Pemulihan Ekosistem Hutan Konservasi Terdegradasi Antropogenik: Belajar dari Gunung Ciremai

Authors

Hendra Gunawan, OR Hayati dan Lingkungan, BRIN; Sugiarti, Badan Riset dan Inovasi Nasional; Marfuah Wardani, Badan Riset dan Inovasi Nasional; Tien Lastini, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB; Toto Supartono, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Keywords:

Ekosistem, Antropogenik, Degradasi, Restorasi, Konservasi

Synopsis

Taman nasional di Indonesia pada umumnya mengalami ancaman degradasi ekosistem akibat kegiatan manusia (antropogenik), seperti perambahan, perladangan, penebangan liar, perburuan liar, kebakaran hutan, dan invasive species. Salah satunya yang terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Degradasi ekosistem berakibat pada terganggunya fungsi-fungsi yang melekat pada fungsi ekosistem dan fungsi taman nasional. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan restorasi atau pemulihan ekosistem, yakni proses membantu pemulihan ekosistem yang telah terdegradasi, rusak, atau hancur. Tujuannya adalah untuk memulihkan fungsi-fungsi ekosistem yang terdegra- dasi melalui pendekatan terpadu yang mencakup pendekatan ekologi dan silvikultur, serta pendekatan sosial, ekonomi, dan budaya.
Buku Pemulihan Ekosistem Hutan Konservasi Terdegradasi Antropogenik: Belajar dari Gunung Ciremai hadir untuk membuka, menginformasikan, dan memberikan wawasan masyarakat mengenai degradasi ekosistem hutan kawasan konservasi, rona ekosistem terdegradasi di Gunung Ciremai, zona pemulihan ekosistem, hingga upaya implementasi pemulihan ekosistem taman nasional yang terdegradasi oleh penyebab antropogenik. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi, khususnya bagi para pengelola taman nasional dalam mengimplementasikan program pemulihan ekosistem terde- gradasi, dari aspek perencanaan, pelaksanaan kegiatan, hingga monitoring dan evaluasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Hendra Gunawan, OR Hayati dan Lingkungan, BRIN

Hendra Gunawan, lahir di Banjarnegara 3 April 1964, adalah Peneliti Ahli Utama di Bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati di Pusat Riset Ekologi dan Etno­biologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Telah 32 tahun melakukan pene­li­tian konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian khusus tentang restorasi eko­sistem sejak tahun 2004 hingga tahun 2012 dan terlibat sebagai tenaga ahli dan Pokja Restorasi Ekosistem di Kementerian Kehutanan sejak 2011.


Sering mendapat tugas sebagai narasumber penyusunan peraturan dan kebijakan tentang restorasi ekosistem kawasan konser­vasi, menjadi pembicara berbagai pertemuan ilmiah terkait restorasi, menjadi instruktur dalam pelatihan dan bimbingan tek­nis restorasi ekosistem kawasan konservasi. Pernah menjadi tim evaluasi pelaksanaan program restorasi ekosistem di lima ta­man nasional yang disponsori oleh JICA-RECA. Hingga tahun 2025 telah menghasilkan 42 buku, mencatatkan 26 Hak Kekayaan Intelek­tual (Hak Cipta Buku) dan menerbitkan lebih dari 169 karya tulis ilmiah dalam jurnal dan prosiding nasional dan internasional. Karya-karyanya dapat dilihat dan diunduh secara gratis di tautan: https://independent.academia.edu/HendraGunawan178

Sugiarti, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Sugiarti, lahir di Sukabumi tanggal 6 Juli 1968 adalah Pranata Humas Ahli Madya di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sudah 30 tahun mela­ku­kan berbagai ke­giatan kehumasan di bidang pendidikan ling­­kungan dan konservasi tumbuhan. Menjadi konsultan dalam berbagai ke­giatan penanaman dan penyadartahuan masya­­­rakat tentang konservasi tumbuhan. Telah menghasilkan se­di­­kit­­nya 22 buku dan mencatatkan 17 Hak Kekayaan Intelektual (Hak Cipta Buku). Telah menghasilkan 38 paper yang diseminarkan, ter­bit di prosiding dan jurnal.


Buku dan paper yang ditulisnya terutama tetang pendidikan lingkungan hidup dan konservasi tumbuhan, di antaranya tentang kebun raya, taman keanekaragaman hayati, dan hutan kota. Karya-karyanya dapat dilihat dan diunduh di https://unpad.academia.edu/SugiartiRachim/Papers

Marfuah Wardani, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Marfuah Wardani, lahir di Klaten pada tanggal 15 Maret 1958 adalah Peneliti Ahli Utama di bidang Botani dan Ekologi Hutan di Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Memiliki pengalaman 38 tahun penelitian di bidang botani dan ekologi hutan dan telah menghasilkan 14 buku tentang tum­buh­an. Sejak tahun 1986 hingga 2022 menjadi Kurator Herbarium Botani Hutan, Pusat Litbang Hutan. Pernah mengajar pengenalan jenis pohon dan pembuatan koleksi herbarium pada diklat atau in house training.


Buku-buku yang ditulisnya sangat berguna, baik untuk ilmu pengetahuan maupun untuk aplikasi pemanfaatan, diantaranya Buku Tree Flora of Indonesia: Check List for Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku, Irian Jaya dan buku Atlas Kayu Indonesia, Vademecum Dipterokarpa dan Pengenalan Jenis Meranti Sumatera.

Tien Lastini, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB

Tien Lastini, lahir di Mentok (Bangka) pada tgl 15 Mei 1971. Saat ini aktif sebagai staf pengajar di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, terutama di Program Studi S-1 Rekayasa Kehutanan dan Program Studi S-2 Biomanajemen. Pengalaman dalam mengajar sudah dijalani selama 29 tahun. Keahlian yang digeluti meliputi mana­jemen hutan, ilmu spasial, pengelolaan hu­tan rakyat, kawasan konservasi, statistik kehutanan, dan biometri hutan. Selama ini sudah menjalani beberapa penelitian baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan, seperti di hutan rakyat.


Sudah beberapa buku dan jurnal yang telah dihasilkan. Buku yang dibuat berupa buku yang terkait bidang kehutanan. Sedangkan jurnal-jurnal yang dipublikasikan tersebut merupakan jurnal nasional maupun internasional yang bereputasi.

Toto Supartono, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan

Toto Supartono, lahir di Kuningan 30 April 1977. Pengajar di Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Universitas Kuningan. Sudah 22 tahun terli­bat berbagai kegiatan konservasi dan telah menghasilkan 8 buku tentang ekologi dan satwa liar. Penulis terlibat dalam restorasi di Taman Nasional Gunung Ciremai pada tahun 2010–2011. Sejak 2018 penulis melakukan penelitian kondisi vegetasi di areal rehabilitasi di TNGC, terutama di bawah tegakan pinus.


Adapun judul buku-buku yang pernah dihasilkan adalah Teknik Inventarisasi Satwa Liar, Statistik Praktis untuk Ilmu Kehutanan, Biologi, Lingkungan, dan Pertanian, Teknik Penarikan Sampel Untuk Ilmu Kehutanan, Pertanian, Perikanan, dan Peternakan, Pemanenan Lestari Populasi Satwa Liar, Menghargai dan Melestarikan Alam: sebuah kumpulan catatan pemikiran, Fenologi: Pembungaan dan Pembuahan Spesies Kaliandra (Calliandra sp.) di Hutan Dataran Rendah, Soil Seed Bank dan Pemulihan Ekosistem di Taman Nasional Gunung Ciremai, dan Kumpulan Burung Gunung Tilu Kuningan

References

Adisoemarto, S. dan Rifai, M.A. (editor). (1994). Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Jakarta: Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (KLH) dan Konsorsium untuk Pelestarian Hutan dan Alam Indonesia (KONPHALINDO).

Aggarwal, S. (2001). Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith (Elaeocarpaceae). Medicinal and poisonous plants. Leiden: Plant Resources of South-East Asia. Backhuys Publishers 12(2):241-246.

Aiming, Q.I., Ellis, R.H., Keatinge, J.D.H., Wheeler, T.R., Tarawali, S.A., and Summerfield, R.J. (1999). Differences in the effects of temperature and photoperiod on progress to flowering among diverse Mucuna spp. Crop Science 182: 249–258.

Alikodra, H.S. (1990). Pengelolaan satwaliar Jilid I. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat, Institut Pertanian Bogor.

Andriansyah, A., Supartono, T., dan Nurdin, N. (2019). Gangguan satwa liar Taman Nasional Gunung Ciremai terhadap lahan pertanian di Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Konservasi untuk Kesejahteraan Masyarakat I. Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan, 12 Desember 2019. Hal: 74-81.

Anonymous. (2004). Pengelolaan Hutan Gunung Ciremai. Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan. Tidak diterbitkan.

Arbainsyah. (2019). Ficus callophylla Blume (Moraceae). http://www.asianplant.net/ Moraceae/ Ficus_callophylla.htm. Diakses tanggal 29 Juli 2019.

Ashton, H. (2004). The royal horticultural society new encyclopedia of herbs & their uses (revised edition), Reference Reviews 18(3): 42-43.

Australian Tropical Rainforest Plants. (2019). Factsheet of Litsea glutinosa (Lour.) C.B. Rob. (Lauraceae). http://keys.trin.org.au/keyserver/data/0e0f0504-0103-430d8004060d07080d04/media/Html/taxon/Litsea_glutinosa.htm . Diakses tanggal 16 Juli 2019.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional [BAPPENAS]. (2003). Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2003-2020. Jakarta: BAPPENAS.

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2023). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2023. Jakarta: Badan Pusat Statistik RI.

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2024a). Angka Deforestasi (Netto) Indonesia di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan Tahun 2013-2022 (Ha/Th). https://www.bps.go.id/id/ statistics-table/1/MjA4MSMx/angka-deforestasi--netto--indonesia-di-dalam-dan-di-luar-kawasan-hutan-tahun-2013-2021--ha-th-.html

Badan Pusat Statistik [BPS]. (2024b). Luas Penutupan Lahan Indonesia di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan Tahun 2014-2022 Menurut Kelas (Ribu Ha). https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjA4NCMx/ luas-penutupan-lahan-indonesia-di-dalam-dan-di-luar-kawasan-hutan-tahun-2014-2022-menurut-kelas--ribu-ha-.html

Bailey, J.A. (1984). Principles of wildlife management. New York: John Wiley and Sons.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat II [BKSDA Jabar II]. (2006). Rencana pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai 2006-2026: Buku I Rencana Pengelolaan. Bandung: BKSDA Jabar II. Tidak diterbitkan.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai [BTNGC]. (2006). Rencana pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai 2006-2026, Buku I (Rencana Pengelolaan). Kuningan: Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai [BTNGC]. (2008). Statistik Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Tahun 2007. Kuningan: BTNGC.

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai [BTNGC]. (2010). Zonasi. Data spasial tidak dipublikasi.

BAPPEDA Kabupaten Kuningan. (2009). RTRW Kabupaten Kuningan Tahun 2009-2029. Kuningan: BAPPEDA Kabupaten Kuningan.

Bentham, G. (1842). Notes on Mimosaceae, with a short synopsis of species. The Journal of Botany 4: 323-418.

Blockhus, J.M., Dillenbeck, M., Sayer, J.A., and Wegge, P. (eds). (1992). Conserving biological diversity in managed tropical forests. Gland, Switzerland and Cambridge, UK: IUCN.

Boer, E., and Sosef, M.S.M. (1990). Schima Reinw. ex Blume (Theaceae) in Timber Trees: Lesser-known timber. PROSEA 5(3):507-509.

Bompard, J.M. (1990). Mangifera caesia Jack (Anacardiaceae) in Edible fruits and nuts. PROSEA 2: 207-209.

Bradley, P. and Yee, S. (2015). Using the DPSIR Framework to Develop a Conceptual Model: Technical Support Document. US Environmental Protection Agency, Office of Research and Development, Atlantic Ecology Division, Narragansett, RI. EPA/600/R-15/154.

Chamberlain, J.R. (Ed). (2001). Calliandra calothyrsus: an agroforestry tree for the humid tropics. Tropical Forestry Papers No. 40.

Clewell, A., Rieger, J., and Munro, J. (2005). Society for ecological restoration international: Guidelines for developing and managing ecological restoration projects, 2nd Edition. www.ser.org and Tucson: SER International. http://www.ser.org/pdf. Diunduh Tanggal 5 Maret 2011.

Conservation International. (tanpa tahun). Biodiversity Hotspots, Targeted investment in nature’s most important places. https://www.conservation.org/priorities/biodiversity-hotspots. Diakses 16-01-2024.

Coombes, A.J. (2012). The A to Z of plant names. USA: Timber Press.

Craven, L.A., Sunarti, S., Wardani, M., Mudiana, D., Yulistarini, T. (2002). Melaleuca leucadendra (L.) L. (Myrtaceae) in kayu putih and its relatives in Indonesia. Floribunda II (1): 16 – 26.

Critical Ecosystem Partnership Fund [CEPF]. (2001). Sumatra forest ecosystems of the Sundaland biodiversity hotspot–Indonesia. https://www.cepf.net/sites/default/ files/final.sundaland.sumatra.ep__0.pdf

Critical Ecosystem Partnership Fund [CEPF]. (2014). Wallacea biodiversity hotspot. https://www.cepf.net/sites/default/files/wallacea-ecosystem-profilesummary-english.pdf

Damardono, H. (2005). Penetapan Taman Nasional Gunung Ciremai, demi elang jawa atau masyarakat Sunda? Website http://www.latin.or.id./media/kliping/kompas-1204-1.htm. Diakses tanggal 8 Agustus 2005.

Dao, N.K. (1998). Lindera oxyphylla (Meissner) Benth. (Lauraceae). Timber trees:Lesser-known timbers. Plant Resources of SouthEast Asia 5(3): 331-332.

Dasmann, R.F. (1964). Wildlife biology. New York: John Wiley & Sons Inc.

Departemen Kehutanan [Dephut]. (2004). Data strategis kehutanan 2004. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Departemen Kehutanan [Dephut]. (2007). Buku informasi 50 taman nasional di Indonesia. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Departemen Kehutanan [Dephut]. (2009). Statistik kehutanan Indonesia 2008. Jakarta: Departemen Kehutanan.

Departemen Kehutanan [Dephut]. (1994). Pengelolaan Hutan Lestari (Booklet). Departemen Kehutanan. Jakarta.

Department for International Development [DFID]. (2006). Laporan penelitian identifikasi potensi sosial, ekonomi, budaya dan kelembagaan masyarakat sebagai dasar pengelolaan berbasis masyarakat di Taman Nasional Gunung Ciremai. Bogor: Kerjasama Antara Pusat Litbang Hutan Dan Konservasi Alam dengan MFP-Department For International Development, United Kingdom.

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [Ditjen KSDAE KLHK]. (2023). Statistik Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Tahun 2022. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Duke, J.A. (1981). Hand book of legumes of world economic importance. NewYork: Plenum Press.

Fahutan Universitas Kuningan. (2004). Pengelolaan kawasan hutan Gunung Ciremai. Kuningan: Fahutan Universitas Kuningan. Tidak diterbitkan.

Farjon, A. (2013). Sundacarpus amarus. The IUCN Red List of ThreatenedSpecies 2013: http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK. Diakses 8 Agustus 2019.

..........

dst

Downloads

Published

October 8, 2026

Categories

HOW TO CITE

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-634-7933-07-2