Optimasi Fungsi Komunitas Mikroba Tanah untuk Restorasi Lahan Terdegradasi dalam Mendukung Folu Net Sink 2030

Authors

Enny Widyati
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Keywords:

Bioremediasi, FOLU Net Sink 2030, Microbial Ecosystem Engineering (REKKOSMIK), Rehabilitasi Lahan Terdegradasi

Synopsis

Orasi ini membahas tantangan rehabilitasi dan restorasi lahan terdegradasi di Indonesia yang hingga kini belum mencapai hasil optimal, meskipun berbagai program telah dijalankan. Akar persoalan diidentifikasi bukan semata pada teknik penanaman atau pemilihan jenis, melainkan pada keruntuhan fungsi biologis tanah akibat degradasi komunitas mikroba kunci. Melalui sintesis penelitian lebih dari dua dekade, orasi ini menegaskan bahwa mikrobiom tanah merupakan fondasi adaptasi tanaman, pemulihan kesuburan tanah, dan keberlanjutan ekosistem.

Orasi ini memperkenalkan kerangka Microbial Ecosystem Engineering (REKKOSMIK) sebagai pendekatan ilmiah untuk merekayasa, memulihkan, dan mengoptimalkan fungsi mikrobiom tanah dalam mendukung keberhasilan restorasi lahan terdegradasi dan pencapaian FOLU Net Sink 2030. Konsep ini dibangun atas empat pilar kontribusi ilmiah: teori relasi fungsional tumbuhan–mikrobiom (holobiont), konsep “Keruntuhan fungsi mikrobatanah” dan keruntuhan rhizosfer, inovasi bioremediasi air asam tambang berbasis bakteri pereduksi sulfat, serta model restorasi produktif Fuel-Food-Feed (3F) berbasis mikroba dan bioekonomi komunitas.

Melalui integrasi teori ekologi, inovasi bioteknologi lingkungan, dan model aplikasi di tingkat lanskap, orasi ini menunjukkan bahwa restorasi berbasis mikrobiom tidak hanya memulihkan fungsi ekologis tanah, tetapi juga meningkatkan produktivitas lahan, ketahanan sosial-ekonomi masyarakat, dan serapan karbon. Dengan demikian, REKKOSMIK diposisikan sebagai pendekatan nature-based solution yang ilmiah, aplikatif, dan strategis untuk mendukung agenda pemulihan ekosistem, pembangunan berkelanjutan, dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Enny Widyati, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7/M 2020 tanggal 24 Januari 2020 yang bersangkutan diangkat sebagai Peneliti Ahli Utama dan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/M Tahun 2022 tanggal 16 Maret 2022 yang bersangkutan diangkat sebagai Peneliti Ahli Utama di Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 132/I/HK/2026 tanggal 25 Mei 2026 yang bersangkutan dapat melakukan orasi pengukuhan Profesor Riset.
Menamatkan Sekolah Dasar Negeri Trotok, tahun 1980, Sekolah Menengah Pertama Negeri Bayat, tahun 1983, dan Sekolah Menengah Atas Negeri I Klaten, tahun 1986. Memperoleh gelar Sarjana Biologi Lingkungan dari Universitas Gadjah Mada tahun 1991, dan gelar Doktor (fast track) bidang Ilmu Pengetahuan Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor tahun 2006.
Mengikuti beberapa pelatihan yang terkait dengan bidang kompetensinya, antara lain: Landscape Function and People di Katsersart (2010), Optimizing Performance of Producer Organization (Farmers) (2010), Pelatihan dan Sertifikasi Reviewer di BSD Banten (2014), Training on Reviewing Forestry Science to Policy di Salt Lake City, USA (2014) dan Pelatihan dan Sertifikasi Reviewer (advance) di BSD, Banten (2017).
Jabatan fungsional peneliti diawali sebagai Peneliti Pertama golongan III/a (2003), Peneliti Muda III/c (2008), Peneliti Madya IV/a (2011), dan memperoleh jabatan Peneliti Ahli Utama golongan IVd bidang Biologi Tanah dan Kesuburan Tanah tahun 2020.
Menghasilkan 57 karya tulis ilmiah (KTI),S baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain dalam bentuk buku, bagian dari buku, jurnal, dan prosiding. Sebanyak 21 KTI ditulis dalam bahasa Inggris. Menghasilkan 5 buah kekayaan intelektual dalam bentuk paten sederhana dan hak cipta.
Ikut serta dalam pembinaan kader ilmiah, yaitu sebagai pembimbing jabatan fungsional peneliti junior sebanyak 19 orang pada Balai Litbang Kehutanan Palembang, Aek Nauli, Makassar, Mataram, Pusat Riset Ekologi dan Ethnobiologi, dan Pusat Riset Hortikultura, pembimbing skripsi (S-1) sebanyak 21 orang pada Institut Pertanian Bogor, Universitas Pakuan, dan Universitas Brawijaya.
Aktif dalam organisasi profesi ilmiah, yaitu sebagai anggota PERMI (2002–2008), HITI (2002–2016), MKTI (2004–2012), Perhapi (2007–2014), MAFI (2011–2019) dan Himpenindo/PPI (2018–sekarang).
Menerima tanda penghargaan Satya Lencana Karya Satya X Tahun (2009), Satya Lencana Karya Satya XX Tahun (2020) dari Presiden Republik Indonesia.

References

Afidah, I., Chairiawaty, & Zulfa, S. H. (2023). Integrating local wisdom for sustainable forest community empowerment: Lessons from Indonesia and Malaysia. Journal of Information System Engineering and Management, 10(48s), 437–451. https://doi.org/10.52783/jisem.v10i48s.9553

Badan Litbang Kehutanan. (2009). Laporan evaluasi keberhasilan Program GERHAN 2003-2009.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2017). Perpres No. 59/2017 tentang Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs. https://sdgs.bappenas.go.id/tag/bappenas/

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) (2021). Roadmap SDGs Indonesia 2020–2030. https://sdgs.bappenas.go.id/tag/bappenas/

Binkley, D., & Fisher, R. F. (2019). Ecology and management of forest soils (5th ed.). Wiley.

Dewi, T., Widyati, E., Maftu’ah, E., Irianto, R. S. B., Hartatik, S. E., & Susilo, A. (2025). Protecting agricultural soils from contamination to produce healthy foods: Policies and practices in Indonesia. In J. A. Parray, N. ShaREKKOSMIKm, & A. K. Haghi (Eds.), Producing healthy food with healthy soils (pp. 35–57). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-82536-1_4

Faisal, A. (2025, 9 Juli). Komisi IV ungkap anggaran rehabilitasi Kemenhut hanya Rp62.500 per ha. IDN Times. https://www.idntimes.com/news/indonesia/komisi-iv-ungkap-anggaran-rehabilitasi-kemenhut-hanya-rp62-500-per-ha-00-xvwcc-xgmqwn

Fiqa, A. P., Yulistyarini, T., Budiharta, S., & Widyati, E. (2025). Ecological restoration and reclamation of degraded lands in Indonesia: Eco-physiological and anatomy as an advance approach. In J. A. Parray (Ed.), Soil and land use change (pp. 79–98). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-93075-1_9

Fisher, M. R., Daulay, M. H., Wicaksono, S. A., Bisiaux, A., & Arthalina, E. C. (2023). Forest restoration and rehabilitation in Indonesia: A policy and legal review. EUREDD Facility. https://www.euredd.efi.int/wp-content/uploads/2023/03/FRR-Indonesia-Report.pdf

Hairiah, K., van Noordwijk, M., Sari, R. K., Saputra, D. D., Widianto, Suprayogo, D., Kurniawan, S., Prayogo, C., & Gusli, S. (2020). Soil carbon stocks in Indonesian (agro)forest transitions: Compaction conceals lower carbon concentrations in standard accounting. Agriculture, Ecosystems & Environment, 294, 106879. https://doi.org/10.1016/j.agee.2020.106879

Hakim, S., Naqqash, T., Nawaz, M. S., Laraib, I., Siddique, M. J., Zia, R., Mirza, M. S., & Imran, A. (2021). Rhizosphere engineering with plant growth-promoting microorganisms for agriculture and ecological sustainability. Frontiers in Sustainable Food Systems, 5, 617157. https://doi.org/10.3389/fsufs.2021.617157

Hardianti, S. P. (2025). Building with nature: Peran Wetlands International Indonesia dalam jaringan advokasi transnasional untuk mendukung FOLU Net Sink 2030 [Skripsi]. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Hazra, F., & Widyati, E. (2007). Isolasi, seleksi bahan pembawa dan formulasi inokulum Thiobacillus spp. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 9(2), 71–76.

Johnson, D. B., & Hallberg, K. B. (2005). Acid mine drainage remediation options: A review. Science of the Total Environment, 338(1–2), 3–14. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2004.09.002

Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan. (2021). Rencana Operasi lapangan menuju FOLU Net Sink 2030. https://www.scribd.com/document/889314780/ Rencana-Operasi-Lapangan-Menuju-Folu-Netsink-2030

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Statistik kehutanan Indonesia 2023. https://statistik.kehutanan.go.id

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Indonesia’s FOLU Net Sink 2030: Climate actions towards 2030. https://www.menlhk.go.id/cadmin/uploads/BOOK_FOLU_NET_SINK_Indonesia_s_Climate_Actions_Towards_2030_a3d4f1fa43.pdf

Kementerian Kehutanan. (2025, 9 Juli). Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Dunia 2025: Dorong restorasi lahan untuk pembangunan hutan inklusif. https://www.kehutanan.go.id/pers/article-54

Kumar, A., Das, A., Singh, D., Das, M. K., Srivastava, G. P., Singh, J. P., & Chakdar, H. (2023). Soil health restoration in degraded lands: A microbiological perspective. Land Degradation & Development, 34(17), 5155–5170.

Kurniaty, R., Bustomi, S., & Widyati, E. (2013). Penggunaan Rhizobium dan mikoriza dalam pertumbuhan bibit kaliandra (Calliandra calothyrsus). Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 1(2), 59–64.

Lelana, N. E., Utami, S., Widyati, E., Puspitaningtyas, D. M., Yulianti, M., & Supriadi, B. (2022). The bacterial composition and diversity in a Eucalyptus pellita plantation in South Sumatra, Indonesia. Diversity, 14(6), 442. https://doi.org/10.3390/d14060442

Liang, Y., Leifheit, E. F., Lehmann, A., & Rillig, M. C. (2025). Soil organic carbon stabilization is influenced by microbial diversity and temperature. Scientific Reports, 15, 13990. https://doi.org/10.1038/s41598-025-98009-9

Ma, Y., Prasad, M., Rajkumar, M., Freitas, H. 2011. Plant growth promoting rhizobacteria and endophytes accelerate phytoremediation of metalliferous soils. Biotechnology Advances 29(2): 248-258. DOI: 10.1016/j.biotechadv.2010.12.001

Nawir, A. A., Murniati, Wibowo, L. R., Hiyama, C., & Gumartini, T. (2007). Portraits of rehabilitation projects in Indonesia. In A. A. Nawir, Murniati, & L. R. Wibowo (Eds.), Forest rehabilitation in Indonesia: Where to after more than three decades? CIFOR.

Pioli, S., Sarneel, J., Thomas, H., Domene, X., Andrés, P., Hefting, M., Reitz, T., Laudon, H., Sandén, T., Piscova, V., Aurela, M., & Brusetti, L. (2020). Linking plant litter microbial diversity to microhabitat conditions, environmental gradients and litter mass loss. Soil Biology and Biochemistry, 144, 107778. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2020.107778

Prommer, J., Walker, T. W. N., Wanek, W., Braun, J., Zezula, D., Hu, Y., Hofhansl, F., & Richter, A. (2020). Increased microbial growth, biomass, and turnover drive soil organic carbon accumulation at higher plant diversity. Global Change Biology, 26, 669–681. https://doi.org/10.1111/gcb.14777

Said, N. S. (2014). Teknologi pengolahan air asam tambang batubara: Alternatif pemilihan teknologi. Jurnal Air Indonesia, 7(2), 1–20.

Santonja, M., Rancon, A., Formin, N., Baldy, V., Hättenschwiler, S., Fernandez, C., Montès, N., & Mirleau, P. (2017). Plant litter diversity increases microbial abundance, fungal diversity, and carbon and nitrogen cycling. Soil Biology and Biochemistry, 111, 124–134. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2017.04.006

Sheoran, V., Sheoran, A., & Poonia, P. (2010). Soil reclamation of abandoned mine land by revegetation: A review. International Journal of Soil, Sediment and Water, 3(2), Article 13.

Siswadi. (2017). Evaluasi pertumbuhan tanaman jabon (Anthocephalus cadamba) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Prosiding Komhindo III. https://doi.org/10.5281/zenodo.4085008

Smith, S. E., & Read, D. J. (2008). Mycorrhizal symbiosis (3rd ed.). Academic Press.

United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). 2022. Enhanced nationally contribution Republic of Indonesia. https://unfccc.int/sites/default/files/NDC/2022-09/23.09.2022_Enhanced%20NDC%20Indonesia.pdf

Van der Heijden, M. G. A., Bardgett, R. D., & van Straalen, N. M. (2008). The unseen majority: Soil microbes as drivers of plant diversity and productivity. Ecology Letters, 11(3), 296–310. https://doi.org/10.1111/j.1461-0248.2007.01139.x

Verhoeven, D., Berkhout, E., Sewell, A., & van der Esch, S. (2024). The global cost of international commitments on land restoration. Land Degradation & Development, 35, 4864–4874. https://doi.org/10.1002/ldr.5263

Widyati, E. (2005). Rehabilitasi lahan bekas tambang batubara melalui perbaikan kualitas tanah dengan metode bioremediasi. Prosiding Ekspose Penerapan Hasil Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Widyati, E. (2006). Bioremediasi tanah bekas tambang batubara dengan sludge industri kertas untuk memacu revegetasi lahan [Disertasi]. Institut Pertanian Bogor.

Widyati, E. (2007a). Formulasi inokulum mikroba: MA, BPF dan Rhizobium asal lahan bekas tambang batubara. Biodiversitas, 8(3), 238–241.

Widyati, E. (2007b). Pemanfaatan bakteri pereduksi sulfat untuk bioremediasi tanah bekas tambang batubara. Biodiversitas, 8(4), 283–286.

Widyati, E. (2008). Peranan mikroba tanah pada kegiatan rehabilitasi lahan bekas tambang. Info Hutan, 5(2), 151–160.

Widyati, E. (2009a). Pemanfaatan sludge industri pulp dan kertas sebagai amelioran tanah. Jurnal Selulosa, 44(1), 41–48.

Widyati, E. (2009b). Kajian fitoremediasi pada lahan bekas tambang batubara. Tekno Hutan Tanaman, 2(2), 67–75.

Widyati, E. (2011). Formulasi inokulum bakteri pereduksi sulfat untuk mengatasi air asam tambang. Tekno Hutan Tanaman, 4(3), 119–125.

Widyati, E. (2012a). Pemanfaatan sludge industri pulp dan kertas untuk ameliorasi tanah tailing tambang emas. Jurnal Selulosa, 2(1), 28–38.

Widyati, E. (2012b). Optimasi pertumbuhan Acacia crassicarpa pada tanah bekas tambang batubara. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 8(1), 19–30. https://doi.org/10.20886/jpht.2011.8.1.19-30

Widyati, E. (2016a). Microbial community behaviour in the rhizosphere of Litsea cubeba after pruning. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 22(3), 149–157. https://doi.org/10.7226/jtfm.22.3.149

Widyati, E. (2016b). Peranan fitohormon pada pertumbuhan tanaman. Galam, 2(1), 1–13.

Widyati, E. (2017a). Memahami bisnis di rizosfer. Deepublish.

Widyati, E. (2017b). Memahami komunikasi tumbuhan–tanah dalam areal rhizosfer. Jurnal Sumberdaya Lahan, 11(1). https://doi.org/10.2018/jsdl.v11i1.8190

Widyati, E. (2018). Biologi tanah: Membedah kerapuhan sistem budidaya monokultur. Deepublish.

Widyati, E., Budiharta, S., Akbar, A., Susilo, A., Kurniawan, A., & Sadili, A. (2025). Changes in soil–root–organism interactions following tropical forest conversion. Applied Soil Ecology, 213, 106253. https://doi.org/10.1016/j.apsoil.2025.106253

Widyati, E., Darwiati, W., & Yulianti, M. (2019). Land management in optimizing productivity of limited land (3F). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 394(1), 012068.

Widyati, E., Helbert, Kusuma, Y. W. C., Irianto, R. S. B., Lelana, N. E., Yeny, I., & Gao, C. (2023). Microbial community dynamics due to land use change. In J. A. Parray (Ed.), Climate change and microbiome dynamics (pp. 51–69). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-21079-2_4

Widyati, E., Irianto, R. S. B., & Susilo, A. (2022b). Rhizosphere upheaval after tree cutting. Communicative & Integrative Biology, 15(1), 105–114. https://doi.org/10.1080/19420889.2022.2068110

Widyati, E., Irianto, R. S. B., Dewi, T., Maftu’ah, E., Hartatik, S. E., & Parray, J. A. (2024b). Emerging strategies for engineering microbial communities. In J. A. Parray & W.-J. Li (Eds.), Microbiome-assisted bioremediation (pp. 401–427). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-443-21911-5.00009-X

Widyati, E., Mansur, I., Kusmana, C., & Santoso, E. (2005a). Pemanfaatan sludge industri kertas sebagai pembenah tanah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 2(2), 127–134.

Widyati, E., Mansur, I., Kusmana, C., & Santoso, E. (2005b). Biodiversitas dan efektivitas fungi mikoriza arbuskula. Jurnal Hutan dan Konservasi Alam, 2(3), 295–302.

Widyati, E., Nuroniah, H. S., Tata, H. L., Mindawati, N., Lisnawati, Y., & Darwo. (2022a). Soil degradation due to conversion from natural to plantation forests. Forests, 13(11), 1913. https://doi.org/10.3390/f13111913

Widyati, E., Siarudin, M., & Indrajaya, Y. (2022d). The dynamic of functional microbes community under Acacia auriculiformis agroforestry. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 28(2), 119–129. https://doi.org/10.7226/jtfm.28.2.119

Widyati, E., Susilo, A., Budiiriyanto, R. S., Pasaribu, G., Darwiati, W., Wardani, M., & et al. (2024a). Revealing rhizosphere of edelweiss (Anaphalis longifolia). International Journal of Agriculture and Biology. https://doi.org/10.17957/IJAB/15.2107

Widyati, E., Sutiyono, Darwo, Mindawati, N., Yulianti, M., & Prameswari, D. (2022b). Optimum plant density and harvest age for Calliandra SRC. Forest Science and Technology, 18(1), 26–35. https://doi.org/10.1080/21580103.2022.2039305

Widyati, E., & Wahyudi, A. (2012). Dari hutan kembali ke hutan: Sludge industri kertas memperbaiki tanah pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Pusat Penelitian Produktivitas Hutan.

Widyati, E., Widyastuti, R., & Lantifasari, R. (2010). Sidik cepat biokatalisasi air asam tambang. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 7(1), 51–58.

Wu, H., Yan, W., Wu, H., Zhang, J., Zhang, Z., Rensing, C., & Lin, W. (2022). Consecutive monoculture regimes affect rhizosphere viral community. Agriculture, Ecosystems & Environment, 337, 108076. https://doi.org/10.1016/j.agee.2022.108076

Yang, Y., Dou, Y., Wang, B., Wang, Y., Liang, C., An, S., Soromotin, A., & Kuzyakov, Y. (2022). Increasing contribution of microbial residues to soil organic carbon. Soil Biology and Biochemistry, 170, 108688. https://doi.org/10.1016/j.soilbio.2022.108688

Yao, Y., He, Y., Wang, P., Liu, R., Fu, M., Feng, J., Hu, H., & Zhang, S. (2025). Soil microbes enhance stability of soil organic carbon pools. Journal of Environmental Management, 395, 127808. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2025.127808

Younger, P. L., Banwart, S. A., & Hedin, R. S. (2002). Mine water: Hydrology, pollution, remediation. Springer.

Zhang, X., Dai, G., Ma, T., Liu, N., Hu, H., Ma, W., Zhang, J., Wang, Z., Peterse, F., & Feng, X. (2020). Links between microbial biomass and necromass components. Geoderma, 379, 114623. https://doi.org/10.1016/j.geoderma.2020.114623

Zhao, J., Feng, X., Hu, J., He, M., Wang, S., Yang, Y., & Chen, L. (2024). Mineral and microbial properties drive MAOM formation. Global Change Biology, 30(12). https://doi.org/10.1111/gcb.70004

Downloads

Published

June 23, 2026

Online ISSN

3090-8485
HOW TO CITE