Templates
Mendaras Puja, Mengemas Tamasya
Synopsis
Buku yang bertajuk “Mendaras Puja, Mengemas Tamasya” ini memuat tujuh (7) bab yang menguraikan kekayaan budaya Tengger dan potensinya dalam sektor pariwisata, khususnya wisata budaya. Pada bab pertama yang bertajuk Pendaras Mantra dibahas mengenai kebertahanan tradisi di Tengger yang tidak lepas dari peranan dukun pandita yang dipercaya sebagai penerus Tumenggung Klewung, putra pertama Roro Anteng-Joko Seger. Kaki Dukun Tumenggung Klewung merupakan sosok yang dititahkan untuk kerahayuan jagad, mendoakan dan menjaga alam seisinya agar selamat. Sebagai penerus, dukun Tengger tidak seperti dukun lainnya yang dipahami awam sebagai sosok yang berurusan dengan hal-hal mistik. Ia berfokus pada tugas menentramkan alam melalui ritual periodik yang diwarnai pembacaan mantra. Selanjutnya pada bab kedua bertajuk Meniti Titah, Menyigi Desakalapatra: Jalan Pemertahanan Bahasa, Sastra, dan Budaya Tengger dibahas mengenai pemertahanan adat dan bahasa Tengger melalui adanya titiluri, adaptasi, anjangsana, dan desamawacara. Adat yang dimiliki masyarakat Tengger merupakan sebuah identitas dan dijadikan sebagai titian hidup sehingga perlu dikonservasi dan dilestarikan. Adapun pada bab ketiga yang bertajuk Menaksir Dialektika Gastro-Sastra Wisata dalam Cangkriman-Sodoran dibahas mengenai makna simbolik yang terkandung dalam Cangkriman-Sodoran dan disampaikan secara implisit dalam ritual. Bab ini juga membahas mengenai cangkriman sebagai bagian dari sastra lisan masyarakat Tengger dan perangai gastronomi-gastrosofi di mana dikandung potensi wisata budaya di dalamnya. Pada bab keempat bertajuk Bale Desa dan Pawonan Tengger dibahas mengenai bagaimana fungsi dan sistem manajemen dalam pawonan Tengger, bagaimana pawonan Tengger dapat merepresentasikan potret guyub rukun dari masyarakat Tengger, serta bagaimana pawonan Tengger dapat menjadi salah satu komoditas budaya yang memiliki daya tarik dalam sektor pariwisata. Adapun pada bab kelima bertajuk Bale Desa dan Perempuan Tengger dibahas mengenai deskripsi setiap ruang balai desa dan fungsinya, peran perempuan di balai desa Tengger, dan peran perempuan dalam ruang adat secara umum. Pada bab keenam bertajuk Potensi Sastra Pariwisata pada Tradisi Pujan Kasanga Tengger dibahas mengenai bentuk, fungsi, dan struktur Pujan Kasanga, unsur sastra dalam Pujan Kasanga yang terdiri atas sastra pertunjukan dan sastra lisan, serta potensi Pujan Kasanga sebagai sastra wisata. Konsep pariwisata sastra pada tradisi Pujan Kasanga adalah aktivitas bernarasi mantra pada kegiatan pembukaan, pertunjukan dramatikal mubeng desa, dan pertunjukan kesenian lokal. Adapun pada bab terakhir atau bab ketujuh yang bertajuk Sega Lembut Kuliner Ikonik Pariwisata Tengger dibahas mengenai dinamika pangan masyarakat Tengger, kesakralan jajanan sesajen Tengger, Sega Lembut dan sambal krangean sebagai kuliner ikonik Tengger; hingga variasi olahan makanan minuman Tengger.
Downloads
Download data is not yet available.
References
Ambarwati, A., Kusuma, R. A., Pratama, Y. A., Astuti, W. P., & Susilowati, N. (2021). Sistem Maro pada Pengelolaan Lahan Pertanian Berkelanjutan di Desa Tlawong. Solidarity: Journal of Education, Society and Culture, 10(2), 117-126.
Anastassia, Dede Fitriana. (2017). Apakah Kamu Teman Yang Amanah? Psikologi Indijinus: Teman Yang Amanah Pada Masyarakat Melayu. Jurnal Psikologi 12(1):41–47. Retrieved June 05, 2020 (http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/psikologi/article/view/2769)
Anggorowati, Puput and Sarmini. (2015). Pelaksanaan Gotong-Royong Di Era Global (Studi Kasus Di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan). Jurnal Kajian Moral Dan Kewarganegaraan 1(3):39–53. Retrieved May 10, 2020 (https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikankewarganegaraa/article/view/10766)
Ariesa, Y. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Dengan Menggunakan Analisis Faktor Konfirmatori. Jurnal Abdi Ilmu, 12(1), 8-18.
Astawan, Made. (2013). Jangan Takut Makan Enak Sehat Dengan Makanan Tradisional. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.
Astika, I Made dan Yasa, I Nyoman. (2014). Sastra Lisan: Teori dan Penerapannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ayuninggar, D. P., Antariksa, A., & Wardhani, D. K. (2012). POLA HUNIAN TEMPAT TINGGAL MASYARAKAT TENGGER DESA WONOKITRI KABUPATEN PASURUAN (The Dwelling Pattem of Tengger Community at Wonokitri Village of Pasuruan District). Tesa Arsitektur, 10(1), 29-41.
Baiquni, M., Harmayani, E., & Widyaningsih, Y. A. (2018). Potensi makanan tradisional kue kolombeng sebagai daya tarik wisata di daerah istimewa yogyakarta. Home Economics Journal, 2(2), 40-47.
Brata, Ida Bagus. (2016). Kapitalisasi Ruang Terbuka Tradisional sebagai Komoditas. Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM), Unmas Denpasar.
Budaya. Rimanews. (2016). Link diakses pada 04 Juli 2022 http://budaya.rimanews.com/: http://budaya.rimanews.com/read/20140519/151846/Indra-Ketaren-Antara-Gastronomi-dan-Kuliner
Cahyadi, R. & Gunawan, J. (2009). Pariwisata Pusaka Masa Depan bagi kita, Alam & Warisan Budaya Bersama. Jakarta: UNESCO & Program Vokasi Pariwisata UI.
Cahyani, D., & Maftuhah, A. (2018). Perempuan Di Titik Lima Drajat Celsius: Fenomenologi Relasi Gender Masyarakat Suku Tengger Argosari. An-Nisa’, 11(2), 197–206. https://lumajangkab.go.id/kecsenduro
Cathrin, S. (2017). Tinjauan Filsafat Kebudayaan Terhadap Upacara Adat Bersih-Desa Di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jurnal Filsafat, 27(1), 30–64. https://doi.org/10.22146/jf.22841
Darihastining, Susi. (2016). Etnopuitika Sastra Pentas Jidor Sentulan. Malang. Aditya Media Publising.
Darsoprajitno, H. S. (2021). Ekologi Pariwisata. Bandung: Titian Ilmu.
Dewi, Trisna Kumala Satya. 2021. Rempah dan Makanan Ritual dalam Tradisi Bersih Desa di Daerah Solo Raya. Yogyakarta: Penerbit PT Kanisius.
Djindan, Nabillah dan Lauder, Multamia RMT. (2021). Penelusuran Toponimi Pegunungan di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jurnal Pesona, Volume 7 No. 1 (2021) Hlm. 14-24 (https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/pesona/article/view/1377/785)
Febriani, R., & Riyanto, E. D. (2021). Upacara Adat Tengger di Ambang Komodifikasi: Merawat Tradisi dari Ancaman Desakralisasi. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 23(2), 148–156. https://doi.org/10.29062/engagement.v3i2.67
Febriani, Rahmi. (2018). Wong Tengger: Sebuah Role Model Kesetaraan Gender. Kumpulan Esai 10 Besar DENUSC, September, 31–37. https://www.researchgate.net/profile/Rahmi-Febriani/publication/327515880_Wong_Tengger_Sebuah_Role_Model_Kesetaraan_Gender/links/5b9313f2299bf147392493a5/Wong-Tengger-Sebuah-Role-Model-Kesetaraan-Gender.pdf
Febriani, R., Cesarilla W. Prihandini, dan Mareta S. Manda. (2018). Slametan Tengger sebagai Mekanisme dalam Menjaga Tradisi dan Membangun Integrasi. IRONS Prosiding Volume 9.
Firmanda, G. E., Effendy, C., & Priyadi, A. T. (2018). Struktur dan Fungsi Sastra Lisan Masyarakat Senganan Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 7(3), 1–10. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/24431/75676576043
Fitrianita, E., Fanny Widyasari, dan Widiasari Indah Pratiwi. (2018). Membangun Etos dan Kearifan Lokal melalui folklor: Studi Kasus folklor di Tembalang Semarang. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 2(1).
Sukmawan, S., & Febriani, R. (2018). Perempuan-Perempuan Pemeluk Erat Adat: Studi Etnografi Perempuan Tengger. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.25273/linguista.v2i1.2682
Sukmawan, S., Ramadhani, A. K., & Firdaus, E. N. (2020). Pesan Edukasi Seksual bagi Remaja Tengger Melalui Tari Sodoran. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 4(2), 109–118.
Sukmawan, S., Rizal, M. S., & Nurmansyah, M. A. (2018). Green Folklore. UB Press.
Sukmawan, S., Rizal, M. S., & Rohman, M. F. (2018). KAMPUNG KULSERVASI (KULINER DAN KONSERVASI) WANAMERTA, TENGGER: KONSEP PARIWISATA HIJAU. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 2(2), 99–107. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2018.002.02.06
Sukmawan, Sony . (2015). Sastra Lingkungan: Sastra Lisan Jawa dalam Perspektif Ekokritik Sastra, Malang, UB Press.
Sukmawan, Sony dan Lestari Setyowati. (2021). Women in Mount Tengger Folklores: Their Presence, Position and Environmental Knowledge of Disaster Mitigation. Jurnal Humaniora. 33(2): 127–133.
Sukmawan, Sony dkk. (2020). Sangsaka Saujana Tenger, Edisi ke-1. Malang: MNC Publishing.
Sukmawan, Sony. (2017). Kearifan Ekologi dalam Sastra Lisan Tengger dan Pemanfaatannya Sebagai Sarana Mitigasi Bencana, Laporan Penelitian DPP/SPP 2017.
Suparlan, Parsudi. (1994). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Program Pascasarjana.
Suparni, I., & Wulandari, A. (2012). Herbal Nusantara 1001 Ramuan Tradisional Asli Indonesia. Yogyakarta: ANDI OFFSET.
Suyanto, Budi dan Fernandez, Inyo Yos. (2005). Pemakaian Bahasa Ritual di Tengger: Kajian Dialektologi Diakronis. Humanika, 18 (1).129:148
Sutarto, A. (2008). Kamus Budaya dan Religi Tengger. Lembaga Penelitian Universitas Jember.
Taqwani, M. D. (2012). Analisis Kebudayaan Gastronomi dan Tindak Tutur dalam Kajian Progmatik pada fim Ratatoile. A-research. upi. edu, 55.
Tiofani, Krisda. (2021). Apa Itu Bulgur? Gandum yang Belum Pernah Diolah Peserta Masterchef Indonesia. Link diakses pada 04 Juli 2022 https://www.kompas.com/food/read/2021/06/19/213600975/apa-itu-bulgur-gandum-yang-belum-pernah-diolah-peserta-masterchef-indonesia?page=all
Triyoga, Lucas Sasongko. (2010). Merapi dan Orang Jawa: Persepsi dan Kepercayaannya. Jakarta: Grasindo.
Tuwu, D. (2018). Peran Pekerja Perempuan Dalam Memenuhi Ekonomi Keluarga: Dari Peran Domestik Menuju Sektor Publik. Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 13(1), 63. https://doi.org/10.31332/ai.v13i1.872
Wahyuningsih, R., & Pradana, G. W. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Desa Hendrosari Melalui Pengembangan Desa Wisata Lontar Sewu. Publika, 9(2), 323–334.
Wahyuningsih, T. (2011). Sistem bagi hasil maro sebagai upaya mewujudkan solidaritas masyarakat. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 3(2).
Warsaa, Yogi Widya Saka. (2019). Visualisasi Upacara Tawur Agung Kesanga dalam Film Dokumenter “Di Balik Awan Tengger.Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni. 4(1), 68-83. DOI: - . http://journal.isi.ac.id/index.php/invensi/article/view/2671 .
Warouw, J. Nicolaas et al. (2012). Inventarisasi dan Komunitas Adat Tengger Ngadisari Sukapura Probolinggo Jawa Timur. Yogyakarta: Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB).
Wulandari, F., & Batoro, J. (2016). Etnobotani Jagung (Zea mays L.) Pada Mayarakat Lokal di Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang | Wulandari | Biotropika: Journal of Tropical Biology. Journal Tropical Biology, 4(1), 17–24.
Yuliati, Y. (2011). Perubahan Ekologis dan Strategi Adaptasi Masyarakat di Wilayah Tengger. UB Press.
Downloads
Published
September 8, 2026
HOW TO CITE
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Details about this monograph
ISBN-13 (15)
978-623-296-622-2












