Synopsis
Film ini menggambarkan kehidupan Pak Heri Sulistyo, seorang abdi dalem Keraton Surakarta yang bertugas sebagai Srati Maeso, pawang kerbau bule—pusaka keraton. Kerbau bule ini diperlalukan sebagai pusaka dan selalu dilibatkan dalam tradisi kirab keraton. Melalui tugas-tugas sederhana yang penuh makna, film ini memperlihatkan bagaimana nilai penghormatan dan pelestarian budaya Jawa dijaga dari generasi ke generasi. Kehidupan Pak Heri memperlihatkan bahwa menjaga pusaka bukan sekadar pekerjaan, tetapi wujud pengabdian dan keyakinan akan berkah yang menyertainya.
The film portrays the life of Pak Heri Sulistyo, an abdi dalem of the Surakarta Palace who serves as a Srati Maeso, the handler of the sacred albino buffalo—one of the palace's heirlooms. These buffalo are treated as royal heritage and are always involved in the palace's ceremonial processions. Through simple yet meaningful duties, the film shows how the values of respect and the preservation of Javanese culture are passed down from generation to generation. Pak Heri's life illustrates that caring for a royal heirloom is not merely a job, but an act of devotion and a reflectiion of his belief in the blessings that accompany it.
References
acuan yang dipakai dalam riset awal film merupakan, beberapa jurnal kebudayaan dan sejarah, serta interview dengan pihak keraton surakarta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright (c) 2025 Creator (s)
