PENDEKATAN ARKEOASTRONOMI: KONTRIBUSI DALAM PERKEMBANGAN PENELITIAN ARKEOLOGI PRASEJARAH DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.55981/konpi.2024.97Keywords:
Archaeoastronomy, Prehistory, Monument, Artifacts, Burial SitesAbstract
Abstrak. Penelitian prasejarah erat kaitannya dengan multidisiplin keilmuan untuk dapat merekonstruksi kehidupan manusia melalui tinggalan budayanya. Sebut saja ilmu geologi, paleontologi, zoologi, paleoantropologi, kimia, etnografi, dan masih banyak lagi yang turut serta berkontribusi dalam berbagai analisis kajian prasejarah. Dewasa ini, penelitian arkeologi mulai menggunakan ilmu bantu astronomi untuk menyelidiki praktik-praktik dalam kebudayaan masyarakat yang berhubungan dengan berbagai fenomena langit dan objek benda langit. Tulisan ini berusaha memberikan perspektif baru melalui pendekatan arkeoastronomi untuk dapat mengungkap adanya hubungan dan keterkaitan yang terjadi antara fenomena-fenomena astronomis dengan peninggalan budaya dari masa prasejarah di Indonesia. Dalam penerapannya, pendekatan arkeoastronomi menggunakan perhitungan secara astronomi dan kajian literatur arkeologi untuk dapat memberikan sebuah interpretasi baru. Data yang digunakan berasal dari data sekunder hasil studi pustaka terdahulu. Penelitian ini bersifat analisis-deskriptif untuk dapat mengeksplorasi tinggalan-tinggalan manusia prasejarah di Indonesia yang berkaitan dengan kajian arkeoastronomi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan arkeoastronomi dapat diaplikasikan pada berbagai objek tinggalan prasejarah, seperti lukisan gua, monumen megalitik (dolmen, menhir, dan sarkofagus), situs kubur prasejarah, dan artefak batu yang memiliki hiasan tertentu. Masih sedikitnya penerapan kajian arkeoastronomi dalam kerangka penelitian prasejarah di Indonesia menjadi peluang sekaligus tantangan besar dalam mengungkap bagaimana pemahaman astronomi dapat digunakan untuk menjelaskan kehidupan sosial masyarakat.
Kata Kunci: Arkeoastronomi, Prasejarah, Monumen Megalitik, Artefak, Situs Kubur
Abstract. Prehistoric research is closely related to multidisciplinary science to reconstruct human life through its cultural remains. Geology, paleontology, zoology, paleoanthropology, chemistry, ethnography, and others who participate in contributing to various prehistory analyses. Nowadays, archaeological research has begun to use astronomy science to investigate practices in the culture of societies related to various celestial phenomena and celestial objects. This paper provides a new perspective through an archaeoastronomical approach to reveal the relationship that occurs between astronomical phenomena and cultural relics from prehistoric times in Indonesia. In its application, the archaeoastronomical approach uses astronomical calculations and archaeological literature studies to provide a new interpretation. The secondary data used comes from previous literature studies. The research is analytical-descriptive to be able to explore the remains of prehistoric humans in Indonesia related to archaeoastronomical studies. The results showed that the archaeoastronomical approach can be applied to various objects of prehistoric heritage, such as rock art, megalithic monuments (dolmen, menhir, and sarcophagus), prehistoric burial sites, and stone artifacts with decorations. The lack of application of archaeoastronomy studies in the framework of prehistoric research in Indonesia is a great opportunity and challenge to show how astronomical understanding can be used to explain the social life of people.
Keywords: Archaeoastronomy, Prehistory, Megalithic Monument, Artifacts, Burial Sites
Downloads
Published
Conference Proceedings Volume
Section
License
Copyright (c) 2025 Konferensi Nasional Prasejarah Indonesia 2024

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



