Galuh dalam Lintasan Waktu: Transliterasi dan Terjemahan Naskah Babad Galuh Imbanagara
Keywords:
galuh, transliterasi, babad galuh imbanagaraSynopsis
Buku berisi hasil transliterasi (alih aksara) dan terjemahan dari Naskah babad Galuh Imbanagara yang disertai dengan pedoman penerjemahannya. Babad Galuh Imbanagara selesai ditulis tahun 1931 oleh Wiraadikusuma di Kabupaten Ciamis dengan aksara latin berbahasa Sunda. Media tulisnya berupa kertas pabrik berwarna kekuningan. Naskah menceritakan sejarah di wilayah Tatar Galuh mulai dari “Negara Purwacarita” (Onom) yang dipimpin oleh Dewi Artatit. Kemudian cerita berlanjut ke kisah Raja Adimulya Permanadikusumah (Kerajaan Galuh di Karangkamulyaan) yang menjadi pertapa lalu dijebak oleh orang kepercayaannya sendiri yaitu Raja Bondan selaku pengganti dirinya. Permanadikusumah dibunuh setelah difitnah oleh sang raja pengganti. Cerita berlanjut ke bagian genealogi Prabu Ciungwanara-Lutung Kasarung-Prabu Mundingkawati-Prabu Siliwangi-Prabu Pucuk Umun hingga Prabu Haur Kuning. Setelah Galuh dikuasai Kesultanan Mataram statusnya berubah menjadi kabupaten. Naskah BGI lalu menguraikan susunan para bupati Galuh mulai dari tahun 1614 hingga tahun 1931. Setiap masa juga diceritakan mengenai kisah-kisah uniknya yang menggambarkan latar belakang sosial dan budaya saat itu. Bagian akhir teks menjelaskan tentang silsilah keturunan R.A.A. Kusumasubrata, kondisi sosial budaya masyarakat Galuh pada masa kolonial, permainan, turnamen hingga upacara adat kebupatian saat itu. Cerita ditutup dengan titi mangsa meninggalnya R.A.A. Kusumasubrata pada tanggal 24 Maret 1931 dalam usia 71 tahun.
Downloads
References
-
Published
Series
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


























