Synopsis
Aceh dikenal sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, namun sejak lama juga menjadi ruang hidup yang pluralis. Di tanah ini, masyarakat setempat hidup berdampingan dengan para pendatang dari berbagai aliran kepercayaan, termasuk penjelajah Tionghoa. Jejak hubungan yang terjalin sejak abad ke-11 itu masih dapat ditelusuri hingga kini. Dalam durasi 14 menit, film ini mengungkap bukti sejarah dan peninggalan yang merekam perjumpaan penting antara Aceh dan para penjelajah Tionghoa.
Aceh is known as a region that implements Islamic Sharia, yet it has long been a pluralistic space. Here, local communities have coexisted with newcomers of various beliefs, including Chinese explorers. The traces of these interactions, dating back to the 11th century, can still be observed today. In just 14 minutes, this film reveals historical evidence and heritage that document the significant encounters between Aceh and Chinese explorers.
References
"Kerajaan Indra Purba (Ali Hasimy, 1983)
Putroe Neng / UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta,
Pemerintah Gampong Jeulingke, Kota Banda Aceh.
Narasumber arkeolog berdasarkan wawancara dalam film."

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Creator (s)
