Menera Arang
Array

Synopsis

Kota Arang adalah julukan bagi Sawahlunto, kota tambang bersejarah di Sumatera Barat yang juga menjadi rumah bagi wastra muda bernama Batik Arang. Wastra ini lahir pada tahun 2008 melalui prakarsa Wali Kota Amran Nur dan seniman Sarkasih Said, dengan motif yang mencerminkan identitas kota Arang. Setelah sempat terlupakan selama 13 tahun, Batik Arang kembali bangkit pada tahun 2021 melalui program PKH-P. Kebangkitannya kemudian diperkuat dengan berbagai upaya lanjutan, seperti lomba desain, pelatihan pengrajin, dan festival batik. Kini, dua kelompok—Griya Batik Arang dan Rumah Batik MS—terus menjaga wastra ini, karena bagi mereka, gairah membatik dan berbatik di Kota Arang adalah warisan yang harus terus digencarkan.

 

"Kota Arang" is the nickname for Sawahlunto, a historic mining city in West Sumatra which is also the home of a young wastra (traditional cloth) named Batik Arang. This wastra was born in 2008 through the initiative of Mayor Amran Nur and artist Sarkasih Said, with motifs reflecting the identity of Kota Arang.

After being forgotten for 13 years, Batik Arang rose again in 2021 through the PKH-P program. Its revival was then strengthened by various continuous efforts, such as design competitions, craftsman training, and batik festivals. Now, two groups—Griya Batik Arang and Rumah Batik MS—continue to guard this wastra, because for them, the passion for making and wearing batik in Kota Arang is a legacy that must be promoted.

References

"Sumber arsip:

https://www.facebook.com/syukrissn/

https://www.facebook.com/mentari.terbenam.2025

https://www.facebook.com/profile.php?id=100089818344619

https://youtu.be/bKgecRj72RQ?si=fasJy-5PAridnGMN

https://nasional.kompas.com/read/2008/11/28/08585385/~Oase~Cakrawala"

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Creator (s)

Downloads

Download data is not yet available.