Masyarakat Sipil Islam dalam Kehidupan Demokrasi Indonesia

Authors

Endang Turmudi (ed)
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Keywords:

Sosialisme Islam, Demokrasi, Masyarakat Islam , Indonesia

Synopsis

Masyarakat Sipil Islam dalam Kehidupan Demokrasi Indonesia membahas bagaimana politik Islam dijalankan oleh masyarakat yang tergabung dalam organisasi-organisasi sipil Islam. Di beberapa kota di Indonesia yang merepresentasikan kehidupan beberapa organisasi sipil Islam arusutama, pergerakan masyarakat sipil Islam dilihat dalam kaitannya dengan proses demokrasi di Indonesia. Nilai-nilai keislaman yang dijalankan oleh organisasi-organisasi tersebut dielaborasi dalam kaitannya dengan politik demokrasi.

 

Ditulis oleh para periset bidang keagamaan dan politik, buku ini menghimpun fenomena politik yang muncul di sekitar perkembangan organisasi sipil Islam. Kajian yang dilakukan dalam lokus lokal memberikan gambaran keunikan masyarakat sipil Islam dalam menjalankan nilai-nilai keislaman yang bersinggungan langsung dengan situasi politik. Tiap-tiap babnya, yang  masing-masing membahas suatu kota, akan membawa anda melihat semangat politik yang diusung oleh organisasi-organisasi tersebut.

 

Masyarakat Sipil Islam dalam Kehidupan Demokrasi Indonesia merupakan kontribusi acuan dalam melihat dan mengkaji dinamika politik Islam di Indonesia. Buku ini akan cocok untuk anda yang ingin memahami hal tersebut.

 

Chapters

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Endang Turmudi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Editor dan penulis dalam buku ini, Endang Turmudi adalah Profesor Riset di bidang sosio­logi dan peneliti pada Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, BRIN. Sejak 1983, ia melakukan penelitian tentang masalah sosial keagamaan, politik, modernisasi, dan radikalisme. Pada tahun 1988, Endang mendapatkan Beasiswa Aidab, mengambil program master di Flinders University of South Australia, dan dengan beasiswa yang sama ia mengambil Ph.D ­Program pada Australian Nasional University. Selain menulis di berbagai jurnal, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, LIPI. Setelah LIPI berubah dan bergabung ke dalam BRIN, Endang tetap bergabung di Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, dan aktif melakukan penelitian dan menulis untuk jurnal ilmiah. E-mail: endangturmudi@yahoo.com.

Dundin Zaenuddin, Badan Riset dan Inovasi Nasional

enulis merupakan Peneliti Ahli Utama pada Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, BRIN. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Sumber Daya Regional, LIPI (2010–2016) dan anggota aktif Tim Perizinan Penelitian Asing pada Kementerian Riset dan Teknologi (2010–2016). Dundin juga pernah menjadi focal point Federasi Internasional untuk Organisasi Ilmu Sosial (International Federation for Social Science Organizations [IFSSO]). Ia mendalami program studi Islamologi serta Sastra dan Kebudayaan Arab pada Fakultas Sastra, Universitas Indonesia dan mendalami Sosiologi pada Program Pascasarjana Departemen Sosiologi, Flinders University, Australia Selatan. Ia juga mengambil Program Doktor Religious Studies pada Pascasarjana Universitas Islam Bandung. Dundin pernah mengikuti program studi nongelar bersertifikat Manajemen Riset dari MDF dan Konsultasi BV di Belanda pada tahun 2013. Minat penelitiannya adalah di bidang Sosiologi Agama, Modal Sosial, Gerakan Sosial, serta Masyarakat Sipil dan Kewarganegaraan. Dundin telah menulis banyak artikel di jurnal nasional dan inernasional serta buku ilmiah nasional. Terakhir pada tahun 2020 dan 2021, ia tergabung dalam penelitian tentang Penguatan Demokrasi Indonesia: Konsolidasi dan Penguatan Civil Society. E-mail: dundezen@gmail.com.

Cahyo Pamungkas, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Profesor Riset bidang Sosiologi Umum pada Pusat Penelitian Kewilayahan (P2W), BRIN, dikukuhkan pada tahun 2020. Sejak 2003, Cahyo bekerja sebagai peneliti pada P2W, LIPI, yang sebelum 2019 bernama Pusat Penelitian Sumber Daya Regional (PSDR, LIPI). Pada tahun 2006, ia mendapatkan beasiswa Asian Public Intellectual Fellowships dari the Nippon Foundation untuk melakukan penelitian mengenai the Effectiveness of Autonomous Regions in Muslim Mindanao dan the Administrative Center of the Southern Border Provinces of Thailand in Coping with Separatism. Cahyo menamatkan program doktoral dalam bidang Ilmu Sosial pada Faculty of Social and Behavorial Sciences, Radboud University Nijmegen, Belanda, pada 2015, dengan beasiswa dari Dutch Organization for Scientific Research (NWO). Disertasinya berjudul Intergroup contact avoidance in Indonesia. Kajian dan penelitiannya selama bekerja di LIPI mengenai kelompok minoritas agama dan etnik di Indonesia bagian timur, terutama kajian Papua. E-mail: cahyopamungkas@gmail.com dan cahy001@lipi.go.id.

Muhammad Luthfi Khair Apriliandika, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Peneliti Ahli Pertama di Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, dahulu LIPI dan saat ini BRIN. Ia menekuni bidang ilmu sejarah, dengan kepakaran sejarah lokal di masyarakat. Sejak tahun 2018 hingga sekarang, Luthfi telah aktif di berbagai kegiatan penelitian, di antaranya Penelitian Riset Operasional Indeks Persepsi Korupsi BNN RI (2018), Penanganan Intoleransi untuk Pemajuan Kebudayaan (2019), Penelitian Kuliner Analitik untuk Pengembangan Industri Kreatif (2019), dan Penguatan Demokrasi dan Masyarakat Sipil Era Post Sekularisme (2020). Sejak bekerja sebagai peneliti, Luthfi sudah menghasilkan tiga karya tulis, dua buku, dan satu jurnal. Buku pertama adalah Sains dan Teknologi dalam Konteks Kultur terbit pada 2019, buku kedua adalah Tahu Sejarah Tahu Sumedang yang terbit pada 2021. Tulisan jurnal dapat dilihat pada laman Jurnal Masyarakat Indonesia, berjudul Review Buku STS di Indonesia: Quo Vadis?. Saat ini ia sedang melanjutkan magisternya pada Pascasarjana Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. E-mail: ananda.aprilian@gmail.com.

Usman Manor, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Analis Sumber Sejarah di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang pernah bergabung dalam tim penelitian pada Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PMB, LIPI). Usman adalah penulis pada Satuan Kerja Revolusi Mental Kemenko PMK, Pengurus Ikatan Alumni (ILUNI) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, serta Pengurus Komunitas Abdi Muda Indonesia yang fokus pada Riset dan Penulisan bidang Kebudayaan, terutama Sejarah, Permuseuman, dan Cagar budaya. Usman yang memiliki hobi membaca dan bermain sepak bola ini lahir di Jakarta pada tanggal 16 September 1993 dan menamatkan studi pada Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia tahun 2015 dengan judul skripsi Penyakit Kolera di Batavia tahun 1901–1927. Usman juga menyelesaikan Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Indonesia pada tahun 2017 dengan judul tesis Pengaruh Work-life Balance, Motivasi, dan Owner Perso­nality terhadap Kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Wilayah Jabodetabek yang telah dipublikasikan pada bulan Agustus 2018 oleh Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities dengan judul Work-life ­Balace, Motivation, and Personality of MSE Owners on Firm Performance in Greater Jakarta. E-mail: manorusman@gmail.com.

Ahmad Syatori, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Lahir di Cirebon pada tanggal 9 Januari 1979. Ia tinggal di Desa Mertapadakulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Saat ini, Syatori menjadi peneliti senior pada SALAM Institute dan pengasuh Pesantren Attarbiyatul Wahtoniyah (PATWA) Mertapada. Ia juga menjabat sebagai Wakil Dekan pada Fakultas Ushuluddin dan Adab, IAIN Syekh Nurjati, Cirebon. Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), Institut Agama Islam Tribakti, Kediri, S-2 pada Jurusan Sosiologi, Universitas Indonesia, dan S-3 pada Jurusan Ilmu Sejarah, Universitas Indonesia. Penelitian paling mutakhir yang dilakukannya tentang Aspek Agraria Lahan Gambut di Malinau Kalimantan Utara dan Ekspansi Perkebunan Sawit, Korupsi Struktural dan Penghancuran Ruang Hidup di Tanah Papua. E-mail: bang.syatori69@gmail.com.

References

Adeney-Risakotta, B. (2018). Living in a Sacred Cosmos: Indonesia and the future of Islam. Yale University Southeast Asia Studies.

Almond, G. A. (1988). The return to the state. American Political Science Review, 82(3), 853–874. https://doi.org/10.2307/1962495

Anam, C. (1985). Pertumbuhan dan perkembangan NU. Jatayu.

Bayat, A. (2013). Post-Islamism: The many faces of political Islam. Oxford University Press.

Berger, P. L. (Ed.). (1999). The desecularization of the world: Resurgent religion and world politics. The ethics and public policy center.

Bourchier, D. M. (2019). Two decades of ideological contestation in Indonesia: From democaratic cosmopolitanism to religious nationalism. Journal of Contemporary Asia, 49(5), 713–733. https://doi.org/10.1080/00472336.2019.1590620

Bruinessen, M. (Ed.). (2013). Contemporary developments in Indonesian Islam: Explaining the “conservative turn”. Institute of Southeast Asian Studies.

Crouch, H. (1980). The New Order: The prospect for political stability in Indonesia. In J.J Fox (eds), Indonesia: Australian perspective. Research School of Pacific Studies.

Pizarro, J. J., Zumeta, L. N., Bouchat, P., Wlodarczyk, A., Rime, B., Basabe, N., Amutio, A., & Paez, D. (2022). Emotional processes, collective behavior, and social movements: A meta-analytic review of collective effervescence outcomes during collective gatherings and demonstrations. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.974683

Putman, R. D. (1994). Making Democracy Work: Civic Tradition in Modern Italy. Prince University Press.

Turmudi, E. (2016). Islamic politics in contemporary Indonesia. International Journal of Political Studies, 2(3), 1–9.

Aspinal, E. & Berenschot, W. (2019). Democracy for sale: Elections, clientelism, and the State in Indonesia. Cornell University Press.

Berger, P. L. et al. (1999). The desecularization of the world: resurgent religion and world politics. The ethics and public policy center.

Bourchier, D. M. (2019). Two decades of ideological contestation in Indonesia: From democaratic cosmopolitanism to religious nationalism. Journal of Contemporary Asia, 49(5), 713–733. https://doi.org/10.1080 /00472336.2019.1590620

Fealy, G. (2003). Ijtihad politik ulama: Sejarah NU 1952–1967. LKIS.

Feith. H., & Castle, L. (Ed.). (1970). Indonesian political thinking, 1945–1965. Cornell University Press.

Habermas, J. (2008, June 18). Notes on a post-secular society: Both religius and secular mentalities must be open to a complementary learning process if we are to balance shared citizenship and cultural difference. Signandsight.com. http://www.signandsight.com/features/1714.html.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Pricenton University Press.

Ismail, F. (1995). Islam, politics and ideology in Indonesia: A study of the process of Muslim acceptance of Pancasila. [Disertasi, McGill University]. McGill University Library. https://escholarship.mcgill.ca/ concern/theses/2801ph921

Elson, R. E. (2009). Another look at the Jakarta charter controversy of 1945. Indonesia, 88, 105–130. http://www.jstor.org/stable/40376487

Fealy, G. (2003). Ijtihad politik ulama: Sejarah NU 1952–1967. LKIS.

Fealy, G. (2020). Jokowi’s Repressive Pluralism. East Asia Forum (27 September)

Feith. H., & Castle, L. (Ed.). (1970). Indonesian political thinking, 1945–1965. Cornell University Press.

Fogg, K. W. (2012). The fate of Muslim nationalism in independent Indonesia. [Disertasi tidak diterbitkan]. Yale University.

Geertz, C. (1965). The social history of an Indonesian town. The MIT Press.

Habermas, J. (1961). The structural transformation of the public sphere: An inquiry into a category of borgeouis Society. MIT Press.

Habermas, J. (2008, June 18). Notes on a post-secular society: Both religious and secular mentalities must be open to a complementary learning process if we are to balance shared citizenship and cultural difference. Signandsight.com. http://www.signandsight.com/features/1714.html.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Pricenton University Press.

Hefner, R. W. (2019). Whatever happened to civil Islam? Islam and emocratization in Indonesia, 20 years on. Asian Studies Review. 43(3), 375–396. https://doi.org/10.1080/10357823.2019.1625865

Ismail, F. (1995). Islam, politics and ideology in Indonesia: A study of the process of Muslim acceptance of Pancasila. [Disertasi, McGill University]. eScholarship@McGill. https://escholarship.mcgill.ca/concern/theses/2801ph921

Liddle. W., & Muzani. (2013). From transition to consolidation. Dalam Künkler, Mirjam, & Alfred Stepan, (eds). Democracy and Islam in Indonesia. Columbia University Press.

Rumah Pintar Pemilu. (2019, 13 Mei). Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Provinsi Banten Pemilu tahun 2019. https://rpp-kpubanten.id/suara/dprd

Robertson, R., & Chirico, J. (1985). Humanity, globalization, and worldwide religious resurgence: A theoretical exploration. Sociological Analysis, 46(3), 219–242. https://doi.org/10.2307/3710691

Turmudi, E. (2016). Islamic politics in contemporary Indonesia. International Journal of Political Studies, 2(3), 1–9.

Turmudi, E. (2018). Religion in current Indonesian politics: puritan Islam vis-à-vis secular nationalist. Humanities and Social Sciences Review, 08(02): 639–650

Tocqueville, A. (1956). Democracy in America (1835): Vintage Books.

Weber, M. (1930). The Protestant ethic and the spirit of capitalism (Talcott Parsons Penerj.). George Allen and Unwin.

Bruinessen, M. (Ed). (2013). Contemporary developments in Indonesian Islam: Explaining the “conservative turn”. Institute of Southeast Asian Studies.

Ciremaitoday. (2019, 27 Juni). Keluarga Ketua JAD Kota Cirebon sayangkan sikap kepolisian. Kumparan.com. https://kumparan.com/ciremaitoday/keluarga-ketua-jad-kota-cirebon-sayangkan-sikap-kepolisian-1rMIqhef8KB/full

DPRD Kabupaten Kuningan (2021). Profil anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kuningan. https://dprd.kuningankab.go.id

Eko, Z. A. (2010). Mendeskripsikan potensi kekerasan kaum muda di Cirebon dan Ciamis [Laporan Penelitian LP3ES Jakarta tidak dipublikasikan].

Esposito, J. L. (2000). Political Islam and the west. JFQ Forum.

Hadiz, V. R. (2017). Indonesia’s year of democratic setbacks: Towards a new phase of deepening illiberalism?. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 53(3), 261–278. https://doi.org/10.1080/00074918.2017.1410311

Hasani, I. (2010). Wajah Para Pembela Islam. Pustaka Masyarakat Setara.

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in indonesia. Princeton University Press.

Hefner, R. W. (Ed.). (2009). Making modern muslims: The politics of Islamic education in Southeast Asia. University of Hawaii Press. http://www.jstor.org/stable/j.ctt6wqvz8

Hikam, M. A. S. (1991). Negara, masyarakat sipil dan gerakan keagamaan dalam politik Indonesia. Prisma, Majalah Pemikiran Sosial dan Ekonomi, 3(XX), 75–86.

Jamil, A. (2010). Pandangan pimpinan Pesantren Buntet terhadap paham radikalis dan liberalis. Harmoni: Jurnal Multikultural & Multireligius, IX(35), 212–228.

KPU. (2019a). Daftar calon terpilih anggota DPR RI pemilu 2019. Diakses pada 31 Maret, 2021, dari https://www.kpu.go.id/page/read/1099/hasil-pemilu-2019

KPU. (2019b). Pengumuman nomor 694/pl.01.9-pu/3274/kpu-kot/vii/2019 tentang daftar calon terpilih anggota dewan perwakilan rakyat daerah kota cirebon pemilihan umum tahun 2019. Diakses pada 31 Maret, 2021, dari https://kota-cirebon.kpu.go.id/berita/baca/7800/pengumuman-nomor-694pl019-pu3274kpu-kotvii2019-tentang-daftar-calon-terpilih-anggota-dewan-perwakilan-rakyat-daerah-kota-cirebon-pemilihan-umum-tahun-2019

Makhsun, S. (2020, 31 Agustus). Melihat ulang jejak ikhwanul Muslimin di Indonesia. Jalandamai.org. https://jalandamai.org/melihat-ulang-jejak-ikhwanul-muslimin-di-indonesia.html

Maknunah, & Hasim, W. (2019). Tradisi haul di pesantren: Kajian atas perubahan-perubahan praktik haul dan konsep yang mendasarinya di Buntet Presantren, Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon tahun 2000-2019. Jurnal YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 5(2), 1–15. https://doi.org/10.24235/jy.v5i2.5662

Maulana, Y. (2019, 25 Agustus). Ja’far Umar Thalib (1961–2019). Portal Islam. https//: www.portal-islam.id

Mietzner, M., Muhtadi, B., & Halida, R. (2018). Entrepreneurs of grievance: Drivers and effects of Indonesia’s Islamist mobilization. Bijdragen tot de taal-, land-en volkenkunde/Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 174(2–3), 159–187.

Muhaimin, A. G. (2002). Islam dalam bingkai budaya lokal: Potret dari Cirebon (Edisi kedua). Logos Wacana Ilmu, Adikarya, dan The Ford Foundation.

Panjimas.com. (2014, 14 Agustus). Penjelasan AL-MANAR: AL-MANAR Tak Terkait ISIS & Bersikaplah Adil Soal ISIS. Panjimas.com. https://www.panjimas.com/news/2014/08/14/penjelasan-al-manar-al-manar-tak-terkait-isis-bersikaplah-adil-soal-isis/

Reid, A. (1999). Charting the shape of early modern Southeast Asia. Silkworm books.

Rindanah, R. (2013). Geneologi Pesantren Benda Kerep dan Pesantren Buntet Cirebon: Suatu perbandingan. Holistik: Journal for Islamic Social Sciences, 14(2), 209–230. http://dx.doi.org/10.24235/holistik.v14i2.449

Rosidin, D. N. (2019). Jaringan ulama Cirebon: Keraton, Pesantren dan Tarekat. LPPM IAIN Syekh Nurjati

Suhanah, S. (2014). Potret Radikalisasi gerakan keagamaan: Studi Kasus Organisasi GARDAH di Kota Cirebon, Jawa Barat. Harmoni 13(2), 134–145.

Syatori, A. (2018). Tafsir dan ijtihad politik pesantren: Suatu perspektif dari Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Jurnal YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 4(2), 350–383. http://dx.doi.org/10.24235/jy.v4i2.3552

Tibi, B. (2016). Islam dan Islamisme. Mizan.

Yayasan Al-Bahjah Cirebon. (t.t.). Sejarah berdirinya Yayasan Al-Bahjah. Diakses pada 18 Januari, 2023, dari https://albahjah.or.id/sejarah-berdirinya-yayasan-al-bahjah/

Cakrawalanews. (2018, 11 Februari). MMI ajak umat tidak golput dan tidak terpancing isu sara. https://www.cakrawalanews.co.id/artikel/1834/MMI-Ajak-Umat-Tidak-Golput-dan-Tidak-Terpancing-Isu-SARA/

Detiknews. (2009, 27 Agustus). Abu Jibril dituduh sebarkan ajaran sesat, MMI Gelar tabligh akbar. https://news.detik.com/berita/d-1190965/abu-jibril-dituduh-sebarkan-ajaran-sesat-mmi-gelar-tabligh-akbar-

Fealy, G. (2003). Ijtihad politik ulama: Sejarah NU 1952–1967. LKIS.

Faktakini.info. (2021, 23 Juli). BK FPI Kota Serang Banten tebar qurban untuk warga terdampak PPKM di Kasemen. Faktakini. https://www.faktakini.info/2021/07/bk-fpi-kota-serang-banten-tebar-qurban.html

Hamid, A. (2011). Pergeseran Peran Kyai dalam Politik di Banten Era Orde Baru dan Reformasi. Al-Qalam, 28(2), 339–364. https://doi.org/10.32678/alqalam.v28i2.895

Hamid, A. (2013). Memetakan aktor politik lokal banten pasca orde baru: Studi kasus kiai dan jawara di Banten. Politika: Jurnal Ilmu Politik, 1(2), 32–45. https://doi.org/10.14710/politika.1.2.2010.32-45

Hefner, R.W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in Indonesia. Pricenton University Press.

Hefner, R. W. (2019). Whatever happened to civil Islam? Islam and democratisation in Indonesia, 20 years on. Asian Studies Review, 43(3), 375–396. https://doi.org/10.1080/10357823.2019.1625865

Hudaeri. M. (2007). Tasbih dan golok: Kedudukan, peran, dan jaringan kiyai dan jawara di Banten. Humas dan Protokol, Setda Provinsi Banten.

Irfani, F. (2011). Jawara Banten: Sebuah kajian sosial, politik dan budaya. YPM Press.

Kementerian Agama. (t.t.). EMIS Dashboard. Diakses pada Januari, 2023, dari https://emis.kemenag.go.id/

Kartodirdjo, S. (1984). Pemberontakan petani Banten 1888. Pustaka Jaya.

Kabar Banten. (2017, 27 Desember). Sering meresahkan, warga razia waria. KabarBanten.com. https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/serang/pr-59607975/sering-meresahkan-warga-razia-waria

Liddle, R. & Muzani, S. (2013). Indonesian democracy: From transition to consolidation. Dalam M. Künkler, & A. Stepan, (Ed), Democracy and Islam in Indonesia (24–50). Columbia University Press. https://doi.org/10.7312/kunk16190-006

Liputan6. (2014, 4 Oktober). FPI Banten razia tempat hiburan malam jelang Idul Adha. Liputan6.com. https://www.liputan6.com/news/read/2114183/fpi-banten-razia-tempat-hiburan-malam-jelang-idul-adha

Nurita, D. (2019, 29 November). AD/ART disorot, FPI: Kami menegakkan khilafah tanpa hapus NKRI. Tempo.co. https://nasional.tempo.co/read/1278226/ad-art-disorot-fpi-kami-menegakkan-khilafah-tanpa-hapus-nkri

Redaksi. (2019, 3 Agustus). Relawan FPI Kabupaten Tangerang galang dana gempa Banten. https://kabar6.com/relawan-fpi-kabupaten-tangerang-galang-dana-gempa-banten/

Rumah Pintar Pemilu. (2019, 13 Mei). Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi Banten pemilu tahun 2019. Diakses dari https://rpp-kpubanten.id/suara/dprd

Turmudi, E. (2016). Islamic politics in contemporary Indonesia. International Journal of Political Studies, 2(3), 1–9.

Turmudi, E. (2018). PURITANISM VIS-A-VIS TRADITIONALISM: ISLAM IN MODERN INDONESIA. Harmoni, 11(2), 25–42.

Abbas, A. F. (2012). Integrasi pendekatan Bayânî, Burhani dan Irfani dalam ijtihad Muhammadiyah. Ahkam Vol. XII (1).

Abdullah, A. (2020). Multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin: Metode studi agama dan studi Islam di Era Kontemporer. IB Pustaka.

Abdullah, K M. (2006). Model masyarakat muslim, wajah peradaban masa depan (Terj. Iwan Kustiawan). Progressio.

Abdullah, T. (1987). Sejarah dan masyarakat: Lintasan historis Islam di Indonesia. Pustaka Firdaus.

Al-Khatib, M, A. (2006). Model masyarakat muslim: Wajah peradaban masa depan (I. Kustiawan, Penerj.) Progressio.

Almond, G. A., & Verba, S. (1963). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Princeton University Press.

Auda, J. (2010). Maqasid al-Shari’ah as philosophy of Islamic law, a system approach. The International Institute of Islamic Thought.

Berger, P. L., & Luckman, T. (2012). Tafsir sosial atas kenyataan: Risalah tentang sociologi pengetahuan (Hasan Basari, Penerj.). LP3ES. (Karya original diterbitkan 1966).

Boland, B. J. (1982). The struggle of Islam in modern Indonesia. De Nederlandsche Boek-en Steendr.

Bourdieu, P. (1990). The logic of practice (R. Nice, Penerj.). Stanford University Press.

Bruinessen, M. V. (1994). Kitab Kuning, pesantren dan tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia. Mizan

Bruner, E.M. (1974). “The Expression for ethnicity in Indonesia”, dalam A. Cohen (peny.) Urban Ethnicity. Tavistock. 251–288.

Burhani, A. N. (2020). Heresy and politics, how Indonesian Islam Deals with extremism, pluralism and populism. Suara Muhammadiyah.

Claridge, T. (2020, 18 Agustus). Social capital at different levels and dimensions: A typology of social capital. Institute for Social Capital. https://doi.org/10.5281/zenodo.8016096

DPRD Kota Bandung. (2019, 6 Agustus). Pelantikan 50 anggota DPRD Kota Bandung periode 2019–2024. https://dprd.bandung.go.id/warta/47383-2

Esposito, J. L. (1994). Ancaman Islam: Mitos dan Realitas. Mizan.

Fennema, M., & Tillie, J. (2010). Political participation and political trust in Amsterdam: Civic communities and ethnic networks. Journal of Ethnic and Migration Studies, 25(4), 703–726. https://doi.org/10.1080/1369183X.1999.9976711

Gellner, E. (1995). Membangun masyarakat sipil: Prasyarat menuju kebebasan (I. Hasan, Penerj.). Mizan. (Karya original diterbitkan pada 1994).

Gellner, E. (1981). Muslim society. Cambridge University Press.

Hasbullah, J. (2006). Social capital: Menuju keunggulan budaya manusia Indonesia. MR-United Press.

Hassan, R. (2006). Keragaman iman: Studi komparatif masyarakat muslim, (J. Jahroni, U. Tholib, & F. Jabali. Penerj.). PT Rajagrafindo Persada.

Hefner, R. W. (2000). Islam pasar keadilan: Artikulasi lokal, kapitalisme, dan demokrasi. LKIS.

Hikam, M. A. S. (1996). Demokrasi dan civil society. LP3ES.

Hodson, M. C. S. (1974). The venture of Islam: Conscience and history in world civilization. The University of Chicago Press

Inglehart, R., & Welzel, C. (2005). Modernization, cultural change and democracy: The human development sequence. Cambridge University Press.

Kukathas, C. (1992). Are there any cultural rights? Political Theory, 20(1), 105–139. https://doi.org/10.1177/0090591792020001006

Kymlicka, W., & Norman, W. (Ed.). (2000). Citizenship in diverse societies. Oxford University Press.

Kymlicka, W. (1996). Multicultural citizenship: A liberal theory of minority rights. Oxford University Press.

Madjid, N. (1999). Cita-cita politik Islam era reformasi. Paramadina.

Mahendra, Y. I. (1999). Modernisme dan fundamentalisme dalam politik Islam: Perbandingan partai Masyumi Indonesia dan partai Jama’at-i-Islami Pakistan. Paramadina.

Menchik, J. (2016). Islam and democracy in Indonesia: Tolerance without liberalism. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781316344446

Mujani, S. (2007). Muslim demokrat: Islam, budaya demokrasi, dan partisipasi politik di Indonesia pasca-orde baru. Gramedia Pustaka Utama.

Mujani, S. (2002). Islam dan good government. PPIM.

Putnam, R. (1993). Making democracy work: Civic traditions in Modern Italy. Princeton University Press.

Rothstein, B. (1998). “Trust, Social Dillemas and the Strategic Construction of Collective Memories”. Russel Sage Foundation, Working Paper, 142.

Uphoff, N. (2000, 13 September). Understanding social capital: Learning from the analysis and experience of participation [Presentasi makalah]. Staff Seminar, Mansholt Institute, Wageningen.

Weber, M. (1930). The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism, terj. oleh Talcott Parsons. George Allen and Unwin.

Weinbaum, M. G. (1996). Civic culture and democracy in Pakistan. Asian Survey, 36(7). 639–654. https://doi.org/10.2307/2645714

Young, C. M. (1990). Justice and politics of difference. Princeton University Press.

Anjar, A., Hasbullah, M., & Isana, W. (2018). Biografi sejarah dan pemikiran K.H. Muhammad Kurdi Mama Cibabat Cimahi (1839–1954). Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 2(2), 53–74. https://doi.org/10.15575/hm.v2i2.9152

Badudu, J. S., & Zain, S. M. (1994). Kamus besar bahasa Indonesia. Pustaka Sinar Harapan.

Hermawati, R., Paskarina, C., & Runiawati, N. (2016). Toleransi antar umat beragama di Kota Bandung. UMBARA: Indonesian Journal of Anthropology, 1(2), 105–124. https://doi.org/10.24198/umbara.v1i2.10341

Hernawan, W., Rostandi, U. D., & Komarudin, D. (2018). Gerakan Islam moderat di Jawa Barat. LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Khair, M. L., & Fathy, R. (2021). Tahu sejarah Tahu Sumedang. LIPI Press. https://doi.org/10.14203/press.258

Lubis, N. H., Muhsin, M., Saringendyanti, E., Darsa, U. A., Kusdiana, A., Hernawan, W., & Falah., M. (2011). Sejarah perkembangan Islam di Jawa Barat. Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Jawa Barat.

Mughofar, J. (2016). Peranan masyarakat muslim tionghoa (Analisis peranan Masjid Lautze di daerah Bandung) [Tugas mata kuliah tidak diterbitkan]. Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Muhammad, W. I. (2016). Ormas Islam di Jawa Barat dan pergerakannya; Studi kasus Persis dan PUI. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 16(2), 75–98. https://doi.org/10.24042/ajsk.v16i2.1120

PROKOPIM. (2020, 17 Februari). Parade Bandung rumah bersama, pesan untuk dunia. Kumparan. https://kumparan.com/humas-kota-bandung/parade-bandung-rumah-bersama-pesan-untuk-dunia-1sr9h5Tw2la/full

Pariwisata Indonesia. (t.t.). Wayang golek dan perkembangannya: Kesenian yang sarat akan nilai kehidupan. Diakses pada 24 Januari, 2023, dari https://pariwisataindonesia.id/headlines/wayang-golek-dan-perkembangannya/

Portal Data Kota Bandung. (2020). Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin (Rekap Tahunan). http://data.bandung.go.id/index.php/portal/detail_organisasi/dinas-kependudukan-dan-pencatatan-sipil

Prasetyo, F. A. (2019). Bandung dan pemaknaan Dago dalam sejarah: Masa lalu, masa kini. Lembaran Sejarah, 15(1), 64–90. http://dx.doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.59525

Pujiastuti, T. (2016). Perkembangan Tarekat Qadiriyyah Naqshabandiyyah di Pesantren Suryalaya. El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis, 5(2), 71–82. http://dx.doi.org/10.29300/jpkth.v5i2.1134

Purnama, A. (2018). Jamiyah Nahdlatul Ulama di Jawa Barat 1926-1945 [Tesis tidak diterbitkan]. Universitas Padjadjaran.

Purwanto. (2013, 20 Desember). Muhammadiyah dan NU tolak MUI fatwakan sesat syiah. Tempo. https://nasional.tempo.co/read/538851/muhammadiyah-dan-nu-tolak-mui-fatwakan-sesat-syiah

Radjab, B. (2006, 15 Juli). Kota Bandung yang majemuk. Harian Pikiran Rakyat.

Rohayati, D. (2018). “Saudagar Bandoeng”, 1906—1930-an. Lembaran Sejarah, 14(1), 98–111. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.

Rusnandar, N. (2010). Sejarah Kota Bandung dari “Bergdessa” (Desa Udik) menjadi Bandung “Heurin Ku Tangtung” (Metropolitan). Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 2(2), 273–293. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v2i2.219

Satjadibrata, R. (1948). Kamoes basa Soenda. Penerbit Bale Poestaka.

Setara Institute. (2011). Radikalisme agama di Jabodetabek & Jawa Barat: Implikasinya terhadap jaminan kebebasan beragama/berkeyakinan. Publikasi Setara Institute.

Setyabudi, M. N. P. (2020). Konsep dan matra konsepsi toleransi dalam pemikiran Rainer Forst. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 81–94. https://doi.org/10.23887/jfi.v3i3.24895

Sujati, B. (2019). Tradisi budaya masyarakat Islam di Tatar Sunda (Jawa Barat). Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, 1(1), 37–51. https://doi.org/10.32939/ishlah.v1i1.29

Sumantri, M., Djamaludin, A., Patoni, A., Koerdi, R. H. M., Koesman, M. O., & Adisastra, E. S. (1985). Kamus Sunda-Indonesia. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1–22. https://doi.org/10.14203/jmb.v5i1.256

Voa Indonesia. (2020). ‘Bandung Rumah Bersama’ Berupaya Perbaiki Citra Toleransi. Diakses pada 24 Januari, 2023, dari https://www.voaindonesia.com/a/bandung-rumah-bersama-berupaya-perbaiki-citra-toleransi/5291234.html

BPS Kota Cirebon. (2021). Kota Cirebon dalam Angka 2021. Badan Pusat Statistik.

Cohen, J. L., & Arato, A. (1992). Civil society and political theory. MIT Press.

Diamond, L. (1994). Rethinking civil society: Toward democratic consolidation. Journal of Democracy, 5(3), 4–17.

Ramage, D. E. (2002). Percaturan politik di Indonesia: Demokrasi, Islam, dan ideologi toleransi (Hadikusumo, Penerj.). Mata Bangsa.

Erwantoro, H. (2012). Sejarah singkat Kerajaan Cirebon. Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 4(1), 166–179. http://dx.doi.org/10.30959/patanjala.v4i1.130

Firmanto, A. (2015). Historiografi Islam Cirebon (Kajian manuskrip sejarah Islam Cirebon). Jurnal Lektur Keagamaan, 13(1), 31–58. https://doi.org/10.31291/jlk.v13i1.203

Gramsci, A. (1971). Selection from the Prison Notebooks. International Publishers.

Hariyanto, O. I. B. (2016). Destinasi wisata budaya dan religi di Cirebon. Ecodemica: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis, 4(2), 214–222. https://doi.org/10.31294/jeco.v4i2.830

Hefner, R. W. (2000). Civil Islam: Muslims and democratization in indonesia. Princeton University Press.

Hefner, R. W., & Zaman, M. Q. (Ed.). (2007). Schooling Islam: The culture and politics of modern education. Princeton University Press. http://www.jstor.org/stable/j.ctt7rqjj

Hefner, R. W. (Ed.). (2009). Making modern muslims: The politics of Islamic education in Southeast Asia. University of Hawaii Press. http://www.jstor.org/stable/j.ctt6wqvz8

Jamil, B. P. (2013). Perpecahan Kesultanan Cirebon. Jurnal Kalijaga, 33.

Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai ilmu: Epistemologi, metodologi, dan etika. Tiara Wacana.

Rindanah, R. (2013). Geneologi Pesantren Benda Kerep dan Pesantren Buntet Cirebon: Suatu perbandingan. Holistik: Journal for Islamic Social Sciences, 14(2), 209–230. http:nui//dx.doi.org/10.24235/holistik.v14i2.449.

Syatori, A. (2018). Tafsir dan ijtihad politik pesantren: Suatu perspektif dari Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Jurnal YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 4 (2), 350–383. http://dx.doi.org/10.24235/jy.v4i2.3552.

Tocqueville, A. (1956). Democracy in America. Vintage Books.

Downloads

Published

July 17, 2024

Categories

HOW TO CITE

Details about the available publication format: Download PDF

Download PDF

ISBN-13 (15)

978-623-8372-64-5