REKONSTRUKSI DIFUSI BUDAYA: ANALISIS KESAMAAN DAN POLA PERSEBARAN ARTEFAK DI INDONESIA DAN DI LUAR NEGERI

Authors

  • Mira Sartika Chakra Cultural Foundation
  • I Putu Gede Suyoga Institut Desaian dan Bisnis Bali
  • Evie Ariadne Shinta Dewi Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran
  • Isabela Andhika Paramita Chakra Cultural Foundation

DOI:

https://doi.org/10.55981/konpi.2024.6

Keywords:

difusi budaya, artefak arkeologi, penyebaran budaya, nusantara, interaksi budaya

Abstract

Abstrak. Indonesia, dengan posisi geografisnya yang strategis sebagai pusat lalu lintas maritim maupun darat, telah menjadi tempat pertemuan berbagai budaya dunia. Interaksi budaya ini terekam dalam berbagai artefak yang ditemukan di situs-situs arkeologi di seluruh Nusantara. Kesamaan antara artefak-artefak yang ditemukan di Indonesia dengan artefak yang ada di luar negeri memberikan  petunjuk penting tentang proses penyebaran budaya, migrasi, dan hubungan antar masyarakat pada masa lampau. Namun, studi mengenai kesamaan artefak ini masih terbatas, sehingga diperlukan pemahaman yang lebih mendalam untuk merekonstruksi sejarah interaksi budaya di Nusantara dan perannya dalam jaringan budaya global.  Melalui studi terhadap kesamaan artefak seperti kapak corong dan manik-manik kaca dan kerang yang ditemukan di berbagai situs arkeologi. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara Nusantara dengan budaya-budaya asing, terutama di Asia Tenggara dan subkontinen India. Metode yang digunakan meliputi analisis komparatif untuk membandingkan karakteristik fisik dan teknologis artefak, serta analisis laboratorium untuk mengidentifikasi asal-usul material dan teknik pembuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesamaan artefak ini tidak hanya mencerminkan adanya kontak budaya, tetapi juga memberikan wawasan tentang bagaimana elemen-elemen budaya luar diadaptasi dan disesuaikan dengan konteks lokal di Indonesia atau sebaliknya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkaya pemahaman kita tentang sejarah interaksi budaya dan peran Indonesia dalam jaringan budaya global.

Kata Kunci: difusi budaya, artefak arkeologi, penyebaran budaya, Nusantara, interaksi budaya

 

Abstract. Indonesia's strategic geographic position as a maritime as well as a land hub has long made it a crossroads for various global cultures. This cultural interaction is evidenced by numerous artifacts found at archaeological sites across the archipelago. The similarities between artifacts discovered in Indonesia and those from other regions offer crucial insights into cultural diffusion, migration, and historical societal relationships. Despite this, studies on these artifact similarities remain limited, underscoring the need for a deeper understanding to reconstruct the history of cultural interactions in the Nusantara and its role in global cultural networks. This research investigates the connections between the Nusantara and foreign cultures, particularly in Southeast Asia and the Indian subcontinent, through the analysis of similar artifacts such as bronze axes, as well as glass and shell beads. The methods include a comparative analysis of the physical and technological features of the artifacts, alongside laboratory analysis to determine the origins of materials and manufacturing techniques. The findings reveal that these similarities not only indicate cultural contact but also highlight how foreign cultural elements were adapted and integrated into the local context in Indonesia, or vice versa. This study aims to significantly enhance our understanding of cultural interactions and Indonesia's role in global cultural networks.

Keywords: Cultural diffusion, archaeological artifacts, cultural dispersal, Nusantara, cultural interaction.

Downloads

Published

31-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Panel 2: Studi koleksi dan informasi prasejarah Indonesia