Strategi dan Negosiasi: dalam Konflik Air di Bali dan Banten

Authors

Imam Syafi’i

Keywords:

Konflik, Bali, Banten, Konflik Air

Synopsis

Sumber daya air semula dipandang tidak hanya sebagai bagian penting dalam kehidupan, tetapi juga dipandang sebagai komoditas untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Perbenturan dua pandangan ini mendorong munculnya persoalan-persoalan yang mengarah pada konflik dengan dimensi yang lebih kompleks dan rum it yang melibatkan masyarakat, negara, dan juga korporasi. Sunga rampai ini tidak hanya mengulas keterkaitan antara aktor-aktor informal dan praktik pengelolaan sumber daya air, baik di Bali maupun di Banten, tetapi juga memperlihatkan dinamika elite lokal yang berasal dari masyarakat akar rumput, seperti komunitas subak di Bali dan komunitas pesantren di Banten. Se lain itu, bunga rampai ini juga membahas strategi­strategi politik yang dilakukan kelompok masyarakat atau institusi non­negara dalam relasi konfliktual perebutan akses terhadap air tersebut. Untuk itu, bunga rampai ini diharapkan dapat dijadikan referensi oleh pemangku kebijakan (pemerintah daerah) dalam memformulasikan kebijakan yang lebih akomodatif terhadap kepentingan masyarakat akar rumput. Hal ini dimaksudkan agar proses konsolidasi demokrasi di Indonesia dalam pemenuhan kesejahteraan dan keadilan masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina. S., Cisilia. “Bali Alami De sit Air 13 Persen Per Tahun, Hal Ini Jadi Penyebab Utamanya,” Tribun Bali, 22 Maret 2017. Diakses pada 18 Desember 2018 dari http://bali.tribunnews.com/2017/03/22/

Anthony Giddens. e Constitution of Society: Outline of the eory of Structura- tion (Cambridge: Polity Press, 1984), 29–33.

bali-alami-defisit-air-13-persen-per-tahun-hal-ini-jadi-penyebab- utamanya?page=all

Aspinall, Edward, dan Gerry Van Klinken, eds. e State and Illegality in Indonesia. Leiden: KITLV, 2011.

Assies, W. “David versus Goliath in Cochabamba. Water Rights, Neoliberalism and e Revival of Social Protest in Bolivia.” Latin American Perspectives 30, no. 3 (2003): 14–36.

Barlow, Maude. “ e Global Water Crisis and the Commodi cation of the World’s Water Supply.” Diakses pada 26 Agustus 2016 dari http:// global.wisc.edu/development/resources/blue-gold.pdf.

Bierschenk, T., & De Sardan, J. (2003). Powers in the Village: Rural Benin between Democratisation and Decentralisation. Africa: Journal of the International African Institute, 73(2), 145–173. Diakses dari http:// www.jstor.org/stable/3556886.

Cleaver, Frances. “Reinventing Institutions: Bricolage and Social Embeddedness of Natural Resource Management.” European Journal of Development Research 14, no. 2 (2002): 11–30.

Derman, Bill, Rie Odgaard, dan Espen Sjaastad, eds. Con icts Over Land and Water in Africa. e University of Michigan, 2007.

Endaryanta, Erwin. Politik Air: Penjarahan Si Gedhang oleh Korporasi Aqua Danone. Yogyakarta: Laboratorium Ilmu Pemerintahan FISIPOL UGM, 2007.

Erman, Erwiza. “Deregulation of the Tin Trade and Creation of a Local Shadow State: Bangka Case Study.” Dalam Renegotiating Boundaries: Local Politics in Post-Suharto Indonesia, diedit oleh Henk Schulte Nordholt dan Gerry Van Klinken. Leiden: KITLV, 2007.

Fisher, Simon. Mengelola Kon ik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. Jakarta: e British Council Indonesia.

Galih, Bayu, ed. “MK Batalkan Seluruh Isi di UU Sumber Daya Air.” Kompas, 18 Februari 2015. Diakses pada 29 Agustus 2016 dari http:// nasional.kompas.com/read/2015/02/18/23010761/MK.Batalkan. Seluruh.Isi.di.UU.Sumber.Daya.Air

Giddens, Anthony. e Constitution of Society: Outline of the eory of Structuration Cambridge: Polity Press,1984.

Helmke, Gretchen, dan Steven Levitsy. “Informal Institutions and Comparative Politics: A Research Agenda.” Perspective on Politics 2, no. 4 (2004): 725–740

Hidayat, Syarief, dan Gerry Van Klinken. “Provincial Business and Politics.” Dalam Gerry Van Klinken dan Joshua Bark, eds. State of Authority: e State in Society in Indonesia. Ithaca: Cornell University Press, 2009.

KRuHA. “Runtuhnya Mitos Negara Budiman: Kekuatan Ekonomi Politik Asing Berusaha Menyingkirkan Kedaulatan Rakyat (Kasus Aqua Danone di Padarincang Banten)". Diakses pada 30 Agustus 2016 dari http://www.kruha.org/page/id/document_detil/2/14/Paper/ RUNTUHNYA__MITOS__NEGARA__BUDIMAN_.html.

Lederach, J. P. e Moral Imagination: e Art and Soul of Building. New York: Oxford University Press, 2005.

Lund, Christian. “Twilight Institutions: Public Authority and Local Politics in Africa.” Development and Change 37, no. 4 (2006): 685–705.

Michel, David, dan Pandya Amit, eds. Troubled Waters: Climate Change, Hydropolitics, and Transboundary Resources. Washington: Stimson Pragmatic Steps for Global Security, 2009.

Mulyadi, Agus. “Bali Krisis Air Bersih.” Kompas, 4 Mei 2011. Diakses pada 22 Oktober 2016 dari http://nasional.kompas.com/read/2011/05/04/ 19321775/2015.Bali.Krisis.Air.Bersih.

Nurdin, Iwan. “Memahami Kon ik Agraria Perkebunan.” Makalah dalam diskusi terbatas (FGD) “Pengelolaan Kon ik Agraria di Sektor Perke- bunan Sawit di Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah”. Pusat Pene- litian Politik (P2P) LIPI. Jakarta, 1 Oktober 2015, 1–8.

Pankaj. “Political Ecology.” International Journal of Research and Scienti c Innovation (IJRSI) 3, no. IX (2016): 102. Diakses pada 1 Oktober 2018 dari http://www.rsisinternational.org/IJRSI/Issue31/102-103.pdf.

Paulson, Susan, Liza L. Gezon, dan Michael Watts. “Locating the Political in Political Ecology: An Introduction.” Human Organization 62, no. 3 (2003): 205–17.

Peluso, Nancy Lee. “Fruit Trees and Family Trees in an Anthropogenic Forest: Ethics of Access, Property Zones, and Environmental Change in Indonesia.” Comparative Studies in Society and History 38, no.3 (1996): 510–48.

Peluso, Nancy, dan Ribbort, J. “A eory of Access.” Journal of Rural Sociology 68 No. 2 (2009): 153–181.

Perelman, Michael, dan Marx. “Natural Resources and Agriculture under Capitalism: Marx’s Economic Model.” American Journal of Agricultural Economics 57 (1975): 701–04.

Roth, Andrew L. “Water As Commodity or Commons? Issues From the 2009 World Water Forum.” Diakses pada 14 Desember 2017 dari http://www.projectcensored.org/water-as-commodity-or-commons- issues-from-the-2009-world-water-forum/.

Said, Muh, I. Naini, dan C. Douglis. Sustaining Communities, Livestock and Wildlife: A Guide to Participatory Land-Use Planning. Rome: FAO, 2009.

Saturi, Sapariah. “Kala Putusan MA Ancam Mata Air Gemulo, Warga Batu Ngadu ke DPR Sampai Presiden.” Diakses pada 29 Agustus 2016 dari http://www.mongabay.co.id/2016/01/22/kala-putusan-ma-ancam-mata- air-gemulo-warga-batu-ngadu-ke-dpr-sampai-presiden/

Savirani, Amalinda. Business and Politics in Provincial Indonesia: e Batik and Construction Sector in Pekalongan, Central Java. Amsterdam: Universiteit van Amsterdam, 2015.

Shiva, Vandana. Water Wars: Privatization, Pollution and Pro t. Cambridge, MA: South End Press, 2002.

Siswoko. “Pokok-pokok Kebijakan yang Diatur Dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber daya Air.” Makalah dalam Konferensi Nasional Civil Engineering Role in Sustainable River Basin Management, Universitas Sebelas Maret. Surakarta, 2006.

Suardana, I Wayan. “Krisis Air di Bali dan Kon ik yang Menyertainya.” Bali Post, 22 Oktober 2009.

Sumardjono, Maria S. W., Nurhasan Ismail, Ernan Rustiadi, dan Abdullah Aman Damai. Pengaturan Sumber Daya Alam di Indonesia, kajian Kritis Undang-undang Terkait Penataan Ruang dan Sumber Daya Alam. Yogyakarta: FH UGM & Gadjah Mada University Press, 2011.

Tarigan, Herlina. “Peluruhan Kelembagaan Lokal Subak: Analisis Kon- ik Kepentingan Sosial-Ekonomi di Kabupaten Tabanan Bali.” Disertasi Doktoral Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, 2014. Diakses pada 29 Agustus 2016 http://repository.ipb.ac.id/ handle/123456789/73052.

e International Institute for Sustainable Development. “A Daily Report of the 3rd World Water Forum and Ministerial Conference.” Diakses pada 26 Agustus 2016 dari http://www.iisd.ca/crs/3wwf/sdvol82num8.html

United Nations. “ e Human Right to Water and Sanitation (Media Brief).” Diakses pada 26 Agustus 2016 dari http://www.un.org/ waterforlifedecade/pdf/human_right_to_water_and_sanitation_media_ brief.pdf.

Walhi Jawa Timur. “Kisah Sukses Warga Batu Malang Selamatkan Sumber Mata Air.” Diakses pada 29 Agustus 2016 dari http://walhijatim. or.id/2014/07/kisah-sukses-warga-batu-malang-selamatkan-sumber- mata-air/

Walhi Jawa Timur. “Warga Umbul Gemulo Perjuangkan Sumber Mata Air Hingga ke Jakarta.” Diakses pada 29 Agustus 2016 dari http:// walhijatim.or.id/2014/03/warga-umbul-gemulo-perjuangkan-sumber- mata-air-hingga-ke-jakarta/

Watts, Michael. “Political Ecology.” Dalam e Companion of Economic Geography, diedit oleh E. Sheppard dan T. Barnes. Oxford: Blackwell, 2000.

Wiradi, Gunawan. Metodologi Studi Agraria. Bogor: Sains, 2009.

World Trade Report 2010. “Trade in Natural Resources.”

Zumach, Andreas, dan Agus Setiawan “PBB Kukuhkan Resolusi Hak Mendapatkan Air Bersih.” Deutsche Welle, 29 Juli 2010. Diakses pada 29 Agustus 2016 dari http://www.dw.com/id/pbb-kukuhkan-resolusi- hak-mendapatkan-air-bersih/a-5848167.

Birkelbach Jr., Aubrey W. “ e Subak Association,” Indonesia, No. 16 (1973):153–169. Diakses pada 19 Januari 2018 dari http://www.jstor. org/stable/3350651.

BPS Provinsi Bali. Bali dalam Angka 2011. Bali: BPS Provinsi Bali, 2011.

BPS Provinsi Bali. Bali dalam Angka 2012. Bali: BPS Provinsi Bali, 2012.

BPS Provinsi Bali. Bali dalam Angka 2015. Bali: BPS Provinsi Bali, 2015.

BPS Provinsi Bali. Bali dalam Angka 2016. Bali: BPS Provinsi Bali, 2016.

BPS Bali. Kedatangan Wisatawan Mancanegara ke Provinsi Bali 2011–2015. Bali: BPS Provinsi Bali, 2016.

BPS Kabupaten Gianyar. Kecamatan Tampaksiring dalam Angka 2016. Gianyar: BPS Kabupaten Gianyar, 2016.

BPS Kabupaten Gianyar. Kabupaten Gianyar dalam Angka 2017. Gianyar: BPS Kabupaten Gianyar, 2017.

BPS Bali. “Luas Lahan Per Kabupaten Kota menurut Penggunaannya di Provinsi Bali. Diakses pada 5 Juni 2018 dari https://bali.bps.go.id/ statictable/2018/04/11/72/luas-lahan-per-kabupaten-kota-menurut- penggunaannya-di-provinsi-bali-2016.html.

Cole, Stroma. “A Political Ecology of Water Equity and Tourism: A Case Study From Bali.” Annals of Tourism Research 39, no. 2 (2012): 1221– 1241.

Darmendra, I Putu. “Penuhi Kemauan Subak, PDAM Gianyar Ingatkan Konsekuensi Gangguan Air di Wilayah Ini.” Tribun Bali, 20 Januari 2016. Diakses pada 14 Agustus 2016 dari http://bali.tribunnews. com/2016/01/20/penuhi-kemauan-subak-pdam-gianyar-ingatkan- konsekuensi-gangguan-air-di-wilayah-ini.

Denpost. “Bahas Penggunaan Sumber Mata Air.” Diakses pada 11 Agustus 2016 dari http://denpostnews.com/2016/01/18/bahas-penggunaan- sumber-mata-air/.

Dinas Pariwisata Bali. Perkembangan Kunjungan Wisatawan Pada Daya Tarik Wisata di Bali Tahun 2003–2015. Denpasar: Dinas Pariwisata Bali, 2016.

Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Bali. “Statistik.” Diakses pada 5 Juni 2018 dari http://www.disparda.baliprov.go.id/id/Statistik4.

Esthi Maharani, ed. “Alih Fungsi Lahan Produktif di Bali Meningkat.” Republika, 3 April 2015. Diakses pada 8 Agustus 2016 dari http:// www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/04/03/nm7wfc-alih- fungsi-lahan-produktif-di-bali-meningkat.

Fisher, Simon dkk. Mengelola Kon ik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. Jakarta: e British Council Indonesia, 2001.

Geertz, Cli ord. " e Wet and teh Dry: Traditional Irrigation in Bali and Marocco." Human Ecology 1, No. 1 (1972): 23–39.

IDEP. Bali Water Protection Program. Gianyar: IDEP Foundation, 2016.

Iskandar, Yoni. “Bali Terancam Krisis Air Bersih.” Tribun Bali, 29 September 2011. Diakses pada 25 Oktober 2016 dari http://bali.tribunnews. com/2011/09/29/bali-terancam-krisis-air-bersih.

Kemenparekraf dan BPS. Perkembangan Wisatawan Nusantara Tahun 2009–2013. Jakarta: Kemenparekraf dan BPS, 2014.

Kementerian Pariwisata. Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan Nusantara Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, 2016.

Kementerian Pariwisata. Ranking Devisa Pariwisata terhadap Komoditas Ekspor Lainnya. Jakarta: Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, 2016.

Lansing, J. Stephen. "Water Temples and the Management of Irrigation," American Anthropologist 89 No.2 (1987), 326–341.

Lansing, J. Stephen. Priests and Programmers: Technologies of Power in the Engineered Landscape Bali, 3rd edition. New Jersey: Princeton University Press, 2007.

Lorenzen, Rachel P. “Disintegration, Formalisation or Reinvention? Contemplating e Future of Balinese Irrigated Rice Societies.” e Asia Paci c Journal of Anthropology 16, no. 2 (2015): 76–193.

MacRae, Graeme S., dan I.W.A. Arthawiguna. “Sustainable Agricultural Development in Bali: Is the Subak an Obstacle, an Agent or Subject?” Human Ecology 39, no. 1 (2011): 11–20.

Nordholt, H. Schulte. “Dams and Dynasty, and the Colonial Transformation of Balinese Irrigation Management.” Human Ecology 39, no. 1 (2011): 21–27.

Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 9 Tahun 2012 tentang Subak.

Pringle, Robert. A Short History of Bali Indonesia's Hindu Realm (Australia: Allen and Unwin, 2004), 21.

Roth, Dik. “Environmental Sustainability and Legal Plurality in Irrigation: e Balinese Subak.” Current Opinion in Environmental Sustainability11(2014): 1–9.

Strauß, Sophie. “Water Con icts among Di erent User Groups in South Bali, Indonesia.” Human Ecology 39, no. 1(2011): 69–79.

Suriyani, Luh De. “Beginilah Antisipasi Ketergantungan Pangan di Subak Kawasan Budaya Dunia,” Mongobay, 14 Juli 2015. Diakses pada 10 Agustus 2016 dari http://www.mongabay.co.id/2015/07/14/beginilah- antisipasi-ketergantungan-pangan-di-subak-kawasan-budaya-dunia/.

Sutisna, Komang. “MA Nyatakan Mantan Dirut PDAM Gianyar Korupsi.” Denpost, 24 Juni 2016. Diakses pada 9 Agustus 2016 dari http:// denpostnews.com/2016/06/24/ma-nyatakan-mantan-dirut-pdam- gianyar-korupsi/.

United Nations World Tourism Organization. UNWTO Annual Report 2015. Madrid: UNWTO, 2016.

Wahyuni, Tri. “De sit Air di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Akan Terus Naik.” CNN Indonesia, 29 Juli 2015, Diakses pada 18 Januari 2018 dari https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150729070859-20-68742/ de sit-air-di-jawa-bali-dan-nusa-tenggara-akan-terus-naik.

Walhi Bali. Eksploitasi Air Setelah 1990. Denpasar: Walhi Bali, 2016.

Weinstock, Joseph A. "Social Organization and Traditional Agroecosystems." Dalam Traditional Agriculture in Southeast Asia: A Human Ecology Perspective, ed. Gerald G. Marten (Boulder Colorado: Westview Press, 1986), 183.

Yoga, P. AAGR. Relasi Pertanian dan Pariwisata di Persimpangan Jalan Studi Komparasi Praktik Pariwisata pada Dua Subak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Denpasar: Universitas Udayana, Skripsi tidak diterbitkan, 2015.Atam ina, pes silibuntemus con tanum, unteatuam.

Iceri publicum sessimus, nonterf entio, ciem inam mo inat L. Seris con hilicaudemus Mae niterfex nortemusqui comnitum qui sti, Casdacitum verum pubit ad mus et ad perta, se consuppliam, Paline prei sulicer ibunte quod moere achi, C. Fuius Cuperi, imiu et; nicatis intie imiliaedo, ca etiam.

Bappeda. “Peta Orientasi Wilayah Kabupaten Pandeglang.” Diakses pada 5 Juni 2018 dari http://bappeda.pandeglangkab.go.id/publikasi-data/.

Bappeda Provinsi Banten. “Peta Potensi Sumber Daya Air.” Diakses pada 31 Agustus 2016 dari http://bappeda.bantenprov.go.id/upload/download/ peta/11_peta_potensi_sumber_daya_air.pdf.

Barlow, Maude. “ e Global Water Crisis and the Commodi cation of the World’s Water Supply.” Diakses pada 26 Agustus 2016 dari http:// global.wisc.edu/development/resources/blue-gold.pdf.

BPS Provinsi Banten. Banten dalam Angka 2010. Banten: BPS Provinsi Banten, 2010.

BPS Provinsi Banten. Banten dalam Angka 2012. Banten: BPS Provinsi Banten, 2012.

BPS Provinsi Banten. Banten dalam Angka 2013. Banten: BPS Provinsi Banten, 2013.

BPS Provinsi Banten. Banten dalam Angka 2014. Banten: BPS Provinsi Banten, 2014.

BPS Provinsi Banten. Banten dalam Angka 2015. Banten: BPS Provinsi Banten, 2015.

BPS Kabupaten Pandeglang. Pandeglang dalam Angka 2013. Pandeglang: BPS Pandeglang, 2013.

BPS Kabupaten Pandeglang. Pandeglang dalam Angka 2014. Pandeglang: BPS Pandeglang, 2014.

BPS Kabupaten Pandeglang. Pandeglang dalam Angka 2015. Pandeglang: BPS Pandeglang, 2015.

BPS Kabupaten Pandeglang. Sensus Ekonomi 2016: Potensi Ekonomi Kabupaten Pandeglang. Pandeglang: Badan Pusat Statistik Pandeglang, 2017.

Dami, Laurens. “Ratusan Kiai dan Santri Desak PT. Tirta Fresindo Jaya Ditutup.” Berita Satu, 12 November 2015. Diakses pada 26 April 2016 dari http://www.beritasatu.com/nasional/321416-ratusan-kiai- dan-santri-desak-pt-tirta-fresindo-jaya-ditutup.html.

Dho er, Zamarkhsyari. Tradisi Pesantren, Studi tentang Pandangan Hidup Kiai. Jakarta: LP3ES, 1982.

Fachreinsyah, Dendy. “Unsur Muspida Pandeglang Tinjau Lokasi Kon ik Pembangunan Pabrik Air Kemasan,” RRI.co.id, 9 Mei 2016. Diakses pada 18 Januari 2018 dari http://www.rri.co.id/post/berita/273469/ ruang_publik/unsur_muspida_pandeglang_tinjau_lokasi_konflik_ pembangunan_pabrik_air_kemasan.html.

Fealy, Greag. Ijtihad Politik Ulama: Sejarah NU 1952–1967. Yogyakarta: LKiS, 2008, 22–23.

Gayatri, Irine Hiraswari. Dinamika Peran Elite Lokal Pasca Orde Baru: Studi Kasus Pergeseran Peran Toan Guru di Lombok Timur. Jakarta: LIPI Press, 2009.

Guillot, Claude. Banten, Sejarah dan Peradaban Abad X–XVII. Jakarta: KPG, 2008.

Hamid, Abdul. “Memetakan Aktor Politik Lokal Banten Pasca Orde Baru: Studi Kasus Kiai dan Jawara di Banten.” Diakses pada 1 September 2016 dari http://ejournal.undip.ac.id/index.php/politika/article/ view/4887/4433.

Hamid, Abdul. “Politisasi Birokrasi dalam Pilkada Banten 2006.” Jurnal Ilmu Administrasi Negara 11, no. 2 (2011): 97–110.

Harun, Yahya. Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII. Yogyakarta: PT Kurnia Kalam Sejahtera, 1995.

Hidayat, Syarif. “‘Shadow State’? Business and Politics in e Province of Banten.” Dalam Renegotiating Boundaries: Local Politics in Post- Suharto Indonesia, diedit oleh Henk Schulte Nordholt dan Gerry van Klinken. Leiden: KITLV Press, 2007.

Kartodirdjo, Sartono. Elite dalam Perspektif Sejarah. Jakarta: LP3ES, 1983.

Kartodirdjo, S. e Peasants' Revolt of Banten in 1888: Its Conditions, Course and Sequel: A Case Study of Social Movements in Indonesia. Brill, 1966. Retrieved from http://www.jstor.org/stable/10.1163/j.ctt1w76v .

Masaaki, Okamoto, & Abdul Hamid. “Jawara in Power 1999–2007.” Indonesia, No. 86 (Oct 2008), 109–138. Published by Southeast Asia Program Publications at Cornell University. Diakses pada 18 Januari 2018 dari www.jstor.org/stable/40376462.

Masaaki, Okamoto. “Local Politics in Decentralized Indonesia: the Governor General of Banten Province.” IIAS Newsletter. Diakses pada 18 Januari 2018 dari https://iias.asia/sites/default/ les/IIAS_NL34_23.pdf.

Muslim, Asep, Lala M. Kolopaking, Arya H. Dharmawan, dan Endriatmo Soetarto. “Dinamika Peran Sosial Politik Ulama dan Jawara di Pandeglang Banten.” Jurnal Mimbar 31, no. 2 (2015): 461–474.

NU Online. “Ribuan Santri dan Kiai Gelar Istighosah di Polda Banten Tolak Pembangunan Pabrik Air.” Diakses pada 19 Desember 2018 dari http:// www.nu.or.id/post/read/65829/ribuan-santri-dan-kiai-gelar-istighosah- di-polda-banten-tolak-pembangunan-pabrik-air.

Nu’man, M. Hubab Na .’ “KH Abuya Muhtadi Dimyathi, Mu i Sya ’iyyah Nasionalis dari Banten.” NU Online, 21 Juli 2015. Diakses pada 26 Oktober 2016 dari http://www.nu.or.id/post/read/61018/kh-abuya- muhtadi-dimyathi-mu i-sya rsquoiyyah-nasionalis-dari-banten.

Ota, Atsushi. “Banten Rebellion, 1750–1752: Factors Behind the Mass Participation.” Modern Asian Studies 37, no. 3 (Juli 2003): 613-651.

Oxford Islamic Studies Online. “Santri.” Diakses pada 18 Januari 2018 dari http://www.oxfordislamicstudies.com/article/opr/t125/e2095.

Pelita Banten. “Abuya Muhtadi Minta Ulama Dukung Wahidin Halim.” Pelita Banten, 24 Februari 2016. Diakses pada 18 Januari 2018 dari https://www.pelitabanten.com/1899/2016/02/24/abuya-muhtadi-minta- ulama-dukung-wahidin-halim/.

Perda No. 3 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabu- paten Pandeglang.

Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten tahun 2012–2017.

Ridho, Rasyid. “Jaga Kedamaian, 10 Ribu Santri Berzikir Bersama Polisi.” Sindonews.com, 4 November 2016. Diakses pada 19 Desember 2018 dari https://daerah.sindonews.com/read/1152921/174/jaga-kedamaian- 10-ribu-santri-berzikir-bersama-polisi-1478275019.

Satriani, Septi. “Masyarakat Cadasari Versus PT. Tirta Fresindo Jaya: Sebuah Tinjauan Yuridis.” Diakses pada 25 Agustus dari http://www.politik. lipi.go.id/kolom/kolom-1/politik-lokal/1062-masyarakat-cadasari- versus-pt-tirta-fresindo-jaya-sebuah-tinjauan-yuridis.

Shiva, Vandhana. Water Wars: Privatization, Pollution and Pro t. Cambridge, Mass: South End Press, 2002.

Siswanto, dan Erick Tanjung.“Ulama Protes, Pabrik Air Mineral Urug Mata Air dan Makam Keramat.” Suara.com, 26 November 2015. Diakses pada 26 April 2016 dari https://www.suara.com/ news/2015/11/26/133440/ulama-protes-bangun-pabrik-timbun-mata- air-dan-makam-keramat.

Suara Pembaruan. “Rano Karno Datangi Kiai Haya Karena Merasa Dirinya Terancam.” Suara Pembaruan, 14 September 2015. Diakses pada 26 Oktober 2016 dari http://sp.beritasatu.com/home/rano-karno-datangi- kiai-hanya-karena-merasa-dirinya-terancam/96185.

Sudiarti, Artati. "Perubahan Peran Ulama di Serang" (Skripsi Sarjana Jurusan Sosiologi FISIP UI, 1988), 45.

Suharto, “Banten Masa Revolusi, 1945–1949: Proses Integrasi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Disertasi pada program Pascasarjana Sejarah Universitas Indonesia, 2001.

Surat Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, tanggal 21 November 2014 Nomor 0454/1669-BPPT/2014 tentang Penghentian Kegiatan Investasi PT. Tirta Fresindo Jaya di Kp. Kramat Mushola, Desa Cadasari, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Surat Keputusan Kepala Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Pandeglang Nomor. 600/548.b/SK-DTKP/XII/2013.

Surat Pengaduan dari Masyarakat Cadasari Kabupaten Pandeglang, Masya- rakat Baros Kabupaten Serang, dan Masyarakat Kota Serang kepada

Presiden Republik Indonesia yang ditandatangani oleh KH. A Muhtadi Dimyati (Imam M3CB), KH. Ahmad Husaeri (Ketua MUI Kec. Cadasari), dan KH. Nahcrowi (Pimpinan Ponpes Riyadhul Awamil), dan KH. Matin Sarkowi (Ketum MPS Banten). Arsip merupakan koleksi pribadi dari KH. Matin Sarkowi.

Surat Pengaduan dari Masyarakat Cadasari Kabupaten Pandeglang, Masya- rakat Baros Kabupaten Serang, dan Masyarakat Kota Serang kepada Presiden Republik Indonesia yang ditandatangani oleh KH. A Muhtadi Dimyati (Imam M3CB), KH. Ahmad Husaeri (Ketua MUI Kec. Cadasari), dan KH. Nahcrowi (Pimpinan Ponpes Riyadhul Awamil), dan KH. Matin Sarkowi (Ketum MPS Banten). Arsip merupakan koleksi pribadi dari KH. Matin Sarkowi.

Surat Keputusan Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pandeglang tentang Izin Lokasi yang dikeluarkan pada tanggal 30 Januari 2014.

Tihami, M. A. “Kiyai dan Jawara di Banten: Studi tentang Agama, Magi dan Kepemimpinan di Desa Pasanggrahan Serang Banten.” Tesis pada Program Pascasarjana Antropologi Universitas Indonesia, 1992.

Tirtosudarmo, Riwanto, ung Ju Lan, Anas Saidi, dan Aulia Hadi.

Dinamika Sosial Pantura dan Implikasi Bagi Indonesia: Studi di Banten dan Demak. Jakarta: LIPI Press, 2010.

Williams, Michael C. Sickle and Crescent: e Communist Revolt of 1926 in Banten. Cornell: Cornell University, 1982.

Williams, Michael C. Communism, Religion and Revolt in Banten. Athens: Ohio University Press, 1990.

Dwiputra, I Made Arsana. “Dinamika Demokrasi dan Kepemimpinan di Gianyar, Bali Pasca Orde Baru.” Makalah Seminar Internasional ke-14 Dinamika Politik Lokal: Konsolidasi Acuan Transformasi bagi Pengembangan Kepemerintahan Demokratis di Aras Lokal di Kampoeng PERCIK Salatiga, 27–29 Agustus 2013.

Guerin, Kevin. Property Rights and Environmental Policy: A New Zealand Perspective. Wellington: NZ Treasury, 2003.

Masaaki, Okamoto. “Local Politics in Decentralization Indonesia: the Governor General of Banten Province.” Diakses pada 28 Oktober 2016 dari http://iias.asia/iiasn/july04/lp.pdf

McCoy, Alfred W. “Preface: e Philippine Oligarchy at e Turn of the- Twentieth Century.” Dalam An Anarchy of Families, State and Family in e Philippines. USA: e University of Wisconsin Press, 2009.

Merriam Webster. “Common Property.” Diakses pada 18 Desember 2018 dari https://www.merriam-webster.com/dictionary/common%20 property.

Noszlopy, Laura. “Bazar, Big Kites and Other Boys” ings: Distinctions of Gender and Tradition in Balinese Youth Culture.” e Australian Journal of Anthropology 16, no. 2 (2005): 179–197.

Oxfam. “Con ict Tranformation.” Diakses pada 21 September 2016 dari https://www.oxfam.org/sites/www.oxfam.org/ les/hpn-con ict- transformation-240214-en.pdf.

Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Banten Tahun 2012–2017.

Reuter, omas A. “Globalization and Local Identities: e Rise of New Ethnic and Religious Movements in Post-Suharto Indonesia. Asian Journal of Social Sciences 37 (2009): 857–871.

Ribot, Jesse, dan Nancy Lee Peluso. “A eory of Access: Putting Property and Tenure in Place,” Rural Sociology Society 68, no. 2 (2003): 153–181.

Surata, Sang Putu Kaler. Ekopedagogi (Denpasar: Unmas Press, 2015), 6. Suyadnya, Wayan. “Securitization, Belonging and Politics of Belonging in

Bali.” Jurnal Kajian Bali 1, no. 1(2011): 73–75.

Watts, Michael. “Political Ecology.” Dalam e Companion of Economic Geography, diedit oleh E. Sheppard dan T. Barnes. Oxford: Blackwell, 2000.

Yoga, Anak Agung Gde Rama Purwani. “Relasi Pertanian dan Pariwisata di Persimpangan Jalan, Studi Komparasi Praktik Pariwisata pada Dua Subak di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.” Skripsi pada Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Denpasar, 2015.

Lorenzen, R. P. “Disintegration, Formalisation or Reinvention? Contem- plating e Future of Balinese Irrigated Rice Societies”, e Asia Paci c Journal of Anthropology, 16, No. 2 (2015): 176–193.

Oxfam Humanitarian Policy Note. “Con ict Tranformation”, https://www. oxfam.org/sites/www.oxfam.org/files/hpn-conflict-transformation- 240214-en.pdf (diakses pada 21 September 2016).

Watts, Michael. “Political Ecology” dalam E. Sheppard and T. Barnes (eds). e Companion of Economic Geography. Oxford: Blackwell, 2000.

Downloads

Published

December 4, 2019
HOW TO CITE