Templates
MEMBEDAH KEASLIAN MADU: Fakta Ilmiah Dibalik Pemalsuan Madu & Cara Sains Melindungi Konsumen
Synopsis
Madu dikonsumsi di seluruh dunia karena kualitas organoleptiknya dan manfaat nutrisi yang baik bagi kesehatan. Rasa dan nilai gizi yang tinggi dari madu alami ini membuat harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemanis umum lainnya. Melihat harga jual madu yang tinggi dan kurangnya produksi madu pertahunnya mengakibatkan madu alami menjadi rentan terhadap pemalsuan. Akibatnya, banyak terjadi pemalsuan madu oleh beberapa oknum.
Madu berada pada peringkat ketiga untuk makanan yang sering dipalsukan, setelah susu dan minyak zaitun. Praktik pemalsuan madu muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan madu untuk gaya hidup sehat, sehingga permintaan kebutuhan produk alami mengalami peningkatan. Pemalsuan madu dilakukan dengan cara menambahkan larutan seperti pemanis buatan (sirup jagung, sirup beras), sukrosa, glukosa, fruktosa dan air ke dalam madu murni. Oleh karena itu, banyak orang yang tergiur membeli madu karena bisa memproduksinya dalam jumlah banyak dan menjualnya dengan harga lebih murah.
Sejalan dengan praktek tersebut maka perhatian akan autentikasi madu dan metode identifikasi secara analitik makin berkembang terutama berkaitan dengan pencampuran gula (dari berbagai jenis gula) terhadap madu alami. Hadirnya buku ini akan memberikan pengetahuan tentang bagaimana pentingnya pengetahuan autentikasi pada madu, problem yang dihadapi, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Termasuk diantaranya adalah berbagai riset mutakhir yang dikembangkan saat ini berkenaan dengan metode-metode mengidentifkasinya. Dengan demikian, akan memberikan wawasan kepada masyarakat secara umum untuk menghadirkan dan menikmati madu alami yang berkhasiat tinggi.
Downloads
Download data is not yet available.
References
Abdel-Aal, E. S. M., Ziena, H. M., & Youssef, M. M. (1993). Adulteration of honey with high-fructose corn syrup: Detection by different methods. Food Chemistry, 48(3), 209–212. https://doi.org/10.1016/0308-8146(93)90061-J
Afrin, S., Haneefa, S. M., Fernandez-Cabezudo, M. J., Giampieri, F., Al-Ramadi, B. K., & Battino, M. (2020). Health benefits of honey. Nutrition Research Reviews, 33(1), 50–76. https://doi.org/10.1017/S095442241900028X
Afrin, S., Forbes-Hernandez, T., Gasparrini, M., Bompadre, S., Quiles, J., Sanna, G., Spano, N., Giampieri, F., & Battino, M. (2017). Strawberry-tree honey induces growth inhibition of human colon cancer cells and increases ROS generation: A comparison with Manuka honey. International Journal of Molecular Sciences, 18(3), 613–618. https://doi.org/10.3390/ijms18030613
Ahmed, J., Prabhu, S. T., Raghavan, G. S. V., & Ngadi, M. (2007). Physico-chemical, rheological, calorimetric and dielectric behavior of selected Indian honey. Journal of Food Engineering, 79(4), 1207–1213. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2006.06.030
Aljadi, A. M., & Kamaruddin, M. Y. (2004). Evaluation of the phenolic contents and antioxidant capacities of two Malaysian floral honeys. Food Chemistry, 85(4), 513–518. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2003.08.014.
Ajlouni, S., & Sujirapinyokul, P. (2010). Hydroxymethylfurfuraldehyde and amylase contents in Australian honey. Food Chemistry, 119(3), 1000-1005. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2009.07.057
Al Eid, S. M. (2006). Chromatographic separation of fructose from date syrup. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 57(1), 83–96
Al-Mahasneh, M., Al-U’datt, M., Rababah, T., Al-Widyan, M., Abu Kaeed, A., Al Mahasneh, A. J., & Abu-Khalaf, N. (2021). Classification and prediction of bee honey indirect adulteration using physiochemical properties coupled with k-means clustering and simulated annealing-artificial neural networks (SA-ANNs).
Downloads
Published
September 8, 2026
HOW TO CITE
Copyright (c) 2026 National Research and Innovation Agency
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Details about this monograph
ISBN-13 (15)
978-602-346-306-0












