KOSMOLOGI WAYANG PURWA

Authors

Setyo Budi
Universitas Sebelas Maret

Keywords:

Kosmologi, Wayang Purwa, Budaya Jawa, Seni Tradisi

Synopsis

Dunia wayang dengan segala latar belakang, jenis, varian, bentuk, lambangl, makna, dan nilai-nilai keluhurannya adalah representasi panduan hidup dan kehidupan Manusia Jawa. Kosmologi Wayang Purwa adalah refleksi Kejawèn yang mencakup rentang karya cipta purba hingga masa sekarang, fungsi pragmatisme hingga spiritualitas, nilai estetika klasik hingga etika adiluhung. Wayang Purwa adalah pemandu pencarian rahasia hidup dan kehidupan dengan cara yang paling naif, mendasar, dan universal. Bukan berbatas wilayah antara hitam dan putih, benar atau salah, hak atau tanggungjawab, melainkan bagaimana kemaknai keseluruhannya sebagai jalan Dharma.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anderson, Benedict R.O’Gorman. (2008). Mitologi dan Toleransi Orang Jawa (terj. Mythology and Tolerance of the Javanese (terjemahan). Yogyakarta: Jejak.

Amir, Hazim. (1994). Nilai-nilai Etis Dalam Wayang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Bastomi, Suwaji. (1995). Seni Dan Budaya Jawa. Semarang: IKIP Semarang Press.

______ (1996). Gandrung Wayang. Semarang: IKIP Semarang Press.

Becker, Judith. (1993). Gamelan Stories: Tantrism, Islam, and Aesthetics in Central Java. Arizona: Arizona State University.

Beg, M.A. Jabar. (1988). Seni Di dalam Peradaban Islam. Bandung: Pustaka

Bruner, E.M. & Becker, J.O. (1979). Art, Ritual, And Society in Indonesia. Athens: Ohio University Center for International Studies - Southeast Asia Program.

Budi, Setyo. (1999). Tesis: “Spesifikasi dan karakteristik Wayang Wahyu Surakarta”. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Geertz, Clifford. (1992). Tafsir Kebudayaan, (Terj. The Interpretations of Cultures: Selected Essays) Yogyakarta: Kanisius.

______ (1995). Kebudayaan dan Agama (Terj. The Interpretations of Cultures: Selected Essays). Yogyakarta: Kanisius.

Groenendael, V.M. Clara van. (1987). Dalang di Balik Wayang. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Guritno, Pandam. (1988). Wayang, Kebudayaan Indonesia dan Pancasila. Jakarta: UI Press.

Hadiwijono, Harun. (2010). Agama Hindhu dan Buddha. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Hardjowirogo. (1955). Sedjarah Wajang Purwa. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementerian P.P. dan K.

Haryanto, S. (1991). Seni Kriya Wayang Kulit (Seni Rupa Tatahan dan Sunggingan). Jakarta: Grafiti.

______ (1995). Bayang-bayang Adiluhung (Filsafat, Simbolis, dan Mistik dalam Wayang). Semarang: Dahara Prize.

______ (1988). Pratiwimba Adiluhung. Jakarta: Djembatan.

Hassan, Fuad. (1977). Heteronomia. Jakarta: Putaka Jaya.

Hasyim, Umar. (1974). Sunan Kalijaga. Kudus: Menara Kudus.

Hazeu, G.A.J. (1897). Bijdrage Tot de Kennis van Het Javaansche Tooneel. Leiden: E.J. Brill.

______ (1979). Kawruh Asalipun Ringgit Sarta Gegepokanipun Kaliyan Agami ing Jaman Kina (terjemahan). Jakarta: Depdikbud.

Holt, Claire. (2000). Melacak Jejak Perkembangan Seni Di Indonesia (terj. Art in Indonesia: Continuities and Change). Bandung: Art.line.

Ismunandar, R.M. (1994). Wayang Asal-usul Dan Jenisnya. Semarang: Dahara Prize.

Kayam, Umar. (1981). Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.

______ (1997). Transformasi Budaya Kita (“Kedaulatan Rakyat”). Yogyakarta, 22 Mei.

Koentjaraningrat. (1992). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

... DAN 48 REFERENSI LAINNYA ...

Downloads

Published

September 30, 2026
HOW TO CITE

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-602-397-367-5