PENGEMBANGAN NARASI PRASEJARAH DI MUSEUM DAERAH MAROS BERDASARKAN HASIL RISET: MEDIA EDUKASI PUBLIK
DOI:
https://doi.org/10.55981/konpi.2024.84Keywords:
Museum Daerah Maros, Media Edukasi, Hasil Riset, Prasejarah MarosAbstract
Abstrak. Museum bukan hanya sebatas tempat penyimpanan maupun pameran benda-benda kuno, tetapi juga merupakan pusat peradaban yang memiliki peranan penting sebagai sumber pengetahuan dan identitas bagi masyarakat. Museum mampu menjadi media edukasi kepada masyarakat untuk menyampaikan hasil riset terbaru terkait sejarah dan budaya. Melalui museum, publikasi hasil riset tidak hanya disampaikan lewat tulisan ilmiah, tetapi juga melalui pameran edukatif yang mudah diterima oleh masyarakat luas. Museum Daerah Maros adalah salah satu museum yang memiliki potensi besar sebagai media edukasi untuk menampilkan hasil riset prasejarah terbaru di Sulawesi Selatan. Mengingat begitu banyak hasil riset arkeologi prasejarah termutakhir di daerah ini yang telah memberikan pengaruh signifikan dalam pengembangan pengetahuan, baik secara nasional maupun global. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan narasi prasejarah bagi pameran koleksi di Museum Daerah Maros berdasarkan hasil riset terbaru. Melalui observasi dan evaluasi terhadap koleksi museum, serta dilanjutkan dengan inventarisasi hasil riset, penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan narasi dengan tema "Jejak Seni, Budaya, dan Kehidupan Prasejarah di Maros," yang mencakup tiga subtema, yakni: seni tertua, teknologi dan kehidupan Toalian, serta interaksinya dengan budaya Austronesia. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman edukatif pengunjung dan menjadikan museum sebagai media penyebaran pengetahuan yang efektif.
Kata Kunci: Museum Daerah Maros, Media Edukasi, Hasil Riset, Prasejarah Maros.
Abstract. A museum is not merely a place for storing or displaying ancient objects; it also serves as a center of civilization with a crucial role as a source of knowledge and identity for society. Museums can act as educational media for the public by conveying the latest research findings related to history and culture. Through museums, research findings are shared through scientific writing and educational exhibitions that are easily accessible to the public. The Regional Museum of Maros is one of the museums with great potential to serve as an educational medium for showcasing the latest prehistoric research findings in South Sulawesi. Considering the significant impact of recent prehistoric archaeological research in this region on the development of knowledge nationally and globally, this study aims to develop a prehistorical narrative for the exhibition collections at the Maros Regency Museum based on the latest research findings. Through observation and evaluation of the museum’s collections, followed by an inventory of research findings, this study highlights the importance of developing a narrative with the theme "Traces of Art, Culture, and Prehistoric Life in Maros," with three sub-themes: the oldest art, Toalian technology and life, and its interaction with Austronesian culture. This development is expected to enhance the educational experience for visitors and make the museum a more effective medium for disseminating knowledge.
Keywords: Maros Regional Museum, Educational Medium, Research Findings, Prehistory of Maros. Pendahuluan
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2026 Konferensi Nasional Prasejarah Indonesia 2024

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



