Tuk Tirtomulyo: Konservasi Sumber Daya Alam Lereng Merbabu
Array

Synopsis

Film dokumenter ini menyoroti tradisi Merti Desa Ruwatan Tuk Tirtomulyo di Dukuh Pasah, Selo, Boyolali—ritual tahunan setiap 27 Rejeb yang sarat makna spiritual sekaligus ekologis. Lewat arak-arakan ingkung, tumpeng, dawet, hingga kambing, masyarakat mengungkapkan rasa syukur atas limpahan sumber mata air. Lebih dari sebuah ritual, tradisi ini menjadi wujud kearifan lokal dalam menjaga alam melalui penanaman tanaman keras. Nilai budaya dan mitos yang menyertai terbukti menjadi warisan konservasi yang lestari lintas generasi.

 

This documentary highlights the Merti Desa Ruwatan Tuk Tirtomulyo tradition in Dukuh Pasah, Selo, Boyolali—a yearly ritual on the 27th of Rejeb rich in spiritual and ecological meaning. Through processions featuring ingkung, tumpeng, dawet, and goats, the community expresses gratitude for abundant water sources. More than just a ritual, this tradition embodies local wisdom in preserving nature through tree planting. The accompanying cultural values and myths have proven to be a sustainable conservation legacy passed down through generations.

References

"Sumber Referensi Ritual Tuk:

Danandjaja, James. 1984. Folklor Indonesia. Jakarta: PT Pustaka Grafiti Pers.

Depdikbud. 1994. “Fungsi Upacara Tradisional bagi Masyarakat Pendukungnya Masa Kini.” Jakarta.

Faqih, Ahmad. “Pergumulan Islam Dan Budaya Jawa Di Lereng Gunung Merbabu Perspektif Dakwah.” Jurnal Ilmu Dakwah, Vol. 34, No.1, Januari – Juni 2014. Sumber: https://journal.walisongo.ac.id/index.php/dakwah/article/download/45/20/28

Geertz, Clifford. 1981. Abangan Santri Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Terj. Mahasin Wahab. Jakarta: Pustaka Jaya.

Giri, W. 2010. Sajen dan Ritual Orang Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Istiawati. 2016. “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Kearifan Lokal Adat Ammatoa dalam Menumbuhkan Karakter Konservasi”. Pusat Kajian Bahasa dan Budaya, 10 (1), 1-18.

Kodoatie. RJ, Sjarief. R. 2005. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kuntowijoyo. 2006. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Purwadi. 2005. Dakwah Sunan Kalijaga Penyebaran Agama Islam di Jawa Berbasis

Kultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Putri, I. R., et.al. “Tradisi Masyarakat Selo Dan Pariwisata Di Taman Nasional Gunung Merbabu, Boyolali Jawa Tengah.” SASDAYA, Gadjah Mada Journal of Humanities, Vol. 1, No. 2 (May 2017), pp. 199-208. DOI: https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.27782

Sedyawati, Edy. 2010. Budaya Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Siswadi, dkk. 2011. “Kearifan Lokal dalam Melestarikan Mata Air”. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9 (2), 63-68.

Turner, V. 1977. The Ritual Process. New York: Cornell University.

Widyatwati & Mahfudz. “Merti Desa: Eksistensi Tradisi Masyarakat Agraris Di Kabupaten Semarang.” Jurnal Jantra Vol. 14, No. 1, Juni 2019. DOI: http://jantra.kemdikbud.go.id/index.php/jantra/article/download/78/53

Yahya, Ismail. 2009. Adat-adat Jawa Dalam Bulan-bulan Islam. Jakarta: Inti Media.

Riset Lapangan

Wawancara Tokoh Masyarakat

"

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Creator (s)

Downloads

Download data is not yet available.