Puisi Indonesia Tahun 1950-an

Authors

Suryami
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Erli Yetti
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Erlis Nur Mujiningsih
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Mu'jizah
Kementerian Agama

Keywords:

Puisi, Indonesia, 1950-an

Synopsis

Tahun 1950-an adalah masa di mana negara Indonesia baru terbentuk. Kondisi ekonomi dan politik negara yang masih karut-marut saat itu menyebabkan kehidupan sosial masyarakat belum stabil. Keadaan itu sedikit banyak memberikan dampak dalam perkembangan kesusastraan di Indonesia.

Buku ini memberikan gambaran mengenai kondisi perpuisian di Indonesia pada tahun 1950-an yang disebut sebagai periode krisis sastra. Puisi-puisi karya empat penyair, yaitu Toto Sudarto Bachtiar, Ramadhan K.H., Kirdjomuljo, dan Sitor Situmorang diulas dalam buku ini. Analisis dilakukan terhadap sajak-sajak karya empat penyair ini untuk menjelaskan seperti apa puisi yang dihasilkan serta mengungkap apa yang dirasakan penyair pada kurun waktu tersebut.

Buku ini diharapkan dapat dibaca oleh berbagai kalangan, dari praktisi sastra, pemerhati sastra, orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, sampai masyarakat awam yang ingin mengetahui perkembangan puisi Indonesia pada tahun 1950-an.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Suryami, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Suryami dilahirkan di Tarusan, Pesisir Selatan. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Andalas Padang (1986) serta pendidikan S-2 Bahasa di Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (2006–2008). Perempuan kelahir­an 25 September 1966 ini sudah bekerja sebagai PNS di kampung halamannya sejak 1991. Kemudian, pada 1995, ia pindah ke Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Jakarta. Kemudian, dari 2001 sampai sekarang, ia bekerja sebagai peneliti bidang sastra di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Karya hasil penelitian yang sudah diterbitkan adalah Puisi-Puisi Kenabian dalam Perkembangan Sastra Indonesia Modern (Pusat Bahasa 2007). Tulisannya yang berbentuk artikel diterbitkan dalam Jurnal Kandai, yaitu “Konsep Kepemimpinan dalam Tambo Minangkabau” (Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, 2014); serta dalam Jurnal Pangsura (Brunei Darussalam), antara lain “Antara Ideologi Patriarki dan Emansipasi Perempuan: Analisis Sajak Siapa yang Mengatakan dan Siklus Karya Toeti Heraty” (2012) dan “Nyanyi Sunyi Amir Hamzah dan Deru Campur Debu Chairil Anwar: Sebuah Tinjauan Intertekstualitas” (2019). Tulisannya yang berjudul “Motinggo Busye dan Puisi-puisinya: Kajian Religiositas” diterbitkan dalam buku Jejak Pengarang dalam Sastra Indonesia 1880–1980 (2018).
Selain itu, ia telah menulis beberapa cerita anak, antara lain Ainun dan Manusia Daun (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 2016), Vova Sanggayu (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 2016), dan Pendekar Muda Tanjung Bengkulu (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 2016).

Erli Yetti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Erli Yetti dilahirkan di Pekanbaru, 22 Mei 1963. Pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas diselesaikan di Pekanbaru. Kemudian, ia melanjutkan studi ke Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Bung Hatta, Sumatra Barat (1987).

Sejak 1990 sampai sekarang, ia bekerja di Badan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta—kini menjadi Kemdikbudristek. Sebagai peneliti madya untuk bidang keahlian
sastra pada Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, ia juga aktif mengikuti berbagai bentuk pelatihan sastra, antara lain sejarah sastra, pelatihan cerpen, dan metodologi sastra. Dia juga aktif mengikuti berbagai seminar sastra, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai pemakalah. Selain itu, ia pun menjadi ang­gota Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) untuk Jakarta, anggota Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) untuk Jakarta, dan Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Jakarta.

Buku-buku yang dia tulis bersama tim dan telah terbit, yaitu Struktur dan Nilai Budaya dalam Cerita Berbingkai terbitan Pusat Bahasa Jakarta (1995); Struktur dan Nilai Budaya Cerita Wayang terbitan Pusat Bahasa Jakarta (1996); Analisis Struktur dan Nilai Budaya Hikayat Indra Dewa, Hikayat Dewa Mandu, dan Hikayat Maharaja Bikramasakti terbitan Pusat Bahasa Jakarta (1997); Analisis Struktur dan Nilai Budaya dalam Hikayat Pandawa Lima, Maharaja Garebag Jagat, dan Lakon Jakasukara terbitan Pusat Bahasa Jakarta (1998); Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak terbitan Obor Jakarta (2002), Antologi Sastra Melayu Lama terbitan Pusat Bahasa Jakarta (2003), serta Citra Wanita dalam Hikayat Panji Melayu terbitan Pusat Bahasa Jakarta (2003).

Buku penelitian yang pernah ditulis dan telah terbit, yaitu Puisi Lama Berisi Nasihat Dua Negara: Indonesia dan Malaysia Analisis Bandingan (Pustaka Mandiri, 2000); Analisis Perbandingan Motif Syair Abdul Muluk, Syair Bidasari, dan Syair Tajul Muluk (Lokus, 2013); Syair Bidasari: Analisis Tema, Amanat, dan Nilai Budaya (Lokus, 2013); Budaya Papua Dalam Tiga Karya Novel Namaku Teweraut, Sali, dan Tanah Tabu: Kajian Antropologi Sastra (Azzagrafika, 2016); serta Jejak Pengarang dalam Sastra Indonesia (1880—1980) (LIPI Press, 2018).

Sementara itu, buku cerita saduran untuk anak yang telah terbit, yaitu Kisah Raden Petaka terbitan Pusat Bahasa Jakarta (1997); Pengembaraan Raden Kertapati terbitan Pusat Bahasa Jakarta (1999); Bidadari Turun ke Bumi terbitan Pusat Bahasa Jakarta (2002); Runtuhnya Tali Persaudaraan terbitan Pusat Bahasa (2007); dan Kisah Kehidupan Raja-Raja Aceh Pusat Bahasa, Jakarta (2010).
Adapun artikel yang telah terbit, yaitu “Tokoh dan Aspek Tema Hikayat Si Miskin” dalam majalah Atavisme Volume 2 Edisi Oktober–Desember 1999; “Novel Pembayaran Karya Sinansari Ecip Sebuah Kajian Sosiologi Sastra” dalam Atavisme Volume 3 Edisi Oktober–Desember 2000; “Religiusitas dalam Novel Sastra Indonesia: Studi Kasus Khotbah di Atas Bukit Karya Kuntowijoyo” dalam Metasasra Edisi Volume 3, Nomor 2, Desember 2010; “Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Nusantara: Upaya Melestarikan Budaya Bangsa” dalam Jurnal Mabasan Edisi Volume 5 Nomor 2 Juli–Desember 2011; “Transformasi Novel Badai Pasti Berlalu: Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif” di Jurnal Pangsura (Brunei Darussalam) Bill. 33 Jilid 18, Januari–Juni 2013; serta “Motif Asal-Usul Tanaman Padi
dalam Tiga Cerita Rakyat (The Motives of Padi Origin Three Indonesia Folktales) dalam Kandai Volume 10, Nomor 1, 2014.

Erlis Nur Mujiningsih, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Erlis Nur Mujiningsih lahir di Jakarta pada 31 Juli 1963, bekerja di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta merupakan peneliti madya di bidang sastra. Beberapa artikel yang pernah terbit, yaitu“Sunan Kalijaga dalam Novel Babad Walisongo, Wali Sanga, dan Kisah Dakwah Walisongo” (2016); “Literary Adaptation of the Poem Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono as an Alternative to Bring the Work Closer to the People” (2020); “Chik Lit dalam Dunia Sastra Indonesia” (2018); “Tere Liye’s Works: Between Industry and Creativity” (2019); serta “Melacak Jakarta dari 1950-an Sampai dengan 1970-an dalam Karya Sastra” (2021). Buku yang terbit yaitu Gerakan Pembaruan Islam dalam Roman Medan terbitan LIPI Press (2020); artikel de­ngan judul “Posisi Peranakan Tionghoa dalam Narasi Kebangsaan: Kajian Drama di Boven Digul dan Zonder Lentera” dalam Narasi Kebangsaan dalam Karya Budaya Indonesia terbitan LIPI Press (2020); Analisis Struktur Novel Indonesia Modern 1980—1990 (Pusat Bahasa, 1996); Unsur Erotisme dalam Cerpen Indonesia 1950-an (Pusat Bahasa, 1998); Tanggapan Pembaca ter­hadap Novel Berwarna Lokal: Sri Sumarah karya Umar Kayam dan Warisan karya Chaerul Harun (Pusat Bahasa, 2003); Citra Manusia dalam Novel Indonesia Modern 1920—1960 (Pusat Bahasa, 1997); Revolusi, Nasionalisme, dan Banjir Roman (Pusat Bahasa, 2005); serta artikel “Tuanku Pancuran Rawang karya Sj. B. Maradjo” dalam Rampak Serantau (2016).

Mu'jizah, Kementerian Agama

Mu’jizah adalah peneliti utama di Pusat Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Badan Litbang, dan Diklat Kementerian Agama. Dia pernah menjadi Kepala Bidang Pengkajian pada 2008–2015 di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kepakarannya adalah bidang filologi/sastra klasik. Ia menyelesaikan pendidikan S-1–S-3 di Universitas Indonesia. Pada 2000–2018, ia menjadi pengajar luar biasa di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Beberapa karya ilmiah­nya, yaitu Martabat Tujuh: Edisi Teks dan Pemaknaan Tanda serta Simbol, yang diterbitkan oleh Djambatan; Iluminasi Surat Raja-Raja Melayu abad ke-18–ke-19, yang diterbitkan oleh KPG dan EFEO; Skriptorium dalam Naskah Riau; serta Akulturasi Budaya Melayu dan Budaya Cina dalam Syair Tan Tik Cu.

References

Chairi Anwar,. Rivai Apin, Asrul Sani. 2013. Tiga Menguak Takdir. Jakarta: Balai Pustaka.

Kratz, Ernst Ulrich. 2000. Sumber Terpilih Sejarah Sastra Indonesia Abad XX. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia dan Yayasan Adikarya IKAPI

Mujiningsih, Erlis Nur. 2017. Kritik Sastra dalam Majalah Mimbar Indonesia: Kajian Resepsi Satra. Yogyakarta: Elmatera.

Prabowo, Denny. 2013. “Menguak Takdir Kemerdekaan” dalam Tiga Menguak Takdir. Jakarta: Balai Pustaka.

Pradopo, Rachmat Djoko. 1999. “Stilistika Genetik: Kasus Gaya Bahasa W.S. Rendra dalam Ballada Orang-Orang Tercinta dan Blues untu Bonnie” dalam Humoniora No. 12 September—Desember.

Rosidi, Ajip . 1986. Ikhtisar Sejarah Sastra Indonesia (Cetakan Keempat). Bandung: Bina Cipta.

Sowondo, Tirto. 2006. Karya Sastra Indonesia dalam Majalah Gajah Mada dan Gama. Yogyakarta: Jantera Intermedia.

Teeuw, A. 1978. Sastra Baru Indonesia 1. Yogyakarta: Yayasan Nusa Indah

Downloads

Published

December 31, 2021

Categories

Details about this monograph

ISBN-13 (15)

978-602-496-297-5