Psikologi Kriminal
Keywords:
psikologi, Kriminal, Kejahatan, Kebohongan, HukumanSynopsis
Psikologi kriminal merupakan cabang psikologi yang mempelajari hubungan antara kondisi kejiwaan pelaku dan penyebab terjadinya kejahatan. Psikologi kriminal mengupas tuntas perilaku kriminal dari sudut pandang psikologis dengan memperhatikan faktor sosial, budaya, dan hukum yang tak terpisahkan dari fenomena kejahatan. Buku ini tidak hanya menyajikan teori-teori psikologi kriminal, tetapi juga menghubungkannya dengan praktik peradilan pidana di Indonesia. Mulai dari sejarah dan perkembangan psikologi kriminal, proses psikologis dalam kejahatan, hingga aplikasi praktis seperti profiling pelaku, deteksi kebohongan, serta peran psikolog forensik dalam investigasi, persidangan, dan rehabilitasi, semua disajikan secara sistematis dan mudah dicerna. Setiap bab dilengkapi dengan studi kasus yang diangkat dari peristiwa-peristiwa kriminal di tanah air. Selain itu, setiap bab memuat tujuan pembelajaran, dilengkapi dengan soal esai, latihan pilihan ganda, serta glosarium untuk memudahkan pemahaman.
Buku Psikologi Kriminal hadir untuk menjembatani kebutuhan pemahaman mendalam mengenai perilaku menyimpang dari sisi kejiwaan, membantu aparat hukum mengungkap kasus, serta memberikan edukasi mengenai faktor penyebab kejahatan. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi bagi akademisi dan mahasiswa yang ingin memahami lebih dalam tentang psikologi kriminal serta bagi para profesional di bidang terkait. Selain itu, buku ini juga relevan bagi penegak hukum maupun pengambil kebijakan yang membutuhkan perspektif psikologi kriminal.
Downloads
References
Abdul Syani. (1987). Sosiologi Kriminalitas. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Abraham, Juneman. (2015). Hukuman Mati Ditinjau dari Sisi Psikologis. Diakses dari http://juneman.blog.binusian.org/2015/03/14/hukuman-mati-ditinjau-dari-sisi-psikologis/
Adams, Daphne. (6 Maret 2019). Positive & Negative Consequences of Conflict in Organizations. Diakses dari https://smallbusiness.chron.com/positive-negative-consequences-conflict-organizations-10254.html
Admin Badan Bahasa. (24 November 2019). Deteksi Kebohongan Melalui Kombinasi Analisis Kebahasaan dan Fisiologis. Diakses dari https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/berita-detail/3215/deteksi-kebohongan-melalui-kombinasi-analisis-kebahasaan-dan-fisiologis
Alam, A.S. & Amir Ilyas. (2010). Pengantar Kriminologi, Makasar: Pustaka Refleksi
Ananda, S. dan Priyanto, S. (2010). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Kartika Putra Press
Anindita, Meutia Ersa. (19 Maret 2018). 7 Cara Jitu Mendeteksi Kebohongan. Diakses dari https://www.gramedia.com/blog/cara-jitu-mendeteksi-kebohongan/
Anne Ahira. (2010). Pembentuk Kepribadian Seseorang. PT. Raja Grafindo Persada, Bandung, 2010.
Aristiani, Putu Tisya Poppy. Layang, I Wayan Bela Siki. (2022). Pengaturan Alat Bantu Pendeteksian Kebohongan DI Pengadilan Dalam Pembuktian Perkara Pidana. Jurnal Kertha Semaya, Vol. 10 No. 3 Tahun 2022, hlm. 506-516. Diakses dari https://ojs.unud.ac.id/index.php/kerthasemaya/article/download/73425/43212
Asa, Agam Ibnu. (2022). Psikologi Forensik Sebagai Ilmu Bantu Hukum Dalam Proses Peradilan Pidana. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Psikologi Universitas Airlangga. Pemulihan Psikososial dan Kesehatan Mental Pasca Pendemi 18 September 2022. Diakses dari https://psikologi.unair.ac.id/proceeding-series-of-psychology/index.php/proceedingseriesofpsychology/article/download/39/33#:~:text=Adapun%20peran%20dari%20psikolog%20forensik,pemenjaraan%20(Darma%2C%202019)
Published
Series
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


























