Tahok: Akulturasi Rasa di Simpang Budaya
Array

Synopsis

Film dokumenter "Tahok: Akulturasi Rasa di Simpang Budaya" menelusuri jejak kuliner tradisional Tionghoa di Surakarta melalui sajian Tahok yang memadukan sari kedelai lembut dengan kuah jahe hangat. Kuliner ini tidak hanya berfungsi sebagai pangan, tetapi juga sebagai penanda historis akulturasi antara Etnis Tionghoa dan Jawa. Dokumenter ini menghadirkan kisah para penjual Tahok yang menjaga keberlanjutan tradisi di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman. Melalui wawancara, narasi sejarah, serta observasi keseharian, film ini mengungkap makna sosial Tahok sebagai simbol harmoni antarbudaya. Visual yang merekam perpaduan tradisi dan modernitas menegaskan bahwa kuliner merupakan medium keberagaman sekaligus jembatan nilai-nilai kebersamaan.

 

The documentary "Tahok: Akulturasi Rasa di Simpang Budaya" menelusuri jejak kuliner tradisional Chinese cuisine in Surakarta through Tahok, a dish that combines silky soybean curd with ginger syrup. This culinary tradition serves not only as food but also as a historical marker of acculturation between Chinese and Javanese communities. The documentary presents the stories of Tahok vendors who continue to preserve this tradition amid social dynamics and changinf times. Through interviews, historical narratives, and everyday observations, the film reveals thesocia; significance of Tahok as a symbol of intercultural harmont. Its visuals, capturing the blend of tradition and modernity, emphasize that cruisine is both a medium of diversity and a bridge that upholds shared values.

References

"Referensi Karya Audiovisual:

Prastopia JANDA Kota Malang

CIMPLUNG : Singkong Manis dari Tulungagung

Gudeg: Kisah Rasa dan Memori "

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright (c) 2025 Creator (s)

Downloads

Download data is not yet available.