DEREGULASI PROGRESIF UNTUK REKONSTRUKSI TATA KELOLA KELAUTAN INDONESIA

Authors

Dirhamsyah
Pusat Riset Kebijakan Publik

Keywords:

Tata Kelola Kelautan, Kerangka Hukum Kelautan, Deregulasi progresif, Undang-Undang Omnibus Kelautan

Synopsis

Kajian terhadap 26 UU kelautan menyatakan bahwa UU yang ada belum mengatur pengelolaan laut secara komprehensif, holistik dan integratif. Setiap aspek kelautan diatur oleh UU tersendiri yang menyebabkan UU terfragmentasi dan melebihi jumlah maksimal UU yang ideal mengatur sebuah sektor pembangunan (hyper regulation). Hal ini menyebabkan  konflik antar UU, tumpang tindih kewenangan antar lembaga pemerintah dan tidak efektifnya penegakan hukum yang pada akhirnya menyebabkan tidak optimalnya pengelolaan laut dan pesisir. Solusi dari permasalahan ini adalah pengintegrasian UU kelautan melalui pembentukan  UU omnibus kelautan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Dirhamsyah, Pusat Riset Kebijakan Publik

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33/M Tahun 2023 tanggal 20 Juli 2023 yang bersangkutan diangkat sebagai Peneliti Ahli Utama di Badan Riset dan Inovasi Nasional terhitung mulai 4 Agustus 2023.
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 165/I/HK/2026 tanggal 14 Juli 2026 yang bersangkutan dapat melakukan orasi ilmiah dan dikukuhkan menjadi Profesor Riset.
Menamatkan Sekolah Dasar Petamburan Pagi 1, tahun 1973, Sekolah Menengah Ekonomi Pertama Negeri 1 Jakarta, tahun 1976, dan Sekolah Menengah Ekonomi Atas Negeri 8 Jakarta, tahun 1980. Memperoleh gelar Sarjana Administrasi Negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPANN Jakarta tahun 1988, gelar Master of Art bidang Maritime Policy dari University of Wollongong, Australia tahun 2002, dan gelar Doktor bidang Coastal Zone Management dari University of Wollongong, Australia tahun 2006.
Mengikuti sebanyak 15 pelatihan yang terkait dengan bidang kompetensinya, antara lain: Participatory Benefit Monitoring and Evaluation di Wollongong, Australia (2002), Integrated Coastal Zone Management and Marine Policy di Wollongong, Australia (2005) dan United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) Series on Sea and Human Security: Towards a Comprehensive Security for Seas and Oceans di Hiroshima, Japan (2007).
Pernah menduduki berbagai jabatan struktural di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) antara lain sebagai Kepala Subbagian Keuangan Pusat Penelitian Oseanologi (Puslit Oseanologi-LIPI) (tahun 1991-1998), Kepala Subbidang Kerjasama Puslit Oseanologi-LIPI (tahun 1998-2001), Kepala Bagian Tata Usaha Puslit Oseanologi-LIPI (tahun 2007-2011), Kepala Bidang Sarana Penelitian Puslit Oseanologi-LIPI (tahun 2011-2014), Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslit Oseanologi-LIPI (tahun 2014-2015) dan Kepala Pusat Penelitian Oseanologi-LIPI (tahun 2015-2019).
Jabatan fungsional Peneliti diawali sebagai Peneliti Ahli Muda golongan III/d tahun 2006, Peneliti Ahli Madya golongan IV/b tahun 2009, dan memperoleh jabatan Peneliti Ahli Utama golongan IV/d bidang Pengelolaan Wilayah Pesisir tahun 2023.
Menghasilkan lima puluh satu (51) karya tulis ilmiah (KTI), baik yang ditulis sendiri maupun bersama penulis lain dalam bentuk buku, jurnal, prosiding dan publikasi lainnya. Sebanyak empat puluh tujuh (46) KTI ditulis dalam bahasa Inggris, dan sembilan (5) dalam bahasa Indonesia. Rekam jejak akademisnya juga diperlihatkan pada capaian h-index Scopus 9 dan h-index google scholar 10, yang menunjukan bahwa pemikiran dan karya-karyanya mendapat perhatian serta menjadi rujukan bagi komunitas ilmiah baik dalam dan luar negeri.
Ikut serta dalam pembinaan kader ilmiah, yaitu sebagai pembimbing jabatan fungsional Peneliti pada Pusat Riset Oseanografi-BRIN, dan penguji disertasi (S-3) pada Universitas IPB.
Aktif dalam organisasi profesi ilmiah, yaitu sebagai anggota Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia sejak tahun 2014, dan Perhimpunan Periset Indonesia sejak tahun 2022.
Menerima tanda penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun (tahun 2000), 20 Tahun (tahun 2008) dan 30 Tahun (tahun 2013) dari Presiden RI.

References

Adeleye, G., Acquah-Dadzie, K., Sienkewicz, T.J., McDonough, J.T. (1999). World dictionary of foreign expressions: a resource for readers and writers. p. 240, Bolchazy-Carducci Publishers. ISBN 0-86516-423-1

Anwar, Z. & Wahyuni, W. (2019). Miskin Di Laut Yang Kaya: Nelayan Indonesia Dan Kemiskinan. Jurnal Sosioreligius Vol. 4 No. 1 (2019). DOI: https://doi.org/10.24252/sosioreligius.v4i1.10622

Bayhaqi, A., Iskandar, I., Surinati, D., Budiman, A.S., Wardhana, A.K., Dirhamsyah, Yuan, D., & Lestari, D.O. (2018). Water mass characteristic in the outflow region of the Indonesian throughflow during and post 2016 negative Indian Ocean dipole event. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. DOI: https://doi.org/10.1088/1755-1315/149/1/012053

Behuniak, T.E. (1978). The Seizure and Recovery of the S.S. Mayaguez: Legal Analysis of United States Claims, Part 1. Military Law Review. 82. Department of the Army: 114–121. ISSN 0026-4040.

Bevir, M. (2012). Governance: A very short introduction. Oxford, UK: Oxford University Press. ISBN 9780191646294.

Borrini-Feyerabend, G., Dudley, N., Jaeger, T., Lassen, B., Pathak Broome, N., Phillips, A., et al. (2013). Governance of protected areas: From understanding to action. Best Practice Protected Area Guidelines Series No. 20 (Gland, Switzerland: IUCN), 124pp

Burgess, J., Foulkes, L., Jones, P., Merighi, M., Murray, S., Whitacre, J. (2019). Law of the Sea: A Policy Primer. The Fletcher School of Law and Diplomacy at Tufts University. https://sites.tufts.edu/lawofthesea/chapter-one/

Burke, L., Selig, E., Spalding, M. & Perry, A. (2002). Reefs At Risk in Southeast Asia. World Resources Institute, DC.

Chang, Y.C. (2012). Ocean Governance: A way forward. Dordrecht – Springer. ISBN: 978-94-007-2761-8; e-ISBN: 978-94-007-2762-5. DOI: 10.1007/978-94-007-2762-5.

Dirhamsyah (2004a). Regional Policies and Regulations for Coral Reef Management: Case Studies on Riau Archipelago, Selayar and Biak Numfor Districts. Maritime Studies Vol. 136 May/June 2004. Canberra, Australia, pp. 7-20. DOI: https://doi.org/10.1080/07266472.2004.10878743

Dirhamsyah (2004b). A Critical Review of the National Policy for Coastal and Coral Reef Resources Management in Indonesia. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 24, No. 3; 2004. Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan, Universitas Indonesia, pp. 201-217.

Dirhamsyah (2005a). Analysis of the Effectiveness of Indonesia’s coral reef management framework. PhD theses, Centre for Maritime Policy, University of Wollongong, Australia. http://ro.uow.edu.au/theses/424

Dirhamsyah (2005b). Community Participation in coral reef management and conservation program: A review of co-management concept. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 25, No. 2; 2005. Pusat Penelitian Sumberdaya Manusia dan Lingkungan, Universitas Indonesia, pp. 134-157.

Dirhamsyah (2005c). Institutional overhaul in marine sphere. Jakarta Post, edition on 22 December 2005.

Dirhamsyah (2006a). Pengelolaan Wilayah Pesisir Terintegrasi di Indonesia. Oseana Vol. XXXI, No 1 / 2006. Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI, pp. 21-26.

Dirhamsyah (2006b). It is time for Indonesia to develop its national ocean policy. Oseanologi dan Limnologi (OLDI) No. 39 / 2006. Pusat Penelitian Limnologi dan Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI, pp. 41-53.

Dirhamsyah (2006c). The Indonesian coral reef rehabilitation and management program: lessons learned in community-based reef management at Senayang and Lingga Islands, Riau. Journal of Coastal Development, Volume 9, No. 2, pp. 85-96.

Dirhamsyah (2006d). Indonesian Legislative Framework for Coastal and Coral Reef Resources Management: A Critical Review and Recommendation. Ocean and Coastal Management Journal No. 49(1): 68-92 December 2006. Elsevier.

Dirhamsyah (2007a). Penegakan Hukum Laut di Indonesia (Law Enforcement in Indonesian Waters). Oseana Vol XXXII, No 1 / 2007 Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI, pp. 1-13.

Dirhamsyah (2007b). An Economic Valuation of Seagrass Ecosystems in East Bintan, Riau Archipelago, Indonesia. Oseanologi dan Limnologi (OLDI) Vol. 33, Nomor 2/2007. Pusat Penelitian Limnologi dan Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI., pp. 257-270

Dirhamsyah & Genisa, A.S. (2007). Community Fisheries Resources Management: A Case Study in the West Coast of Aceh. Maritime Studies. Vol. 155 July/August 2007, Canberra, Australia, 17-28. DOI: https://doi.org/10.1080/07266472.2007.10878860

Dirhamsyah (2012a). Critical Analysis on Development of Local Marine Protected Areas: Case Study on Bintan Island, Riau Archipelago, Indonesia. Proceedings The First Workshop on China-Indonesia Marine Biodiversity Research, in November 12-16, 2012 in Xiamen, China, pp. 162-173.

Dirhamsyah (2012b). IUU fishing in Indonesia’s live reef fisheries. Australian Journal of Maritime & Ocean Affairs Vol. 4, No. 2, pp. 44-52. ISSN 1836-6503

Dirhamsyah, Subijanto, J., Susanto, H.A., Nurhakim, S., Amin, I., Napitupulu, L., Timotius, S., Nurlaili, Damayanti, E., Yudiarso, P., Wen Wen, Alhanif R., Budiarto, A., & Kushardanto, H. (2012). The State of the Coral Triangle in Indonesia: Coral Triangle Marine Resources, Their Status, Economics, and Management. The Asian Development Bank, Mandaluyong City, Philippines. ISBN 978-92-9254-514-7 (Print), 978-92-9254-515-4 (PDF), 189p.

Dirhamsyah (2021). Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ): Indonesian Perspective as an Archipelagic State. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 789 (2021) 012020. DOI: https://doi.org/10.1088/1755-1315/789/1/012020

Dirhamsyah, D. Umam, S., Arifin, Z. (2022). Maritime Law Enforcement: Indonesia’s experience against illegal fishing. Ocean and Coastal Management 229 (2022) 106304. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2022.106304

Dirhamsyah, D., Yanti, S., Soemorekso, S., Suyarso, Sani, S.Y., Hermawan, R., Mustiah, D., and Apalossa, M. (2026). Revitalizing Indonesian Marine Governance: The need for Legal Reform. Social Sciences & Humanities Open Vol. 14.

Garner, B.A. & Black, H.C. (2009). Black’s Law Dictionary, ninth ed. St. Paul, MN: West.

Hadi, T.A., Abrar, M., Giyanto, Prayudha, B., Johan, O., Budiyanto, A., Dzumalek, A.R., Alifatri, L.A., Sulha, S., Suharsono. (2020). Status Terumbu Karang Indonesia 2019. Pusat Riset Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 71p. ISBN: 978-602-6504-29-6. https://www. www.researchgate.net/publication/342663285_The_Status_of_Indonesian_Coral_Reefs_2019

Hutomo, M, Nontji, A and Dirhamsyah. (2009). Regional Coastal Resources and Environment Profile for ASEAN Region. Indonesian Institute of Sciences, Jakarta, Indonesia, 296 pp.

Burke, L., Selig, E., Spalding, M. & Perry, A., (2002). Reefs At Risk in Southeast Asia. World Resources Institute, DC.

Kooiman, J and Bavinck, M. (2005). The Governance Perspective. In (Eds) Kooiman, J., Bavinck, M., Jentoft, S., Pullin, R. (2005). Fish for Life. Amsterdam University Press. https://www.jstor.org/stable/j.ctt46mzgb.4

Li, X., Yuan, D., Li, Y., Wang, Z., Wang, J., Hu, X., Yang, Y., Corvianawatie, C., Surinati, D., Budiman, A.S., Bayhaqi, A., Avianto, P., Kusmanto, E., Santoso, P.D., Purwandana, A., Ismail, M.F.A., Dirhamsyah & Arifin, Z. (2021). Moored Observations of Currents and Water Mass Properties between Talaud and Halmahera Islands at the Entrance of the Indonesian Seas. Journal of Physical Oceanography, 51 (12): 3557-3572. DOI: https://doi.org/10.1175/JPO-D-21-0048.1

Liu, R. (2009). The Analysis on the Contribution of Ocean Economy to the National Economic Development of China. Tropical Coasts Vol 16 No. 1, July 2009, pp.71-79. ISSN 0117-9756. https://pemsea.org/sites/default/files/2023-12/tc-v16n1.pdf

Lukaszuk, T. (2018). The Concept of Maritime Governance in International Relations. Marine environmental policy, maritime governance, EU seaport policy https://doi.org/10.7366/020909614201807

Massicotte, L. (2013). Omnibus bills in theory and practice. Can. Parliam. Rev. 36 (1), 13–17. https://dialnet.unirioja.es/servlet/articulo?codigo=4237935

Mondre, A. and Kuhn, A. (2022). Authority in ocean governance architecture. Politics Governance 10 (3), 5-13. https://doi.org/10.17645/pag.v10i3.5334

Murdiyarso, D., Purbopuspito, J., Kauffman, J.B., Warren, M.W., Sasmito, S.D., Donato, D.C., Manuri, S., Krisnawati, H., Taberina, S., Kurnianto, S. (2015). The potential of Indonesian mangrove forests for global climate change mitigation. Nature Climate Change, 5: 1089-1092. https://doi.org/10.1038/nclimate2734

Parthenay, K. and Mesquita, R. (2025). From sovereignty to sustainability: a brief history of ocean governance. https://doi.org/10.64628/AAK.nx4tcjww6. https://theconversation.com/from-sovereignty-to-sustainability-a-brief-history-of-ocean-governance-258200

Quyet, L.V., Sen, V.V. & Tien, T.A. (2023). The South Seas and Islands in Vietnam’s Maritime Strategy: Position and Development Potential. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 1247 (2023) 012008. IOP publishing doi:10.1088/1755-1315/1247/1/012008.

Ruhanen, L., Scott, N., Ritchie, B., and Tkaczynski, A. (2010). Governance: a review and synthesis of the literature. Tourism Rev. 65 (4), 4–16. https://doi.org/10.1108/16605371011093836

Surinati, D., Corvianawatie, C., Kusmanto, E., Budiman, A.S., Bayhaqi, A., Avianto, P., Wardana, A.K., Purwandana, A., Ismail, M.F.A., Dirhamsyah, Arifin, Z., Yuan, D., Li, X., Li, Y., Wang, Z., Wang, J. (2021). The Variability of Upper-Ocean Salinity in the Eastern Inflow Region of ITF. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 789 (2021) 012020. DOI: https://doi.org/10.1088/1755-1315/789/1/012001

Susskind, R.E. (ed.) (2005). The Susskind Interviews: Legal Experts in Changing Times. Sweet & Maxwell Limited, London, 349 pp.

Takei, Y. (2015). A Sketch of the Concept of Ocean Governance and Its Relationship with the Law of the Sea. Koninklijke Brill NV, Leiden. 2015. https://doi.org/10.1163/9789004294585_007

Talib N.L., Utomo A., Barnett J., Adhuri D.S. (2022). Three centuries of marine governance in Indonesia: Path dependence impedes sustainability. Marine Policy 143 (2022) 105171. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2022.105171

van Ittersum, M. (2006). Hugo Grotius, Natural Rights Theories and the Rise of Dutch Power in the East Indies 1595–1615. Boston: Brill.

Wang, Z., Yin, X., Li, X., Li, Y., Li, R., Yang, Y., Mamuaja, J.M., Pangalila, F., Kalangi, P., Gerung, G., Wardana, A.K., Surinati, D., Ismail, M.F.A., Dirhamsyah, D., Arifin, Z. & Yuan, D., (2023). Water Mass Variations in the Maluku Channel of the Indonesian Seas During the Winter of 2018–2019. Journal of Geophysical Research: Oceans: 1-13. DOI: https://doi.org/10.1029/2022JC018731

Yin, X., Yuan, D., Li, X., Wang, Z., Li, Y., Corvianawatie, C., Wardana, A.K., Surinati, D., Purwandana, A., Ismail, M.F.A., Budiman, A.S., Bayhaqi, A., Avianto, P., Kusmanto, E., Santoso, P.D., Dirhamsyah & Arifin, Z. (2023). Moored Observations of the Currents and Transports of the Maluku Sea. Journal of Physical Oceanography, 53: 1-16. DOI: https://doi.org/10.1175/JPO-D-22-0027.1

Yuan, D., Yin, X., Li, X., Corvianawatie, C., Wang, Z., Li, Y., Yang, Y., Hu, X., Wang, J., Tan, S., Surinati, D., Purwandana, A., Wardana, A.K., Ismail, M.F.A., Budiman, A.S., Bayhaqi, A., Avianto, P., Santoso, P.D., Kusmanto, E., Dirhamsyah, Arifin, Z., & Pratt, L.J. (2022). A Maluku Sea intermediate western boundary current connecting Pacific Ocean circulation to the Indonesian Throughflow. Nature Communications: 1-8. DOI: https://doi.org/10.1038/s41467-022-29617-6

Yuan, D., Chang, T., Yin, X., Li, M., Xin, S., Mamuaja, J.M., Pangalila, F., Kalangi, P., Gerung, G., Dirhamsyah, Avianto, P., Arifin, Z., Santoso, P.D., and Gordon, A.L. (2025). Direct South Pacific water intrusion into the Indonesian sea. Geophysical Research Letter, 52, e2025GL116805. https://doi.org/10.1029/2025GL116805

Legal Dokumen (Internasional)

Food and Agriculture Organization (FAO). (2010). World Review of Fisheries and Aquaculture 2010. http://www.fao.org/docrep/013/i1820e01.pdf

International Union for Conservation of Nature (IUCN). 2008. IUCN WCPA Best Practice Guidance on Recognising Protected Areas and Assigning Management Categories and Governance Types, Best Practice Protected Area. Guidelines Series No. 21, Gland, Switzerland: IUCN. ISBN 978-2-8317-1636-7

United Nations (2025). The Third United Nations Conference on the Law of the Sea (1973-1982). Official Records of Diplomatic Conferences. Codification Division, Office of Legal Affairs, United Nations 2025.

United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) (2025). Why Maritime Governance Matters. Newsletter Published September 25, 2025. https://oceanliteracy.unesco.org/news/why-maritime-governance-matters

World Bank (2009). The sunken billions: the economic justification for fisheries reform. World Bank and FAO. https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/2596

Legal Dokumen (Nasional)

UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

UU No. 5 Tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia

UU No. 17 Tahun 1985 tentang Ratifikasi UNCLOS

UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya

UU No. 5 Tahun 1994 tentang Ratifikasi CBD

UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan

UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai

UU No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia

UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi

UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI

UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daeah.

UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

UU No. 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara

UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan

UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan

UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan

UU No. 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

UU No. 16 Tahun 2023 tentang Landas Kontinen.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove.

Peraturan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), (2020). Lampiran Peraturan Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Tahun 2020-2024.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). (2024). Perubahan Kedua Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024. Lampiran Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 15/PERMEN-KP/2024, p.16

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) (2022). Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 tahun 2022, tentang Estimasi Potensi Sumber Daya Ikan, Jumlah Tangkapan Ikan yang diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia

Dokumen Pemerintah

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut/Dirjen Hubla (2023). Daftar Konvensi Internasional yang telah diratifikasi Indonesia. PPID. https://hubla.dephub.go.id/home/page/ppid/

Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (P2O LIPI). 2017. Status Padang Lamun Indonesia 2017. COREMAP CTI dan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. ISBN 978-602-6504-06-7

Downloads

Published

July 27, 2026

Online ISSN

3090-8485
HOW TO CITE