Synopsis
Film ini menyoroti Wayang Sandosa, sebuah wayang eksperimental yang dikembangkan ASKI Surakarta pada 1981, kini ISI Surakarta, untuk menjembatani penonton yang tidak memahami bahasa Jawa. Inovasi ini menghadirkan pertunjukan wayang dalam bahasa Indonesia sehingga alur cerita lebih mudah dipahami oleh khalayak umum. Pertunjukannya berbeda dari wayang Purwa klasik, terutama melalui penggunaan layar lebar, tata cahaya modern, jumlah peraga, musik pendukung, serta teknik catur dan sabet yang diperbarui. Proyektor dan animasi turut memperkaya visual, menghadirkan pengalaman yang lebih hidup. Melalui pendekatan ini, Wayang Sandosa tampil sebagai ruang eksperimen yang menginterpretasikan tradisi dalam pertunjukan modern.
This film highlights Wayang Sandosa, an experimental form of wayang developed in 1981 by ASKI Surakarta, now ISI Surakarta, to engage audiences who do not understand Javanese. The innovation presents wayang performances in Indonesian, making the storyline more accessible to a wider public. Unlike classical Wayang Purwa, it features a wide screen, modern lighting, additional performers, supporting music, and updated catur and sabet techniques. The use of projectors and animation further enriches the visuals and creates a more immersive experience. Through this approach, Wayang Sandosa becomes a space for experimentation that reinterprets tradition within a modern performance setting.
References
"1. BUKU KREASI DAN INOVASI WAYANG SINEMA DEWA RUCI, Sunardi I Nyoman Murtana Sudarsono, Cetakan I , ISI Press Surakarta. 2020.
Produksi Penciptaan Karya Wayang Sinema “Ambassador The Peace”, I Made Rival Raynata Astika1, Ni Komang Sekar Marhaeni2, I Kadek Widnyana3
Program Studi Seni Pedalangan, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar, Jurnal isi-dps.co.id
GARAP KARAWITAN PAKELIRAN; PAKELIRAN SANDOSA LAKON KEMBANG KUDHUP PUPUS (Perspektif Estetika Pakeliran Nuskma dan Mungguh), Catur Nugroho, Ananto Sabdo Aji, March 2022, Keteg Jurnal Pengetahuan Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi 21(2):171-185.
Wayangan Singkat Berbahasa Indonesia Sebagai Alternatif Pengembangan Seni Tradisional, Hendarto, Junaidi (2012), Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta, Yogyakarta.
Dampak Teknologi dalam Perkembangan Pertunjukan Wayang Kulit Bali, Prosiding Seminar Seni Pertunjukan ""Mahadaya Seni Pertunjukan"". Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar, Bali.
"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Creator (s)
