PELINDUNGAN LAPISAN TANAH KABUH DARI LUMUT MENGGUNAKAN MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS DAN SEREH WANGI DI MUSEUM DAYU
DOI:
https://doi.org/10.55981/konpi.2024.51Keywords:
Kulit Kay Manis, Lapisan Tanah Kabuh, Lumut, Minyak Atsiri, Sereh WangiAbstract
Abstrak Museum Dayu, salah satu Museum Manusia Purba Sangiran di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya menampilkan evolusi lingkungan sejak Sangiran berupa rawa hingga menjadi daratan, yang tergambar dalam stratigrafi lapisan tanahnya. Salah satu agen deteriorasi yang berpotensi merusak lapisan tanah adalah lumut. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk melindungi lapisan tanah Kabuh dari pertumbuhan lumut menggunakan minyak atsiri kulit kayu manis dan sereh wangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui jenis minyak atsiri dan konsentrasi yang paling efektif da-lam mematikan lumut. Penelitian dilakukan di lapisan tanah Kabuh Museum Dayu pada 7 Maret-6 April 2023 selama 30 hari menggunakan pengamatan secara langsung (makroskopis) yang dibandingkan dengan skala hijau daun, dan juga pengamatan mikroskopis menggunakan mikroskop Olympus binoku-ler. Konsentrasi larutan minyak atsiri yang digunakan adalah 10%, 20% dan 30% yang dilarutkan dalam larutan surfaktan menggunakan tween 80 dengan pelarut akuades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri yang paling efektif digunakan untuk mematikan lumut adalah minyak atsiri kulit kayu manis dengan konsentrasi 30%.
Kata Kunci: Kulit Kayu Manis, Lapisan Tanah Kabuh, Lumut, Minyak Atsiri, Sereh Wangi
Abstract. The Dayu Museum, one of Sangiran Early-man Museums under the Indonesian Heritage Agency displays the evolution of the environment since Sangiran was swamp until it became a land, which represent in the stratigraphy of the soil layers. One of the deterioration agents that has the poten-tial to damage the soil layer is moss. Therefore, research was carried out to protect the Kabuh soil layer from moss using essential oils of cinnamon bark and citronella. The aim of this research is to determine the type of essential oil and concentration that is most effective in killing moss. The research was carried out in the Kabuh soil layer at Dayu Museum on March 7-April 6, 2023, for 30 days using direct observa-tions (macroscopic) compared with the green scale of leaves, and microscopic observations using an Olympus binocular microscope. The concentrations of essential oil solutions used are 10%, 20% and 30% dissolved in a surfaktan solution. The surfactant used tween 80 with aquades as a solvent. The research results showed that the most effective essential oil used to kill moss was cinnamon bark essential oil with a concentration of 30%.
Keywords: Cinnamon Bark, Citronella, Essential Oils, Kabuh Soil Layers, Moss
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2026 Konferensi Nasional Prasejarah Indonesia 2024

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



