Templates
Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar
Synopsis
Bunga rampai ini berisi 49 tulisan tentang masalah kebahasaan yang pernah dimuat dalam majalah Tempo dan harian Kompas. Secara umum, buku ini menyajikan panorama soal-soal kebahasaan yang "remeh", mulai dari lingkup bunyi dan ejaan, aspek-aspek makna dan konteks, hingga ihwal kebijakan pemerintah dalam soal bahasa kebangsaan kita. Tidak sedikit tulisan dengan perspektif yang barangkali belum banyak ditilik orang dengan bersungguh-sungguh. Itulah perspektif yang hendak mengajak para pemerhati bahasa agar tidak tergesa-gesa menyalahkan penutur di tengah perbantahan mengenai siapa atau apa biang keladi kesemrawutan bahasa kita. Sudut pandang ini mencoba memeriksa mengapa banyak penutur agak enggan mengindahkan aturan bahasa Indonesia.
Buku Remah-Remah Bahasa: Perbincangan dari Luar Pagar hadir untuk menggugah kesadaran akan segi-segi bahasa yang kurang atau belum banyak diketahui penutur bahasa Indonesia dan membangun kesadaran akan perlunya tertib berbahasa. Buku ini terbagi tematis atas empat bagian, yaitu pengejawantahan aturan bahasa Indonesia di dalam praktik berbahasa; aspek-aspek kata, seperti posisi dan perilakunya, baik dalam hal bentuk maupun arti; kata dari aspek maknanya; serta penajaman dan pendalaman dari topik-topik sebelumnya. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi peneliti atau akademisi bidang kebahasaan, para pemerhati bahasa, dan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia pada umumnya.
Downloads
Download data is not yet available.
References
Sumber Tulisan
Aturan Berbahasa, Aturan Kita
1.“W.J.S. Poerwadarminta, Bapak Kamus Indonesia”
Tempo, 19 Mei 2008
2. “Bahasa Kebangsaan”
Tempo, 9 Oktober 2006
3. “Yang Datang dan Pergi”
Kompas, 14 Oktober 2017
4. “Tata Kata”
Tempo, 31 Mei 2010
5. “Heran”
Kompas, 6 Juni 2015
6. “Xenofobia”
Tempo, 14 Januari 2007
7. “Aturan Asyik”
Kompas, 3 Oktober 2015
8. “Rudin”
Tempo, 23 April 2006
9. “Sengkarut Undang-Undang Bahasa”
Tempo, 26 Maret 2007
Memaknai Kaidah Bahasa
1. “(Bukan) Sesat Bahasa”
Kompas, 7 Februari 2015
2. “Bahasa Baku”
Tempo, 4 April 2015
3. “Bentuk Bersaing”
Tempo, 13 November 2017
4. “Dari VOC ke Bahenol”
Kompas, 1 November 2014
5. “Singkat Kata”
Kompas, 4 Oktober 2014
6. “Dua Tentang”
Kompas, 1 Agustus 2015
7. “Genit”
Tempo, 4 Mei 2009
8. “Kaidah yang Goyah”
Tempo, 23 Juni 2014
9. “Kata (Kem)Ayu”
Tempo, 29 Desember 2014
10. “Dikontrakan atau Di kontrakkan”
Kompas, 19 Agustus 2017
11. “Memakai Tesamoko”
Kompas, 7 Mei 2016
12. “Makna yang Merewang”
Kompas, 5 September 2015
13. “Mengendali”
Kompas, 7 Oktober 2017
14. “Menyinyalir”
Kompas, 14 Juni 2014
15. “Pesona Bicara Canggih”
Kompas, 10 Januari 2015
16. “Proses”
Kompas, 4 Juli 2015
17. “Sundal Bolong”
Tempo, 13 Januari 2014
18. “Tapi Sebagai Awal”
Tempo, 17 Februari 2008
Kesantunan dalam Berbahasa
1. “Bahasa Menunjukkan Bangsa”
Tempo, 16 Juli 2006
2. “Bahasamu Kastamu”
Kompas, 7 November 2015
3. “Cemar”
Tempo, 28 November 2016
4. “Paradoks”
Tempo, 24 Agustus 2009
5. “Polisi Kitab”
Kompas, 11 November 2017
Bahasa dalam Komunikasi
1. “Membakar Buku, Merayakan Kemerdekaan”
Tempo, 26 Agustus 2007
2. “Bulur”
Tempo, 1 September 2014
3. “Gerbong”
Tempo, 24 September 2017
4. “Ingin Kebelet”
Kompas, 10 Desember 2016
5. “Kampung Halaman”
Kompas, 7 Maret 2015
6. “Kisah”
Kompas, 6 September 2014
7. “Mengomunikasikan atau Menyampaikan”
Kompas, 6 Desember 2014
8. “Merah Putih”
Kompas, 4 April 2015
9. “Tikus yang Tak Mati-Mati”
Kompas, 2 Mei 2015
Published
August 20, 2026
HOW TO CITE
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












