Capung Hutan dan Lahan Reklamasi Bekas Tambang Timah Pulau Bangka
Keywords:
Bangka, Capung, Capung jarum, Hutan Jelutung, Reklamasi Air NyatohSynopsis
Capung sebagai penerbang ulung merupakan serangga terbang pertama di dunia yang muncul ratusan juta tahun lalu dan bertahan hingga saat ini. Capung, yang mudah ditemukan di sekitar kita, dikenal sebagai serangga dengan warna tubuh yang cerah dan berwarna-warni. Kemampuan terbangnya yang luar biasa menginspirasi pembuatan helikopter.
Buku panduan lapang ini dilengkapi dengan foto untuk memudahkan mengenali anggota dari dua subordo yaitu Anisoptera (capung) dan Zygoptera (capung jarum), yang kedua kelompok tersebut dibedakan dari karakteristik bentuk tubuh, mata, sayap, dan perilaku terbang.
Buku ini menyajikan foto, morfologi dan habitat jenis-jenis capung dan capung jarum yang banyak ditemukan di hutan dataran rendah Jelutung, dan di lahan reklamasi timah di Bangka.
Panduan lapang bergambar ini menampilkan 40 spesies (26 spesies capung dan 14 spesies capung jarum). Tiga spesies di antaranya, yakni Pornothemis starrei , Mortonagrion arthuri , dan Teinobasis ruficollis termasuk spesies capung yang terancam hampir terancam (Near Threatened). Keberadaannya harus dilestarikan.
Capung adalah teman kita!
Chapters
-
Pendahuluan
-
Alam Pulau Bangka
-
Apa itu Capung?
-
Metode Koleksi dan Preservasi Capung
-
Bagaimana menggunakan Buku Panduan?
-
Anisoptera (Dragonfly/Capung)
-
Zygoptera (Damselfly/Capung Jarum)
Downloads
References
Alita. (2023). Keanekaragaman Jenis Capung (Ordo Odonata) di Kawasan Reklamasi Eks-Tambang Timah Air Nyatoh dan Hutan Jelutung Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. [Skripsi, Universitas Bangka Belitung]. Bangka Belitung.
Published
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


























