Penghargaan Indonesia Innovator Award dan Indonesia Innovator Lecture 2026

Authors

Valiant
Agus Purwanto
Universitas Sebelas Maret
Aditya Farhan Arif
Indonesia Battery Corporation

Keywords:

Indonesia Innovator Award 2026, Indonesia Innovator Lecture 2026

Synopsis

Indonesia Innovator Award (sebelumnya BPPT Innovation Award) adalah penghargaan yang diberikan sejak tahun 2018 kepada para inovator dan periset yang berhasil mengkomersialkan karyanya melalui lisensi dan royalti. Penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi dan menjadi teladan bagi insan teknologi agar terus berinovasi. Program ini juga turut menghadirkan Indonesia Innovator Lecture, yaitu kuliah umum dari para inovator yang telah berhasil melakukan komersialisasi dari inovasi yang bertujuan memberikan wawasan inspiratif mengenai bagaimana sebuah inovasi mampu mendorong kemajuan di berbagai sektor masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Agus Purwanto, Universitas Sebelas Maret

Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T.  lahir di Sragen pada 11 April 1975. Ketertarikannya terhadap sains dan teknologi mulai tumbuh ketika menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Sragen pada jurusan Fisika. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada tahun 1993, ia melanjutkan pendidikan Sarjana Teknik Kimia di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya dan lulus pada tahun 1998. Pendidikan magister pada bidang yang sama diselesaikannya di ITS pada tahun 2002.


Perjalanan akademiknya berlanjut ke Jepang setelah memperoleh beasiswa doktoral dari Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology atau MEXT Jepang. Ia menempuh pendidikan doktor pada bidang Teknik Kimia (Chemical Engineering) di Hiroshima University dan meraih gelar Doctor of Engineering pada tahun 2008. Selama berada di Jepang, ia mendalami teknologi pembentukan nanopartikel, khususnya melalui metode spray pyrolysis dan proses berbasis nyala (flame spray pyrolysis). Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, ia melanjutkan kegiatan akademik sebagai Assistant Professor for Research Project pada Graduate School of Engineering, Hiroshima University pada 2008–2009 dan sebagai postdoctoral fellow pada tahun 2010. Untuk memperkuat kompetensi profesionalnya sebagai insinyur, ia juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur di Universitas Sebelas Maret pada tahun 2022.


Kariernya sebagai dosen dan peneliti dikembangkan di Universitas Sebelas Maret. Selain melaksanakan pendidikan dan penelitian, ia mengemban berbagai tanggung jawab kepemimpinan, antara lain sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik UNS pada 2011–2015, Wakil Dekan Bidang Akademik pada 2015–2019, serta anggota Senat Universitas Sebelas Maret pada periode yang sama. Pada 2021–2023, ia dipercaya sebagai Direktur Inovasi dan Hilirisasi UNS. Sejak tahun 2020 hingga sekarang, ia memimpin Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi Teknologi Penyimpanan Energi Listrik UNS, yang menjadi salah satu pusat pengembangan teknologi baterai dan penyimpanan energi di Indonesia.


Perjalanan risetnya berkembang secara bertahap, mulai dari kajian material proteksi korosi, pengolahan sumber daya hayati, sintesis nanopartikel, material fotokatalis, dan sel surya, hingga berfokus pada teknologi baterai dan penyimpanan energi. Sejak terlibat sebagai Ketua Riset Grup Baterai dalam program pengembangan mobil listrik nasional pada tahun 2012, ia secara konsisten mengembangkan teknologi baterai dari tingkat material aktif, elektroda, sel, modul, battery pack, hingga sistem penyimpanan energi. Risetnya mencakup material katoda LiFePO₄, NMC dan NCA, material anoda berbasis silika dan karbon, separator nanofiber, baterai pengisian cepat, baterai sodium-ion, pemanfaatan graphene, daur ulang baterai, serta pengembangan Battery Energy Storage System atau BESS.


Hingga tahun 2026, ia telah terlibat dalam lebih dari 60 kegiatan penelitian yang didanai oleh berbagai lembaga, antara lain Kementerian Pendidikan Tinggi, LPDP, BRIN, pemerintah daerah, Universitas Sebelas Maret, Indonesia Toray Science Foundation, USAID, serta sejumlah mitra industri. Riset-riset tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga untuk membangun kemampuan nasional dalam memproduksi material dan perangkat baterai. Salah satu fokus utamanya adalah mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dan bahan baku impor melalui pengembangan material berbasis sumber daya lokal serta proses produksi yang dapat ditingkatkan menuju skala industri.


Rekam jejak publikasinya dimulai secara konsisten sejak masa pendidikan doktoral. Karya-karyanya telah diterbitkan dalam berbagai jurnal internasional bereputasi, antara lain Chemistry of Materials, Chemical Engineering Journal, AIChE Journal, Journal of the Electrochemical Society, Industrial & Engineering Chemistry Research, Journal of the European Ceramic Society, Thin Solid Films, dan Advanced Powder Technology. Publikasi tersebut meliputi bidang pembentukan nanopartikel, material keramik, fotokatalis, material konduktif transparan, sel surya, serta material dan sistem baterai. Ia juga aktif menyampaikan gagasan dan hasil penelitiannya dalam berbagai forum ilmiah nasional dan internasional sebagai presenter, invited speaker, maupun pembicara kunci.


Salah satu ciri utama perjalanan akademiknya adalah upaya membawa hasil penelitian keluar dari laboratorium menuju pemanfaatan nyata. Bersama timnya, ia mengembangkan berbagai produk inovasi, seperti sel baterai LFP dan NMC berformat 18650, powerwall berkapasitas 1–5 kWh, rechargeable genset, battery pack kendaraan listrik, BESS, material katoda NMC dan NCA, serta bahan baku baterai seperti lithium hydroxide dan lithium carbonate. Teknologi tersebut telah dimanfaatkan dan dikembangkan bersama sejumlah perusahaan, termasuk PT Batex Energi Mandiri, PT Polimikro Berdikari Nusantara, PT Pertamina, PT Elektrik Baterai Indonesia, PT Lectro Energi Semesta, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.


Komitmen terhadap hilirisasi juga diwujudkan melalui pembentukan perusahaan pemula berbasis teknologi. PT Batex Energi Mandiri dikembangkan untuk mengomersialisasikan teknologi sel, modul, battery pack, powerwall, dan BESS, sedangkan PT Polimikro Berdikari Nusantara bergerak dalam produksi dan komersialisasi material baterai. Pencapaian ini menunjukkan bahwa riset perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk, kegiatan usaha, lapangan kerja, dan manfaat ekonomi ketika didukung oleh ekosistem kolaborasi yang tepat.


Dalam bidang kekayaan intelektual, ia tercatat memiliki sedikitnya 32 kekayaan intelektual berupa paten, merek, dan hak cipta. Invensi tersebut mencakup mesin electrospinning, konfigurasi modul baterai, proses pembuatan material katoda NMC dan NCA, separator baterai berbasis nanofiber, material anoda silika-karbon, sistem pembongkaran baterai bekas, teknologi daur ulang material katoda, battery pack dengan pendingin cairan, material katoda sodium-ion, serta teknologi pembuatan graphene dari limbah biomassa. Sebagian besar invensi tersebut telah memperoleh status paten granted dan menjadi dasar bagi pengembangan produk maupun kerja sama dengan industri.
Atas kontribusinya dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi, ia menerima berbagai penghargaan, antara lain Dosen Berprestasi Universitas Sebelas Maret, Academic Leader Bidang Teknologi dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2018, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun pada tahun 2019, Science and Technology Award dari Indonesia Toray Science Foundation pada tahun 2020, ALTEKIMITS Award pada tahun 2022, serta Satyalancana Karya Satya 25 Tahun pada tahun 2024.


Perjalanan hidup Prof. Agus Purwanto menunjukkan proses transformasi dari seorang peneliti material dan nanopartikel menjadi penggerak ekosistem inovasi teknologi baterai nasional. Baginya, penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi atau prototipe, tetapi perlu dilanjutkan melalui perlindungan kekayaan intelektual, kolaborasi industri, pembentukan perusahaan berbasis teknologi, dan penerapan produk secara nyata. Melalui pendidikan, penelitian, kepemimpinan, dan hilirisasi, ia terus mendorong agar perguruan tinggi dapat berperan sebagai sumber pengetahuan sekaligus motor pengembangan teknologi yang memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat Indonesia.

Aditya Farhan Arif, Indonesia Battery Corporation

Aditya Farhan Arif lahir di Majalengka pada 12 Februari 1987. Beliau mengawali perjalanan akademiknya di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada program sarjana Teknik Kimia, melanjutkan program magister pada jurusan dan perguruan tinggi yang sama, sebelum akhirnya meraih gelar PhD (Doctor of Engineering) dari Hiroshima University, Jepang, melalui beasiswa prestisius dari Kementerian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT) Jepang. Selama masa studi doktoralnya, yang mencakup kolaborasi riset intensif di ETH Zurich, Swiss, beliau memfokuskan penelitiannya pada nanostrukturisasi dan fungsionalisasi material maju guna mengoptimalkan efisiensi penyimpanan energi dan konversi energi elektrokimia.
Karier profesional beliau yang membentang selama 17 tahun mencerminkan evolusi strategis dari sektor minyak dan gas, berawal dari bidang Engineering-Procurement-Construction (EPC) di PT Rekayasa Industri, hingga kepemimpinan di industri pertambangan nasional bersama PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau dikenal sebagai MIND ID. Pengalaman beliau merupakan perpaduan langka antara kedalaman riset teknis melalui peran di Indonesia Mining and Minerals Research Institute (IMMRI) dan kematangan eksekutif dalam perencanaan strategi korporasi. Penguasaan mendalam atas fungsionalitas material memungkinkan beliau menerjemahkan inovasi laboratorium menjadi kebijakan strategis yang berdampak pada keberlanjutan industri mineral nasional. Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur Utama (President Director) PT Industri Baterai Indonesia (Indonesia Battery Corporation – “IBC”), sebuah holding BUMN di bidang industri baterai nasional.
Beliau adalah salah satu peneliti yang terlibat pada pengembangan Mobil Listrik Nasional (MOLINA) pada tahun 2012 yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pada saat itu, beliau berfokus pada pengembangan fuel cell sebagai sumber energi untuk mobil listrik. Penelitian tersebut menjadi pondasi awal beliau untuk melanjutkan studi doktoral di Jepang melalui beasiswa MEXT di Hiroshima University. Di bawah didikan Prof. Dr. Eng. Kikuo Okuyama & Prof. Dr. Eng. Takashi Ogi, beliau berfokus pada penelitian elektrokatalis dan material penyimpanan energi hingga terlibat pada pengembangan generasi pertama fuel cell electric vehicle (FCEV) Toyota. Atas dedikasi beliau pada bidang riset selama di Jepang, beliau dianugerahi penghargaan Hosokawa Young Promising Researcher pada tahun 2016, dan Outstanding International Contributor dari Society of Powder Tech Japan pada tahun 2019.
Hingga saat ini, beliau telah menerbitkan 39 artikel ilmiah dengan nilai h-index 18. Beliau juga aktif sebagai Research Professor di Hiroshima University, Visiting Researcher di ETH Zurich, memberikan kuliah umum pada TU Delft dan dua perguruan tinggi yang disebutkan sebelumnya, dan juga pada perguruan tinggi di Indonesia. Kiprah beliau dalam manajemen korporasi berfokus dalam menjembatani industri dengan akademia, dimana beliau terlibat pada industrialisasi katalis nasional, pengolahan logam tanah jarang, end-to-end manufacturing process dari HPAL hingga NMC battery, dan material maju berbasis timah untuk dye-sensitized solar cell (DSSC).
Sebagai corporate executive, beliau memiliki visi bahwa strategi korporasi yang diaplikasikan harus berbasis riset dan teknologi. Sebagai Direktur Utama di IBC, beliau mengorkestrasi visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai episentrum global bagi ekosistem industri baterai berbasis nikel. Pemahaman teknisnya mengenai nanostrukturisasi menjadi fondasi strategis dalam mendorong pengembangan kimia baterai kaya nikel (nickel-rich battery chemistry) berkinerja tinggi, guna memastikan keunggulan kompetitif sumber daya alam nasional dalam transisi energi global. Beliau percaya bahwa Indonesia harus memiliki penguasaan teknologi terhadap sumber daya alam yang dimilikinya untuk mempersiapkan masa depan yang ditentukan oleh arus teknologi.

References

-

Downloads

Published

August 9, 2026
HOW TO CITE