Garap Pakeliran Ki Purbo Asmoro: Dari Solo Mendunia
Array

Synopsis

Ki Purbo Asmoro, dalang terkenal dengan “garap pakeliran”-nya, merancang pertunjukan wayang sebagai kesatuan terpadu: menata struktur cerita, adegan, dan iringan gending untuk menghadirkan rasa yang mendalam. Di Sanggar Seni Mayangkara, Ki Purbo dengan pengrawit menyelaraskan gerak wayang, suluk, dan gamelan sehingga musik menjadi narator kedua. Pementasan pakeliran wayang di teater Hongaria membuktikan daya tarik inovatif karya beliau, memukau penonton di Eropa. Dokumenter 18 menit ini ditutup dengan refleksi generasi muda dan pesan Ki Purbo: pelestarian tradisi memerlukan keberanian bereksperimen agar wayang kulit dan gamelan terus berkembang dari Solo hingga dunia.

 

Ki Purbo Asmoro, a renowned puppeteer known for his “garap pakeliran” style, designs wayang performances as an integrated whole: structuring the story, scenes, and musical accompaniment to elicit a deep sense of emotion. At the Mayangkara Art Studio, Ki Purbo and his musicians harmonize the movements of the puppets, the narration, and the gamelan so that the music becomes a second narrator. The pakeliran wayang performance at a Hungarian theater proved the innovative appeal of his work, captivating audiences in Europe. This 18-minute documentary closes with reflections from the younger generation and a message from Ki Purbo: preserving tradition requires the courage to experiment so that wayang kulit and gamelan continue to expand from Solo to the world.

References

Sabetan Lincah Dalang Setan Ki Manteb Soedharsono. https://youtu.be/1c2ZDx6Kf78?si=l5DJ6xz6Z7VImxBK

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Creator (s)

Downloads

Download data is not yet available.