisata museum saja belum cukup untuk menunjang proses edukasi dua arah yang ideal. Hal ini terjadi karena adanya inkonsistensi pihak yang berperan sebagai seorang pramuwisata, akibatnya tidak semua pramuwisata dapat menjawab substansi pertanyaan pengunjung dengan maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan pembantu untuk mengoptimalkan proses edukasi dua arah di museum. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan inovasi guna menunjang proses edukasi dengan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Metode penelitian yang digunakan berupa metode semi-kualitatif. Hasil penelitian berupa rancangan inovasi SAPIENS, singkatan dari Stasiun Pintar Kenali Sejarah. Merupakan stasiun sarana tanya jawab yang mengimplementasikan kinerja AI dalam menjawab aneka pertanyaan pengunjung mengenai isi museum terkait. Selain menjawab pertanyaan dan memberikan arahan tentang museum, SAPIENS menampung pertanyaan dan aspirasi pengunjung museum tersebut sebagai basis data. Pengelola museum kemudian mengevaluasinya sebagai saran demi peningkatan kualitas museum sehingga data yang dimuat koleksi bersifat dinamis dan terbarukan.

Kata Kunci: Edukasi Dua Arah, Teknologi Artificial Intelligence, Pertanyaan dan Jawaban

 

Abstract The two-way education process in Indonesian museums is not optimal. This condition causes museum visitors not thoroughly to throroughly answer their curiosity when visiting the museum. The presence of a museum tour guide alone is not enough to support an ideal two-way educational process. This occurs due to inconsistencies in those who act as tour guides, as a result, not all tour guides can answer the substance of visitors' questions optimally. So, helpers are needed to optimize the two-way educational process in the museum. This research aims to create innovation to support the educational process by utilizing artificial intelligence (AI) technology. The research method used is semi-qualitative. The research results are an innovative design for SAPIENS, an abbreviation for Stasiun Pintar Kenali Sejarah. It is a question-and-answer station that implements AI performance in answering various visitor questions regarding the contents of the relevant museum. Apart from answering questions and providing direction about the museum, SAPIENS accommodates the questions and aspirations of museum visitors as a database. Museum management later evaluates it as suggestions for improving the quality of the museum so that the data and information contained in the collection are dynamic and renewable.

Keywords: Two Way Education, Artificial Intelligence Technology, Question and Answe

Downloads

Published

31-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Panel 3: Museum untuk edukasi publik