Synopsis
Film ini menyoroti tradisi gastronomi dalam fungsi religius dan sosial, bahwa makanan dan minuman merupakan karya budaya masyarakat. Melalui ritus adat sadranan di Dukuh Brajan dan Ngargosari, tradisi gastronomi menjadi representasi penghormatan leluhur yang menyatu dengan warisan sajian makanan lokal. Hidangan seperti tumpeng, ingkung, mentho, dan jajanan pasar bukan hanya pelengkap, melainkan simbol spiritualitas, identitas, dan solidaritas warga. Proses memasak yang dilakukan bergotong-royong memperkuat nilai kebersamaan. Di tengah arus modernisasi dan dominasi pangan instan, pelestarian kuliner lokal yang dikomodifikasikan ke wisata menjadi langkah penting untuk menjaga cita rasa, pengetahuan pangan lokal, dan filosofi hidup yang diwariskan turun-temurun dalam setiap penyelenggaraan tradisi desa.
This film highlights gastronomic traditions in religious and social functions, showing that food and drink are cultural works of society. Through the traditional sadranan rituals in Dukuh Brajan and Ngargosari, gastronomic traditions become a representation of respect for ancestors, integrated with the heritage of local cuisine. Dishes such as tumpeng, ingkung, mentho, and traditional market snacks are not merely accompaniments, but symbols of spirituality, identity, and solidarity among residents. The collaborative cooking process strengthens the value of togetherness. Amidst the tide of modernization and the dominance of instant food, the preservation of local cuisine that has been commodified into tourism is an important step in maintaining the flavors, local food knowledge, and philosophy of life that have been passed down from generation to generation in every performance of village traditions.
References
"SUMBER REFERENSI
Amin, D. (2000). Islam Kebudayaan Jawa. Yogyakarta: Gama Media.
Aryanti, I., & Al Masjid, A. A. (2023). Tradisi Nyadran (Ruwahan) Semarak Menyambut Ramadan di Dusun Jalan dan Jonggrangan Desa Banaran Kapanewon Galur. Haluan Sastra Budaya, 7(2), 147–166. https://doi.org/10.20961/hsb.v7i2.61135
Budiarni, A. D., & Mulyawati, I. M. (2024). Kuliner Tumpeng di Kabupaten Boyolali: Tinjauan Gastronomi Sastra. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.20961/basastra.v12i1.80872
Darisma, R. M., Prasetyo, T. B., & Midhio, I. W. (2018). Aktualisasi Nilai-Nilai Tradisi Nyadran Sebagai Kearifan Lokal dalam Membangun Budaya Damai di Giyanti, Wonosobo. Damai dan Resolusi Konflik, 1(2), 21–44. https://jurnalprodi.idu.ac.id/index.php/DRK/article/view/204
Geertz, C. (1983). Agama Jawa: Abangan, Santri, Priayi dalam Kebudayaan Jawa (T. T. Samirin, Trans.). Jakarta: Pustaka Jaya.
Kaplan, D.M (Ed.). (2012). The Philosophy of Food. California: University of California Press.
Mulder, Niels. 1996. Pribadi dan Masyarakat di Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Mulyawati, I. M. (2024). Wujud Moderasi Beragama pada Tumpeng Pungkur Sebagai Tradisi Kematian di Kabupaten Boyolali: Kajian gastronomi sastra. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1), 111–121. https://doi.org/10.20961/basastra.v12i1.84884
Murdijati, L. (2010). Serba-Serbi Tumpeng Kehidupan Masyarakat Jawa. Jakarta: Gramedia.
Nurhayati, S., Riyadi, S., & Rahayu, E. S. (2014). Inventarisasi Makanan Tradisional Jawa Unsur Sesaji di Pasar-Pasar Tradisional Kabupaten Bantul. Jurnal Penelitian Humaniora, 19(2), 124–140. https://media.neliti.com/media/publications/18320-ID-inventarisasi-makanan-tradisional-jawa-unsur-sesaji-di-pasar-pasar-tradisional-k.pdf
Partokusumo, K. K. (1990). Nyadran dalam Perspektif Budaya. Yogyakarta: Yayasan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Panunggalan Lembaga Javanologi.
Pratiwi, K. B. (2018). Dari Ritual Menuju Komersial: Pergeseran Tradisi Ruwahan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Haluan Sastra Budaya, 2(2), 204–219. https://doi.org/10.20961/hsb.v2i2.23306
Setyawati, K., Wiryamartana, I. K., & van der Molen, W. (2002). Katalog Naskah Merapi-Merbabu. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Sholeh, A. (2021). Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Kearifan Lokal Sadranan di Boyolali. Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(1), 1–10. https://ummaspul.e-journal.id/MGR/article/view/1602
"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Creator (S)
