Templates
Jawa dalam Silang Bahari Nusantara
Keywords:
Budaya bahari, Sejarah pesisir, Persilangan budaya, Kawasan pesisir JawaSynopsis
Istilah bahari selalu digunakan dan dipertukarkan dengan maritim. Walaupun memiliki makna yang sama, yakni laut, kedua istilah ini seharusnya digunakan dalam konteks yang berbeda. Istilah bahari biasanya berhubungan dengan kebudayaan pesisir, sedangkan konsep maritim digunakan ketika membahas geopolitik kepulauan tertentu. Dalam konteks Nusantara, ribuan pulau yang terkoneksi satu sama lain memungkinkan hadirnya interaksi sosial terutama aktivitas perdagangan yang bermuara pada persilangan budaya.
Buku Jawa dalam Silang Bahari Nusantara membahas persilangan kebudayaan di kawasan pesisir dan pengaruhnya pada daerah pedalaman, terkhusus di wilayah Pulau Jawa. Unsur kebudayaan yang akan dibahas buku ini meliputi sistem pengetahuan, sistem peralatan hidup (teknologi), sistem ekonomi (mata pencaharian), sistem politik, bahasa, kesenian, dan religi. Tidak hanya itu, pembahasan dalam buku ini juga diperluas lewat ulasan tradisi bahari berupa teknologi pelayaran, sistem ekonomi politik di kawasan pesisiran, dan jejak-jejak persilangan bahari Nusantara. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi para akademisi dan masyarakat pada umumnya, khususnya dalam menambah dan memperkuat memori kolektif kebudayaan bahari melalui rekam jejak kebudayaan pesisir Nusantara yang lebih segar, kaya, dan kronologis.
Chapters
-
Jejak Kebudayaan Bahari: Jawa dalam Perkembangan Ekonomi-Politik Kawasan Perairan Nusantara
-
Anatomi Pranata Ekonomi Majapahit
-
Naditira Pradeca: Jejak Bandar-Bandar di Era Majapahit
-
Bandar Pelabuhan Tuban pada Masa Majapahit
-
Bandar-Bandar Dagang Sepanjang Pesisir Utara Jawa Abad ke-15–16 Masehi
-
Perkembangan Pelabuhan Tuban Pada Masa Peralihan (Abad Ke-15–18 Masehi)
-
Sungai Kalimas dan Relasinya Dengan Pelabuhan dan Perdagangan di Surabaya Tahun 1800–1940
-
Jawa Dalam Catatan Odorico de Pordenone
-
Makam Troloyo: Kebudayaan Masa Peralihan di Mojokerto
-
Pasuruan dalam Pusaran Peradaban
-
Jejak Bangunan Indis Pasuruan Sebagai Simbol Kejayaan Perekonomian Abad Ke-18–19
-
Jawa dalam Persilangan Budaya dan Potensi Membangun Kebudayaan Bahari Nusantara
Downloads
Download data is not yet available.
References
Evers, H.-D. (1988). Traditional trading networks of Southeast Asia. Asian Trade Routes, 35, 89–100.
Groeneveldt, W. P. (2009). Nusantara dalam catatan Tionghoa. Komunitas Bambu.
Jackson, G. (2001). The significance of unimportant ports. International Journal of Maritime History, 13(2), 1–17.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Lapian, A. (2011). The significance of uniportanr ports. KPG.
Pinto, S. (2016). Seaports as nodes in a 16th century trade network, The Simon Ruiz Business Company. In A. Polonia & C. Antunes. 2016. Seaports in the First Global Age: Portuguese Agents, Networks, and Interactions 1500-1800. U. Porto Edicoes.
Polanyi, K. (1957). The economy as instituted process. In K. Polanyi, C. M. Arensberg, H. W. Pearson (Eds). Trade and Market in the Early Empires: Economies in History and Theory. Free Press.
Polonia, A. (2006). Northwest Portuguese seaport system in the early modern age: Results of a research project. XIV International Economic History Congress, Helsinki 2006, Session 58, 1–27.
Polonia, A., Pinto, S., & Ribero, A. S. (2014). Trade networks in the first global age. The case study of Simóm Ruiz Company: Visualization methods and spatial projections. In A. C. Solana (Ed). Spatio-Temporal Narratives: Historical GIS and the Study of Global Trading Networks (1500-1800). Cambridge Scholars Publishing.
Rodrigues, J., & Santos, F. G. dos. (2019). Maritime and port history: A review. Almanack, 21, 1–7.
Tull, M. (2014). Port history in the International Journal of Maritime History (1989–2012). The International Journal of Maritime History, 26(1), 123–129.
Wallerstein, I. (1974). The modern world-system I. Capitalist agriculture and the origins of the European World-Economy in the Sixteenth Century. Academic Press.
Zuhdi, S. (2020). Budaya bahari sebagai modal membangun negara maritim Indonesia. Jurnal Maritim Indonesia, 8(2), 127–142.
Alit, D. M., Pramartha, I. N. B., Lewa, G. S. S., Darmada. I Made, & Udiyani, I. A. P. S. (2022). Negarakertagama: Kisah keagungan Kerajaan Majapahit. Jurnal Nirwarsita, 3(1), 31–42.
Alnoza, M. (2021). Orang Khmer di Jawa pada masa Hindu-Buddha (abad ke-9-15 masehi): Eksistensinya dipandang dari teori diaspora. Naditira Widya, 15(1), 1–14.
Anwari, I. R. M. (2015). Sistem perekonomian Kerajaan Majapahit. VERLEDEN: Jurnal Kesejarahan, 3(2), 104–115.
Boechari. (1985). Prasasti koleksi Museum Nasional: Jilid I. Museum Nasional.
Christie, J. W. (1992). Trade and value in pre-Majapahit Java. Indonesia Circle. School of Oriental & African Studies. Newsletter, 21(59–60), 3–17.
Dwiyanto, D. (1984). Peranan jaringan air pada kota - kota Kuna di Asia Tenggara. Berkala Arkeologi, 5(2), 17–35.
Groneveldt, W. P., Triwira, G., & Kwa, D. (2009). Nusantara dalam catatan Tionghoa. Komunitas Bambu.
Khasanah, L. I. (2017). Pelabuhan Kambang Putih pada masa Majapahit tahun 1350-1389. Journal Pendidikan Sejarah, 5(2), 402–417.
Kulke, H. (1991). Epigraphical references to the “city” and the “state” in early Indonesia. INDONESIA, 52, 3–22.
Kurnianingtyas, W., & Hayati, C. (2022). Telisik pola perdagangan Desa Trowulan abad XII-XV sebagai landasan pembangunan di Mojokerto. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 24(2), 107.
Lutfillah, N. Q., Sukoharsono, E. G., Mulawarman, A. D., & Prihatiningtias, Y. W. (2015). The existence of accounting on local trade activity in the Majapahit Kingdom (1293 AD -1478 AD). Procedia - Social and Behavioral Sciences, 211, 783–789.
Maziyah, S. (2019). Penetrasi budaya wargee Dalem dan warga Kilalan dalam konstruksi masyarakat Jawa Kuna. ENDOGAMI: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 2(2).
Muljana, S. (1979). Tafsir sejarah Negarakertagama. LKiS.
Pigeud, T. (1962). The royal progresses of 1360 and 1361 to Tirib, Sompur and Blitar. In Java in the 14th Century: A Study in Cultural History: Vol. IV (pp. 161–168). Springer Science & Business Media.
Pigeud, T. G. (2013). Java in the 14th Century: A study in cultural history. Springer Science & Business Media.
Purwanti, R. (2018). Damar dalam jaringan perdagangan masa Kerajaan Sriwijaya. Balai Arkeologi Sumatera Selatan, 1–10.
Pusat Penelitian Arkeologi. (1999). Metode penelitian arkeologi. Pusat Penelitian Arkeologi.
Rahardjo, S. (2011). Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno sampai Majapahit Akhir. Komunitas Bambu.
Riyanto, S. (2004). Trowulan sebagai historic city: Mengkonstruksi citra melalui pengelolaan informasi. Berkala Arkeologi, 24(1), 87–100.
Sanjoyo, M. P. (2019). Canggu: Pelabuhan Sungai masa Majapahit Abad XIV-XVI. Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah, 10(2), 402–417.
Santiko, H. (2015). Dua dinasti Kerajaan Mataram Kuna: Tinjauan prasasti kalasan. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(2), 1–7.
Setiawan, Y. (2022). Pajak (upeti) Majapahit (Wilwatikta) dalam meningkatkan ekonomi di era otonomi. Journal Kompilasi Hukum, 7(2).
Siswanto. (2014). Potret-potret kearifan lingkungan masa lalu dalam relief dan sastra tertulis. In Majapahit: Batas Kota dan Kejayaan di Luar Kota. Kepel Press.
Trigangga, Satriana, R., Istiqomah, Retno, D., Hidayat, O. R., Daromi, M., Widodo, Rozali, A., & Sutrisno. (2003). Mata uang sebagai sumber sejarah Indonesia. In Museum Nasional.
Trigangga, Wardhani, F., & Retno W, D. (2015). Prasasti dan raja-raja Nusantara. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Utomo, B. B. (2009). Majapahit dalam lintas pelayaran dan perdagangan Nusantara. Berkala Arkeologi, 29(2), 1–14.
Wade, G. (2009). An early age of commerce in Southeast Asia, 900-1300 CE. Journal of Southeast Asian Studies, 40(2), 221–265. https://doi.org/10.1017/S0022463409000149
Wahyudi, D. Y. (2015). Kerajaan Majapahit: Dinamika dalam sejarah Nusantara. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1), 88–95.
Wardana, I. G. W. W. (2017). Birokrasi tradisonal Kerajaan Majapahit. Social Studies, 5(2), 1–12.
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394.
Adrisijanti, I. (2014). Majapahit: Batas kota dan jejak kekayaan di luar kota. Kepel Press.
Anwari, I. R. M. (2015). Sistem perekonomian Kerajaan Majapahit. Verleden: Jurnal Kesejarahan, 3(1), 104–115.
Daldjoeni, N. (1992). Geografi kesejarahan II: Indonesia. Alumni.
Fitrotin, N. F. (2014). Kedudukan daerah Terung (Krian-Sidoarjo) pada masa menjelang akhir Majapahit (1478-1526). Jurnal Avatara, 2(1), 149–160.
Heng, Leong Sau. (1990). Collecting Centers, Feeder Points and Entrepots in the Malay Peninsula 1000 B.C. – A.D. 1400, dalam Kathirithamby-Wells & John Villiers. In National University of Singapore. Retrieved from https://www.unhcr.org/publications/manuals/4d9352319/unhcr-protection-training-manual-european-border-entry-officials-2-legal.html?query=excom 1989
Khasanah, L. I. (2017). Pelabuhan Kambang Putih pada masa Majapahit tahun 1350-1389. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(3). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/19364
Kurnianingtyas, W., & Hayati, C. (2022). Telisik pola perdagangan Desa Trowulan abad XII-XV sebagai landasan pembangunan di Mojokerto. Jurnal Pengembangan Wiraswasta, 24(2), 107–122. https://doi.org/10.33370/jpw.v24i2.698
Lelono, H. (2010). Mojopura Wetan, desa penyeberangan di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo pada masa Majapahit. Berkala Arkeologi, 30(1), 72–80. https://doi.org/10.30883/jba.v30i1.392
Pigeaud, T. G. Th. (1960). Jawa abad Ke-14: Kajian sejarah kebudayaan: Nagara-Kertagama oleh Rakawi Prapanca dari Majapahit. Martinus Nijhoff.
Rahmawati, M., Riyadi, M. I., Rizaldy, R. J., & Korespondensi, P. (2019). Sungai Bengawan Solo: Tinjauan sejarah maritim dan perdagangan di Laut Jawa. Jurnal Candrasangkala, 5(2), 24–39.
Safitri, S. (2015). Telaah geomorfologi Kerajaan Majapahit. Jurnal Criksetra, 4(7), 57–61.
Sandi, A. D. (2015). Banjir Sungai Brantas masa Raja Airlangga abad XI berdasarkan Prasasti Kamalagyan 1037 M. Jurnal Avatara, 3(1), 50–57.
Sanjoyo, M. P. (2020). Canggu: Pelabuhan sungai masa Majapahit abad XIV– XVI. Mozaik: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(2). https://doi.org/10.21831/moz.v10i2.32456
Sanjoyo, M. P. (2021). The utilization of Brantas River in the era of Kediri until Majapahit Kingdom. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora, 5(2), 138–146.
Seno. (2022, 9 Juli). Memakai Prasasti Canggu (1358) yang berusia 664 tahun. Optika.id. https://www.optika.id/netizen/memakai-prasasti-canggu-1358-yang-berusia-664-tahun
Setiawan, Z. (2022). Sejarah sosial politik Kerajaan Majapahit. Jurnal Lanskap Politik, 1(1), 106–115.
Susilo, N., & Rinaldi, I. (2010). Trowulan: Instalasi air untuk rakyat Majapahit. https://nasional.kompas.com/read/2010/06/03/09424373/~Tanah%20Air
Wahyudi, D. Y. (2013). Kerajaan Majapahit: Dinamika dalam Sejarah Nusantara. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1), 88–95.
Casparis, J. G. de. (1958). Airlangga. Universitas Airlangga.
Cortesao, A., & Rodrigues, F. (1944). The suma oriental of Tome Pires. Hakluyt.
Cornelis, D. (1990). Java, Indonesia and Southeast Asia: How Important is the Java Sea?. Vakgroep Talen en Culturen van Zuidoost-Azie en Oceanie.
Feng, C. (1970). Ying-Yai Sheng-Lan:’The overall survey of the ocean’s shores’ (1433). Cambridge University Press.
Fitrotin, N. F. (2014). Kedudukan daerah Terung (Krian-Sidoarjo) pada masa menjelang akhir Majapahit. Avantara, 2(1), 1478–1526.
Houben, V. J. H., Maier, H. M., & Molen, W. van der. (1992). Looking in odd mirrors: The Java Sea. Vakgroep Talen en Culturen van Zuidoost-Azie en Oceanie.
Khasanah, L. I. (2017). Pelabuhan Kambang Putih Pasa Masa Majapahit Tahun 1350-1389. Avantara: E-Journal Pendidikan Sejarah, 5(2), 402–417.
Kuntowijoto. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Bentang Pusaka.
Manus, M. P. B., Sedyawati, E., & Rahardjo, S. (1997). Tuban: Kota pelabuhan di jalan sutra. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Muljana, S. (2005). Menuju puncak kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit. LKiS Pelangi Aksara.
Nugroho, I. D. (2011). Majapahit peradaban maritim: Ketika Nusantara menjadi pengendali pelabuhan dunia. Suluh Nuswantara Bakti.
Rozi, T. F. (2018). Peranan pelabuhan Tuban dalam proses Islamisasi di Jawa abad XV-XVI. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sanjoyo, M. P. (2019). Canggu: Pelabuhan Sungai Masa Majapahit Abad XIV-XVI. Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah, 10(2), 402–417.
Surjandari, R. (2004). Perdagangan lokal di Kerajaan Majapahit abad XII-XV. Universitas Indonesia.
Syam, N. (2005). Islam pesisir. LKis Pelangi Aksara.
Tedjowasono, N. S. (2019). Relasi kuasa pada masa Jawa kuno (abad ke-8–5). Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 25–35.
Wahyudi, D. Y. (2015). Kerajaan Majapahit: Dinamika dalam sejarah Nusantara. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1), 88–95.
Wasino, & Hartatik, E. S. (2018). Metode penelitian sejarah: Dari riset hingga penulisan. Magnum Pustaka Utama.
Amalia, N., & Pin, T. G. (2015). Zonasi estuaria Muaragembong berdasarkan salinitas permukaan perairan menggunakan penginderaan jauh. Jurnal Geosains Terapan, 1(1), 29–35. http://103.41.207.198/index.php/id/article/view/5
Amarseto, B. (2015). Ensiklopedia kerajaan Islam di Indonesia. Istana Media.
Cahyani, V. (2022). Pengaruh pesisir utara Jawa terhadap aktivitas perniagaan Kerajaan Demak abad ke-15 hingga ke-17 M. Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah, 5(2), 101–110. https://jurnal.unsil.ac.id/index.php/bihari/article/view/5774
Cortesao, A. Z. (1944). The suma oriental of Tome Pires and the book of Francisco Rodrigues. The Hakluyt Society, 367.
Gaol, J. L., & Sadhotomo, B. (2017). Karakteristik dan variabilitas parameter parameter oseanografi Laut Jawa hubungannya dengan distribusi hasil tangkapan ikan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 13(3), 201. https://doi.org/10.15578/jppi.13.3.2007.201-211
Kurniawan, A. (2016). Sejarah pendidikan masyarakat pesisir Nusantara. Tamaddun, 4(2), 93–110.
Lautetu, L. M., Kumurur, V. A., & Warouw, F. (2019). Karakteristik permukiman masyarakat pada kawasan pesisir Kecamatan Bunaken. Spasial, 6(1), 126–136.
Maftuh, M. (2015). Islam pada masa Kesultanan Banten. Alqalam, 32, 83. https://doi.org/10.32678/alqalam.v32i1.1385
Muhadi. (2018). Gresik sebagai bandar dagang di jalur sutra akhir abad XV hingga awal abad XVI (1513 M). E-Journal Pendidikan Sejarah, 6(2), 143–154.
Nabila, N. M., Sasmito, B., & Sukmono, A. (2020). Studi karakteristik gelombang perairan Laut Jawa menggunakan satelit altimetri tahun 2016-2018 (Studi kasus: Perairan laut utara Jawa). Jurnal Geodesi Undip, 9(1), 67–76.
Prasetya, S. P. (2018). Telaah integratif geografi kesejarahan. Jurnal UNESA, (July), 1–11.
Pratama, N. (2017). Pengaruh Hindu pada atap Masjid Agung Demak. Seminar Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia. https://doi.org/10.32315/SEM.1.A203
Yonvitner, Susanto, H. A., & Yuliana, E. (2016). Pengertian, potensi, dan karakteristik wilayah pesisir. Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Laut, 1–39.
Djakariyah. (2014). Sejarah Indonesia II. Ombak.
Fuad, A. N. (2013). Tradisi intelektual muslim Uzbekistan. UIN Sunan Ampel Press.
Graaf, D., & Pigeaud. (2001). Kerajaan Islam pertama: Tinjauan sejarah politik abad XV dan XVI. Terjemahan Grafiti Press dan KITLV. PT Pustaka Utama.
Hadi, A. (2016). Cakrawala budaya Islam. IRCiSoD.
Laili, V. S. A., Ananda, D. A. R., Putra, G. A., & Prahardana, M. W. (2022). Kosmologi kalpataru: Representasi kehidupan dan pengharapan masyarakat Jawa di abad 9-16 Masehi. Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya, 16(2), 265. https://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya/article/view/27494
Hall, K., Kathirithamby-Wells, J., & Villiers, J. (1991). The Southeast Asian port and polity: Rise and demise. The Journal of Asian Studies, 50(4), 995. DOI: 10.2307/2058623.
Lombard, D. (2005). Nusa Jawa silang budaya: Batas-batas pembaratan, kajian terpadu bagian 1. Terj. Winarsih Partiningratin Arifin. Gramedia.
Mahmudah, S. N. (2015). Kepurhakalaan Kompleks Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi di Tuban (Studi Sejarah dan Akulturasi) [Skripsi]. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (1984). Sejarah nasional Indonesia III. Balai Pustaka.
Mills, J. V. G. (ed). Ma Huan Ying-yai Sheng-lan: The Overall Survey of the Ocean’s Shores (1433). Cambridge University Press.
Mukarrom, A. (2014). Sejarah Islam Indonesia 1. UIN Sunan Ampel Press.
Njoto, H. (2014). A propos dune piece en bois sculptee de lart du Pasisir (xve s.xviie s.) : le kalpataru. Archipel, 88, 169–188. 10.4000/archipel.553.
Purwadi. (2005). Babad tanah Jawi. Gelombang Pasang.
Rahimsyah. (1998). Jejak-jejak Wali Songo: Penyebaran Islam di Jawa. Mitra Umat.
Rozi, T. F. (2018). Peranan pelabuhan Tuban dalam proses islamisasi di Jawa abad XV-XVI [Skripsi]. UIN Sunan Ampel Surabaya.
Saputra, F. F. N. (2019). Metode dakwah Wali Songo dalam penyebaran Islam di Jawa dalam buku Atlas Walisongo Karya Agus Sunyoto dan relevansinya dengan materi SKI Kelas IX [Skripsi]. IAIN PONOROGO.
Simon, H. (2008). Misteri Syekh Siti Jenar, cetakan V. Pustaka Pelajar.
Separmo, R. (1983). Catatan sejarah 700 tahun Tuban. Pemkab Tuban.
Sunyoto, A. (2017). Atlas Wali Songo. Pustaka Iman.
Susetya, W. (2019). Senyum manis Walisongo. DIVA Press.
Syam, N. (2005). Islam pesisiran. Lkis.
Achdian. A., & Chotim. E. E. (2018). De particuliere sadja: Kelas menengah kota dan politik kewargaan di kota kolonial Surabaya akhir abad ke-19. Jurnal Masyarakat & Budaya, 20(1), 75–90.
Adi. N. K. (2019). Peranan Sungai Kalimas sebagai sarana transportasi sungai Kota Surabaya tahun 1900-1952. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah, 7(1).
Astuti. S. R. (2016). Pembangunan pelabuhan Surabaya dan kehidupan sosial ekonomi di sekitarnya pada abad XX. Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fahmi. M. N. (2017). Kembang Jepun (Handelstraat) sebagai pusat ekonomi etnis China di Surabaya tahun 1906-1930. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah. 5(1),111–121.
Handianto, & Hartono. S. (2007). Surabaya kota pelabuhan (Surabaya port city). Dimensi Teknik Arsitekktur, 35(1), 88–99.
Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya 1870-1940. Andi Offset.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.
Putri, A. E. (2019). Evaluasi program bimbingan dan konseling: Sebuah studi pustaka. (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia (JBKI), 4(2), 39. https://doi.org/10.26737/jbki.v4i2.890
Rahmawati. R. (2023). Sejarah Sungai Kalimas sebagai jalur transportasi di Kota Surabaya 1910-1942 [Skripsi tidak diterbitkan]. STKIP PGRI Sidoarjo.
Rondiyah, A. A., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2017). Untuk meningkatkan pendidikan karakter kebangsaan di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). The 1st Education and Language International Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula, 141–147.
Ubaifillah. A. (2016). Kajian sejarah maritim: Peranan Sungai Kalimas sebagai jalur perdagangan dan pengaruhnya bagi etnis Arab di Surabaya tahun 1902-1930 [Skripsi tidak diterbitkan]. FAH UINSA Surabaya.
Universiteit Leiden. (1902). KITLV A492 - De Kalimas te Soerabaja. _KITLV Digital Collections_. (https://digitalcollections.universiteitleiden.nl/view/item/919971, diakses 15 Agustus 2025).
Bressan, L. (1997). Odoric of Pordenone (1265-1331). His Vision of China and South-East Asia and His Contribution to Relations between Asia and Europe. Journal of the Malaysian Branch of the Royal Asiatic Society, 70(2) (273), 1–23.
Christie, J. W. (1998). Javanese markets and the Asian Sea Trade Boom of the Tenth to Thirteenth Centuries. Journal of the Economic and Social History of the Orient, 41(3), 344–381.
Groeneveldt, W. P. (2019). Nusantara dalam catatan Tionghoa. Komunitas Bambu.
Hall, K. R. (1985). Maritime trade and state development in Early Southeast Asia. University of Hawai’i Press
Komroff, M. (1928). Contemporaries of Marco Polo: Consisting of the travel records to the eastern parts of the world of William of Rubruck (1253-1255); the journey of John of Pian de Carpini (1245-1247); the journal of Friar Odoric (1318-1330) & the Oriental Travels of Rabbi Benjamin of Tudela (1160-1173). Boni & Liveright.
Laufer, B. (1914). Was Odoric of Pordenone ever in Tibet?. T’oung Pao, 15(3), 405–418.
O’Doherty, M. (2009). The Viaggio in Inghilterra of a Viaggio in Oriente: Odorico da Pordenone’s itinerarium from Italy to England. Italian Studies, 64(2), 198–220.
Moule, A. C. (1920). A Small Contribution to the Study of the Bibliography of Odoric, Second Series. T’oung Pao, 20(5), 301–322.
Munandar, A. A. (2008). Ibu Kota Majapahit: Masa jaya dan pencapaian. Komunitas Bambu.
Nufus, A. H. (2018). Orang-orang Asing di Jawa: Berdasarkan data prasasti abad XI-XV [Skripsi tidak diterbitkan]. FIB-Universitas Indonesia.
O’Doherty, M. (2006). Eyewitness accounts of ‘the Indies’ in the Later Medieval West: Reading, reception, and re-use (c. 1300-1500) [Disertasi tidak dipublikasikan]. University of Leeds.
Penzer, N. M. (Ed). (1928). The itinerary of Ludovico di Varthema from 1502 to 1508. Argonaut Press.
Perkasa, A. (2012). Orang-orang Tionghoa dan Islam di Majapahit. Ombak.
Polo, M. (2019). The travels of Marco Polo. Penguin.
Priswanto, H. (2012). Orang-orang asing di Majapahit. I. Adrisijanti (Ed). Majapahit: Batas Kota dan Jejak-Jejak Kejayaan. Balai Arkeologi Yogyakarta.
Riana, I. K. (2009). Nagarakrtagama: Masa keemasan Majapahit. Kompas.
Rush, J. (2012). Jawa tempo doeloe. Komunitas Bambu.
Suryandari, R. (2014). Perdagangan lokal di Kerajaan Majapahit abad XIII-XV. [Tesis tidak diterbitkan]. FIB-UI.
Unjiya, M. A. (2014). Lasem negeri Dampoawang. Salmaidea.
Wahyudi, D. (2015). Kerajaan Majapahit: Dinamika dalam sejarah Nusantara. Jurnal Sejarah dan Budaya, 7(1), 88–95.
Yamin, M. (1962a). Tatanegara Majapahit parwa I. Yayasan Prapanca.
Yamin, M. (1962b). Tatanegara Majapahit parwa II. Yayasan Prapanca.
Yamin, M. (1962c). Tatanegara Majapahit parwa III. Yayasan Prapanca.
Yamin, M. (1962d). Tatanegara Majapahit parwa IV. Yayasan Prapanca.
Yule, H. (1983). Cathay and the way thither vol. II: Odoric of pordenone. Hakluyt Society.
Adrisijanti, I. (Ed.). (2014). Majapahit: Batas kota dan jejak kejayaan di luar kota. Kepel Press, xx–312. http://repositori.kemdikbud.go.id/2054/
Alwi, S. (1957). Sejarah perkembangan Islam di timur jauh. Al Maktab Addami.
Chawari, M. (1997). Inskripsi berhuruf Arab di Kompleks Makam Troloyo (kajian terhadap gaya penulisan, arti dan maksud inskripsi, serta kronologinya). Berkala Arkeologi, 17(1), 52–61. https://doi.org/10.30883/jba.v17i1.761
Garraghan, G. J. (1946). A guide to historical method. Fordham University Press.
Harahap, A. S. (1951). Sejarah penyiaran agama Islam di Asia Tenggara. Islamiah.
Irawant, C. B. (2015). Kaligrafi Arab Khat Naskhi dalam penciptaan karya seni Kriya Kayu. Fakultas Seni Rupa dan Desain Surakarta, 131.
Janah, I. R., & Ayundasari, L. (2021). Islam dalam hegemoni Majapahit: Interaksi Majapahit dengan Islam abad ke-13 sampai 15 masehi. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 1(6), 732–740. https://doi.org/10.17977/um063v1i6p732-740
Jati, S. S. P., & Wahyudi, D. Y. (2016). The ancient grave of Troloyo in Trowulan. Mediterranean Journal of Social Sciences, 7(4), 512. https://doi.org/10.5901/mjss.2016.v7n4p512
Kartodirjo, S. (1993). 700 tahun Majapahit (1293-1993): Suatu bunga rampai. Dinas Pariwisata Daerah Jawa Timur.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Ma Huan. (1970). Ying-Yai Sheng-Lan ‘The Overall Survey of the Ocean’s Shores’ (F. Ch’eng-Chün, Ed.; J. V. G. Mills, Penerj.). Cambridge University Press. https://books.google.com/books/about/Ying_Yai_Sheng_Lan.html?id=DjQ9AAAAIAAJ
Maghfiroh, F. (2019). Toleransi umat Beragama: Studi posisi umat Islam di Kerajaan Majapahit [Doctoral dissertation]. UIN Sunan Ampel Surabaya. http://digilib.uinsby.ac.id/31570/
Mashud, I. (2021). Kearifan lokal epigrafi Islam masa Majapahit pada makam nisan Troloyo. LIPI Press. https://doi.org/10.14203/press.295
Mustopo, M. H. (2002). Lintas budaya pada masa peralihan di Jawa Timur abad XV-XVI M (Kontinuitas dalam Budaya Islam).
Ricklefs, M. C. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008 (1 ed.). PT. Serambi Ilmu Semesta.
Sjamsuddin, H. (2007). Metodologi sejarah. Ombak.
Sofwan, R. (2004). Islamisasi di Jawa. Pustaka Pelajar.
Sofyan, Y. M. (2010). Kekuasaan Jawa: Studi komparatif sistem kekuasaan Kerajaan Majapahit dan Demak [Skripsi]. UIN Syarif Hidayatullah. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2212
Sulistiono, B. (2009). Arkeologi Islam Nusantara: Masalah dan solusinya. Litbang Departemen Agama, 1–25.
Tjandrasasmita, U. (2009). Arkeologi Islam Nusantara (D. Salim, Ed.). Direktorat Jenderal Kebudayaan. http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=6603&keywords=arkeologi+islam+nusantara
Wibowo, A. (1983). Nagarakertagama dan Trowulan. Berkala Arkeologi, 4(1). https://doi.org/10.30883/jba.v4i1.300
Widayanti, A. (2015). Makam Troloyo Trowulan Mojokerto”: Kajian arkeologi dan sejarah [Doctoral Dissertation]. UIN Sunan Ampel Surabaya. http://digilib.uinsby.ac.id/2547/
Siong, H. B. (2001). A short note on a few uncertain links in the Han Lineage. Archipel, 62, 43–52.
Couperus, L. (2017). De Stille Kracht: Kekuatan diam (Edisi Terjemahan Bahasa Indonesia oleh Christina Dewi Elbers). Kanisius.
De Vries, E. (1931). Landbouw en welvaart in het regentschap Pasoeroean; Bijdrage tot de kennis van de sociale economie van Java [PhD thesis]. University of Wageningen, the Netherlands. Veenman & Zonen.
Domis, H. J. (2020). Pasuruan 1830: Catatan H. J. Domis (Suntingan Teks dan Alih Bahasa oleh Ratih Kirana S.P & Dian Soni A). Perpusnas Press.
Haryono, S. (2017). Perkawinan strategis: Hubungan keluarga antara opsir-opsir Tionghoa dan ‘cabang atas’ di Jawa pada abad ke-19 dan 20. Steve Haryono.
Lombard-Salmon, C. (1991). The Han Family of East Java. Entrepreneurship and politics (18th-19th Centuries). Archipel, 41, 53–87.
Raffles, T. S. (2014). The history of Java. Penerbit Narasi
Reitsma, S. A. (1928). Korte geschiedenis der Nederlandsch-indische spoor- en tramwegen. Weltevreden G. Kolff & Cc.
s.n. (1938). Short history of the Pamanoekan and Tjiassemlands. Centrale Bibliotheek Kon. Inst. V.D. Tropen Amsterdam.
Shahab, A. (2013). Waktu Belanda mabok lahirlah Batavia. Buku Republika.
Siska, Y. (2018). Geografi sejarah Indonesia. Garudhawaca.
Wertheim, W.F. (1999). Masyrakat Indonesia dalam transisi. Tiara Wacana.
Wiriaatmaja, R., Dasuki, A., & Wildan, D. (2003). Sejarah dan peradaban Cina: Analisis filosofis-historis dan sosia-antropologis. Humaniora Utama Press.
Yusivadi, H. (2008). Budaya Pandalungan multikulturalitas dan hibridisasi budaya antaretnik dalam pemetaan kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah upaya pencarian nilai-nilai positif. Biro Mental Spiritual Pemerintah Provinsi JawaTimur Bekerjasama dengan Kompyawisda Jatim.
Abubakar, A., Krisdiana, R., Hudiyanto, R. R., Handinoto, Pratiningrum, S. S., Balqis, R. H., & Wibawa, M. A. (2020). Dari rimba menjadi kota: Bank Indonesia dalam evolusi Malang Raya. Bank Indonesia Institute.
Basundoro, P. (2016). Pengantar sejarah kota. Penerbit Ombak.
Chawari, M. (2002). Perkotaan Pasuruan di era kolonial Belanda pada sekitar abad XVIII s.d. XIX. Berkala Arkeologi, 22(1), 66–80. https://doi.org/10.30883/jba.v22i1.851
De Graaf, H. J., & Pigeaud, T. G. T. (2019). Kerajaan-kerajaan Islam pertama di Jawa. Mata Bangsa.
De Vries, E. (1931). Landbouw En Welvaart in Het Regentschap Pasoeroean. Veenman & Zonen.
Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kepariwisataan. (2015). Cagar budaya Kota Pasuruan. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kepariwisataan Pasuruan.
Domis, H. J. (2020). De Residentie Passaroeang. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Hamdy, M. I., & Wishnu. (2021). Kawasan elit masyarakat Eropa di Kota Pasuruan tahun 1918-1942. Aatara: e-Journal Pendidikan Sejarah, 10(2), 1–13.
Handinoto. (1990). Sekilas tentang arsitektur Cina pada akhir abad ke-19 di Pasuruan. Dimensi, 15(7), 1–18.
Handinoto. (2015). Pengembangan kota di Jawa abad XVIII sampai pertengahan abad XX-Dipandang dari sudut bentuk dan struktur kotanya. Ombak.
Hudiyanto, R. R. (2011). Menciptakan masyarakat Kota Malang di bawah tiga penguasa, 1914-1950. Lilin.
Ismain, K. (2001). Pabrik gula: Mekanisasi, produksi, dan ekspor (1600-1930). Sejarah: Kajian Sejarah dan Pengajarannya, 6(1), 56–66.
Kartodirdjo, S. (2017). Pendekatan ilmu sosial dalam metodologi sejarah. Ombak.
Kuntowijoyo. (2013). Pengantar ilmu sejarah. Tiara Wacana.
Lombard, C., & Salmon. (1991). The Han Family of East Java. Enterpreneurship and politics (18th-19th Century). Archipel, (41), 53–87.
Nastititi, T. S. (2003). Pasar di Jawa masa Mataram Kuno abad VIII-X Masehi. Dunia Pustaka Jaya.
Niel, R. V. (2003). Sistem tanam paksa di Jawa. LKiS.
Nurhajarini, D. R. (2010). Gemeente Pasuruan 1918-1942. Kota dan Pengembangan Wilayah, 5(10), 819–830.
Onghokham. (2017). Riwayat Tionghoa peranakan di Jawa. Komunitas Bambu.
Reeve, D. (2017). Melihat sejarah Pasuruan di masa kolonial, kapitan Cina dan keluarga Han. Seminar Nasional Sejarah dan Budaya, 10. SMAN 1 Grati.
Rush, J., R. (2000). Opium to Java: Jawa dalam cengkraman bandar-bandar opium Cina, Indonesia Kolonial 1860-1910. Mata Bangsa.
Sien, K. H. (2017). The house of Kwee Sik Poo: An Indonesian-Chinese merchant from Pasuruan. Wacana, 18(1), 237–255.
Soekiman, D. (2014). Kebudayaan indis dari zaman kompeni sampai revolusi. Komunitas Bambu.
Suprapta, B. (2020). Peran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pemanfaatan cagar budaya di Kabupaten Bondowoso sebagai sumber belajar sejarah lokal dan aset unggulan daerah. JPSI: Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 3(1), 25–42.
Tjiptoatmodjo, F. A. S. (1983). Kota-kota pantai di sekitar Selat Madura (abad XVII sampai medio abad XIX) [Disertasi]. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Tutuko, P. (2003). Ciri khas arsitektur rumah Belanda. Jurnal Mentakat, 2(1), 1–14.
Widiah, S. (2018). Studi historis Prasasti Cunggrang sebagai sumber sejarah pada masa Mpu Sindok tahun 929–947 M. AVATARA: e-Journal Pendidikan Sejarah, 6(1), 221–237.
Daldjoeni, N. (1982). Geografi kesejarahan 1: Peradaban dunia (vol. 1). Penerbit Alumni.
Evers, H.-D. (1988). Traditional trading networks of Southeast Asia. Dalam Asian Trade Routes, 35, 89–100.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Polonia, A. (2006). Northwest Portuguese Seaport System in the early modern age: Results of a research project. XIV International Economic History Congress, Helsinki, Session, 58, 1–27.
Zuhdi, S. (2020). Budaya bahari sebagai modal membangun negara maritim Indonesia. Jurnal Maritik Indonesia, 8(2), 127–142.
Downloads
Published
December 31, 2025
HOW TO CITE
Copyright (c) 2025 National Research and Innovation Agency
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












