Lanang Melengger
Array

Synopsis

Banyumas memiliki kesenian yang unik bernama lengger lanang. Penarinya adalah laki-laki yang berperan sebagai perempuan, dan hal ini menjadi jendela untuk melihat keberanian melawan batas, stigma, dan norma gender yang kaku. Film dokumenter ini mengikuti kisah para pelaku lengger lanang dan sudut pandang dari para pemerhati kesenian lengger, yang berjuang menjaga warisan budaya ini tetap hidup. Melalui wawancara, arsip pertunjukan, dan keseharian mereka di desa, penonton diajak menyelami dinamika sosial, spiritualitas, serta tantangan menjadi penari lengger lanang di era modern.
Di balik tata rias dan kostum megah, terdapat cerita pengorbanan, penolakan, dan penerimaan diri. Para penari lengger lanang hidup dalam perlintasan antara seni, tradisi, dan identitas personal yang sering kali tidak sepenuhnya diterima di dunia lelaki, tetapi juga dianggap menyimpang di dunia perempuan. Dokumenter ini menggali sisi manusiawi dari mereka yang memilih hidup di antara dua dunia. Lengger lanang bukan sekadar tentang seni tari. Ia adalah refleksi tentang tubuh, budaya, dan keberanian mempertahankan tradisi yang memberi ruang bagi ekspresi di luar norma dominan. Sebuah kisah sunyi yang akhirnya bersuara lewat gerak, bunyi, dan keberanian menjadi berbeda.

 

Banyumas has a unique art form called lengger lanang. The dancers are men who embody women, and this provides a window into the courage to challenge boundaries, stigma, and rigid gender norms. This documentary follows the stories of lengger lanang dancers and the perspectives of lengger art enthusiasts who strive to keep this cultural heritage alive. Through interviews, performance archives, and glimpses into their daily lives in the village, viewers are invited to explore the social dynamics, spirituality, and challenges of being a lengger lanang performer in the modern era.
Behind the makeup and magnificent costumes lies a story of sacrifice, rejection, and self-acceptance. Lengger lanang dancers live at the intersection of art, tradition, and personal identity, frequently not entirely welcomed in the male world, yet seen as unconventional in the female world. This documentary explores the humanity of those who choose to live between two worlds. Lengger lanang is not merely about dance. It is a reflection on the body, culture, and the courage to uphold traditions that allow for expression beyond dominant norms. A silent story that finally finds its voice through movement, sound, and the courage to be different.

References

Wawancara Budayawan Banyumas Yusmanto dan Ahmad Tohari

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Creator (s)

Downloads

Download data is not yet available.