Templates
Menjadi Jawa: Orang Tionghoa dan Kebudayaan Jawa di Surakarta, 1895–1998
Synopsis
Buku ini pada dasarnya bercerita tentang interaksi sosial dan kultural antara orang-orang Tionghoa dan Jawa. Interaksi sosial berkenaan dengan hubungan orang-orang Tionghoa dan masyarakat etnis Jawa di Surakarta dalam kehidupan yang kompleks dan dinamis. Interaksi kultural berkenaan dengan hubungan orang-orang Tionghoa dengan nilai-nilai dan unsur-unsur Kebudayaan Jawa. Dalam kenyataannya, kedua jenis interaksi ini tidak bertemu. Dalam interaksi sosial timbul masalah kesenjangan yang bersifat latent dan kadang-kadang menjadi penyulut timbulnya kerusuhan. Sebaliknya dalam interaksi kultural, orang-orang Tionghoa tertentu, baik sebagai individu maupun komunitas, melebur ke dalam nilai-nilai dan unsur-unsur Kebudayaan Jawa. Dalam realitas sosial orang-orang Tionghoa di Surakarta senantiasa mendapat stigma dan citra jelek, padahal dalam realitas kultural orang-orang Tionghoa ikut berperan dalam pembentukan dan pengembangan Kebudayaan Jawa. Tanpa mengabaikan realitas sosial seperti itu, perhatian utama tulisan ini ditujukan pada interaksi kultural antara orang-orang Tionghoa dan Jawa, yaitu orang-orang Tionghoa di Surakarta yang ‘menjadi Jawa’.
Downloads
Download data is not yet available.
References
Achmad DS. (1982, 21 Oktober). Kyai Slamet Lari dari Kandangnya Ketika Kota Sala Gelap 45 Menit. Dalam Pikiran Rakyat.
Alfian, Teuku Ibrahim. (1997). Masalah Eksplanasi dalam Disiplin Sejarah. Makalah untuk seminar Metodologi Sejarah di UGM Yogyakarta.
Alfian, Teuku Ibrahim. (2004). Paradigma dalam Merekonstruksi Fenomena Sejarah. Makalah untuk Seminar Internasional Seni Pertunjukan Indonesia di STSI Surakarta, 3-4 Juli 2004.
Ampera. (1972, Oktober). R.T. Hardjonagoro dan Ilmu Paduwungan.
Angkatan Bersenjata. (1972, 18 September). Upacara Wisuda Bupati Anom di Kraton Surakarta: Setelah 240 Tahun, Kini Ada Lagi Pengangkatan Bupati Anom Berasal dari WNI Keturunan Asing.
Angkatan Bersenjata. (1972, 20 September). Upacara Kebesaran di Kraton Surakarta Wisudha Bupati Sepuh dan Bupati Anom.
Anwari. (1999). Indonesia Tertawa: Srimulat sebagai Sebuah Subkultur. LP3ES.
Arifin, Ny. E. (1987, Oktober). Museum Radyapustaka Surakarta. Dalam Dharma Wanita.
Arn dan Est. (1988, 21 Maret). Batik Tradisional Tidak Terhempas. Dalam Masa Kini.
ASKI Surakarta. (1986, 12 April). Pergelaran Seni Tradisi. Program note.
ASKI Surakarta. (1988, 15 Januari). Pergelaran Karawitan dan Tari dalam rangka Kunjungan Bapak Soerono beserta Ibu dan Bapak Yulius Tahiya. Program note.
Becker, Howard S. (1984). Art Worlds. Unuversity of California Press.
Berkhofer, Jr. Robert F. (1969). A Behavioral Approach to Historical Analysis. A Free Press Paperback, The Macmillan Company.
Boskoff, Alfin. (1964). Recent Theories of Social Change. Dalam Werner J. Cahman dan Alfin Boskoff, ed. (1964). Sociology and History. The Free Press of Glencoe.
Brandon, James R. (2003). Jejak-Jejak Seni Pertunjukan di Asia Tenggara. Terjemahan R.M. Soedarsono. P4ST UPI.
Buku Kenang-Kenangan PLKJ Award III. (1995, 28 Januari).
Carey, Peter. (1985). Orang Jawa dan Masyarakat Cina 1755-1825. Pustaka Azet.
Chudori, Leila S., R. Fadjri, dan Kastoyo Ramelan. (1990, 21 Juli). Biarpun Ong Tae Hae Menyesali. Dalam Tempo.
Creel, H.G. (1990). Alam Pikiran Cina Sejak Confucius sampai Mao Zedong. Tiara Wacana.
Cribb, Robert. ed. (2004). Pembantaian PKI di Jawa dan Bali 1965––1966 . Mata Bangsa, Cetakan Kelima.
Cushman, Jennifer dan Wang Gungwu (ed.). (1991). Perubahan Identitas Orang Cina di Asia Tenggara. Pustaka Utama Grafiti.
Damais, Sudarmadji J.H. (1979). Bung Karno dan Seni. Yayasan Bung Karno.
Dharmawan, Indrasari. (1993). “Silsilah Keluarga Gan”, Naskah Ketikan tidak diterbitkan.
Diah, Herawati. (1958, Maret). Ia Menyanyi dan Mencipta. Dalam Keluarga, Th. VI No. 3.
Diarto. (1965, 7 Nopember). Selembar Surat dari Kota Bengawan: Mengapa Madiun Mesti Diulangi?. Dalam Sinar Harapan.
Diarto. (1983, 16 Oktober). Mencari Bunga Nasional: Anggrek Bulan atau Vanda Macan. Dalam Sinar Harapan.
Diarto. (1985, 24 Pebruari). Kraton Surakarta Menjelang Masa Depan Gaya Baru. Dalam Sinar Harapan.
Diarto. (1985, 30 Juli). Empu Muda dari Surakarta Berpameran di Jakarta. Dalam Sinar Harapan.
Diarto. (1985, Agustus). Dan Lahirlah Mpu Muda Tosan Aji. Dalam Dharma Nyata.
Diarto. (1986, 16 September). Dalam Era Baru Teknologi, Pembuatan Keris Masih Bertahan di Jawa dan Bali. Dalam Sinar Harapan.
Diarto. (1986, 30 Nopember). Kerisé Mpu Gandring lan Pedhangé Siegfried Sawisé Kraton Diuntal Geni. Dalam Jayabaya. No. 14.
Diarto. (1987, 17 Juli). ASKI Solo Patut Melestarikan Kekayaan Budaya Kraton. Dalam Suara Pembaruan.
Djajasoebrata, Alit Veldhuisen. (1972, Desember). “Weavings of Power and Might The Glory of Java” dalam Textile Museum Journal, Vol. III, No 3.
Djulianto. (1987, 13 Oktober). Ribuan Benda Purbakala Masih di Tangan Kolektor. Dalam Suara Pembaruan.
Djumena, Nian S. (1990). Batik dan Mitra. Penerbit Djambatan.
Edisi Khusus 5 Tahun Reformasi. (2003, 19– 5 Mei). Tempo. No.12/XXXII.
Elliot, Inger McCabe. (1978). Batik: Fabled Cloth of Java. Clarkson N. Potter, Inc./ Publisher.
Florida, Nancy K. (2003). Menyurat Yang Silam Menggurat Yang Menjelang, Sejarah Sebagai Nubuat di Jawa Masa Kolonial. Bentang Budaya.
Garraghan, Gilbert J. (1957). A Guide to Historical Method. Fordham University Press.
Geertz, Clifford. (1992). Politik Kebudayaan. Kanisius.
Geertz, Clifford. (1992). Tafsir Kebudayaan. Kanisius.
Geldern, Robert Heine. (1982). Konsepsi Tentang Negara dan Kedudukan Raja di Asia Tenggara. Terjemahan Deliar Noer. CV Rajawali, Cetakan Kedua.
Giarso. (1973, 24 Maret). 1 Suro, Tahun Baru Jawa di Solo. Dalam Vista, No. 148.
Giddens, Anthony. (2003). The Constitution of Society, Teori Strukturasi untuk Analisis Sosial. Terjemahan Adi Loka Sujono. Pedati.
Gittinger, Mattiebelle. (1979). Conversation with Batik Master. Dalam Textile Museum Journal.
Graff, H.J. de., dan Pigeaud. (1985). Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Pustaka Pelajar.
Graff, H.J. de., dkk. (1998). Cina Muslim di Jawa abad XV dan XVI, Antara Historisitas dan Mitos. Tiara Wacana.
Groenendael, Victoria M. Clara van. (1987). Dalang Di Balik Wayang. PT Pustaka Utama Grafiti.
Hadiwidjojo. (1990). Bedaya Ketawang. Dalam Soewito Santoso, ed., Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Handipaningrat. (1990). Perayaan Sekaten Dipandang dari Sudut Agama Islam. Dalam Soewito Santoso, ed., Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Hardjanto MS. (1985, 25 Agustus). Pertama Kali di Indonesia, Koleksi Benda Purbakala Diserahkan kepada Pemerintah. Dalam Minggu Ini.
Hardjonagoro. (1972, 22 September). Dadi Luhur Trusing Wardoyo. Haturipun R.T. Hardjonagoro ing Pahargyan Wisudan Bupati Anom Anon-Anon, ing Museum Radyapustaka.
Hardjonagoro. (1976, 20 Maret). Karya Pembatikan Hardjono Go Tik Swan – RT Hardjonagoro. Sebuah hand-out untuk ceramah di Museum Tekstil Indonesia di Jakarta.
Hardjonagoro. (1979). The Place of Batik in the History and Philosophy of Javanese Textiles: A Personal View. Translated R.J. Holmgren. Irene Emery Roundtable on Museum Textiles 1979 Proceedings. The Textile Museum.
Hardjonagoro. (1982, 20 Desember). Senjata dalam Gelar Perang Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma Mataram. Naskah untuk Ceramah dihadapan Wakil Presiden Adam Malik di Keraton Surakarta.
Hardjonagoro. (1984, 4–6 April). Batik. Makalah dalam Konferensi tentang Perkembangan Industri-Industri Kerajinan Jawa dan Bali.
Hardjonagoro. (1987, 11 Nopember). Pembicaraan Tilpun Hardjonagoro dengan Sri Susuhunan P.B. XII. Naskah ketikan untuk arsip pribadi.
Hardjonagoro. (1987, 21 Nopember). Keseimbangan. Makalah untuk Seminar Tari di STSI Surakarta.
Hardjonagoro. (1988, 15 Nopember). Biodata R.T. Hardjosoewarno. Naskah ketikan.
Hardjonagoro. (1991). Kebudayaan Agraris Feodal, Kebudayaan Agraris Industri. Makalah untuk Kongres Kebudayaan.
Hardjonagoro. (1991, 29 Oktober). Pemeliharaan dan Pelaksanaan Warisan Kebudayaan Nasional. Makalah untuk Kongres Kebudayaan,.
Hardjonagoro. (1997, 5 Desember). Batik dan Nilai Agraris. Makalah.
Hardjonagoro. (2001). Kirab Pusaka. PT Solo Murni.
Hardjonagoro. (2001). Lambang Alam Semesta dan Kesejahteraan. PT Solo Murni.
Hardjonagoro. T.T. Surat Wasiat. Naskah ketikan untuk arsip pribadi.
Hardosoekarto, Sapardal. (1925). Titi Asri. N.V. Budi Utama.
Hasanudin. (2001). Batik Pesisiran, Melacak Pengaruh Etos Dagang Santri pada Ragam Hias Batik. Kiblat.
Hastanto, Sri. (1990, 28 Oktober). Éling Lawan Waspada. Naskah Narasi Pengantar Kalatida pada Peringatan 100 Tahun Radyapustaka.
Hastanto, Sri. Bedaya Temanten. Program Note.
Hauser, Arnold. (1982). The Sociology of Art. Translated Kenneth J. Northcott. The University of Chicago Press.
Hersapandi. (1999). Wayang Wong Sriwedari dari Seni Istana menjadi Seni Komersial. Yayasan Untuk Indonesia.
Historicus. (1957). Kenang-Kenangan Perayaan Ulang Tahun Pertama Dharma Budaya Surakarta, 1 Nov. 1956––1 Nov. 1957.
Holt, Claire. (2000). Melacak Jejak Perekembangan Seni di Indonesia, Terjemahan R.M. Soedarsono. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Honggo, Herryanto. (1994 11–20 Pebruari). Go Tik Swan Mendapat Gelar Kanjeng Raden Haryo Tumenggung. Dalam Liberty No. 1829 Th. ke-41.
Houben, Vincent J.H. (2002). Keraton dan Kompeni Surakarta dan Yogyakarta, 1830––1870. Bentang Budya.
Husodo, Putut Tri. (1990, 21 Juli). Dari Muhammad sampai Kho Ping Hoo. Dalam Tempo.
Hutomo. (1990, 2 Januari). Menparpostel Menjanjikan Rehabilitasi Radyapustaka. Dalam Kedaulatan Rakyat.
Ibrahim, Julianto. (2004). Bandit dan Pejuang di Simpang Bengawan, Kriminalitas dan Kekerasan Masa Revolusi di Surakarta. Bina Citra Pustaka.
Indonesian Heritage. 1999. Performing Arts. Buku Antar Bangsa.
Jadi, S. (1985, 10 Pebruari). Secara Mistis Keraton Surakarta Telah Lenyap. Dalam Minggu Ini.
Jahja, Junus. (T.T). Garis Rasial Garis Usang Liku-Liku Pembauran. Bakom PKB.
Janarto, Herry Gendut. (1990). Teguh Srimulat Berpacu dalam Komedi dan Melodi. Penerbit PT Gramedia.
Jasper, J.E. dan Mas Pirngadi. (1916). Seni Kerajinan Pribumi di Hindia Belanda: Seni Batik. De Boek & Kunstdrukkerij V/N Mouton & Co.
Jono, L. (1983, 18 Oktober). Alih Generasi di Bidang Kebudayaan Tradisional Berjalan Secara Lamban. Dalam Sinar Harapan Selasa 18 Oktober 1983.
Jono, L. (1983, 18 Oktober). Alih Generasi di Bidang Kebudayaan Tradisional Berjalan Secara Lamban. Dalam Sinar Harapan.
Juwono, Benny. (1999). Etnis Cina di Surakarta 1890-1927: Tinjauan Sosial Ekonomi. Dalam Lembaran Sejarah Volume 2, No. 1. h. 50–80.
Kaplan, David. dan Albert A. Manners. (2000). Teori Budaya. Pustaka Pelajar, Cetakan Kedua.
Kartodirdjo, Sartono. (1990). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: Sejarah Pergerakan Nasional, Dari Kolonialisme Sampai Nasionalisme. PT Gramedia.
Kartodirdjo, Sartono. (1992). Pendekatan Ilmu-Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Gramedia Pustaka Utama.
Kayam, Umar. (1981). Seni Tradisi Masyarakat. Penerbit Sinar Harapan.
Kayam, Umar. (1983). Ngesti Pandowo: Suatu Persoalan Kitsch di Negara Berkembang. Dalam Edi Sedyawati dan Sapardi Djoko Damono. Seni dalam Masyarakat Indonesia. PT Gramedia, h. 131–136.
Kayam, Umar. (1989, 22–23 Mei). Transformasi Budaya Kita. Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada 19 Mei 1989. Dalam Kedaulatan Rakyat.
Kayam, Umar. (2001). Kelir Tanpa Batas. Gama Media, Pusat Studi Kebudayaan UGM, dan The Ford Foundation.
Kertapradja dan J.J. Ras. (1987). Babad Tanah Djawi. Koninklijk Instituut voor Taal Land- en Volkenkunde.
Kodrat, Suryanto. (1982, 26 September). Karya Warga Pembauran Melestarikan Seni Tradisional. Dalam Sinar Harapan.
Koentjaraningrat, (1974). Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan. Gramedia.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
Kristanto, J.B. (1983). Srimulat: Kesenian Kota. Dalam Edi Sedyawati dan Sapardi Djoko Damono. Seni dalam Masyarakat Indonesia, Bunga Rampai. Penerbit PT Gramedia.
Kronholz, June. (1983, September 28). In Indonesia, a Man Is Unprotected if He Isn’t Wearing a Kris. Dalam The Wall Street Journal New York.
Kuntowijoyo. (1987). Budaya dan Masyarakat. Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (1993). Radikalisasi Petani. PT Bentang Intervisi Utama.
Kuntowijoyo. (1994). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (1999). Ilmu Sejarah. Bentang Budaya.
Kuntowijoyo. (2001, 21 Juli). Periodesasi Sejarah Kesadaran Keagamaan Umat Islam Indonesia: Mitos, Ideologi, dan Ilmu. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Ilmu Sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
Kuntowijoyo. (2004). Raja Priyayi dan Kawula: Surakarta, 1900––1915. Ombak.
Kurniawan, Gunawan. (1987, 23 Agustus). Melongok Museum Radyapustaka di Solo, Simpan Souvenir dari Napoleon Bonaparte. Dalam Minggu Merdeka.
Kusumodilaga, Wibisono Rusmiputro. (1990). Perpindahan Kraton Kartasura ke Surakarta. Dalam Soewito Santoso, ed. Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Larson, George D. (1990). Masa Menjelang Revolusi, Kraton dan Kehidupan Politik di Surakarta, 1912––1942. Gadjah Mada University Press.
Lin, Lee Chor. (1991). Batik Creating and Identity. National Museum Singapore.
Lohanda, Mona. (1998). Sumber Sejarah dan Penelitian Sejarah. Lemlit UI.
Lombard, Denys. (2000). Nusa Jawa: Silang Budaya. Jilid 1, 2, 3. PT Gramedia Pustaka Utama.
Loveard, Keith. (1993, 9 Juni). The Long Story: Journey Through Magic. Dalam Asiaweek, h. 36–45.
Mack, Dieter. (1995). Sejara Musik. Jilid 4. Pusat Musik Liturgi.
Margana, S. (2004). Pujangga Jawa dan Bayang-Bayang Kolonial. Pustaka Pelajar.
Margianto, Bambang Seto. (1988, 12 Oktober). Pembauran Pun Dapat Tampil di Wayang Orang. Dalam Suara Merdeka.
Markel, Stephen. (1991, Desember). A Royal Collection: Central Javanese Copper-Alloy Sculptures in the Museum Radya Pustaka Surakarta. Dalam Orientations, Volume 22, Nomor 12, h. 38–49.
Markhamah. (2000). Etnik Cina: Kajian Linguistis Kultural. Muhammadiyah University Press.
Martopangrawit. (1972). Sindhenan Gendhing Bedhaya-Srimpi. Akademi Seni Karawitan Indonesia.
Martopangrawit. (1972). Tjatatan-Tjatatan Pengetahuan Karawitan. PKJT dan Dewan Mahasiswa ASKI Surakarta.
Marwoto, Ki. (1977, Desember). Ford Foundation Nyengkuyung Seni Gegarapan Keris. Dalam Kumandang, No. 205.
Monks, F.J., A.M.P. Knoers, dan Siti Rahayu Haditomo. (2002). Psikologi Perkembangan. Gadjah Mada University Press.
Muljana, Slamet. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara. PT LKIS Pelangi Aksara.
Mulyadi, M. Hari dan Sudarmono. (1999). Runtuhnya Kraton Alit: Studi Radikalisasi Wong Solo dan Kerusuhan Mei 1998. LPTP.
Mulyadi, M. Hari. (2004). Sejarah Peranan dan Potensi Masyarakat Etnis Cina di Surakarta. Dalam Kalimatun Sawa. Volume 02, No. 02.
N.N. (1956, Februari). Pameran Batik. Dalam Pantjawarna Tahun ke-7 No. 89.
N.N. (1957, 14 Agustus). Batik Kreasi Baru. Dalam Pedoman. No. 428/Tahun ke-11.
N.N. (1958, 18 November). Pameran Batik Modern. Dalam Indonesia Raya.
N.N. (1962, 1 Desember). Pangeran Norodom Sihanouk dan Nyonya Mengagumi Kain-Kain Batik. Dalam Djaja. No. 45.
N.N. (1962, 1 Februari). A Batik Exhibition has especially been arranged for the visiting Crown Prince Akihito and Princess Michiko at the Negara Palace. Dalam Djakarta Daily Mail.
N.N. (1962, 1 Februari). Pameran Batik untuk Putera Mahkota Akihito dan Puteri Michiko. Dalam Duta Masyarakat.
N.N. (1962, 1 Februari). Tamu Negara Putri Michiko. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1962, 2 Februari). Putri Michiko tertarik pada Tjara-Tjara Membatik Kain Indonesia. Dalam Berita Indonesia.
N.N. (1962, 28 November). Pangeran Norodom Sihanouk Menyaksikan Pameran Batik di Istana Negara. Dalam Duta Masyarakat.
N.N. (1962, 28 November). Pangeran Norodom Sihanouk Menyaksikan Pameran Batik. Dalam Bintang Timur.
N.N. (1962, 29 November). Pangeran Norodom Sihanouk dan Permaisuri Menyaksikan Pameran Batik dan Tjara-Tjara Membatik. Dalam Harian Tempo.
N.N. (1962, 29 November). Pangeran Norodom Sihanouk Saksikan Demonstrasi Batik. Dalam Suara Merdeka.
N.N. (1963, 23 Maret). Susunan Acara Peresmian Pembukaan Art Gallery Kraton Surakarta. Naskah Ketikan.
N.N. (1963, 31 Maret). Ibu Hartini Buka Art Gallery di Sala. Dalam Minggu Ini.
N.N. (1963, 31 Maret). Ibu Hartini Soekarno Membuka Suaka Budaya. Dalam Sura-Karta.
N.N. (1963, 31 Maret). Pembukaan Art Gallery Kraton Surakarta. Dalam Minggu Pagi.
N.N. (1964, 1 Oktober). Java Marriage Is Colorful Rite. Dalam Newsday.
N.N. (1964, 1 Oktober). Perkawinan Djawa di New York Menarik Perhatian. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1964, 23 Oktober). Indonesian Bazaar Open. Dalam The Washington Post.
N.N. (1972, 27 Pebruari). Setelah Satu Abad Ayem Tentrem, Kini Museum Radyapustaka Usreg-Usregan. Dalam Angkatan Bersenjata.
N.N. (1972, 1 Oktober). Asimilasi Lumantar Kabudayan: Go Tik Swan Diangkat Dadi Bupati Kraton Surakarta. Dalam Dharma Njata.
N.N. (1972, 10 Oktober). Bupati Go Tik Swan Beri Ceramah Keris. Dalam Republik.
N.N. (1972, 10 Oktober). Menurut RT Hardjonagoro (Go Tik Swan) Hirohito dan Mussolini Bawa Keris Pakubuwono VIII dari Surakarta. Dalam Angkatan Bersenjata.
N.N. (1972, 11 Oktober). Empat Keris Sunan Sala Dikuasai Raja-Raja Seberang. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1972, 12 Oktober). Go Tik Swan untuk Rebutan antara Kraton Kasunanan dan Mangkunegaran. Dalam Solo Masa Kini.
N.N. (1972, 18 September). Upacara Wisuda Bupati Anom di Keraton Surakarta. Dalam Angkatan Bersenjata.
N.N. (1972, 19 September). Go Tik Swan Diangkat Jadi Bupati Kraton Solo Gegerkan Kaum Ningrat. Dalam Republik.
N.N. (1972, 2 Desember). Selamatkan Barang-Barang Kebudayaan Berharga Kraton Sala. Dalam Suara Merdeka.
N.N. (1972, 21 Oktober). Go Tik Swan Jadi Bupati Surakarta. Dalam Swadesi.
N.N. (1972, 30 Agustus). Wanita dan Keris. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1972, 30 September). Go Tik Swan Ahli Kejawen, Diangkat Sebagai Bupati Baru Kraton Surakarta. Dalam Suara Merdeka.
N.N. (1972, 4 Juli). Duaratus Wesi Aji Solo Diangkut ke Polandia. Dalam Suara Merdeka.
N.N. (1972, 5 Juli). Di Indonesia Terdapat Jutaan Wesi Aji. Dalam Angkatan Bersenjata.
N.N. (1972, Oktober). Go Tik Swan Jadi Bupati Anom. Dalam Mimbar.
N.N. (1976, 29 Juni). Museum Tekstil Pertama di Indonesia Diresmikan. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1980, 1 Juli). Kanjeng Raden Tumenggung yang bukan Jawa Asli. Dalam Femina, No. 187.
N.N. (1981, 16 Oktober). Buku Kuno 3 Perpustakaan di Solo dimikrofilmkan. Dalam Suara Karya.
N.N. (1981, 24 Januari). Sala, Setelah Peristiwa Itu. Dalam Tempo. No. 48 Tahun ke-10.
N.N. (1982, 21 Oktober). Kiyai Slamet Lari dari Kandangnya Ketika Kota Sala Gelap 45 Menit. Dalam Pikiran Rakyat.
N.N. (1982, 30 Mei). Genap 37 Tahun Pakubuwana XII Bertahta. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1982, 5 Agustus). Museum Radyapustaka: Sepi Terus Walaupun Tinggi Nilai Sejarahnya. Dalam Gadis. No. 20 Tahun ke-9.
N.N. (1983). Serat Pesindhen Bedhaya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
N.N. (1983, 4 Oktober). Koleksi KRT Hardjonagoro untuk Pemerintah. Dalam Kompas.
N.N. (1983, 3 Desember). Bisnis Keramat. Dalam Zaman. No. 10 Tahun ke-5.
N.N. (1984, Juli). Apabila Bu Dirjen Tersenyum. Dalam Adil. No. 20 Tahun ke-52.
N.N. (1984, Juli). Keris Jangan Dikaitkan Klenik. Dalam Dharma Nyata.
N.N. (1985, 10–23 Maret). Yang Tercecer dari Kebakaran Keraton Solo. Dalam Famili. No. 14 Tahun ke-4.
N.N. (1985, 16 Pebruari). Istana-Istana Tanpa Tuah. Dalam Tempo, No. 51 Tahun ke-14.
N.N. (1985, 24 Pebruari). Keraton Surakarta Menjelang Masa Depan “Gaya Baru”. Dalam Sinar Harapan.
N.N. (1985, 3 Pebruari). Musnahnya Bangunan Utama Keraton Surakarta, “Kiblat” Itu Tak Ikut Hilang. Dalam Kompas.
N.N. (1985, 5 Pebruari). KRT Hardjonagoro Tidak Sependapat Kebudayaan Jawa Jatuh. Dalam Berita Buana.
N.N. (1985, 6 Pebruari). Keraton Surakarta Akan Dibangun Kembali. Dalam Kompas.
N.N. (1985, Nopember). Peserta Konferensi PATA Tiba di Solo 19 Nopember Malam. Dalam Dharma Nyata.
N.N. (1986, September). Dietrich Drescher, Awak Kapal dari Jerbar Tertarik Pembuatan Keris Secara Tradisional. Dalam Dharma Nyata.
N.N. (1986, 11 September). Kekurangan Tenaga di Museum Radyapustaka dapat Perhatian Depdikbud Propinsi Jateng. Dalam Kedaulatan Rakyat.
N.N. (1986, 12 September). Perpustakaan Radyapustaka akan Dibuka Kembali Akhir September. Dalam Suara Merdeka.
N.N. (1986, 2 November). Pembangunan Kembali Keraton Surakarta Tidak Memakai Kayu Donoloyo. Dalam Kompas.
N.N. (1987, 22 Juni). KRT Hardjonagoro: Asset Budaya Surakarta Belum Tertata. Dalam Suara Bengawan.
N.N. (1987, Maret). Ahli Keris itu Dulunya Sopir Bus. Dalam Dharma Nyata.
N.N. (1987, Oktober ). Museum Radyapustaka Surakarta. Dalam Dharma Wanita.
N.N. (1988, 1 Mei). Padhepokan Seni Ngudi Budaya Surakarta. Dalam Jaya Baya.
N.N. (1988, 25 Oktober). Sejenak dengan Ngudi Budoyo, Wadah untuk Persatukan Bangsa Lewat Pambauran. Dalam Wawasan.
N.N. (1988, 28 Agustus). WNI Keturunan Cinta Wayang Wong. Dalam Buana Minggu.
N.N. (1988, Januari). Pentas Kesenian Bersama Menko Polkam dan Yulius Tahiya. Dalam Dharma Nyata.
N.N. (1990, 2 –27 Juli). Sisa-Sisa Benda Kraton. Dalam Jakarta. No. 212.
N.N. (1991, 16–30 September). Slamet Riyadi Naté Didhelikaké KRT Hardjonagoro. Dalam Panakawan, No. 030 Tahun ke-2.
N.N. (1992, 22 Pebruari). Museum Radyapustaka Kesulitan Cari Donatur. Dalam Bernas.
N.N. (1992, 26 Juli). Surakarta dalam Pendudukan Belanda Clash II: Cina Muslim Go Tek Swan sembunyikan Slamet Riyadi di Rumahnya. Dalam Buana Minggu.
N.N. (1992, 30 Oktober). Aksi Itu Sudah Diramal. Dalam Suara Pembaruan.
N.N. (1993, 31 Oktober). Tari Bedaya Pengantin. Dalam Buana Minggu.
N.N. (1993, Nopember). Pemberian Bintang Emas Kepada 40 Budayawan Jawa. Dalam Adil.
N.N. (1993, 21 Nopember). KRT Hardjonagoro Pencipta Batik Indonesia. Dalam Buana Minggu.
N.N. (1994, 11–20 Februari). Go Tik Swan Mendapat Gelar Kangjeng Raden Haryo Tumenggung. Dalam Liberty, No. 1829 Tahun ke-41.
N.N. (2003, 19–25 Mei). Tragedi Mei, Ujian untuk Reformasi. Dalam Tempo Edisi Khusus 5 Tahun Reformasi 1998––2003.
Nagazumi, Akira. (1989). Bangkitnya Nasionalisme Indonesia: Budi Utomo 1908––1918. Pustaka Utama Grafiti dan KITLV.
Nasution, Ratna. (1972). Batik Indonesia dalam Pembaharuan. Dalam Keluarga. No. 8.
Natsir, Mansur. (1987, 18 Mei). Museum Radyapustaka Sala, Satu diantara Museum Tertua di Indonesia. Dalam Suara Bengawan.
Niesby, Joko. dan Raga. (1987, 27 September – 3 Oktober). KRT Hardjonagoro: Pura Mangkunagaran Sekarang dan Harapan Terciptanya Iklim Budaya Nunggak Semi. Dalam Minggu Pagi. No. 25.
Nurhadiantomo. (2004). Konflik-Konflik Sosial Pri-Nonpri dan Hukum Keadilan Sosial. Muhammadiyah University Press.
Nursyahid. (1972, 17 Nopember). Kraton Sala Amisuda Bupati Anom Tionghwa. Dalam Panjebar Semangat.
Nursyahid. (1987, 29 Agustus). KRT Hardjonagoro, Budayawan, Kolektor Bathik lan Tosan Aji. Dalam Panjebar Semangat. No. 35.
Nursyahid. (1991, 1–15 Oktober). Endahing Bedhaya Tolu. Dalam Panakawan. No. 031, Tahun ke-2.
Nursyahid. (1992, 16–31 Mei). Bedhaya Tolu, Pisungsun Kang Langgeng lan Adiluhung. Dalam Panakawan. No. 046 Tahun ke-2.
Pemberton, John. (2003). Jawa On The Subject of Java. Matabangsa.
Pemerintah Kotamadia Daerah Tingkat II Surakarta. (1997). Kenangan Emas 50 Tahun Surakarta. Murni Grafika dan STSI Press Surakarta.
Perjanjian Kerjasama ASKI Surakarta dan Boworoso Tosan Aji. (1984, Juni).
Perkumpulan Masyarakat Surakarta. (1961). Tri Warsa Bagian Kesenian PMS 1958––1961. Perkumpulan Masyarakat Surakarta.
Perkumpulan Masyarakat Surakarta. (1982). Dwi Hesti Trus Nyawiji HUT ke 50 PMS 1932––1982. Perkumpulan Masyarakat Surakarta.
Perkumpulan Masyarakat Surakarta. (2002). 70 Tahun PMS 1932––2002. Perkumpulan Masyarakat Surakarta.
Pigeaud, Th. (1938). Javaansche Volksvertoningen, Bijdrage tot de beschrijving van land en volk. Volkslectuur.
Poerbadipoera. (1981). Serat Srikarongron. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Poerwanto, Hari. (2005). Orang Cina Khek dari Singkawang. Komunitas Bambu.
Poerwanto, Rs. (1986, 23 Nopember). Pameran Baran-Barang Pusaka ing Pagelaran Kraton Surakarta. Dalam Jayabaya. No. 13/XLI.
Pour, Julius. (2002). Dokter Oen Boen Ing Bayar Tidak Bayar Terserah Pasien. Dalam Pelangi Cina Indonesia. PT. Intisari Mediatama.
Pradjapangrawit. (1990). Wedhapradangga. STSI Surakarta dan The Ford Foundation.
Prasetyo, Hery. (1991, 20 Januari). Museum Radyapustaka Masih Sepi Pengunjung. Dalam Kedaulatan Rakyat.
Qomarul dan Niniek. (1991, 31 Juli). Ahli Tosan Aji KRT Hardjonagoro: Kiai Pleret Asli di Kraton Yogya. Dalam Kedaulatan Rakyat.
Rahadi, Bambang Natur, Anggit Noegroho, dan Bambang Hasri Irawan. (1998). Rekaman Lensa Peristiwa Mei 1998 di Solo. PT. Aksara Solopos.
Ramelan, Kastoyo. et al. (1987, 11 April). Dari Para Empu ke Para Desainer. Dalam Tempo.
Remmelink, Willem. (2002). Perang Cina dan Runtuhnya Kerajaan Jawa 1725––1743. Penerbit Jendela.
Ricklefs, M.C. (2002). Yogyakarta di bawah Sultan Mangkubumi 1749––1792, Sejarah Pembagian Jawa. Matabangsa.
Ricklefs, M.C. (2005). Sejarah Indonesia Modern. Gadjah Mada University Press, Cetakan Kedelapan.
Rusini. (1994). Rusman Gathutkaca Sriwedari Sebuah Biografi (1926––1990). Tesis S-2 Program Studi Pengkajian Seni Pertunjukan Universitas Gadjah Mada.
Rustopo. (1987). Gamelan Upacara dalam Masyarakat Transisional, Perubahan Nilai dan Fungsi. Makalah untuk Seminar di STSI Surakarta.
Rustopo. (1991). Gendon Humardani Pemikiran dan Kritiknya. STSI Press.
Rustopo. (2001). Gendhon Humardani Sang Gladiator, Arsitek Kehidupan Seni Tradisi Modern. Mahavhira.
Sabakingkin, Niesby., Joko Santoso, dan Daru Maheldaswara. (1987, 11–17 Oktober). Panji Klantung Godfather Keris Ny. Ayatiman, Tak Semua Berisi. Dalam Minggu Pagi. No. 27 Tahun ke-40.
Santosa, Ganjar. (1981, 20 Juli). Kraton Surakarta, Budaya Hidup Yang Terlantar. Dalam Aktuil. No.19 Tahun ke-13.
Santoso, Gojek Joko. (1985, 25 Agustus). KRT Hardjonagoro Menyerahkan Koleksinya. Dalam Minggu Ini.
Santoso, Soewito. (1990). Sultan ‘Abdulkamit Herucakra Kalifah Rasulullah di Jawa 1787––1855. Museum Radyapustaka.
Santoso, Soewito. ed. (1990). Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Santoso, Soewito. (2001). Minta Bedug Berbunyi. Makalah untuk Kongres Bahasa Jawa di Yogyakarta.
Santoso, Soewito. (2003). Babad Tanah Jawi (Galuh Mataram). Pasca Sarjana dan Dewan Penyantun STSI Surakarta.
Sawega, Ardus. (1972, 13 November). Omong-Omong dengan R.T. Go Tik Swan, Ahli Kebudayaan Jawa. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1976, 10 Agustus). Menghindari Pertumbuhan Liar dalam Kebudayaan. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1983, 4 Oktober). Koleksi KRT Hardjonagoro untuk Pemerintah. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1984, 10 Agustus). Melestarikan Budaya Pembuatan Keris: Dijual Boleh, Komersial Jangan. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1985, 3 Februari). Musnahnya Bangunan Utama Keraton Surakarta. Dalam Kompas
Sawega, Ardus. (1985, 3 Februari). Ronggowarsita: Usia Keraton Tidak Akan Mencapai 250 Tahun. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1985, 6 Pebruari). Keraton Surakarta Akan Dibangun Kembali. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1986, 17 Juli). Dicari Penjaga Museum Bergaji Rp 12.500 per Bulan. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1986, 2 Nopember). Pembangunan Kembali Keraton Surakarta Tidak Memakai Kayu Donoloyo. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1986, 6 September). Peringatan 1 Suro, Renaissance Kebudayaan Jawa. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1986, 7 Oktober). Museum Radyapustaka: Pengantin Tua dengan Bobot Baru. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1987, 27 Agustus). Berbagai Cara Menyambut dan Merayakan 1 Suro. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1987, 30 Nopember). Keraton Surakarta Masuki Babak Baru. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1989, 19 Maret). Sebuah Museum, Sebuah Nasionalisme yang Berdebu. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1991, 15 Juli). Spektakuler Malam 1 Suro di Solo. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1991, 27 Juli). Dari Gan Kam ke Tan Gwan Hien. Dalam Kompas.
Sawega, Ardus. (1991, 5 Desember). Kembalikan Arca Sebelum Jadi Jrangkong. Dalam Kompas.
Sayid, R.M. (1981). Ringkasan Sejarah Wayang. Pradnya Paramita.
Sedyawati, Edi, dan Sapardi Djoko Damono (ed.). (1983). Seni Dalam Masyarakat Indonesia. Penerbit PT Gramedia.
Shiraishi, Takashi. (2005). Zaman Bergerak, Radikalisme Rakyat di Jawa 1912––1926. Pustaka Utama Grafiti, Cetakan Kedua.
Siahaan, Harlem. (1994). Konflik dan Perlawanan Kongsi Cina di Kalimantan Barat 1770-1854. Disertasi Doktor dalam Ilmu Sejarah pada Universitas Gadjah Mada.
Siegel, James T. (1986). Solo in the New Order: Languages and Hierarchy in an Indonesian City. Pricenton University Press.
Siem, Tjan Tjoe. (T.T.). Daftar Riwajat Hidoep. Naskah tidak diterbitkan
Siem, Tjan Tjoe. (T.T.). Javanese Masks. Naskah tidak diterbitkan.
Siswadhi. (2002). Prof. Dr. Tjan Tjoe Siem Pakar Bahasa dan Sastra Jawa. Dalam Pelangi Cina Indonesia. PT. Intisari Mediatama.
Soedarsono, R.M. (1985). Pengaruh India, Islam, dan Barat dalam Proses Pembentukan Kebudayaan Jawa. PPPKN Javanologi.
Soedarsono, R.M. (1986/1987). Seni Pertunjukan Jawa Tradisional dan Pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. PPPKN Javanologi.
Soedarsono, R.M. (1997). Wayang Wong Drama Tari Ritual Kenegaraan di Keraton Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Soedarsono, R.M. (2001). Metodologi Penelitian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Soedarsono, R.M. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globlisasi. Gadjah Mada University Press.
Soedarsono, R.M. (2003). Seni Pertunjukan dari Perspektif Politik, Sosial, dan Ekonomi. Gadjah Mada University Press.
Soedarsono, R.M., Djoko Soekiman, dan Retna Astuti. (1984/1985). Gamelan, Dramatari, dan Komedi Jawa. Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara (PPPKN) Javanologi
Soekresno, S.A. (1959, Mei). Inspirasi dan Soal-Soal Lain Sekitar Seni Batik. Dalam Batari. No. 9 Tahun ke-4.
Solyom, Garrett and Bronwen. (1978). The World of the Javanese Keris. East-West Culture Learning Institute.
Soponyono. (1978, Januari). Seni Membuat Keris. Dalam Terang Bulan. No. 91.
Studio 19 STSI Surakarta. (2001, 13 Oktober). VCD Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Kebudayaan Pemerintah RI kepada K.P.T. Hardjonagoro”.
Sudarmono, dkk. (2004). Perilaku Radikal di Kota Solo. Laporan penelitian belum diterbitkan.
Sudarmono, dkk. (2004). Solo Diakhir Pemerintahan Kolonial Sampai Tumbangnya Orde Lama. Laporan penelitian belum diterbitkan.
Sudarmono, dkk. (2004). Surakarta. Laporan hasil penelitian belum diterbitkan.
Sudarso Sp. (1986). Wanda. PPPKN Javanologi.
Sumardjan, Selo. (1982). Hubungan Antar Golongan. Dalam Perkumpulan Masyarakat Surakarta. Dwi Hesti Trus Nyawiji HUT ke-50 PMS. Perkumpulan Masyarakat Surakarta.
Sumardjo, Jakob. (1997). Perkembangan Teater Modern dan Sastra Drama Indonesia. STSI Press.
Sumarsam. (2003). Gamelan: Interaksi Budaya dan Perkembangan Musikal di Jawa. Pustaka Pelajar.
Supanggah, Rahayu. (2002). Bothekan Karawitan I. The Ford Foundations dan Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Surat Keputusan Direktorium Badan Penyelenggara Partisipasi New York World’s Fair No. 33/NYF/SK/64. (1964, 18 Maret).
Suratman, Darsiti. (1989). Kehidupan Dunia Kraton Surakarta 1830––1939. Penerbit Tamansiswa.
Suroto, Gunawan. (1971, 22 September). Pemda Surakarta dan Museum Radyapustaka Digugat. Dalam Pos Indonesia.
Suryadinata, Leo. (1984). Dilema Minoritas Tionghoa. PT Grafiti Pers.
Suryadinata, Leo. (1999). Etnis Tionghoa dan Pembangunan Bangsa. LP3ES.
Suryadinata, Leo. (2002). Negara dan Etnis Tionghoa Kasus Indonesia. LP3ES dan Centre for Political Studies.
Suryahadi. (1905, Sura/Sapar). Pindhaipun Kraton Kartasura Dhateng Surakarta. Dalam Kunthi. No. 5 Tahun ke-3.
Suryahadi. (1905, Sura/Sapar). Suran dan Kirap. Dalam Kunthi. No. 4 Tahun ke-3.
Suryosaputra, Tristuti Rahmadi. (1995). Balungan Lakon Mahabarata II. Naskah Tidak Diterbitkan.
Sutanto, Agus. (1972, 14 Oktober). Raden Tumenggung Go Tiek Swan Tiada Rasdiskriminasi di Keraton Surakarta. Dalam Liberty. No. 997.
Sutanto, Agus. (1972, 30 September). Raden Tumenggung Go Tik Swan: Dari Kraton Lenyapkan Rasdiskriminasi. Dalam Harian Kami.
Sutanto, Agus. (1983, 17 April). Fauzan Bekas Sopir Bis Malam Berniat Jadi Empu Keris. Dalam Buana Minggu.
Sutanto, Agus. (1990, September). Senyum Memikat Museum Radyapustaka. Dalam Adil. No. 17.
Sutanto, Agus. (1991, 16–30 September). Slamet Riyadi Nate Didhelikake KRT Hardjonagoro. Dalam Panakawan. No. 030 Tahun ke-2.
Sutanto, Agus. (1994, 15 Januari). Seni Batik Percikan Lingkungan Hidup. Dalam Sunan Mardika Karaton Republik (Memperingati Setengah Abad Jumenengan Sri Susuhunan Pakubuwana XII). Hlm. 18–26.
Sztompka, Piötr. (2004). Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada Media.
Tamara, Nasir. (1982, 27 Oktober – 9 November). Tahun Baru 1 Syuro Mengarak Pusaka Kraton Keliling Kota. Dalam Mutiara 280.
Tarmowihardjo, Didiek. (1986, 23 Maret). Keris, Tosan Aji Sing Duwe Pangaji Filosofi. Dalam Jayabaya. No. 30/XL.
Taryadi, Alfons. (1976, 10 Agustus). Menghindari Pertumbuhan Liar dalam Kebudayaan. Dalam Kompas.
Tauchid, Moch. Hadi. (1955, November/Desember). Seni dan Batik. Dalam Batik. No. 6/7 Tahun ke-3.
Tepe. (1983, 10–24 Januari). Kanjeng Raden Tumenggung Go Tik Swan Hardjonagoro. Dalam Famili. No. 61.
Ti. (1972, Januari). Sarasehan Bab Keris. Dalam Dharma Kanda.
Tim SM. (1986, 14 April). Upacara Jumenengan di Keraton Surakarta. Dalam Suara Merdeka.
Veldhuisen, Harmen C. T.T. Batik Belanda 1840––1940, Dutch Influence in Batik from Java History and Stories. Makalah.
Waridi. (2005). Tiga Pilar Kehidupan Karawitan Jawa Gaya Surakarta Masa Pasca Kemerdekaan Periode 1950––1970-an. Disertasi Doktor dalam Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.
Warsodiningrat. (1979). Wedapradangga, Serat Sudjarah utawi Riwajating Gamelan. SMKI Surakarta.
Wasino. (2006). Wong Jawa dan Wong Cina, Liku-Liku Hubungan Sosial antara Etnis Tionghoa dengan Jawa di Solo tahun 1911––1998. Unnes Press.
Wibisono, Singgih. (1990). Kangjeng Kiyai Baru. Dalam Soewito Santoso. ed. Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Wibisono, Singgih. (1990). Kangjeng Kiyai Kebo Mas. Dalam Soewito Santoso. ed. Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Wibisono, Singgih. (1990). Kirap Pusaka Karaton Surakarta. Dalam Soewito Santoso. ed. Urip-Urip. Museum Radyapustaka.
Widyastutieningrum, Sri Rochana. (2004). Sejarah Tari Gambyong, Seni Rakyat Menuju Istana. Citra Etnika.
Wijayakusuma, Hembing. (2005). Pembantaian Massal Tragedi Berdarah Angke. Pustaka Populer Obor.
Winarno. (1962, 14 Juni). 18 Perkumpulan WO Amatir Akan Ikuti Sayembara WO se Indonesia di Solo. Dalam Suara Merdeka.
Wiryamartana, I Kuntara. (1990). Arjunawiwaha. Duta Wacana University Press.
Wulandari, Vivi. (1992, 1–15 Juli). Perjalanan Museum Radyapustaka Surakarta. Dalam Famili. No. 55 Tahun ke-2.
Yatmana, Rama Sudi. (1994). Tuntunan Kagem Para Panatacara Tuwin Pamedhar Sabda. Penerbit Aneka Ilmu.
Yayasan Harapan Kita. (1997). Indonesia Indah Buku ke-8: Batik. BP3 Taman Mini Indonesia Indah.
Published
September 15, 2026
HOW TO CITE
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












