Mengalami Toleransi
Array

Synopsis

Mengalami Toleransi adalah film dokumenter yang merekam kisah nyata para pemuda lintas iman dan kepercayaan yang tumbuh di tengah keragaman Indonesia. Diwarnai pengalaman diskriminasi sejak usia sekolah, terutama terhadap para penghayat kepercayaan, film ini menyoroti bagaimana proses perjumpaan dan dialog lintas agama membuka jalan bagi pemahaman yang lebih dalam akan makna hidup bersama. Di balik itu, tersimpan pula upaya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Melalui komunitas seperti Jakartarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama), para tokoh muda dalam film ini belajar bahwa toleransi tidak cukup diajarkan di ruang kelas, tetapi harus dialami secara langsung melalui interaksi, kerja bersama, dan saling mengenal warisan budaya satu sama lain. Penghayat kepercayaan yang tampil dalam film tak hanya memperjuangkan kesetaraan, tetapi juga menjaga pengetahuan lokal mereka, ajaran luhur, nilai hidup harmonis, dan filosofi tubuh serta tutur kata, agar tak hilang ditelan arus modernitas.

Dengan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan, Mengalami Toleransi memperlihatkan bagaimana pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga memperjuangkan ruang hidup yang adil bagi semua ekspresi kepercayaan dan nilai-nilai lokal. Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, film ini mengajak penonton untuk kembali pada nilai-nilai kearifan nusantara: saling menghormati, hidup berdampingan, dan menjadikan perbedaan sebagai sumber pengetahuan dan kekuatan bersama.

 

Mengalami Toleransi is a documentary film that records the true experiences of young people of different faiths and beliefs who grew up amid Indonesia's diversity. Marked by experiences of discrimination since school age, especially against believers, this film highlights how interfaith encounters and dialogue pave the way for a deeper understanding of the meaning of living together. Behind this lies an effort to preserve local wisdom and spiritual traditions that have been inherited across generations.

Through communities such as Jakartarub (Interfaith Network), the young figures in this film learn that tolerance cannot be taught in the classroom alone, but must be experienced firsthand through interaction, working together, and getting to know each other's cultural heritage. The believers who appear in the film not only fight for equality, but also preserve their local knowledge, virtuous teachings, values of harmonious living, and philosophy of body and speech, so that they are not lost in the tide of modernity.

By turning diversity into strength, Mengalami Toleransi shows how cultural preservation is not just about maintaining traditions, but also about fighting for a fair living space for all expressions of faith and local values. In the midst of an increasingly polarized world, this film encourages audiences to return to the values of Indonesian wisdom: mutual respect, coexistence, and turning differences into a source of knowledge and collective strength.

References

"Wawancara dan Testimoni Narasumber:

Kesaksian langsung para penghayat kepercayaan dan pemuda lintas agama yang tergabung dalam komunitas Jakartarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama).

Cerita pengalaman diskriminasi di sekolah, kehidupan keluarga heterogen, dan partisipasi dalam dialog lintas iman.

Sumber Observasional dan Visual:

Dokumentasi kegiatan lintas iman, seperti kunjungan ke rumah ibadah, dialog komunitas, dan perayaan hari besar lintas agama.

Arsip kegiatan komunitas Jakartarub dan penghayat kepercayaan dalam memperjuangkan hak sipil dan kebudayaan mereka."

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Creator (S)

Downloads

Download data is not yet available.