Manfaat Lingkungan Hutan dalam Mengurangi Kebiasaan Bermain Gawai pada Anak

Authors

FAOYAN AGUS FURYANTO
politeknik penerbangan surabaya
Rani Darojah, S.Pd., M.Pd
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka
Urip Tri Wijayanti, S.Sos., MPA
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Cicilia Clara Devi Anggraini, S.Pd., M.Pd
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka

Synopsis

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan anak-anak, termasuk meningkatnya intensitas penggunaan gawai pada usia sekolah dasar. Meskipun gawai memiliki manfaat edukatif dan mendukung perkembangan kognitif serta kreativitas, penggunaan yang berlebihan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan akademik anak. Buku ini bertujuan untuk mengkaji peran lingkungan hutan sebagai alternatif intervensi alami dalam mengurangi kebiasaan bermain gawai pada anak. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan mengintegrasikan kajian teori, penelitian terdahulu, serta studi kasus di SD Negeri 3 Cikakak, Banyumas.

Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keterhubungan anak dengan lingkungan alam, khususnya hutan, memberikan dampak positif berupa penurunan durasi penggunaan gawai, peningkatan aktivitas fisik, perbaikan suasana hati, serta penguatan interaksi sosial. Lingkungan hutan berfungsi sebagai ruang terapi alami yang mampu meredakan stres dan mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan digital melalui pengalaman multisensorial yang menyenangkan. Efektivitas intervensi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung, seperti program edukasi, ketersediaan infrastruktur, partisipasi masyarakat, kemitraan multipihak, penguatan regulasi, serta kearifan lokal. Namun demikian, terdapat pula faktor penghambat, antara lain keterbatasan akses, waktu, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hutan.

Dengan menggunakan perspektif Teori Ekologi Perkembangan Bronfenbrenner, buku ini menegaskan bahwa kebiasaan penggunaan gawai pada anak tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh sistem lingkungan yang saling berkaitan. Oleh karena itu, optimalisasi peran hutan sebagai ruang edukatif dan rekreatif dapat menjadi strategi preventif dan promotif dalam menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan interaksi langsung dengan alam. Buku ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik, orang tua, pembuat kebijakan, dan masyarakat dalam membangun pola pengasuhan dan pendidikan yang lebih sehat di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Rani Darojah, S.Pd., M.Pd, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka

Penulis lahir di Purbalingga tanggal 12 Mei 1991. Penulis Menyelesaikan pendidikan terakhir S2 pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail: ranidarojah@ecampus.ut.ac.id.

Urip Tri Wijayanti, S.Sos., MPA, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Penulis aktif menjadi peneliti dari tahun 2013 sampai sekarang. Awal karier sebagai peneliti di awali dengan menjadi peneliti pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Utara. Penulis lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah. Menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Sosiologi, Universitas Jenderal Soedirman dan melanjutkan S2 pada Jurusan Administrasi Negara, UGM. Penulis memiliki karya tulis ilmiah yang dapat diakses pada google scholar. https://scholar.google.com/citations?user=XRNESVAAAAAJ&hl=id.Penulis dapat dihubungi melalui e-mail: uriptriwijayanti@gmail.com.

Cicilia Clara Devi Anggraini, S.Pd., M.Pd, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Terbuka

Penulis lahir di Grobogan pada 1 Mei 1992. Ia menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang, dan lulus pada tahun 2014. Ia kemudian melanjutkan studi magisternya di Program Magister Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang diselesaikan pada tahun 2018. Sejak tahun 2019, penulis bergabung sebagai dosen PNS di Program Studi PGSD Universitas Terbuka Surakarta. Dedikasinya di bidang pendidikan semakin terlihat ketika ia diangkat sebagai Plt. Manajer Pembelajaran dan Ujian di universitas yang sama mulai Juli 2025

Selain aktif mengajar, penulis juga menekuni dunia literasi dan penelitian. Ia telah menulis buku berjudul “Bahan Ajar Cerita Dongeng Berwawasan Nilai-nilai Karakter” yang diterbitkan pada tahun 2018. Di bidang penelitian, ia memiliki sejumlah publikasi, baik di jurnal nasional maupun internasional bereputasi, yang meliputi pengembangan bahan ajar berbasis nilai karakter, penggunaan media video dalam pembelajaran, pengembangan mobile learning berbasis augmented reality, hingga studi budaya dan sosial.

Beberapa jurnal internasional yang pernah ia tulis antara lain publikasi di International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (IJMMU) dan penelitian mengenai kekerasan dalam perspektif simbolik

Penulis juga aktif dalam pengabdian masyarakat, termasuk program PKM yang fokus pada penguatan branding desa digital melalui pelatihan pembuatan website dan media sosial, serta pelatihan pengolahan hasil panen lokal. Melalui karya-karya akademik dan pengabdiannya, Penulis berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar serta memberdayakan masyarakat melalui inovasi dan literasi

References

Adinda, R., Isni, F., & Anugrah, D. (2021). Penanganan kecanduan gadget pada anak usia sekolah selama masa pandemi Covid-19 di Desa Wantilan. Proceedings, 1(November), 1–17. https://proceedings.uinsgd.ac.id/index.php/proceedings/article/view/538/478

Apsari, N. C., Nurfauziah, L. S., & Asiah, D. H. S. (2023). Dampak penggunaan gawai (gadget) terhadap perilaku sosial anak usia dini. Share: Social Work Journal, 13(1), 11–24. https://doi.org/10.24198/share.v13i1.40927

Bratman, G. N., Anderson, C. B., Berman, M. G., Cochran, B., de Vries, S., Flanders, J., Folke, C., Frumkin, H., Gross, J. J., Hartig, T., Kahn, P. H., Kuo, M., Lawler, J. J., Levin, P. S., Lindahl, T., Meyer-Lindenberg, A., Mitchell, R., Ouyang, Z., Roe, J., … Daily, G. C. (2019). Nature and mental health: An ecosystem service perspective. Science Advances, 5(7), eaax0903. https://doi.org/10.1126/sciadv.aax0903

Chawla, L., Keena, K., Pevec, I., & Stanley, E. (2014). Green schoolyards as havens from stress and resources for resilience in childhood and adolescence. Health & Place, 28, 1–13. https://doi.org/10.1016/j.healthplace.2014.03.001

Chusna, P. A. (2017). Pengaruh media gadget pada perkembangan karakter anak. Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Sosial Keagamaan, 17, 315–330.

Darpi, C. (2024). [Artikel tentang pendidikan anak usia dini]. GA: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(1), 129–136. https://doi.org/10.29313/ga:jpaud.v8i1.13501

Dewi, A. P., Hodijah, O., & Delisma, O. (2023). Pemanfaatan permainan tradisional di tengah maraknya gadget pada anak usia sekolah dasar (Studi kasus terhadap siswa di SDN 231 Suka Asih Mandalajati Bandung). Midang, 1(2), 75–81. https://doi.org/10.24198/midang.v1i2.47025

Endalew Terefe, A., & Hou, Y. (2024). Determinants influencing the accessibility and use of urban green spaces: A review of empirical evidence. City and Environment Interactions, 24, 100159. https://doi.org/10.1016/j.cacint.2024.100159

Fajariyah, S. N., Suryawan, A., & Atika, A. (2018). Dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan anak. Sari Pediatri, 20(2), 101–105. https://doi.org/10.14238/sp20.2.2018.101-5

Farahiyah, F., Rosalita, N., & Hazrati, O. (2024). The impact of gadgets on the social and emotional development of early childhood. INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research, 1(2), 80–90. https://doi.org/10.61166/interdisiplin.v1i2.9

Feng, X., Toms, R., & Astell-Burt, T. (2021). Association between green space, outdoor leisure time and physical activity. Urban Forestry & Urban Greening, 66, 127349. https://doi.org/10.1016/j.ufug.2021.127349

Fitriahadi, E., & Tyastiti, V. H. (2020). The impacts of the use of gadgets on the development of children 3–6 years of age. SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery, 6(1), 34–38. https://doi.org/10.36749/seajom.v6i1.83

Fitrianis, E., & Yaswinda, Y. (2020). Hubungan durasi waktu penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia dini. Jurnal Pelita PAUD, 4(2), 214–223. https://doi.org/10.33222/pelitapaud.v4i2.971

Gede Yenny Apriani, D. (2021). Hubungan penggunaan gadget terhadap prestasi belajar siswa kelas IV dan V di SDN 3 Candikuning. Jurnal Medika Usada, 4(1), 7–11. https://doi.org/10.54107/medikausada.v4i1.88

He, M., Hu, Y., Wen, Y., Wang, X., Wei, Y., Sheng, G., & Wang, G. (2024). The impacts of forest therapy on the physical and mental health of college students: A review. Forests, 15(4), 682. https://doi.org/10.3390/f15040682

Kil, N., Kim, J. G., Thornton, E., & Jeranek, A. (2023). Psychological and physiological health benefits of a structured forest therapy program for children and adolescents with mental health disorders. International Journal of Mental Health Promotion, 25(10), 1117–1125. https://doi.org/10.32604/ijmhp.2023.022981

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2020). Hasil survei pemenuhan hak dan perlindungan anak pada masa pandemi COVID-19 (pp. 1–56).

Kurnia, I., Paramita, P. A. P., & Bastian, T. (2023). Efek forest healing terhadap psikologi perasaan wisatawan. Daun, 10(2), 143–147.

Leuwol, N. V., & Sibarani, R. P. (2020). Kajian pengembangan ekowisata sebagai pendekatan terapi hutan di kawasan wisata hutan mangrove Kota Sorong. Noken, 6(1), 13–22.

Louv, R. (2005). Last child in the woods: Saving our children from nature-deficit disorder. Algonquin Books.

Minor, K., Glavind, K. L., Schwartz, A. J., Danforth, C. M., Lehmann, S., & Bjerre-Nielsen, A. (2023). Nature exposure is associated with reduced smartphone use. Environment and Behavior, 55(3), 103–139. https://doi.org/10.1177/00139165231167165

Perhutani. (2023). Perhutani goes to school, ajak siswa sekolah cinta hutan. https://www.perhutani.co.id/2023/09/perhutani-goes-to-school-ajak-siswa-sekolah-cinta-hutan

Pertiwi, A., Handayani, M. M., & Purwanti, E. (2018). Efektivitas pelatihan pola asuh demokratis untuk menurunkan intensitas penggunaan gadget pada anak prasekolah. Jurnal Sains Psikologi, 7(2), 163–170. https://doi.org/10.17977/um023v7i22018p163

Pertiwi, M. S., Sanubari, T. P. E., & Putra, K. P. (2018). Gambaran perilaku penggunaan gawai dan kesehatan mata pada anak usia 10–12 tahun. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 3(1). https://doi.org/10.30651/jkm.v3i1.1451

Pradona, S., & Qarni, W. (2023). Analisis dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan psikososial anak. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 460–469. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i1.248

Puspita, S., Aryani, H. P., & Puspita, E. (2022). Analisis faktor kecanduan gadget pada anak prasekolah. Jurnal Penelitian Keperawatan, 115–121.

Radesky, J. S., Schumacher, J., & Zuckerman, B. (2015). Mobile and interactive media use by young children: The good, the bad, and the unknown. Pediatrics, 135(1), 1–3. https://doi.org/10.1542/peds.2014-2251

Rafida, T., & Harahap, I. K. (2021). The impact of using gadgets on children's social and emotional development. Psychology and Education, 58(5), 475–482. https://doi.org/10.17762/pae.v58i5.1986

Rizka, A., Andayani, R. P., Putri, D. P., Oswi, D. D., & Salsabilla, D. (2024). Program “TAMAN” (Lestari permainan tradisional) dalam upaya mengurangi kecanduan gadget pada anak. Jurnal Peduli Masyarakat, 6, 1–8. https://www.jurnal.globalhealthsciencegroup.com/index.php/JPM/article/view/2577/2019

Saputra, M. A., Eliza, D., & Hati, F. S. (2023). Literasi digital parenting di era modern: Strategi mendidik anak dalam menghadapi kecanduan gadget. Al-Fitrah: Journal of Early Childhood Islamic Education, 4(2), 206–219. https://doi.org/10.29300/alfitrah.v4i2.10772

Setiawan, F., Rosfiantika, E., & Subhani, A. (2020). Pengaruh terapi bermain tradisional terhadap perkembangan moral anak usia 5–6 tahun di TK Ar-Rahman Palembang. Early Childhood: Jurnal Pendidikan, 4(1), 36–46. https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v4i1.653

Sholeh, M., & Wahyudi, A. (2023). Menakar kembali konsep pendidikan anak dalam keluarga di era gadget. Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Keislaman, 7(1), 118–137. https://doi.org/10.36671/mumtaz.v7i1.249

Sri Lestari, D., & Hardiyanti, W. E. (2019). Peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan gadget. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, FKIP, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2(1), 527–538.

Susanto, A. (2024). Teori ekologi perkembangan: Memotret keterkaitan lingkungan hutan dengan kebiasaan penggunaan gawai pada anak SD. CV Literasi Nusantara Abadi.

Tafonao, T., & Kusmiyati, K. (2020). The impact of gadget use on children's social-emotional development. Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, 9(2), 68–74. https://doi.org/10.15294/ijeces.v9i2.39567

Tengku, F. E. (2021). Pengaruh gadget terhadap psikologis anak. CV Jejak (Jejak Publisher).

Uce, L. (2019). Dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan anak usia dini. Jurnal Pendidikan dan Kajian Islam, 7(1), 94–108. https://doi.org/10.46339/jpkis.v7i1.73

Utami, R. (2019). Dampak penggunaan gadget pada anak usia dini. Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 35–46.

Wahyuningrum, Y. T. (2023). Interaksi anak dan hutan: Peran guru dalam mengenalkan manfaat hutan. Deepublish.

Yanti, I., Sari, D. P., & Putri, R. A. (2021). Pengaruh penggunaan gadget terhadap perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun. Jurnal Ilmiah Potensia, 6(1), 1–10. https://doi.org/10.33369/jip.6.1.1-10

Yusuf, M., Amin, S., & Wulandari, R. (2022). Dampak gadget terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4142–4150. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2460

Zhu, X. (2024). Forests and human well-being: A review of research on the psychological benefits of forest environments. Journal of Environmental Psychology, 90, 102165. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2023.102165

Downloads

Published

September 15, 2026
HOW TO CITE

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-634-7414-94-6