MEMBEDAH KEASLIAN MADU: Fakta Ilmiah Dibalik Pemalsuan Madu & Cara Sains Melindungi Konsumen

Authors

La Ode Sumarlin
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Etyn Yunita
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Synopsis

Madu dikonsumsi di seluruh dunia karena kualitas organoleptiknya dan manfaat nutrisi yang baik bagi kesehatan. Rasa dan nilai gizi yang tinggi dari madu alami ini membuat harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pemanis umum lainnya. Melihat harga jual madu yang tinggi dan kurangnya produksi madu pertahunnya mengakibatkan madu alami menjadi rentan terhadap pemalsuan.  Akibatnya, banyak terjadi pemalsuan madu oleh beberapa oknum.

Madu berada pada peringkat ketiga untuk makanan yang sering dipalsukan, setelah susu dan minyak zaitun.  Praktik pemalsuan madu muncul seiring dengan meningkatnya kebutuhan madu untuk gaya hidup sehat, sehingga permintaan kebutuhan produk alami mengalami peningkatan. Pemalsuan madu dilakukan dengan cara menambahkan larutan seperti pemanis buatan (sirup jagung, sirup beras), sukrosa, glukosa, fruktosa dan air ke dalam madu murni. Oleh karena itu, banyak orang yang tergiur membeli madu karena bisa memproduksinya dalam jumlah banyak dan menjualnya dengan harga lebih murah.

Sejalan dengan praktek tersebut maka perhatian akan autentikasi madu dan metode identifikasi secara analitik makin berkembang terutama berkaitan dengan pencampuran gula (dari berbagai jenis gula) terhadap madu alami. Hadirnya buku ini akan memberikan pengetahuan tentang bagaimana pentingnya pengetahuan autentikasi pada madu, problem yang dihadapi, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Termasuk diantaranya adalah berbagai riset mutakhir yang dikembangkan saat ini berkenaan dengan metode-metode mengidentifkasinya. Dengan demikian, akan memberikan wawasan kepada masyarakat secara umum untuk menghadirkan dan menikmati madu alami yang berkhasiat tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

La Ode Sumarlin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

La Ode Sumarlin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dilahirkan di Desa Liya Kabupaten Wakatobi, Kecamatan Wangi-Wangi pada 18 September 1975. Anak keenam dari enam bersaudara ini menamatkan studi sarjana (S-1) pada Jurusan Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1998. Tahun 2004 menamatkan Program Magister Sains dari Program Ilmu Biokimia IPB. Pada Bulan September tahun 2012, penulis mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S-3 Program Doktor pada Departemen Anatomi, Fisiologi, dan Farmakologi, dengan mayor ilmu-ilmu faal dan khasiat obat, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dan lulus Mei tahun 2017. Pada tahun 2024 menjadi Guru Besar Tetap bidang Ilmu Biokimia di Program Studi Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Selama tahun 2000 sampai 2012 penulis telah memiliki pengalaman bekerja sebagai pengajar di beberapa universitas, di antaranya Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia Jakarta, dan saat ini sebagai pengajar tetap di Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis juga memiliki pengalaman di bidang manajemen sebagai Ketua Pusat Penjaminan Mutu FST UIN Jakarta, serta Koordinator Bidang Data dan Sistem Informasi Pusat Audit Lembaga Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Selama ini penulis dan tim telah menghasilkan beberapa karya ilmiah yang telah dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional. Selain itu telah ditulis juga buku yang bertema madu antara lain : Madu untuk Kesehatan Manusia: Kajian Sains dan Teknologi, Efek Imunomodulator dalam Senyawa Aktif Madu, dan Antivirus Senyawa Bioaktif Madu terhadap virus Covid-19.
Penulis dapat dihubungi melalui surel: laode.sumarlin@uinjkt.ac.id.

Etyn Yunita, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Etyn Yunita adalah dosen dan peneliti di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan latar belakang pendidikan di bidang Biologi Konservasi, yang ia tempuh di FMIPA Universitas Indonesia. Sebelumnya penulis memperluas wawasannya di bidang Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak melalui studi di Fakultas Peternakan IPB. Perpaduan keilmuan ini membentuk pandangan holistiknya
terhadap keterkaitan antara alam, pangan, dan keberlanjutan.
Sebagai auditor halal di Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN, penulis turut terlibat dalam pengawasan keaslian dan mutu produk pangan, termasuk madu—komoditas yang tidak hanya bernilai gizi, tetapi juga budaya. Keterlibatannya di Belitong UNESCO Global Geopark dan Jaringan Geopark Indonesia menegaskan komitmennya terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan penguatan pengetahuan lokal.
Penulis memiliki perhatian khusus terhadap lebah, madu, dan masyarakat penghasil madu yang menjaga pengetahuan tradisional secara turun-temurun, mulai dari teknik pembuatan sarang alami hingga cara memanen yang lestari. Buku Membedah Keaslian Madu: Fakta Ilmiah di Balik Pemalsuan Madu & Cara Sains Melindungi Konsumen lahir dari kepedulian tersebut—sebagai upaya ilmiah sekaligus advokasi untuk melindungi keaslian madu dan menjaga keberlanjutan warisan alam serta budaya yang menyertainya. Penulis dapat dihubungi di alamat surel: etyn@uinjkt.ac.id

References

Abdel-Aal, E. S. M., Ziena, H. M., & Youssef, M. M. (1993). Adulteration of honey with high-fructose corn syrup: Detection by different methods. Food Chemistry, 48(3), 209–212. https://doi.org/10.1016/0308-8146(93)90061-J

Afrin, S., Haneefa, S. M., Fernandez-Cabezudo, M. J., Giampieri, F., Al-Ramadi, B. K., & Battino, M. (2020). Health benefits of honey. Nutrition Research Reviews, 33(1), 50–76. https://doi.org/10.1017/S095442241900028X

Afrin, S., Forbes-Hernandez, T., Gasparrini, M., Bompadre, S., Quiles, J., Sanna, G., Spano, N., Giampieri, F., & Battino, M. (2017). Strawberry-tree honey induces growth inhibition of human colon cancer cells and increases ROS generation: A comparison with Manuka honey. International Journal of Molecular Sciences, 18(3), 613–618. https://doi.org/10.3390/ijms18030613

Ahmed, J., Prabhu, S. T., Raghavan, G. S. V., & Ngadi, M. (2007). Physico-chemical, rheological, calorimetric and dielectric behavior of selected Indian honey. Journal of Food Engineering, 79(4), 1207–1213. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2006.06.030

Aljadi, A. M., & Kamaruddin, M. Y. (2004). Evaluation of the phenolic contents and antioxidant capacities of two Malaysian floral honeys. Food Chemistry, 85(4), 513–518. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2003.08.014.

Ajlouni, S., & Sujirapinyokul, P. (2010). Hydroxymethylfurfuraldehyde and amylase contents in Australian honey. Food Chemistry, 119(3), 1000-1005. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2009.07.057

Al Eid, S. M. (2006). Chromatographic separation of fructose from date syrup. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 57(1), 83–96

Al-Mahasneh, M., Al-U’datt, M., Rababah, T., Al-Widyan, M., Abu Kaeed, A., Al Mahasneh, A. J., & Abu-Khalaf, N. (2021). Classification and prediction of bee honey indirect adulteration using physiochemical properties coupled with k-means clustering and simulated annealing-artificial neural networks (SA-ANNs).

Downloads

Published

September 8, 2026
HOW TO CITE

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-602-346-306-0