Pengelolaan Limbah Radioaktif Aktivitas Rendah dan Sedang
Keywords:
Limbah radioaktif, Pengelolaan limbah nuklir, Limbah radioaktif aktivitas rendah, Limbah radioaktif aktivitas sedangSynopsis
Telah lebih dari 70 tahun, Indonesia mengenal dan memanfaatkan teknologi nuklir. Tepatnya sejak tahun 1954, saat dibentuknya Panitia Negara untuk Penyelidikan Radioaktivet untuk menyelidiki akibat uji coba bom atom di Samudra Pasifik [1]. Bahkan pada tahun 1965, Indonesia telah berhasil mendirikan reaktor riset Triga Mark II pertamanya di Bandung yang disusul dengan pendirian reaktor riset Kartini di Yogyakarta dan reaktor serbaguna G.A. Siwabessy di Serpong [2] yang digunakan untuk penelitian dan produksi radioisotop. Sampai saat ini, BAPETEN telah menerbitkan 7.135 ijin pemanfaatan sumber radioaktif untuk 4.689 instansi yang berada di 36 propinsi [3]. Meskipun demikian pro kontra tentang pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia masih terjadi, khususnya terkait dengan pemanfaatannya untuk pembangkitan energi (PLTN).
Sampai saat ini, isu keselamatan dan lingkungan masih menjadi sorotan masayarakat. Tampaknya bayangan tentang penderitaan masyarakat Hiroshima dan Nagasaki di Jepang akibat bom atom masih melekat kuat dalam pikiran masyarakat Indonesia yang kontra. Bayangan ini kemudian diperkuat dengan adanya kecelakaan PLTN Fukushima di tahun 2011 yang sampai saat ini penangannya masih belum selesai. Adanya kelompok yang menolak ini yang menyebabkan rencana pendirian PLTN di Indonesia ditunda beberapa kali. Isu utama yang menjadi perhatian kelompok ini adalah tentang kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam menangani limbah radioaktif yang dihasilkan. Hal ini, kemungkinan karena kurangnya informasi tentang penanganan limbah radioaktif yang ada di Indonesia selama ini. Oleh karena itu, kemampuan menangani limbah radioaktif perlu ditunjukkan kepada masyarakat luas, karena diyakini hal tersebut merupakan kunci keberhasilan untuk meningkatkan penerimaan publik terhadap teknologi nuklir di Indonesia [4]. Tentu saja ini merupakan tantangan berat, karena yang harus diatasi adalah masalah psikologis dan kepercayaan. Kekurangpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan lembaga terkait akhir-akhir ini juga memperberat tantangan ini.
Chapters
-
PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF: SALAH SATU KUNCI PENERIMAAN PUBLIK ATAS PEMANFAATAN TEKNOLOGI NUKLIR DI INDONESIA
-
SUMBER LIMBAH RADIOAKTIF
-
KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF TINGKAT RENDAH DAN SEDANG
-
PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF AKTIVITAS RENDAH DAN SEDANG: TANTANGAN DAN PROSPEK TEKNOLOGI
-
POTENSI BAKTERI TOLERAN RADIASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH RADIOAKTIF TINGKAT RENDAH DAN SEDANG
-
IMPLEMENTASI KLIERENS ZAT RADIOAKTIF TERBUKA DAN MATERIAL TERKONTAMINASI
-
PELUANG KLIERENS UNTUK SUMBER TERBUNGKUS BEKAS
-
PENYIMPANAN SEMENTARA DAN DISPOSAL LIMBAH RADIOAKTIF AKTIVITAS RENDAH DAN SEDANG
-
DESAIN FASILITAS DISPOSAL DEKAT PERMUKAAN UNTUK LIMBAH RADIOAKTIF TINGKAT RENDAH-SEDANG
-
MEMBANGUN PILAR KESELAMATAN DAN KEBERLANJUTAN DALAM PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF
Downloads
References
BAPETEN. (2013). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Limbah Radioaktif. Badan Pengawas Tenaga Nuklir.
BAPETEN. (2025, Juni). Daftar data izin. Balis online. https://balis.bapeten.go.id/s/data/data-izin
BRIN. (2025, Mei 22). Sejarah riset dan inovasi Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional. https://www.brin.go.id/page/111336/sejarah-risetdan-inovasi-indonesia
IAEA. (2011). Disposal of radioactive waste. International Atomic Energy Agency.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (2025). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI No. 188.K/TL.03/MEM.L/2025.
Putero, S. H., Prabaningrum, N., Muharini, A., Wijayanti, E., & Imardjoko, Y. U. (2023). Education and research on radioactive waste handling for public acceptance: Universitas Gadjah Mada’s experience. International Atomic Energy Agency. https://www.iaea.org/publications/15478/radioactive-waste-management
Putero, S. H., Santosa, H. B., & Widya, R. (2012). Challenge in the public acceptance and cooperation on the verge of building the first nuclear power plant in Indonesia. In Proceedings of the International
Conference on Nuclear Engineering (ICONE) (Vol. 1, 819–822). https://doi.org/10.1115/ICONE20-POWER2012-54055
Wahyuni, L. C., Putero, S. H., & Prabaningrum, N. (2022). Accident analysis of the process of transferring teletherapy machine Cobalt-60 radioactive waste into the transport container with fault tree analysis
(FTA) method. In IAEA Conference Contributions. https://conferences.iaea.org/event/262/contributions/21262/
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


























