Synopsis
Film ini menggambarkan keseharian Markus Dhanga, seorang produsen moke yang mengolah nira lontar menjadi moke putih alkohol berkadar rendah maupun moke arak yang rasanya lebih kuat. Hasil produksinya tidak hanya dijual, tetapi juga sering ditukar masyarakat dengan kebutuhan pokok, sehingga menjadi bagian dari ekonomi yang saling mendukung. Melalui pekerjaan yang terlihat sederhana ini, Markus mampu menopang keluarganya dan menyekolahkan anaknya hingga meraih gelar sarjana. Narasi film ini juga menyinggung pandangan Mikhael Bha Poa, mantan penyadap moke, yang menilai bahwa pengolahan nira menjadi gula sebenarnya dapat memberikan nilai tambah bagi produsen. Namun, keterbatasan pengetahuan teknis di daerah tersebut membuat potensi itu belum dapat diwujudkan.
This film portrays the daily life of Markus Dhanga, a moke producer who processes lontar sap into mild white moke and stronger arak-style moke. His products are not only sold but often exchanged by local residents for basic necessities, making them part of a mutually supportive community economy. Through this seemingly simple craft, Markus is able to support his family and send his child to university. The narrative also includes the perspective of Mikhael Bha Poa, a former sap tapper who believes that turning lontar sap into sugar could offer greater value for producers. However, limited technical knowledge in the area has kept this potential from being realized.
References
Puspita, V.A., Taus, I., Hamakonda, U., Tambus, R.H., 2025, Analisa Uji Kelayakan Usaha Minuman Tradisional Moke (Studi Kasus di Desa Foa, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada), Jurnal AGRIBIS 18(2), Juli 2025.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Creator (s)
