Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar

Authors

Eko Endarmoko
nonafiliasi

Synopsis

Bunga rampai ini berisi 49 tulisan tentang masalah kebahasaan yang pernah dimuat dalam majalah Tempo dan harian Kompas. Secara umum, buku ini menyajikan panorama soal-soal kebahasaan yang "remeh", mulai dari lingkup bunyi dan ejaan, aspek-aspek makna dan konteks, hingga ihwal kebijakan pemerintah dalam soal bahasa kebangsaan kita. Tidak sedikit tulisan dengan perspektif yang barangkali belum banyak ditilik orang dengan bersungguh-sungguh. Itulah perspektif yang hendak mengajak para pemerhati bahasa agar tidak tergesa-gesa menyalahkan penutur di tengah perbantahan mengenai siapa atau apa biang keladi kesemrawutan bahasa kita. Sudut pandang ini mencoba memeriksa mengapa banyak penutur agak enggan mengindahkan aturan bahasa Indonesia.

Buku Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar hadir untuk menggugah kesadaran akan segi-segi bahasa yang kurang atau belum banyak diketahui penutur bahasa Indonesia dan membangun kesadaran akan perlunya tertib berbahasa. Buku ini terbagi tematis atas empat bagian, yaitu pengejawantahan aturan bahasa Indonesia di dalam praktik berbahasa; aspek-aspek kata, seperti posisi dan perilakunya, baik dalam hal bentuk maupun arti; kata dari aspek maknanya; serta penajaman dan pendalaman dari topik-topik sebelumnya. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi peneliti atau akademisi bidang kebahasaan, para pemerhati bahasa, dan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia pada umumnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Eko Endarmoko, nonafiliasi

Eko Endarmoko, kelahiran Tarempa, Kepulauan Riau, 6 Oktober 1959. Ia pernah belajar Bahasa dan Sastra di Jurusan Sastra Indonesia FSUI (sekarang FIB UI, 1980— 1986), bekerja sebagai wartawan di majalah perbukuan Optimis (1984—1985) sebelum ikut membidani dan kemudian menjabat Redaktur Pelaksana Berita Buku terbitan Ikapi Pusat (1987— 1989). Pernah pula ia bekerja sebagai penyunting—yang masih dilakoninya sampai sekarang—di Penerbit Pustaka Utama Grafiti (1989—1997). Sejak pertengahan 1997 ia bergabung dengan Komunitas Utan Kayu, institusi yang kemudian menjelma Komunitas Salihara pada 2008, hingga nonaktif terhitung sejak 2013. Menulis esai dan kritik kebahasaan dan sastra di pelbagai media cetak, seperti Basis, Horison, Kalam, Kompas, Tempo, Berita Nasional, Suara Karya. Belakangan perhatiannya lebih fokus pada bahasa Indonesia dan menuangkan pemikirannya mengenai soal itu ke dalam sejumlah tulisan untuk, antara lain, majalah Tempo, harian Kompas dan di portal Beritagar. Bukunya yang telah terbit Tesaurus Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006), Tesamoko, Tesaurus Bahasa Indonesia Edisi Kedua (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2016), Remah-Remah Bahasa, Perbincangan dari Luar Pagar (Yogyakarta: Bentang, 2017), dan Polisi Bahasa, Tentang Peran Penutur yang Absen (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2019).

References

Sumber Tulisan

Aturan Berbahasa, Aturan Kita

1.“W.J.S. Poerwadarminta, Bapak Kamus Indonesia”

Tempo, 19 Mei 2008

2. “Bahasa Kebangsaan”

Tempo, 9 Oktober 2006

3. “Yang Datang dan Pergi”

Kompas, 14 Oktober 2017

4. “Tata Kata”

Tempo, 31 Mei 2010

5. “Heran”

Kompas, 6 Juni 2015

6. “Xenofobia”

Tempo, 14 Januari 2007

7. “Aturan Asyik”

Kompas, 3 Oktober 2015

8. “Rudin”

Tempo, 23 April 2006

9. “Sengkarut Undang-Undang Bahasa”

Tempo, 26 Maret 2007

Memaknai Kaidah Bahasa

1. “(Bukan) Sesat Bahasa”

Kompas, 7 Februari 2015

2. “Bahasa Baku”

Tempo, 4 April 2015

3. “Bentuk Bersaing”

Tempo, 13 November 2017

4. “Dari VOC ke Bahenol”

Kompas, 1 November 2014

5. “Singkat Kata”

Kompas, 4 Oktober 2014

6. “Dua Tentang”

Kompas, 1 Agustus 2015

7. “Genit”

Tempo, 4 Mei 2009

8. “Kaidah yang Goyah”

Tempo, 23 Juni 2014

9. “Kata (Kem)Ayu”

Tempo, 29 Desember 2014

10. “Dikontrakan atau Di kontrakkan”

Kompas, 19 Agustus 2017

11. “Memakai Tesamoko”

Kompas, 7 Mei 2016

12. “Makna yang Merewang”

Kompas, 5 September 2015

13. “Mengendali”

Kompas, 7 Oktober 2017

14. “Menyinyalir”

Kompas, 14 Juni 2014

15. “Pesona Bicara Canggih”

Kompas, 10 Januari 2015

16. “Proses”

Kompas, 4 Juli 2015

17. “Sundal Bolong”

Tempo, 13 Januari 2014

18. “Tapi Sebagai Awal”

Tempo, 17 Februari 2008

Kesantunan dalam Berbahasa

1. “Bahasa Menunjukkan Bangsa”

Tempo, 16 Juli 2006

2. “Bahasamu Kastamu”

Kompas, 7 November 2015

3. “Cemar”

Tempo, 28 November 2016

4. “Paradoks”

Tempo, 24 Agustus 2009

5. “Polisi Kitab”

Kompas, 11 November 2017

Bahasa dalam Komunikasi

1. “Membakar Buku, Merayakan Kemerdekaan”

Tempo, 26 Agustus 2007

2. “Bulur”

Tempo, 1 September 2014

3. “Gerbong”

Tempo, 24 September 2017

4. “Ingin Kebelet”

Kompas, 10 Desember 2016

5. “Kampung Halaman”

Kompas, 7 Maret 2015

6. “Kisah”

Kompas, 6 September 2014

7. “Mengomunikasikan atau Menyampaikan”

Kompas, 6 Desember 2014

8. “Merah Putih”

Kompas, 4 April 2015

9. “Tikus yang Tak Mati-Mati”

Kompas, 2 Mei 2015

Published

August 20, 2026
HOW TO CITE