UPAYA PELINDUNGAN NILAI PENTING SITUS HUNIAN GUA SONG TERUS KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN

Authors

  • Albertus Nikko Suko Dwiyanto Museum dan Cagar Budaya
  • Niken Wirasanti Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.55981/konpi.2024.86

Keywords:

Gua Song Terus, Situs Hunian Prasejarah, Nilai Penting, Penetapan Cagar Budaya, Kabupaten Pacitan

Abstract

Abstrak. Gua Song Terus di Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, merupakan salah satu situs hunian prasejarah penting di kawasan karst Gunung Sewu yang telah diteliti secara intensif sejak tahun 1950-an dan menghasilkan data arkeologis signifikan, meliputi kronologi hunian yang panjang, temuan artefak batu, serta rangka manusia prasejarah. Meskipun memiliki nilai penting yang tinggi bagi ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan, hingga saat ini pelindungan hukum terhadap Gua Song Terus dan artefak yang dikandungnya belum dilaksanakan secara komprehensif, terutama terkait penetapan jenis cagar budaya dan kejelasan batas situs. Permasalahan tersebut berpotensi menimbulkan ancaman terhadap kelestarian situs, seiring dengan meningkatnya tekanan pemanfaatan ruang dan perubahan fungsi lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya pelindungan nilai penting Gua Song Terus melalui mekanisme penetapan cagar budaya sebagai dasar pemberian kekuatan hukum. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan dan analisis data hasil penelitian arkeologis, data lingkungan dan kepemilikan lahan, serta kajian nilai penting berdasarkan kerangka peraturan perundang-undangan cagar budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Gua Song Terus memenuhi kriteria sebagai Situs Cagar Budaya dan mengandung Benda Cagar Budaya yang perlu ditetapkan secara resmi, disertai dengan delineasi batas dan perencanaan zonasi. Penetapan tersebut merupakan langkah strategis dalam pelindungan dan pelestarian Gua Song Terus agar pemanfaatannya dapat dikendalikan dan keberlanjutannya terjamin bagi kepentingan ilmu pengetahuan, pemerintah, dan masyarakat.

 

Kata Kunci : Gua Song Terus, Situs Hunian Prasejarah, Nilai Penting, Penetapan Cagar Budaya, Kabupaten Pacitan.

 

 

Abstract. Song Terus Cave, located in Punung District, Pacitan Regency, is an important prehistoric residential site within the Gunung Sewu karst landscape that has been intensively investigated since the 1950s, producing significant archaeological data, including a long sequence of human occupation, stone artifacts, and human skeletal remains. Despite its high significance for science, history, and cultural heritage, comprehensive legal protection for Song Terus Cave and the archaeological remains it contains has not yet been fully implemented, particularly regarding the formal designation of cultural heritage status and the delineation of site boundaries. This situation poses potential threats to the site’s preservation amid increasing land-use pressure and landscape transformation in the surrounding area. This study aims to examine efforts to protect the important values of Song Terus Cave through the cultural heritage designation mechanism as a basis for strengthening its legal protection. The research applies qualitative methods, including the analysis of archaeological research results, environmental and land-ownership data, and an assessment of heritage significance based on the Indonesian cultural heritage legal framework. The results indicate that Song Terus Cave fulfills the criteria for designation as a Cultural Heritage Site and contains Cultural Heritage Objects that require formal legal determination, accompanied by clear boundary delineation and zoning planning. Such designation constitutes a strategic step toward safeguarding the site and ensuring that its use is properly managed, thereby securing its long-term preservation for scientific research, governmental management, and public benefit.

 

Keywords: Song Terus Cave, Prehistoric Residential Site, Heritage Significance, Cultural Heritage Designation, Pacitan Regency.

Downloads

Published

31-12-2025

Conference Proceedings Volume

Section

Panel 1: Pengelolaan museum dan situs prasejarah di Indonesia